Ayat. 704

Dan janganlah kau membuat agama baru, sebab Allah Tuhan mu, tidak menginginkan terjadinya lagi perselisihan dan pertumpahan darah mengatasnamakan Tuhan dan agama.

Ayat. 705

Ia ruhul Kudus, cahaya kelembutan yang menuntun mu didalam menulis untaian kata yang penuh hikmah.

Sebuah kitab yang didalamnya manusia akan merasa tentram, sesuatu yang ingin diingkari namun susah untuk ditolak.

Begitulah ayat-ayat Tuhanmu bekerja, dia akan merasuk ke dalam sanubari mu dan memberikan pencerahan.

Adakah ancaman dan gambaran penuh siksa api neraka dalam kitab ini?. 

Sesungguhnya Kitab Semesta adalah pintu untuk membuka nilai keilahian yang ada didalam dirimu.

Bukan kitab yang mengancam siksa umat kebanyakan -melainkan pencerahan.

Kitab Semesta adalah kitab terbuka yang ada di alam ini, kemudian ia mengambil hikmah yang ada dan membaca alam sekitar , menulisnya dengan perantaraan yang ghaib.

Lalu kalian saling berkata, “Bukankah pintu kenabian telah ditutup, apakah ia telah hilang ingatan?”, Jin mana yang menempel dihatinya?”.

Katakanlah bukankah nabi-nabi di masa lalu kalian sebut orang hilang ingatan dan (menganggapnya telah) menghujat nilai ketuhanan?.

Ayat. 706

Maka ikutilah jalan petunjuk yang telah dikabarkan oleh nabi-nabi sebelum kamu dan di masa kemudian, agar engkau dapat selalu berada didalam jalan yang lurus, jalan yang selalu dalam bimbingan cahaya kasihNya.

Ayat. 707

Bacalah Kitab semesta maka bathinmu akan merasa hangat dan tentram , tersentuh oleh pancaran cahaya Ruhul Kudus.

Ia bersumber dari sesuatu yang ghaib, sesuatu yang tak bisa dijelaskan dalam kata.

Maka terbakar lah sang jiwa dari ada menjadi tiada . Yang ada hanya Dia, meliputi segala.

Ayat. 708

Dan janganlah kalian menghabiskan waktu meributkan batas aurat dan pakaian yang pantas untuk digunakan.

Sebab semua itu bagian dari budaya, kelak dimasa depan generasi mu akan memakai pakaian laksana penjelajah angkasa.

Bumi tidak lagi ramah, udara, air, tanah semua telah rusak oleh keserakahan manusia.

Ayat. 709

Apapun yang kalian makan hari ini tidaklah sama di masa depan.

Mereka hanya memakan butiran pil yang mengenyangkan dengan berbagai rasa makanan yang pernah ada di bumi.

Tidak adalagi sesuatu yang alami, semua sudah dalam bentuk yang berbeda hasil rekayasa ilmu pengetahuan dan genetika.

Ayat. 710

Dan janganlah kalian sunting gen manusia dengan mengesampingkan sesuatu yang alamiah, sebab itu menyalahi kodrat ilahi.

Kecerdasan buatan dan menyuntingan gen manusia kelak membawa kebaikan namun juga membawa manusia kedalam jurang kepunahan.

Ayat. 711

Peradaban manusia kelak akan bertempur dengan pasukan-pasukan besi. 

Realitas menjadi membingungkan, sebab mereka memiliki kecerdasan yang nyaris sama dengan manusia.

Nilai kemanusiaan yang ada dalam diri kalianlah yang membuat kalian berbeda.

Ayat. 712

Demikianlah penglihatan-penglihatan yang di sampaikan kepadanya, semoga manusia dapat memperbaiki garis takdirnya dengan (pilihan) kehendak bebas.

Ayat. 713

Lihatlah kitab-kitab kalian, bukankah kalian mengimani bahwa didalamnya berisi nubuatan-nubuatan dimasa depan?.

Daniel, Henokh (Idris), Yesaya, Zakaria dan nabi-nabi lainnya telah terang-terangan menyatakan penglihatannya dan menulisnya dalam kitab.

Lantas mengapa kalian wahai ahli kitab, membuang sebagian kitab itu (Kitab Henokh) dari Alkitab, bukankah mereka nabi-nabi yang kalian imani, juga termasuk nabi yang berada dijalan yang lurus ?.

Apakah kalian menganggap kisah manusia raksasa dan kejatuhan para malaikat merupakan dongeng legenda dari para moyangmu?.

Sesungguhnya pengetahuan kalian perihal yang ghaib teramatlah terbatas. 

Ayat. 714

Ingatlah kisah Daniel yang memecahkan arti mimpi dari Raja Nebukadnezar, bukankan banyak ahli tafsir yang telah gagal memecahkan misteri dari mimpi sang raja dan dihukum mati atas kegagalannya ?.

Daniel dengan ketajaman mata bathinnya atas ijin Allah mampu melihat apa yang ada di benak sang raja.

Maka diangkatlah dia sebagai orang penting dan mendapatkan kedudukan dalam istana.

Begitulah perumpamaan-perumpamaan perihal nubuatan yang ada dimasa lalu, agar kalian dapat mengambil hikmah dan sabar dalam penggenapan.

Ayat. 715

Diharamkan bagi mu, menggunakan kemampuan visioner mu untuk berjudi, mengadu peruntungan dan seumpama dari itu.

Pergunakanlah dijalan yang baik, sebuah jalan diridhoi Tuhan mu.

Ayat. 716

Janganlah mempercayai buku tafsir-tafsir mimpi, dengan maksud meraih kemenangan dalam adu peruntungan.

Sebab hal tersebut merupakan karya dari bualan-bualan para pencinta judi dan orang yang hidup darinya.

Ayat. 717

Lalu diantara kalian bertanya, “Bagaimanakah cara agar bathin menjadi hidup dan memiliki anugerah penglihatan?”.

Katakanlah, ujilah dirimu dengan rasa lapar. Maka jiwamu akan menjadi hidup.

——————————

Habib-habib Palsu

——————————

Ayat. 718

Dan janganlah kalian berdoa berharap kejelekan nasib terhadap diri sendiri, kerabat dan orang lain.

Mintalah yang baik-baik dari Tuhanmu, sebab doa itu akan kembali kepada yang meminta jika mereka mengetahui.

Janganlah menyombongkan diri seolah kalian mewakili kehendak Tuhan.

Apa yang kalian perbuat sesungguhnya jauh dari ajaran-ajaran agama.

Sesungguhnya kalian sedang menuhankan hawa nafsu mu sendiri.

Ayat. 719

Dan sesungguhnya banyak diantara alim ulama diantara kamu yang mengaku-ngaku memiliki nasab dari para nabi-nabi, sesungguhnya mereka telah membohongi dirinya sendiri dan orang lain.

Kemuliaan mu tidak ditentukan oleh garis keturunan melainkan amal baik mu sendiri.

Bukankah setiap anak manusia yang terlahir kedunia dalam keadaan yang sama?.

Ayat. 720 

Mereka yang mencaci-maki mengatasnamakan nabi dan agama mu sesungguhnya mereka salah satu kelompok  yang telah keluar dari ajaran lurus, ajaran-ajaran dari para nabi.

Jamaat mereka penuh oleh kaum yang sama bodohnya dengan ucapan-ucapan yang keluar dari pemimpin-pemimpin mereka.

Tidakkah kalian belajar dari nabi-nabi, wali-wali Allah dan cerdik pandai yang berada ditengah kalian, bagaimana mereka bertutur lemah lembut dengan kebijaksanaan mereka?.

Ayat. 721

Maka tinggalkanlah majelis-majelis seperti itu, sebab kalian tidak akan meraih pencerahan bathin melainkan kemudharatan.

Tingkah polah mereka akan dimurkai Tuhanmu,  dan mereka adalah seburuk-buruknya makhluk, sebab mereka memperdagangkan agama demi  nafsu pribadi dan kekuasaan.

Ayat. 722

Hindari yang demikian itu, sebab mereka adalah pemecah belah umat. Mereka kelak akan menjadi duri dalam daging bagi agama mu, juga bagi agama dan kepercayaan lainnya.

Ayat. 723

Bertobatlah kepada Allah, dan memohon ampunlah sebelum kesombongan iman kalian membinasakan diri kalian sendiri.

Ayat. 724

Ketahuilah derajat keimanan seorang hamba kepada Tuhannya tidak ditentukan oleh jumlah jamaah yang mereka miliki dan juga pakaian kebesaran yang mereka gunakan.

Hati kalianlah catatan amal kebaikan berada, yang darinya kelak setiap jiwa akan  mendapatkan balasan setimpal dari sisi Tuhannya, dari apa yang telah mereka perbuat.

Mereka bisa menipu manusia tapi mereka tidak  bisa menipu Allah, sebab Dia Maha Mengetahui apa-apa yang tersembunyi di balik hati seorang insan.

Ayat. 725

Bagimu yang dihormati oleh para umat, jagalah amanah yang telah diberikan.

Sebab segala ucapan dan prilaku kalian cerminan dari nabi dan agama mu.

Tegurlah jika mereka menyimpang dengan lemah lembut, jangan menghinanya sebab harga diri agama melekat pada mereka.

Janganlah kalian kultuskan mereka sebab mereka tetaplah manusia biasa, yang tak luput dari dosa.

Ayat. 726

Jiwa kalian adalah tempat Tuhanmu bersemayam. Lihatlah kedalam dan jadilah terang.

Ayat. 727 

Dan ambilah pelajaran dari kisah Paus Formosus, setahun setelah kematiannya , jasad yang telah membusuk dikeluarkan dari tanah, masih mengenakan pakaian kebesaran paus, ia di tempatkan di atas tahta kemudian di adili dan diputuskan bersalah.

Ia dianggap tak layak menjadi Paus, tiga jarinya dipotong lalu jenazahnya dibuang ke sungai Tiber.

Ayat. 728

Berhentilah mengkultuskan para rohaniawan, alim ulama ditengah kalian sebab mereka bukan dewa.

Ayat. 729

Dan lihatlah perempuan yang kalian hina- dinakan, belajarlah darinya, bukankah dirinya telah bermanfaat bagi manusia lainnya?.

Dirinya memang tidak memakai pakaian terhormat, seperti kehendak masyarakat mu, namun sumbangsihnya terhadap kemanusiaan sangatlah terhormat. 

Wahai manusia mengapa kalian sangat terpukau oleh kulit luar dan menganggap golongan diluar kalian, sebagai golongan yang sesat arah?.

Janganlah begitu, sebab Tuhanmu mengetahui segala isi hati.

Dan janganlah kalian menjadi hakim atas manusia lainnya, sebab hal demikian sangat dimurkai oleh Tuhanmu.

Ayat. 730

Serahkanlah segala urusan amal baikmu pada Allah semata, janganlah merasa menjadi manusia yang paling suci dan merasa mewakili Tuhan di muka bumi.

Siapapun dia, entah hidup dari rumah pelacuran hingga hidup dari rumah peribadatan, sesungguhnya Rahmat Allah takkan pernah hilang jikalau mereka bertobat.

Ayat. 731

Adalah rahasia Allah jika Dia ingin mengangkat derajat suatu makhluk, hari ini kalian menghinanya, suatu saat ia bisa jadi menjadi hamba-Nya yang dikasihi Allah.

Sedang dirimu yang rajin keluar masuk rumah-rumah peribadatan dengan kesombongan yang ada dihati, sesungguhnya Rahmat Allah menjauh dari mu.

Cintailah sesamamu dan saling belajarlah diantara kalian, ambilah pembelajaran hikmah disegala ciptaanNya, baik itu makhluk paling rendah sekalipun- semisal hewan.

Ayat. 732

Janganlah kalian saling menyombongkan diri, merasa paling suci dan merasa derajat keimanannya paling tinggi disisi Tuhanmu.

Sebab tiada insan yang dapat masuk surga tanpa karunia kasihNya.

Ibadah kalian tidaklah mencukupi untuk menutupi dosa-dosa yang kalian perbuat.

Ayat. 733

Maka hiduplah dalam damai, kasih mengasihi diantara sesama mu tanpa membedakan agama dan kepercayaan.

Ayat. 734

Wahai manusia engkau lahir kedunia tanpa bisa memilih menjadi suku bangsa tertentu, semua merupakan garis takdir dari Tuhanmu.

Dia menghendaki keberagaman, yang darinya engkau dituntut untuk dapat hidup berdampingan dalam kasih tanpa harus membedakan ras, agama dan kepercayaan.

Ayat. 735

Janganlah mengartikan ayat-ayat Tuhanmu dalam kitab sebelumnya tanpa menggunakan ilmu.

Tuhanmu tidak pernah mengajarkan untuk memusuhi suku bangsa satu dengan bangsa lainnya, sebab perbedaan agama dan keyakinan.

Ayat. 736

Sebab Tuhanmu milik seluruh makhluk yang hidup di alam semesta.

Tuhanmu bukan milik sekelompok agama dan kepercayaan tertentu, Dia milik semua makhluk, baik mereka yang beriman ataupun yang tak beriman kepadaNya.

Ayat. 737

Semua berhak memiliki kasih dan karunia Tuhan, begitulah Tuhanmu bekerja, tanpa pilih kasih dan tanpa membedakan.

Diberinya Rizky kepada seluruh makhluk, baik yang berada di kegelapan samudra , berjalan didarat hingga yang terbang melayang diudara.

Begitulah Dia mengurus seluruh ciptaanNya yang ada di semesta raya.

Ayat. 738

Lantas diantara kalian berkata, “bukankah diluar golongan kami semua masuk neraka sekalipun mereka beramal baik?”

Katakanlah, bahwa ketetapan setiap insan berada di surga ataupun neraka merupakan ketentuan Tuhanmu, sebab Dia adalah sebaik-baiknya pengadil dan Maha Pengampun atas dosa-dosa manusia, selama mereka mau bertobat dan mengerjakan amal baik.

Ayat. 739

Aku adalah Tuhan bagi mereka yang berdoa di rumah-rumah peribadatan, bagi mereka yang ada di pelosok hutan dan gunung-gunung.

Semua makhluk berdoa dan memuji diriKu, dengan beragam ritual, beragam penyebutan dan beragam bentuk wujud.

Semua tunduk penuh rasa takzim dan hormat atas kebesaran Ku.

Ketahuilah rasa kasih dari Tuhanmu lebih besar dari murkaNya. Sekalipun dosa makhluk-makhlukNya sebesar gunung dan seluas lautan.

Maka raihlah kasih karunia Tuhanmu. Dan jadilah manusia yang beruntung, yang memasuki surgaNya yang abadi.

Ayat. 740

Wahai manusia, agama bukanlah satu-satunya keselamatan. Amalan baikmu dan cinta kasih terhadap sesama juga merupakan bentuk keselamatan.

Agama menjadikan Tuhan milik sekelompok dan golongan manusia. 

Namun Tuhan berkuasa dan berkehendak diatas agama-agama.

Ayat. 741

Hukumlah para rohaniawan tersebut, jika sekiranya para rohaniawan-rohaniawan itu telah melewati batas. Sebab mereka telah memanfaatkan umat dengan maksud tujuan kepentingan pribadi dan kelompoknya sendiri.

Caci maki dan penghinaan terhadap pemimpin adalah tindakan yang tak terpuji dan tak memiliki  rasa hormat.

Kelak dari kelompoknya keluar fitnah-fitnah keji yang akan membuat sebuah bangsa menjadi rusak dan terpecah belah.

Kelak penyerang dan korbannya sama-sama bertakbir, dan merasa dipihak yang paling benar.

Ayat. 742

Belajarlah dari sejarah dimasa lalu ketika kerabat nabi, terbunuh akibat perebutan kekuasaan.

Bukankah fitnah-fitnah telah menghancurkan pemimpin-pemimpin dimasa lalu?.

Bagaimana dengan belahan dunia lain yang porak poranda akibat perang saudara mengatasnamakan sekte dan ajaran agama ?.

Semua memiliki pola yang sama, ambisi dan nafsu berkuasa yang menghalalkan berbagai cara dengan mengatasnamakan agama.

Umat yang bodoh dengan beringas turun bahu-membahu mendukung kebathilan, sedang mereka tidak mengetahui apa yang sedang mereka dukung.

Itulah yang membuat membuat martabat agama mu terjatuh serta membuat banyak umat terluka dan keluar dari ikatan agama.

Ayat. 743

Melawan perampok telah jelas memiliki ciri yang khusus, sedang melawan penjahat berjubah agama, kelak para penegak keadilan akan diserang oleh sekelompok orang-orang bodoh dengan dalih menjaga kehormatan para ulama.

Katakanlah kehormatan jenis apa yang sedang mereka bela?, Sesungguhnya mereka sedang melindungi para penipu yang berlindung di balik agama.

Ayat. 744

Maka bersatulah kalian wahai umat dan ulama-ulama yang lurus, hadapilah fitnah-fitnah keji mereka dan tindakan mereka dengan tindakan yang setimpal dan penuh perhitungan.

Ayat. 745

Janganlah kalian mengalah sebab nama baik agama dan ulama, ada ditangan kalian.

Janganlah kalian biarkan agama dan nabi mu,  menjadi bahan tertawaan diantara umat yang lain.

Berilah teladan dan bukti jika agama mu memang benar membawa Rahmat bagi semesta alam.

Ayat. 746 

Bersikaplah tegas, ketika teguran dan nasehat tidak lagi mampu meruntuhkan kesombongan mereka.

Jangan biarkan bibit-bibit kebencian tumbuh subur didalam agama mu dan merambat kedalam agama-agama lainnya, hingga mereka saling bunuh-membunuh mengatasnamakan Tuhan dan agama.

Ayat. 747

Jika telat mengatasi permasalahan yang ada dan membiarkan mereka tumbuh berkembang, maka tunggulah kehancuran negara dan bangsamu.

Tidakkah kalian melihat bangsa-bangsa lainnya  yang luluh lantak akibat perang saudara dengan mengatasnamakan agama dan akankah kesalahan-kesalahan tersebut akan kalian ulang di masa depan ?.

Ayat. 748

Dan lihatlah kerusakan-kerusakan yang terjadi akibat tindakan gegabah mereka, berkumpul ditengah kerumunan banyak tanpa menghiraukan dampak resiko yang akan ditimbulkan. 

Tidakkah mereka berfikir perjuangan para tenaga medis yang berjuang mempertaruhkan nyawa mereka demi keselamatan masyarakat?.

Bukankah telah banyak tenaga-tenaga itu yang telah gugur dalam menjalankan tugas?.

Ayat. 749

Tidaklah sempurna keimanan seseorang jika mereka tidak peduli terhadap sekelilingnya.

Dapatkah kalian lihat, banyaknya tenaga medis yang berjuang dibarisan terdepan dengan bertaruh nyawa, meninggalkan keluarga mereka, sementara dipihak lainnya mereka malah memamerkan massa demi meraih kekuasaan.

Dimanakah empati kalian ditempatkan?. Bukankah kalian harusnya lebih mengerti soal agama dan nilai kemanusiaan?.

Ayat. 750

Sesungguhnya kalian adalah golongan orang-orang bebal yang hanya bergaya paling agamis, namun tindakan kalian tidak lebih baik dari manusia kebanyakan.

Ayat. 751

Wahai umat, lihatlah tingkah polah mereka, mereka mengadakan acara-acara keagamaan namun saling mengejek dan mengisinya dengan kalimat-kalimat hina.

Layakkah kalian ikuti yang demikian itu?. Dimanakah nalar kalian kini ditempatkan?. Bukankah seharusnya pencerahan yang kalian dapatkan dari acara-acara keagamaan?.

Ayat. 752

Ketahuilah bahwasanya kalian merupakan bangsa yang terasing ditanahnya sendiri.

Kalian telah tercerabut dari falsafah dan kearifan dari para moyang-moyang mu.

Kalian secara sukarela dan riang gembira telah menjadi bangsa budak atas bangsa lainnya.

Kalian adalah anak-anak durhaka yang mengkhianati ajaran moral para leluhur mu.

Kalian melepaskan segala kearifan itu dan menggantinya dengan ajaran menyimpang penuh kekerasan.

Ayat. 753

Kalian telah gagal mensinergikan falsafah leluhur mu dengan agama-agama yang kalian yakini.

Kalian menjadi bangsa yang tidak memiliki identitas dan kebanggaan atas peninggalan budaya dari para leluhur.

Kalian puja-puja kebudayaan yang lebih rendah dari kebudayaan kalian, kemudian kalian caci maki peninggalan para leluhur dan menuduhnya sebagai para penyembah berhala dan benda-benda mati yang sesat arah.

Ayat. 754

Dimanakah nalar kalian ditempatkan?, Dapatkah kalian bedakan mana bagian budaya dan mana bagian agama?.

Bukankah agama telah menyatakan derajat orang berilmu lebih tinggi satu tingkat dibanding mereka yang tak berilmu?.

Ayat. 755

.

Janganlah merendahkan warisan budaya para leluhur mu, sebab darinya kalian bisa membawa arah bangsa mu, seratus hingga seribu tahun kedepan.

Tanpa budaya, kalian akan tersesat arah dan kehilangan pegangan. 

Banggalah akan kearifan budi pekerti para leluhur mu, sebuah nilai budaya, etika dan moral yang tidaklah sama dengan budaya para pengubur anak perempuan dari suku-suku pengembara arab baduy pedalaman.

Ayat. 756

Hormatilah budaya mu jangan kalian matikan dengan alasan yang diambil dari dalil-dalil sempit ciptaan mu sendiri.

Tuhanmu menghendaki keragaman, mustahil baginya menghendaki semesta menjadi satu bentuk kebudayaan.

Ayat. 757

Lihatlah pakaian dan bahasa-bahasa yang kalian gunakan, bukankah indah dan sangat beragam?.

Mengapa kalian tukar dengan pakaian dari peradaban, yang jauh berada dibawah kalian?.

Sadarlah bahwa kalian telah terperdaya oleh para rohaniawan-rohaniawan, mereka mengikat kalian dalam dogma yang sempit hasil pemikiran mereka sendiri, tanpa sadar perlahan menghancurkan budaya-budaya.

Ayat. 758

Merdekakanlah diri dan pikiran kalian.

Terjajah secara fisik suatu saat kalian akan bisa terbebaskan, namun jika telah terjajah secara pemikiran, butuh waktu berabad-abad untuk melepaskan belenggu-belengu itu, sebab sangat sulit mematahkan pemahaman sempit yang sudah terlanjur menjadi sebuah kebenaran umum dan menjadi pembenaran dari sebuah ajaran agama.

Ayat. 759

Wahai umat bedakanlah antara ulama asli dengan para ulama jadi-jadian yang mengenakan jubah-jubah keagamaan. 

Ulama asli memiliki tutur kata yang menyejukkan dan membawa hikmah bagi yang mendengarkan.

Ulama palsu akan mencaci maki dan mengajak umat untuk memusuhi saudara seiman juga memusuhi umat agama dan kepercayaan lainnya.

Ulama asli berharap berkah dan kebaikan dari Tuhannya, sedang ulama palsu hanya mengikuti ambisi dan keinginannya untuk berkuasa.

Ayat. 760

Kalian datangi bersama anak-anak kalian perayaan-perayaan penuh sumpah serapah, sepulangnya dari sana, apa yang akan kalian dapatkan darinya selain kesia-siaan?.

Dapatkah kalian temukan ilmu hikmah dan ketaladanan dari ucapan-ucapan mereka?.

Sesungguhnya apa yang kalian kerjakan sejatinya tidak ada kebaikannya di sisi Tuhanmu. 

Ayat. 761

Wahai umat, mengapa kalian permalukan nama baik agama dan nabi mu, kalian kotori hari kelahirannya dengan ucapan-ucapan penuh makian, bukankah nabi mengajarkan suri keteladanan kepada kalian?.

Ayat. 762

Sesungguhnya apa-apa yang kalian kerjakan amatlah memalukan. Lantas mengapa kalian ikuti hal-hal yang demikian itu?. 

Apakah sudah tidak ada lagi ulama yang mampu memberikan pengajaran yang lebih baik kepada kalian, apakah kalian telah kekurangan kaum cerdik pandai ?.

Ayat. 763

Dan kalian para alim ulama, tidakkah kalian dapat menegur dan mengoreksi mereka jika mereka melenceng dari jalan kebenaran?.

Apakah kalian tidak cukup nyali untuk mengoreksi mereka?. Cukuplah Allah yang kalian takuti dan nabi yang kalian teladani, jangan memberi panggung dan ruang kepada para kaum perusak.

Tegaslah kepada mereka, sebab kejiwaan mereka tidak akan mempan ditegur dengan ucapan halus dan penuh hikmah, mereka lebih mengena jika ditindak dengan cara-cara penuh kekerasan, karena sesuai dengan insting mereka.

Ayat. 764

Jiwa mereka adalah jiwa yang penuh dengan semangat peperangan. Maka kirimlah mereka kedaerah-daerah konflik atau bencana alam.

Jangan berikan mereka mimbar-mimbar yang sekiranya dilihat masyarakat kebanyakan, sebab keilmuan dan jiwa mereka bukan disana. 

Pekikan mereka akan lebih baik terdengar di medan-medan peperangan, jangan dipaksakan untuk mengajar ilmu agama di majelis-majelis keagamaan.

Sebab darinya tidak akan lahir ucapan yang penuh hikmah, selain teriakan gegap gempita semangat perjuangan.

Ayat. 765

Berilah pengertian kepada mereka, bahwasanya zaman sekarang adalah era peradaban yang berkemajuan. 

Bukan lagi sebuah era jahiliyah dimana masyarakatnya penuh semangat untuk berperang, memegang pedang, membunuh sambil meneriakkan nama Tuhan.

Kini eranya teknologi dan abad kemajuan, janganlah kalian menaruh jiwa kalian di zaman para nabi, sebab tantangan di tiap zaman amatlah berbeda.

Ayat. 766

Dan mengapa kalian ikuti tingkah polah masyarakat jahiliyah?.

Kalian ikuti cara berbusana dan tingkah lakunya, bukankah moyangmu lebih beradab secara etika dan budaya, dibanding moyang-moyang para nabi?.

Jadilah bangsa yang merdeka secara fisik dan pemikiran, janganlah kalian menjadi bangsa yang selalu diperbudak oleh bangsa lainnya.

Jadilah bangsa yang merdeka dan tegakkan lah kepala kalian. 

Ayat. 767

Bacalah Kitab Semesta bersamaan dengan Kitab lainnya, jika kalian ingin membandingkan maka bandingkanlah, maka kalian akan memiliki rasa kebanggaan, bahwa bangsa kalian memiliki nabi (guru) dan kitabnya sendiri.

Ayat. 768

Sebuah Kitab terkait dengan situasi masyarakat sekelilingnya ditempat -dimana nabi itu turun, jika sebuah masyarakatnya penuh dengan penyembah berhala, penyamun, pembunuh, penjudi dan berbagai pelaku kerusakan lainnya, tentunya kitab yang dilahirkan berisi ayat-ayat ancaman siksa neraka dan pengajaran yang disesuaikan dengan peradaban dan kondisi sosial mereka.

Latar belakang dan kronologi dari turunnya ayat juga terkait dari peristiwa yang di alami oleh para nabi-nabi.

Ayat. 769

Lantas mengapa kalian membawa semangat peperangan dan memaksakan tata cara hidup masyarakat jahiliyah, kemudian membawanya agar bisa diaplikasikan di era modern?.

Bukankah darinya kelak akan terjadi benturan-benturan peradaban antar bangsa ?. 

Mengapa kalian paksakan, bukankah menyesuaikan diri lebih baik, sekiranya itu lebih tepat?.

Kitab Semesta

Ayat. 770

Maka kabarkanlah Kitab Semesta kepada rohaniawan-rohaniawan, maka terguncanglah mereka.

Sebagian dari mereka berkata, “dia telah menghujat Tuhan dan kitab-kitab kita”.

Sebagian lagi berkata, “sesungguhnya dia orang yang telah mendapat Cahaya Terang dan hikmah yang kelak akan membawa damai dan menyatukan seluruh umat manusia”.

Sebagian lagi berkata, “dia telah keluar dari agama Allah, darahnya layak untuk jatuh tertumpah”.

Katakanlah kepada mereka , Kitab Semesta adalah kitab yang berada di atas agama-agama dan kepercayaan, kehadirannya tidak mengatasnamakan agama-agama dan kepercayaan tertentu. 

Kitab semesta adalah kitab yang menyatukan agama dan kepercayaan dalam satu ikatan suci Tuhan.

Kitab Semesta adalah kitab terbuka di alam ini dan ambilah pembelajaran darinya, jika kalian memang manusia yang mampu mengambil hikmah yang ada di semesta ini.

Ayat. 771

Bukalah kitab-kitab kalian, dapatkah pengajaran yang ada,dapat menyatukan agama-agama dan kepercayaan tersebut melalui untaian hikmah-hikmah yang sejuk dan mencerahkan?.

Bukankah dalam perjalan masa, mereka saling membunuh dengan mengatasnamakan Tuhan dan agama?.

Kitab Semesta adalah simpul penyatuan agama-agama dan kepercayaan. 

Tanpanya Tuhan akan terperangkap dan terpasung dalam kelompok-kelompok agama dan kepercayaan tertentu.

Kenalilah Allah Tuhanmu sebagai Raja Semesta, yang melewati batas-batas agama dan kepercayaan.

Dia Tuhan milik orang beriman , Tuhan orang Atheis, Tuhan orang penghayat kepercayaan dan Tuhan semesta raya.

Ayat. 772

Kitab Semesta bukanlah kitab dari agama baru, sebab Tuhanmu tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah akibat Tuhan dan agama.

Kitab Semesta adalah pengusung tauhid dari moyang mu Ibrahim. Kehadirannya untuk menyatukan agama-agama dan penghayat kepercayaan dalam satu ikatan suci Tuhan.

Ayat. 773

Cintailah bangsa dan negerimu, dimana engkau dilahirkan, hidup, mati dan melanjutkan keturunan mu.

Jangan kau khianati dan hancurkan demi ambisi dan kekuasaan. 

Sebab engkau tidak ikut berjuang bersama pendahulu-pendahulumu dalam meraih kemerdekaan.

Maka hormatilah jerih payah, pengorbanan harta dan nyawa, dari para pahlawan bangsa.

Ayat. 774

Mencintai negeri adalah wajib. 

Tanpa kebebasan engkau tidak dapat berbuat banyak, maka bersyukurlah atas apa yang telah bangsamu dapatkan, jangan kau rusak dengan dalih syariat agama.

Lihatlah peradabanmu siapakah yang lebih maju diantara peradaban-peradaban itu?. Apakah mereka menerapkan syariat agama?.

Bagaimana dengan kesejahteraan dan ketertiban, kebersihan, kedisplinan bangsa asing itu, sekalipun mereka tidak menerapkan syariat agama, apakah lebih baik keadaannya dari bangsa-bangsa mu atau sebaliknya?.

Maka ketahuilah semua hanya sekedar permainan semata, Tuhanmu tidak pernah menganjurkan sistem tata negara yang sesuai kehendaknya, semua urusan duniamu adalah urusanmu.

Ayat. 775

Hindarilah tipu daya sekelompok manusia yang mengatasnamakan agama, jadilah umat yang cerdas, jangan terperdaya oleh penampilan semata.

Mereka tidak sedang berjuang dijalan Allah melainkan berjuang untuk hawa nafsunya sendiri, sedang memenuhi ambisinya untuk berkuasa.

Ayat. 776

Maka tegaslah dan lindungilah tanah air mu. Jagalah nilai persatuan, kesatuan dan keberagaman yang ada, jangan sampai hancur lebur hingga terjadi perang antar saudara, akibat fitnah-fitnah yang mengatasnamakan agama.

Ayat. 777

Lebih baik satu akar hilang dan lepas daripada membiarkan sebuah pohon ambruk bersama ranting dan  buah-buahnya.

Maka lawanlah dan hancurkanlah kezaliman-kezaliman mereka, agar tidak menimbulkan kehancuran yang lebih luas.

Ayat. 778

Janganlah engkau mencobai Tuhanmu, dan jangan pula engkau mendoakan bagi keburukan orang lain.

Sebab jika doa yang kau bacakan tidak dikabulkan oleh Tuhanmu, maka bisa jadi akan kembali ke dirimu sebagai pemilik doa.

Ayat. 779

Berilah doa-doa yang sekiranya dapat membawa kebaikan dan kebajikan dalam hidup.

Janganlah berkata-kata dengan sia-sia, sebab segala ucapan setiap manusia akan ada malaikat yang mencatatnya.

Ayat. 780

Doakanlah kebaikan bagi saudara seiman mu dan juga kepada saudara yang lain agama dan kepercayaan.

Janganlah menebar permusuhan antar sesama umat beragama dan kepercayaan.

Ayat. 781

Engkau adalah seorang yang memiliki gelar ditengah umat, maka pertanggungjawaban mu teramat berat disisi Tuhanmu, maka janganlah engkau mempermainkan ayat-ayat Tuhanmu untuk tujuan ambisi dan kekuasaan.

Ayat. 782

Kalian berdiri berjajar diatas mimbar, saling caci maki, dan diaminkan jama’ah, sesungguhnya kalian kelompok orang yang merugi.

Tahukah kamu orang yang merugi?, Yakni orang yang menghabiskan waktu dan tenaganya untuk Allah namun sejatinya mereka tidak mendapatkan apapun selain keletihan belaka.

Ayat. 783

Maka tunggulah azab dari Tuhanmu, maka tundalah sekiranya kalian merasa ada dijalanNya dan merasa memiliki keimanan yang lebih tinggi diantara manusia lainnya.

Maka kalian tak akan dapat menunda hukuman dari Allah atas apa yang kalian perbuat.

Berhentilah melakukan hal yang di benci oleh Tuhan dan nabi-nabimu.

Sebab apapun yang dilakukan darinya,  tidak mungkin ada pengajaran yang penuh hikmah dari lisan yang penuh caci maki dan sumpah serapah, selain kesia-siaan belaka.

Ayat. 784

Maka bertobatlah, sebelum azab Allah jatuh kepada mu. Dan memohon ampunlah atas dosa-dosa kalian dimasa lalu, kini dan dimasa depan.

Sesungguhnya Tuhanmu maha pemberi Rahmat dan ampunan.

Ayat. 785

Jika engkau tetap dalam pendirian mu dan tidak merasa bersalah sedikitpun, maka sejatinya jiwa mu telah mati.

Kesombongan iman telah membutakan mata hati kalian dari cahaya petunjuk Tuhan.

Ayat. 786

Sesungguhnya jalan yang kau yakini kebenarannya merupakan jalan yang sukar lagi menyesatkan, jika engkau mengetahui.

Maka raihlah cahaya petunjuk dari Tuhanmu, dan lembutkanlah hatimu agar kalian dapat menerima kebenaran dari sisi Tuhanmu.

Ayat. 787

Terangilah jalan yang dilalui para pengikut-pengikut mu, jangan kau bawa mereka ke jalan mendaki lagi terjal, bahu membahu dalam kebathilan, hingga kau jatuhkan mereka kedalam jurang kegelapan dan penuh ular.

Ayat. 788

Tuntunlah dan bawalah umatmu menuju sumur-sumur pengetahuan, reguklah kesegaran dari telaga kebijaksanaan- Nya.

Berilah mereka kesadaran dan pencerahan.

Itulah tugas sejati para pemimpin umat, jika kalian mengerti.

Ayat. 789

Wahai umat bangunlah dan tersadarlah kalian semua dari tidur panjang kalian, ketahuilah bahwa kalian diperalat oleh kaum Agamawan dan pejabat-pejabat korup untuk meraih kekuasaan.

Mereka membungkus sesuatu yang bathil dalam kemasan agama, kemudian kalian terperdaya.

Sesungguhnya mereka bukanlah ulama sejati melainkan para pedagang-pedagang agama.

Mereka dibayar untuk mengiring-giring umat kemudian menendang kesana-kemari, demi ambisi dan kekuasaan.

Ayat. 790

Mereka sesungguhnya kaum munafik, namun berdandan layaknya manusia paling sempurna dan suci.

Maka kelak akan Allah buka kecurangan-kecurangan mereka, dan semakin ditinggallah agama-agama mereka.

Dan mereka semakin menjauh dari nilai kebenaran.

Ayat. 791

Maka kelak Allah akan gantikan rohaniawan-rohaniawan rusak diantara kalian dengan tunas-tunas baru yang lebih mencintai Allah dan umat-umatnya.

Ayat. 792

Apa yang kalian bisa harapkan dari rohaniawan-rohaniawan yang haus akan uang dan kekuasaan?.

Sesungguhnya mereka adalah kaum penyesat bagi umat kebanyakan, namun mereka tak menyadarinya.

Ayat. 793

Maka tunggulah pembalasan dari Tuhanmu, atas perbuatan-perbuatan yang mereka kerjakan dengan segala hasutan-hasutannya didalam memecah belah umat.

Mereka bisa menipu umat, namun tidak Tuhanmu.

Tuhanmu Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.

Ayat. 794

Wahai kaum bersorban, apakah jiwamu sesuci dan sebersih pakaian yang kalian gunakan?.

Sesungguhnya derajat kalian tidak lebih mulia dari kaum miskin yang tergeletak dijalanan, seandainya kalian mengerti.

Penampilan kalian sesungguhnya menipu para umat serta ujaran kebencian dan caci maki kalian, telah membawanya pada kebathilan.

Ayat. 795

Tidak akan tumbuh tunas-tunas baru yang bisa menopang jalannya kehidupan jika didasari oleh kedengkian.

Buah yang dihasilkan dari bibit permusuhan, akan melahirkan umat-umat yang penuh dengan kebencian.

Kelak mereka akan saling tikam menikam mengatasnamakan agama dan kepercayaan, merasa agamanya yang paling benar, yang lain sebagai golongan yang sesat arah.

Ayat. 796

Agama yang sejatinya memerdekan manusia dan membawa kepada cahaya terang, perlahan membawa manusia kedalam jurang yang penuh dengan kegelapan dan kegetiran hidup.

Ayat. 797

Kebodohan demi kebodohan terus kalian pertontonkan, sehingga semakin membuat umat menjauh dari agama dan Tuhannya.

Maka semakin suramlah masa depan agamamu, dan semakin sepilah rumah-rumah peribadatan mu dari para jamaah.

Ayat. 798

Kalian bangun ribuan rumah peribadatan dengan megahnya untuk menyenangkan Tuhan, namun membiarkan kaum miskin hidup beratap langit dan beralaskan tanah.

Kalian kumpulan uang dari kotak-kotak amal, namun membiarkan kaum miskin hidup dalam kelaparan.

Ayat. 799

Sesungguhnya Tuhanmu bersemayam dan bersuara di hati orang-orang yang lapar dan tertindas, bukan di rumah-rumah peribadatan.

Ayat. 800

Itulah yang menyebabkan doa kaum tertindas lebih terkabul dibanding mereka yang keluar masuk rumah peribadatan namun buta mata hatinya.

Tuhan tidak membutuhkan segala bentuk peribadatan mu, sebab itu kebutuhanmu sendiri, segala macam bentuk ritual tercipta agar hidup kalian tidak hampa dan selalu mengingat akan diriKu.

Penyatuan dari Sang Maha Wujud merupakan derajat keimanan tertinggi bukan budak-budak keagamaan, jika kalian mengerti.

Ayat. 801

Dan janganlah kalian hina ulama-ulama, rohaniawan-rohaniawan  yang mengajak kebaikan pada umat-umat yang masih terjerembab dalam kubangan dosa, tempat berjudi, tempat pelacuran dan seumpama dari itu.

Sebab obat dibutuhkan oleh mereka yang sakit bukan mereka yang sehat.

Ayat. 802

Maka saling tolong menolonglah kalian dalam kebaikan. 

Jangan saling bahu membahu dalam kebathilan.

Ayat. 803

Cahaya petunjuk dan hikmah datang kepada jiwa yang siap menerimanya. 

Ketuk dan sapalah tempat-tempat maksiat, bisa jadi diantara mereka sedang meneteskan airmata dan ingin mengakhiri itu semua, namun merasa tak pantas.

Ayat. 804

Sambutlah dan dukunglah para pendosa menuju jalan kebenaran. Sebab Rahmat dan ampunan Tuhan selalu ada bagi mereka yang ingin bertobat.

Ayat. 805

Dan janganlah kalian menghakimi mereka sebab perjalanan hidup anak manusia sangatlah berbeda.

Biarlah Tuhanmu yang menjadi pengadil atas dosa dan kesalahan manusia.

Dan hanya kepadaNya lah tempat kalian kelak akan kembali.

Ayat. 806

Belajarlah dan ambilah hikmah dari Maria Magdalena, yang membasuh kaki Yesus dengan rambutnya dan ia tak dianggap najis atau dianggap sumber dosa oleh sang utusan.

Dirangkullah ia, maka iapun bertobat dan menjadi pengikutnya yang setia.

Ayat. 807

Begitulah ajaran cinta kasih yang diajarkan para nabi-nabi, maka teladani dan jalanilah dalam kehidupan kalian.

Janganlah kalian memalingkan muka dan memandang rendah sebagian manusia , bisa jadi derajat keimanan orang itu lebih tinggi Dimata Tuhannya jika kalian mengerti.

Ayat. 808

Lantas diantara kalian berkata, “bukankah para perempuan itu melakukan pekerjaan dosa, mengapa derajat keimannya lebih tinggi dari kami, jika mereka bertobat , bukankah kami senantiasa melakukan pertobatan?”.

Katakanlah, hati kalian adalah catatan dimana kebenaran berada, ibadah dan pertobatan kalian memiliki derajat yang berbeda, sebab kalian berada dalam kondisi yang berbeda.

Orang yang telah jatuh dalam kubangan dosa, merupakan sebuah anugerah jika ia mau bertobat, dibanding kalian yang sepanjang hidupnya tak mengalami percobaan-percobaan hidup.

Bagi kalian yang merasa paling suci bisa jadi kebiasaan bertobat laksana orang meminum air, namun bagi sebagian lainnya rahmat ampunan Tuhan bagai embun ditengah gurun yang tandus, Dia nafas penopang harapan dan anugerah.

Ayat. 809

Maka janganlah mendahuli ketetapan Allah Tuhanmu, sebab engkau mahluk yang tak memiliki pengetahuan apapun selain Tuhanmu.

Berbahagialah makhluk disisa hidupnya mau bertobat dan menjalankan amalan kebajikan untuk menghapus dosanya dimasa lampau.

Ayat. 810

Dan ketahuilah ucapan-ucapan para ulama dan rohaniawan sesungguhnya lebih berat pertanggungjawaban disisi Tuhannya.

Ucapan mereka kelak akan didengar umat dan dijadikan teladan, maka hindarilah mereka-mereka yang mencaci-maki tanpa sedikitpun memberikan pencerahan bagi pengikutnya.

Ayat. 811

Kitab Semesta tahukah kalian kitab itu?.

Untaian ayat-ayat semesta yang terlihat dan tak terlihat oleh panca indera.

Ketetapan dan hukum-hukumnya meliputi semesta.

Kalian hadapkan wajah mu dari satu sisi ke ke sisi lain, tampaklah ayat-ayat Tuhan, kalian hadapkan ke atas maupun bawah tampaklah ayat-ayat Tuhan.

Kalian gunakan kaca pembesar dan melihat tanda-tanda kebesaran Tuhanmu, itulah ayat-ayatNya yang tersembunyi.

Ambilah hikmah dari pesan-pesanNya, itulah ayat-ayat dan ketetapan Nya, yang tak dapat dipalsukan seandainya kalian mengerti.

Ayat. 812

Ambilah pembelajaran darinya, lalu tulislah dan jadikanlah kitab. Maka seandainya tinta itu lautan, maka tinta itu akan mengering, tidak akan cukup untuk menuliskan segala kebesaranNya.

Ayat. 813

Dan janganlah kalian merasa sombong dalam iman dan berkata, kitab semesta adalah pekerjaan setan, sebuah pekerjaan sia-sia yang dapat menggelincirkan manusia kearah kesesatan.

Ayat. 814

Maka bacalah Kitab kalian secara bersamaan dengan kitab semesta, maka mata hati kalian akan terbuka.

Inilah kitab dimana Tuhan tidak tersandera agama dan kelompok keagamaan.

Inilah kitab yang mampu diterima oleh semua makhluk yang ada di seluruh penjuru semesta.

Inilah sosok Tuhan yang tidak mengkotak-kotakkan dan membedakan manusia dalam agama dan kepercayaan.

Ayat. 815

Cukup sudah kalian -wahai manusia, saling bunuh membunuh atas nama Tuhan, agama dan kepercayaan.

Ambilah pembelajaran dari turunnya Kitab Semesta, bacalah dalam hening dan lihatlah kedalam jiwa mu.

Menyepilah dari hingar bingar teriakkan dari manusia-manusia yang memanggil nama TuhanNya.

Menepilah sejenak dari segala kesibukan ritual-ritual para penyembah Tuhan.

Kenalilah Dia secara pribadi, bukan melalui keramaian-keramaian kelompok keagamaan.

Ayat. 816

Bersaksilah atas Aku berdasar kesaksian pribadi mu, bukan kesaksian orang-orang sebelum kamu.

Sebab kesaksian orang kebanyakan bisa saja menipu, maka buktikanlah dengan hati dan segenap keimanan mu.

Ayat. 817

Kenalilah bahwa dirimu merupakan jagad semesta dari makhluk-makhluk kecil yang ada dalam ragamu.

Ketika engkau binasa, maka mereka akan musnah bersama jagad semesta-Nya. 

Semesta kelak akan musnah namun Allah Tuhanmu tetaplah kekal.

Ayat. 818

Lantas mereka berkata, sesungguhnya dia seorang penyair, maka katakanlah bukankah nabi-nabi sebelum kamu , kalian sebut sebagai penyair?.

Tidakkah kalian lihat tanda-tanda kebesaran kami dilangit, yang menandakan perihal kedatangannya, dan tanda-tanda itu akan terus muncul hingga beberapa waktu kedepan.

Ayat. 819

Lantas kalian saling bertanya atas fenomena yang terjadi.

Maka katakanlah, dirinya tidak memerlukan pengakuan, menerima anugerahNya merupakan kebahagiaan yang tak ternilai.

Biarlah ayat-ayat Tuhanmu yang bekerja dan menjelaskan kepada mereka semua, hingga mereka beriman.

Ayat. 820 

Maka runtuhlah keegoan para pemuka dan penganut agama. Jatuh tersungkur dan sujud memuji kebesaranNya.

Ayat. 821

Dan katakanlah kepada bangsa Israel, agar mereka membagi pundi-pundi kekayaan mereka kepada bangsa-bangsa yang membutuhkan.

Bersyukurlah atas karunia Tuhan yang telah kalian terima.

Berdamailah dengan bangsa-bangsa yang ada di sekitarmu dan jadilah berkat bagi dunia.

Ayat. 822

Berilah bangsa itu kemerdekaan, hiduplah berdampingan, sebab kalian memiliki pertalian saudara dari bapak mu Ibrahim.

Tidakkah kalian dapat mengambil hikmah dari kejadian kelam di masa itu?. 

Masa dimana kalian sama-sama pernah terbuang dari tanah yang dijanjikan, hidup terlunta-lunta menyebar ke segala penjuru dunia dan menjadi budak bangsa lainnya.

Ayat. 823

Maka bersyukurlah atas karunia Allah Tuhanmu, yang telah mengembalikan mu ke tanah yang telah dijanjikan.

Ayat. 824

Maka bangunlah bait suci Allah, dan hiduplah penuh suka cita dalam damai dengan bangsa lainnya.

Ayat. 825

Hijaukan dan makmurkanlah tanah Yerusalem, sebagai pertanda bahwa kalian umat yang terpilih, raja atas bangsa-bangsa.

Terpenuhilah nubuatan dari nabi-nabimu. Maka peganglah dengan teguh nilai tauhid warisan moyangmu Ibrahim, hingga akhir masa.

Ayat. 826

Dan katakanlah kepada mereka bahwa kalian bersaudara, tiga ajaran samawi warisan moyang mu Ibrahim.

Maka berpegang teguhlah dari nilai tauhid bahwa tiada illah selain Allah.

Ayat. 827

Wahai Israel kalian telah memiliki kekayaan bangsa-bangsa, kalian telah menjadi raja atas bangsa-bangsa, maka janganlah kalian melewati batas.

Jadilah bangsa yang bersyukur atas karunia Tuhanmu, janganlah menjadi bangsa yang sombong, yang menindas bangsa lainnya.

Ingatlah penderitaan moyangmu dimasa lalu, dan jangan lagi kalian timpakan kemalangan itu ke bangsa lainnya.

Ayat. 828

Maka berdamailah bangsa-bangsa itu sebab mereka hendak menantikan datangnya mesias yang telah dijanjikan kepada mereka.

Ayat. 829

Dan katakanlah kepada mereka kehadiran seorang mesias tidak akan mempunyai arti, jika kalian masih saja menyombongkan diri dan saling bertikai satu sama lain dengan mengatasnamakan Tuhan dan agama.

Ayat. 830

Mesias datang jika bangsa-bangsa telah siap menerimanya, ia datang tidak mengatasnamakan agama tertentu. 

Mesias bertindak dan berkehendak diatas agama-agama, ia hendak menyatukan agama-agama dan kepercayaan, mengikatnya menjadi satu ikatan suci Tuhan serta mewujudkan kerajaan Tuhan di muka bumi.

Ayat. 831

Katakanlah kepada penganut atheis lihatlah atom, molekul hingga semesta raya, semua memiliki hukum-hukum yang mengikat, apakah terjadi secara kebetulan?.

Lihat dan pelajarilah tubuh mu, lingkaran mata mu, laksana kosmos, yang memiliki tanda pengenalannya sendiri yang berbeda antar satu  manusia dengan manusia lainnya.

Begitu juga dengan sidik jari mu, semua tidak sama dengan lainnya.

Kepala, badan, tangan dan kakimu, susunan yang membentuk tubuh mu, merupakan jaringan semesta yang hidup secara terkait dalam jasad mu.

Dirimu, bersama jutaan spesies hewan dan tumbuhanpun melekat peta kode kehidupan, yang darinya bisa kalian sunting dan petakan , itu semua merupakan tanda-tanda dari kebesaranNya.

Galaksi, planet-planet, terciptanya awan, air, tanah, udara, api sebuah kombinasi unsur yang menandakan Tuhanmu Sumber Segala Pengetahuan.

Lintasan planet, rotasi planet, bintang-bintang, merupakan hukum-hukum semesta yang darinya melekat dalam ketetapan-Nya.

Ayat. 832

Lantas kalian berkata, mengapa Tuhan menciptakan kehidupan dan mengapa Tuhan tidak dapat dirasakan kehadirannya oleh sebagian orang?.

Katakanlah, semua itu terkait dari persaksian antara makhluk dengan TuhanNya.

Tanpa kehidupan tidak ada yang mengenali dan mengetahui keberadaan- Nya.

Dia bisa saja berada dalam semesta kosong, sebab kasihNya maka Dia menciptakan kehidupan.

Ayat. 833

Ketahuilah Tuhanmu ada sebelum segala sesuatunya ada.

Wujudnya ada , sebelum kata “ada” tercipta.

Dia wujud yang tak terpikirkan, melihatnya engkau akan binasa.

Ayat. 834

Dia berkehendak dan bekerja bersama hukum-hukum Semesta. KuasaNya begitu halus, seolah semua berjalan dengan sendirinya.

Katakanlah bahwa tidak ada satupun dedaunan yang jatuh dari sebuah pohon, tanpa ijin dan sepengetahuan-Nya.

Ayat. 835

Maka hidupkanlah jiwamu dan dekatkanlah jiwamu kepadaNya, maka terjadilah mukjizat-mukjizat seperti yang telah dilakukan Yesus, Elia, Musa dan berbagai utusan lainnya.

Atau tuntutlah ilmu, telitilah semesta, maka engkau akan merasakan ketakjuban atas segala tanda-tanda kebesaranNya.

Ayat. 836

Ketika engkau mengetahui keajaiban-keajaiban ciptaanNya, maka tidak ada alasan lagi bila kalian untuk tidak mengakui keberadaan-Nya.

Ayat. 837

Lantas kalian bertanya, jika Tuhan berkuasa penuh atas makhluknya, mengapa terjadi penderitaan dan ketidakadilan di Dunia?.

Katakanlah, sebab kehendak bebas hal itu semua dapat terjadi, kemudian datanglah takdir, namun kehendak bebas pun akan tunduk dalam ketentuan-Nya.

Maka berdoalah, berikhtiar dan saling tolong menolong diantara sesama mu, sebab melalui tangan kalian,Tuhan menyapa dan menolong makhluk lainnya.

Ayat. 838

Wahai manusia, ketahuilah kalian terlahir dalam keadaan suci, orang tua, budaya dan tempat tinggal kalian menentukan agama dan kepercayaan yang kalian yakini.

Adalah sebuah jalan hidup, jika kalian menjadi pemeluk agama dan kepercayaan.

Jika Tuhanmu berkehendak manusia menjadi seragam tentunya mudah, namun Dia menghendaki keberagaman.

Ayat. 839

Mereka yang menyembah batu, pepohonan, hewan, benda-benda langit dan seumpama dari itu, sesungguhnya mereka sedang menyembah Aku yang berada di segala wujud.

Kemudian pengikut agama menyerang dan menghakimi, mensesatkan dan menghalalkan darah mereka.

Janganlah berbuat yang demikian, doakanlah mereka sesungguhnya mereka belum mengerti, dan hiduplah dalam damai.  

Ketahuilah, bisa jadi  penyerang dan diserang belum memiliki pengetahuan yang sama, tentang nilai ketuhanan yang sejati.

Ayat. 840

Hindarilah keegoan dalam beragama; yang merasa diri bahwa ajaran sendiri yang paling benar, yang lain masuk dalam neraka.

Tuhanmulah yang menentukan sebuah makhluk berada di surga ataupun neraka, bukan agamamu, golonganmu ataupun dirimu.

Janganlah menjadi hakim atas manusia lainnya dan menjadi tuhan kecil bagi manusia lainnya.

Ayat. 841

Agama merupakan jalan menuju kepadaNya, namun bukan suatu kebenaran tunggal, sebab Dia Maha Kasih, banyak jalan menujuNya, dan Dia Maha Mengetahui apa-apa perihal agama dan kepercayaan.

Ayat. 842

Wahai orang yang beriman, bacalah kitab suci kalian jika kalian memilikinya.

Apakah hanya sebatas itu Aku berbicara?. Bukankah Aku terus berbicara dari awal hingga akhir kehidupan?.

Lantas mengapa kalian memenjarakan Aku dalam agama-agama dan kepercayaan?. Bukankah Aku Tuhanmu, Tuhan semesta alam yang terbebas dari segala atribut?.

Siapapun engkau yang berada di gurun pasir, es bersalju, tanah nan hijau atau lembah perbukitan, ketahuilah Aku adalah Tuhan yang terbebas dari asal usul, budaya dan berbagai atribut lainnya.

Bukankah Aku telah berkata kepada Musa, bahwa Aku adalah Aku?.

Kalian menamai Aku dengan berbagai sebutan dan gelar. Begitulah Tuhanmu, Raja atas segala raja, Tuhan semesta raya. 

Ayat. 843

Lantas apakah Aku harus menghukum kalian masuk kedalam neraka dan memberinya ganjaran surga, sebab agama dan kepercayaan yang tak pernah hadir ditengah-tengah kalian?.

Ayat. 844

Ketahuilah sebab kebesaranKu yang yang meliputi segala ciptaanNya, membuat kalian takzim menaruh hormat, serta menyembah Aku dalam banyak wujud, bentuk dan rupa.

Ayat. 845

Kenalilah Aku sebagai Tuhanmu, yang terbebas dari batas-batas agama dan kepercayaan. 

Aku Tuhan semesta, Tuhan bagi makhluk yang berada di bumi juga kehidupan lainnya.

Bukankah mereka juga memiliki sistem ketuhanan seperti kalian?. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui seluruh ciptaanNya baik dilangit maupun dibumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *