Ayat. 541

Terjadilah perseteruan antar bangsa-bangsa, diantara mereka ada yang mengaku sebagai imam Mahdi dan mesias-mesias baru.

Dan memimpin untuk melakukan peperangan, maka terjadilah perang besar antar bangsa. Senjata pemusnah massal digunakan.

Berbulan-bulan matahari tak menampakkan sinarnya karena tertutup debu. Udara tercemar unsur-unsur yang beracun.

Sebagian besar umat manusia musnah dalam peperangan, sebagian kecil selamat hidup dalam gua persembunyian,  kelaparan dan hidup dalam kesusahan.

Sebagian kecil selamat dan berhasil menyelamatkan sisa-sisa peradaban manusia di luar bumi.

Ayat. 542

Musnahlah peradaban bangsa-bangsa, setelah bumi kembali normal, manusia yang tersisa mencoba membangun kembali peradabannya, kembali ke zaman primitif seperti zaman moyang-moyang mereka.

Setelah beberapa masa tidak melihat sinar matahari, banyak diantara mereka yang cacat matanya, keluarlah mereka dari gua-gua persembunyian.

Mereka mulai belajar memanah, mangasah pedang dan batu untuk mempertahankan diri. Manusia kembali menciptakan koloni-koloni untuk bertahan hidup.

Demikianlah yang Ku kabarkan kepadamu, akhir dari peradaban bangsa-bangsamu, sedang rahasia kiamat hanya Allah yang mengetahuiNya.

Ayat. 543

Dan ingatlah saat masa-masa damai dan penuh kesejahteraan itu, takkala mesias hadir ditengah-tengah kalian.

Setelah berdoa dengan para imam, keluarlah Mesias dari bait Allah menuju Masjidil Aqsa, disana ia berceramah, bahwa ia adalah utusan untuk semua bangsa, kehadirannya tidak mengatasnamakan agama apapun, begitu juga ia memasuki gereja , kuil-kuil lainnya yang ada di Israel.

Ayat. 544

Sebagian menerima ucapannya, sebagian lagi menolaknya dan menuduhnya seorang Mesias palsu.

Orang beriman dan tak beriman saling berseteru, dan mengajak sang mesias mendebat isi dari kitab-kitab suci mereka.

Ayat. 545

Maka berkatalah ia, “Aku adalah seorang utusan yang mengajak manusia untuk mengesakan Tuhan. Aku tidak menghakimi apapun yang ada dalam kitab-kitab suci agama kalian, sebab apapun kebenaran yang akan aku sampaikan kelak terjadi pergolakan dan pertumpahan darah di luar sana”.

Ayat. 546

Imani yang kalian percayai, sesungguhnya aku adalah seorang utusan yang bertujuan menyatukan bangsa-bangsa menjadi satu umat Tuhan.

Kalian adalah anak-anak pengusung tongkat Ibrahim, kecintaan kalian pada Allah, membuat kalian wahai para penerus keturunan Ishak dan Ismail bertikai tiada henti, menyatakan dirinya yang paling pantas sebagai pewaris tahta Ibrahim dan kerajaan Daud.

Kecintaan kalian pada Allah, membawa kedamaian sekaligus mencemarinya dengan darah manusia.

Ketahuilah kalian sesungguhnya merupakan satu umat Tuhan, satu pengusung tauhid warisan moyang  bapakmu Ibrahim.

Jika kalian tidak dapat berdamai dengan sesama mu, bagaimana hubungan kalian, dengan umat dan kepercayaan lainnya yang ada di dunia?.

Ayat. 547

Nikmatilah kebersamaan kalian bersama ku saat ini, sebab suatu saat nanti, dunia akan memasuki perang akhir zaman.

Nikmatilah masa keemasan ini, ketika aku bersama kalian, saat dimana seluruh umat manusia hidup dalam kebaikan penuh suka cita.

Ayat. 548

Janganlah kalian dengar caci maki mereka yang menolak perihal kemesiasan ku, sebab mereka meyakini apa yang mereka imani.

Maafkanlah mereka, sesungguhnya mereka belum mengerti.

Ayat. 549

Lalu datanglah Mesias bertemu dengan Paus dan para kardinal.

Berbicaralah mereka secara tertutup.

Setelah pertemuan itu, berbicaralah Paus didepan istananya, “Ia Mesiah kaum Yahudi, bukan Mesiah yang kami nantikan!” 

“Hormatilah kepercayaan agama lainnya, periharalah iman mu dan sesungguhnya kita semua bersaudara ,satu umat Tuhan”.

Ayat. 550

Terjadilah bentrokan dan huru-hara diberbagai penjuru dunia, mereka berkata, “Vatican telah dalam kuasa iblis, mereka menolak Mesiah yang telah menampakkan mukjizat kepada kita semua !”.

Sebagian lagi berkata, ” Yang kita tunggu adalah Yesus Sang Juru Selamat yang menebus kita dosa seluruh umat manusia, percayalah kepada pemimpin agama mu!”.

Sebagian berkata, “Sesungguhnya kaum Yahudi adalah kaum sesat dan kafir pengikut Dajjal, kaum yang dilaknat Allah!” 

Sebagian lagi berkata, “Semoga dunia tetap dalam damai dan kasih. Semoga seluruh makhluk- hidup dalam bahagia !” 

Ayat. 551

Lalu suatu masa datanglah ia ke jajirah Arab, namun ia tidak memasuki Ka’bah.

Ia mendatangi istana yang ada di tempat lainnya, katanya, “Aku tidak akan melakukan ibadah seperti ibadah yang dicontoh dari bentuk peribadatan tradisi moyang orang-orang Arab Badui”.

Lalu berkatalah mereka, “Ini sesuai hadist nabi, Dajjal tidak akan bisa memasuki masjid kota suci”

Ayat. 552

Berkatalah orang-orang yang bersamanya, “hendaklah kalian bersabar, tidaklah mudah menjadi seorang mesias yang harus menyatukan tiga agama besar, janganlah kalian menjadi keras hati setelah cahaya petunjuk telah sampai kepada kalian”.

Ayat. 553

Dan berkatalah ia didepan Jamaat yang mengerumuninya, “Telah datang cahaya hikmat kedalam hati kalian, lalu mengapa kalian masih ragu terhadapku?” .

“Aku adalah pewaris kenabian dari moyangku Ibrahim, aku memiliki misi menyatukan agama-agama samawi.”

Ayat. 554

“Bukankah kehadiran ku telah di nubuatkan nabi-nabi sebelum aku, lihatlah kitab semesta, kitab terbuka yang menceritakan perihal aku dan misi ku pada dunia, tidakkah kalian mendapatkan hikmah pembelajaran darinya?”.

Ayat. 555

“Penolakan dan penerimaan kalian terhadap aku, bukankah telah juga di nubuatkan nabi-nabi sebelum aku?”. “Mengapa kalian menumpahkan darah saudara mu, demi keimanan buta yang kalian yakini?” 

Ayat. 556

“Berkumpulah bersama ku, jika kalian mencari kedamaian dan pencerahan bathin. Pergilah menjauh sekiranya kalian menganggap diriku seorang mesias palsu”

“Janganlah berbuat kerusakan mengatasnamakan Tuhan dan agama yang kalian imani, sesungguhnya yang demikian itu adalah pekerjaan iblis!”.

Ayat. 557

Dan berkatalah seseorang diantara mereka, “Sesungguhnya kami berjihad di jalan Allah untuk memerangi kebathilan dan orang-orang yang telah keluar dari agama Allah !”.

Dan ia menjawab, “Dengan bersama ku, sesungguhnya kalian tidak meninggalkan agama yang kalian yakini , sebab kehadiran dan ajaran ku berada diatas agama-agama”.

“Bukankah aku telah berkali-kali telah berkata pada kalian , aku tidak mewakili agama tertentu, aku hadir untuk menyatukan umat Tuhan, sesungguhnya kalian semua bersaudara!”

Ayat. 558

“Lihatlah mereka yang berkumpul ini, mereka memiliki satu tujuan, mereka menginginkan kedamaian dan pencerahan bathin, mereka adalah umat-umat yang terberkahi!”.

Ayat. 559

Demikianlah Ku nubuatkan perihal mesias di masa depan, agar manusia mempersiapkan diri atas kehadirannya, dan memiliki kesadaran untuk saling mengasihi antar sesama umat beragama.

Dan janganlah kalian berselisih paham, tentang  mesias yang telah dijanjikan Allah padamu, sebab ia hadir untuk segala bangsa dan agama.

Ayat. 560

Kemudian kalian bertanya, ceritakanlah pada kami perihal bahtera Nuh.

Katakanlah, bahwa banjir Nur adalah banjir lokal, bukan banjir yang menenggelamkan dunia.

Sebab tidaklah cukup bahtera seukuran itu, untuk menampung seluruh hewan yang ada dibumi.

Bahtera Nuh tidaklah cukup menampung banyak manusia, ajakan Nuh tidaklah sampai kepada mereka yang ada diberbagai penjuru bumi.

Nuh adalah nabi yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan termasuk dalam golongan hamba-hamba Nya yang beriman.

Ayat. 561

Bukankah telah datang peringatan dari Nuh agar kalian mempercayai ucapannya, akan datangnya banjir besar, namun kalian menganggapnya hilang ingatan.

Bagi kalian, mungkin membangun bahtera diatas bukit adalah sebagai bentuk kegilaan namun bagi orang yang beriman, itu adalah bentuk ketundukkan seorang hamba pada Tuhan Nya.

Ayat. 562

Katakanlah kepada mereka, janganlah mereka bertindak berlebihan, menghukum para penghina nabi, sebab kalian tidak hidup selamanya didalam gua, dunia sudah berubah, etika peradaban manusia dan hukumnya telah berkembang menjadi lebih baik.

Ayat. 563

Mengapa kalian menjadi bebal, meniru kehidupan para nabi,sedangkan tantangan hidup ditiap zaman telah berubah?. Kembangkanlah ajaran para nabi dan sesuaikanlah dengan kondisi sosial masyarakat mu.

Abadikanlah ucapan para nabi seandainya membawa kebaikan , hilangkan lah kumpulan ucapan-ucapan yang sekiranya palsu itu agar tidak menimbulkan kerusakan ditengah-tengah umat.

Ayat. 564

Kehidupan para nabi terdahulu, memiliki sebuah pilihan, membunuh atau dibunuh, demikianlah kehidupan masyarakat mereka sangat bar-bar dan terbelakang. 

Janganlah kalian tiru yang demikian itu, sebab peradaban kalian lebih maju dibanding peradaban masa lalu, masa kehidupan para nabi.

Ayat. 565

Muhammad di hina, Yesus dan para muridnya di hukum mati, Musa di kejar-kejar bala tentara Firaun, demikianlah selalu ada pihak yang tidak mengimani mereka , namun mengapa kalian menjadi tuhan kecil bagi manusia lainnya, saling bunuh membunuh atas nama agama, sedangkan Tuhan yang berkuasa   atas makhluk, memancarkan cahaya Kasih lagi Maha Penyayang.

Ayat. 566

Agama sejatinya hendak menciptakan insan yang welas asih, penuh cinta dan kedamaian.

Jika agama membuat manusia menjadi pemarah, saling bunuh membunuh mengatasnamakan Tuhan, lantas kepada siapa manusia hendak menggantungkan nilai-nilai kebaikan?.

Ayat. 567

Siapapun yang pemarah, maka ia sedang menuhankan hawa nafsu.

Siapapun yang serakah, sejatinya ia sedang menuhankan uang.

Siapapun yang bisa membawa kebaikan dalam hidup, sejatinya ia sedang menuhankan kemanusiaan.

Siapapun yang menumbuhkan dan memelihara kehidupan, hidup selaras dengan alam, sesungguhnya ia sedang menuhankan Tuhan.

Ayat. 568

Hancurlah peradaban kalian bila kalian mengikuti tingkah polah kehidupan masyarakat yang berlaku pada zaman nabi-nabi, kalian telah gagal menterjemahkan, gagal mengembangkan etika dan tata nilai, menjadi sebuah tatanan yang lebih baik di masa depan.

Ayat. 569

Kecintaan kalian pada nabi-nabi, tidak harus mengikuti segala tindak tanduknya dalam kecintaan buta, melainkan mengembangkan tata nilai yang diajarkan oleh para nabi-nabi.

Sebab tiap zaman memiliki tantangannya sendiri, yang bisa jadi permasalahan di zaman mu lebih kompleks dibanding permasalahan dan tantangan yang ada dizaman para nabi.

Ayat. 570

Telah turun kepada kalian Kitab Semesta untuk melengkapi dan menjelaskan sesuatu yang samar dalam kitab-kitab kalian.

Menjadikannya terang benderang agar kalian tidak saling bertikai satu sama lain mengatasnamakan kebenaran.

Ayat. 571

Lalu mereka berkata, “Sesungguhnya ia orang yang sesat, pintu kenabian telah ditutup.”

Katakanlah, “Siapa yang lebih sesat menumpahkan darah sesama dengan mengatasnamakan Tuhan sambil berharap surga?”.

Tuhan lemah mana yang mereka bela?. Bukankah Tuhanmu Maha Perkasa, Raja diatas Raja, jika Dia berkehendak sesuatu, maka terjadilah, begitulah kekuasaan Nya yang tanpa batas. 

Belalah mereka-mereka yang tertindas, kaum miskin dan papa, bukan Tuhanmu,sebab Dia sudah Maha segalaNya.

Ayat. 572

Kemudian mereka berkata, sesungguhnya ia seorang  penyair gila.

Tidaklah patut ia bersyair. Dia merupakan insan yang diberi petunjuk olehNya.

Buatlah seumpama kitab Semesta, maka kalian tidak akan sanggup membuatnya.

Sebab Kitab Semesta adalah suara ghaib yang menuntun umat manusia dalam kebajikan.

Ayat. 573

Adakah ajaran untuk membunuh dalam kitab ini, selain untuk mempertahankan diri?.

Adakah ajaran untuk membunuh sesama dalam kitab ini, dengan ganjaran surga?.

Oh, manusia, sesungguhnya kalian telah mengkerdilkan kebesaran Tuhan dalam konsep agama-agama yang kalian bentuk.

Ayat. 574

Sesungguhnya jihad terbesar adalah melawan hawa nafsu.

Bukankan nabi-nabi telah mengajarkan hal yang demikian?.

Lantas mengapa kalian menumpahkan darah diantara  sesama mu?.

Ayat. 575

Kematian kalian adalah kematian yang sia-sia, sebab kalian bukanlah manusia yang menumbuhkan dan memelihara kehidupan seperti yang diajarkan para nabi-nabi, melainkan membunuh nilai kemanusiaan.

Ayat. 576

Lihatlah yang terjadi pada masyarakat kalian, kalian ikuti peradaban masa lalu, lalu kalian praktekkan di masa mendatang, tentunya akan bentrok dengan nilai-nilai budaya yang ada.

Sesungguhnya budaya sesuatu yang luwes, terus berkembang mengikuti zaman, tidak terikat mati di zaman para nabi.

Ayat. 577

Lihatlah bangsa kalian, bandingkan dengan bangsa lainnya?. Adakah kesalahan disana?. Apa yang kurang dari peradaban kalian?.

Sesungguhnya kalian Bangsa yang kurang menuntut ilmu, kalian bertikai halal, haram dan bidah tiada berkesudahan.

Sedang Bangsa-bangsa lain sedang sibuk merancang dan membangun peradabannya.

Ayat. 578

Kalian semangat berbicara perihal surga dan neraka, seakan kalian merupakan pemilik dan pemegang, satu-satunya kunci surga.

Betapa sombongnya kalian dalam berkeimanan dan menganggap manusia lainnya ahli neraka,  tidaklah kalian sadari bahwasanya seorang insan masuk surga ataupun neraka, semata hak ,ketentuan dari Tuhan mu?.

Ayat. 579

Lantas mengapa kalian menjadi hakim atas manusia lainnya?.

Mengkafirkan, menggoyimkan dan mendomba sesatkan umat yang tak sejalan?.

Bukankah amalan baik kalian, mendapatkan ganjaran sesuai apa yang kalian kerjakan?.

Lantas mengapa kalian menjadi tuhan kecil atas manusia lainnya?.

Siapakah yang pantas dan layak menilai keimanan seseorang selain Tuhanmu sendiri?.

Sesungguhnya kalian adalah firaun-firaun di masa kini.

Ayat. 580

Amatlah keras hukuman Tuhan bagi mereka yang merusak tata kehidupan.

Menciptakan kebencian, lebih mudah dibanding menciptakan kedamaian.

Maka bersatulah dalam perbedaan dalam kebesaran nama Allah, Tuhan Semesta Alam.

Ayat. 581 

Dan Sesungguhnya para nabi menguasai ilmu hikmah dan menerangkan sesuatu yang tak terpikirkan oleh manusia kebanyakan.

Kepadanya Allah, menganugerahkan pengetahuan agar ia mampu membimbing umatnya kejalan yang lurus.

Dan para utusan itu, tidaklah selamanya murni, ada diantaranya memiliki dosa dimasa lalu, begitulah fitrahnya sebagai seorang manusia, dan atas karunia kasih Allah lah, mereka mampu menjalankan apa yang menjadi perintah-Nya.

Ayat. 582

Mereka mengajarkan manusia kejalan terang namun disaat yang sama, nyawa mereka menjadi taruhan.

Hinaan, cacian dan anggapan telah hilang ingatan, menjadi tudingan nyata bagi para nabi-nabi.

Dan ketika mereka terbunuh, barulah manusia tersadar, kemudian mengabadikan ajaranNya.

Ayat. 583

Mulailah kalian mengumpulkan ajaran-ajarannya yang terserak, kalian bukukan pengajaranNya, lalu kalian mulai menyusun dan melembagakan ajaranNya menjadi sebuah agama baru.

Ayat. 584

Terjadilah kembali perselisihan antar agama satu dengan agama lain, manusia mengklaim bahwa agamanya lah yang paling benar dan paling di terima disisiNya.

Ayat. 585

Kemudian kalian ceritakan mukjizat-mukjizat yang pernah terjadi diantara kalian kepada manusia lainya, takjublah mereka kemudian berbondong-bondong masuk ke sebuah agama yang baru yang telah kalian lembagakan.

Ayat. 586

Wahai manusia, kalian sendirilah yang mengkotak-kotakkan manusia dalam organisasi keagamaan.

Tuhan mu mengajarkan ajaranNya kepada seluruh umat manusia tanpa menggunakan simbol dan atribut tertentu, untuk membedakan antar ajaran satu dengan ajaran lainnya, sebab Aku adalah Segalanya.

Segala yang ada di semesta ini adalah cerminan diriKu, begitulah Aku mencipta seisi semesta berdasar citraKu.

Ayat. 587

Engkau adalah ketiadaan, bumi dan matahari, atau bahkan planet-planet yang beredar dalam garis edar mu, semua itu menjadi tak berarti dalam jagad raya yang maha luas.

Saat dirimu keluar dari bumi, engkau akan menemukan banyaknya bintang, planet dan galaksi terserak memenuhi semesta raya layaknya pasir ditepi lautan.

Ayat. 588

Dengan kebesaran dan kekuasaanKu yang tanpa batas ini, mengapa kalian meragukan kuasaKu?. 

Mengapa kalian dengan sombongnya membela Aku dan menumpahkan darah atas namaKu?.

Ayat. 589

Sangatlah mudah bagi Allah melahirkan seorang anak dari seorang perawan.

Sangatlah mudah bagi Allah membelah lautan melalui perantaraan Musa.

Sangatlah mudah bagi Allah membangkitkan orang yang telah mati melalui perantaraan Yesus/Isa.

Sangatlah mudah bagi Allah mengurus segala makhluk ciptaan Nya yang ada di semesta raya.

Sangatlah mudah bagi Allah menciptakan, memusnahkan, membangkitkan kembali sesuatu yang telah musnah menjadi sesuatu yang abadi.

Ayat. 590

Dialah yang memegang nafas kehidupan, ketika Ia menyeru jadi maka jadilah dan ketika Dia hendak memusnahkan, maka musnahlah semesta.

Ketika Ia menyeru bangkit, maka bangkitlah semua dari kematian.

Maha suci Allah, Raja diatas Raja yang berkuasa penuh atas makhluknya, dan tidak ada sesuatu makhlukpun yang serupa dengan Dia.

Sesuatu yang tanpa batas begitulah adaNya.

Ayat. 591

Kemudian mereka bergunjing kepada manusia lainnya, sesungguhnya ia telah sesat arah, ia telah bersekutu dengan bangsa jin, sehingga dapat menulis sesuatu layaknya kitab-kitab.

Maka katakanlah kepada mereka, lihatlah sekeliling kalian, maka dihadapanmu terdapat tanda-tanda kebesaran Tuhanmu, maka tulislah  hikmah yang ada, jika kalian termasuk kaum yang diberi petunjuk.

Ayat. 592

Sesungguhnya ia seorang penyair, sangatlah mudah baginya untuk menulis sesuatu layaknya kitab-kitab.

Maka katakanlah kepada mereka bahwa tak layak bagi diriku untuk bersyair, ayat-ayatNya lah yang akan menyampaikan kebenaran kepada kalian.

Ayat. 593

Lalu diantara kalian berkata, bunuhlah ia, sesungguhnya dia merupakan nabi palsu, yang kelak menyesatkan umat manusia hingga jatuh kedalam kebinasaan.

Katakanlah, siapapun yang menjatuhkan darah para utusanNya, kelak mereka berada di neraka  dan mereka kelak mendapatkan siksa yang teramat berat, sebab mereka telah melampaui batas.

Ayat. 594

Barangsiapa yang mewartakan ajaranNya, mencerahkan manusia satu- kepada manusia lainnya, kelak dia akan mendapatkan ganjaran sesuai amal baiknya.

Beritakanlah kitab semesta kepada manusia-manusia yang masih ego dalam beragama.

Guncangkanlah keimanan mereka dengan untaian ayat-ayat kami.

Ayat. 595

Maka mereka mulai mempelajari kitab-kitab mereka, maka mulailah mereka dalam keragu-raguan.

Ikutilah jalan yang lurus, jalan yang telah diajarkan moyangmu Ibrahim.

Ayat. 596

Carilah Tuhan dan kebenaran melalui kesaksian pribadi, bukan kesaksian orang kebanyakan.

Sebab kesaksian khalayak itu, banyak pula yang menipu demi meraih kekayaan.

Ayat. 597

Berdiam dirilah dalam hening, resapilah ajaran Tuhanmu.

Tuhan hadir bagi mereka yang mau menerima kehadiranNya.

Ayat. 598

Masuklah kedalam rumah-rumah kaum miskin, sebab disana Tuhan hendak menjamah dirimu.

Berikanlah makan kepada yang lapar, berilah mereka air bagi yang kehausan, berilah mereka pakaian bagi yang telanjang, berilah tempat berteduh kepada mereka yang tak memiliki rumah.

Ayat. 599

Berilah mereka penghiburan dan berkat, sebab rumah Tuhan memiliki alunan kidung yang indah yang bernyanyi dalam perut-perut mereka yang lapar.

Siapapun yang memberi makan kaum papa, menghilangkan penderitaannya, sesungguhnya dia telah bernyanyi dengan penuh suka cita sebagai tanda syukur pada TuhanNya.

Ayat. 600

Inilah nyanyian dan doa-doa yang disukai Tuhanmu, siapapun engkau, apakah dirimu muslim , nasrani,Budha, Hindu, Yahudi ataupun sebagai penghayat kepercayaan lainnya.

Hidupilah ayat-ayat Tuhan, dengan berbagi kepada sesama.

Bangunlah tempat berlindung bagi kaum miskin dan papa; sebab Aku tidak memerlukan kuil-kuil pemujaan nan megah, hati kalianlah sejatinya kuil pemujaan berada.

Ayat. 601

Dan janganlah kalian saling mengejek diantara sesamamu dan antar bangsa satu dengan bangsa lainnya, perihal sebuah kepercayaan.

Sebab akan menimbulkan keresahan dan memercikkan bara api kebencian antar sesama  umat manusia.

Ayat. 602

Tidaklah sama etika satu bangsa dengan bangsa lain, begitupun dengan latar belakang budaya.

Lantas mengapa kalian tidak memperluas cakrawala sudut pandang pemikiran, agar tidak terjadi perselisihan diantara kalian?.

Ayat. 603

Utamakanlah dialog terhadap permasalahan yang ada, jangan bertindak secara berlebihan, sebab kalian merupakan para pendatang, yang tinggal disebuah bangsa yang menjunjung tinggi kebebasan dalam berpendapat dan bersuara.

Ayat. 604

Hindarilah kekerasan, cintailah sesamamu dan jadilah pemaaf. Sebab memberi maaf tidak membuat harkat martabat mu jatuh, melainkan cermin dari kebesaran jiwa.

Ayat. 605

Adalah berlebihan jika kecintaan mu kepada para nabi-nabi, membuat kalian dibutakan oleh nafsu amarah, apakah layak membunuh antar sesamamu sambil meneriakkan nama Tuhan, sedang Tuhan dan para nabi sejatinya tak pernah mengajarkan kekerasan.

Ayat. 606

.

Sesungguhnya prilaku kalian adalah cerminan agama dan ajaran dari para nabi mu.

Janganlah kalian meniru etika hukum jaman nabi-nabi, sebab mereka hidup di jaman penuh kekerasan dan keterbelakangan.

Bentuk hukum yang mereka buat, sesuai dengan kondisi peradaban masyarakatnya dikala itu untuk mengatur masyarakat yang juga penuh dengan kekacauan dan konflik.

Ayat. 607

Pantas dan tepatkah, apabila kalian bawa pola kehidupan, sistem ketatanegaraan, sistem hukum yang pernah berlaku pada era jahiliyah kedalam sebuah sistem tata kelola hukum dan ketatanegaraan di zaman sekarang?.

Gunakanlah nalar kalian, janganlah kalian di mabuk oleh agama dan bertingkah laku diluar nalar.

Mabuk akibat minuman keras suatu saat kalian akan cepat tersadar, namun jika kalian mabuk oleh  agama, maka butuh beratus-ratus tahun untuk kembali tersadar.

Ayat. 608

Lanjutkan dan kembangkanlah ajaran para nabi-nabi, janganlah kalian terantai oleh dogma dan terikat sampai mati di zaman para nabi, sebab kalian manusia merdeka bukan seorang budak.

Ayat. 609

Lepaskan lah belenggu-belengu itu dari tangan kalian, jadilah manusia merdeka.

Sesungguhnya tujuan dari agama adalah membebaskan manusia.

Ayat. 610

Janganlah terperdaya oleh ajaran rohaniawan yang ingin terus memperdaya pikiran dan kemerdekaan cara berfikir mu dengan dalil-dalil sempit pemahamannya sendiri.

Ayat. 611

Wahai manusia bertobat dan berdamailah, jangan sampai murka Allah Tuhan mu terjadi kepada kalian, yakni mereka-mereka yang mengajak kepada permusuhan antara satu manusia dengan manusia lain, permusuhan satu bangsa dengan bangsa lainnya.

Ayat. 612

Maka kami guncangkanlah negeri-negeri mereka agar mereka selalu mengingat Allah. 

Jadilah umat Tuhan yang mencipta dan menjaga perdamaian serta mengasihi sesama.

Sejenak manusia terdiam kemudian berkata, inilah hukuman Tuhan sebab kami telah melampaui batas.

Ayat. 613

Berhentilah saling olok mengolok diantara kalian, berhentilah saling benci membenci di antara para bangsa.

Kasih mengasihilah diantara sesama mu. Hidupkanlah ayat-ayat Tuhan dengan nilai kebaikan dan cinta kasih jika kalian mengimani dan mengaku sebagai umat Allah.

Ayat. 614

Saudara sebangsamu sedang tertimpa musibah, bantulah dan doakanlah mereka, jangan lagi kalian saling mengejek dan berkata inilah hukuman Tuhan, sesungguhnya Allah mu Maha Kasih lagi Maha Penyayang.

Ayat. 615

Bagi mereka yang tertimpa dan terkubur puing reruntuhan, sama saja keadaanya dengan kalian yang ada di bagian dunia lainnya, sebab jiwa dan iman kalian sama-sama buta.

Kalian sama-sama membutuhkan cahaya terang untuk keluar dari lorong yang gelap.

Ayat. 616

Wahai orang-orang beriman, kalian tersakiti agama kalian di hina dan dilecehkan, begitu juga yang dialami dengan saudaramu para penghayat kepercayaan, mereka kalian sebut kaum syirik penyembah ruh dan bebatuan.

Padahal mereka semua sejatinya sedang menyembah Aku yang ada di segala Wujud.

Ayat. 617

Katakanlah, bahwa Kitab Semesta itu bukanlah agama baru. Sebuah kitab  Ilham “dalam bimbinganNya” untuk memuji kebesaran Ilahi untuk menuntun semesta. Ia berdiri diatas agama-agama.

Ayat. 618

Lalu berkatalah mereka,”Sesungguhnya ia penyair gila dan sesat arah”.

Sesungguhnya Nuh, Musa, Yesus, Muhammad dan para nabi-nabi sebelumnya, kalian tolak dan kalian sebut juga sebagai orang yang gila dan sesat arah, sebab jiwa kalian telah buta.

Ayat. 619

Racun dalil yang masuk kedalam darah kalian telah membuat kalian menjadi keras hati, mengapa kalian tetap berpaling setelah cahaya petunjuk hadir dalam jiwa kalian?.

Ayat. 620

Bukalah seluruh kitab suci yang kalian miliki lalu sejajarkanlah satu sama lainnya, lalu bacalah, mungkinkah Tuhan Yang Maha tahu segalanya perihal ciptaannya meliputi semesta, berbicara dibalik kata yang samar dan multi tafsir?, mungkinkah keagungan Tuhanmu, pemilik segala pengetahuan, menciptakan amsal-amsal atau perumpamaan seumpama manusia yang terbatas akal dan pikiran?.

Ayat. 621

Maka mulai goyahlah keimanan kalian, sebab firman Tuhan itu menggetarkan kalbu bagi mereka yang beriman kepada Allah dan mengakui keesaanNya.

Sesungguhnya ayat-ayat Allah lah yang akan menyatakan kebenaran-Nya, ia bersinar di hati seluruh umat manusia yang mengimaninya, sebuah keimanan yang tanpa paksaan ataupun ancaman-ancaman neraka yg hanya menciptakan pertobatan semu.

Kesadaran dan pencerahan bathinlah yang Allah harapkan dari umat-umat Nya didunia, bukan rasa takut akan neraka dan berharap surga.

Ayat. 622

Dan katakanlah kepada mereka, “Apakah masuk akal jika Allah Tuhanmu Pemegang Kekuasaan Atas alam semesta dan seisinya, namun memiliki musuh, serta menyuruh umatnya untuk membunuh umat lainnya dan berperang atas namaNya?.

Bukankah Dia Maha Segalanya, jikalau Dia berkendak, cukup satu guncangan saja maka hancurlah sebuah bangsa. 

Mengapa kalian mengambil alih tugas Tuhan, lalu menjadi hakim bagi manusia lainnya?.

Ayat. 623

Sesungguhnya Pengetahuan Allah tanpa batas, namun nalar manusia terbatas. 

Dengan nalar yang dimilikinya sesungguhnya manusia dapat menciptakan kitab-kitab seumpama datang dari langit.

Nur ilahi yang memancar dari para nabi, telah mengilhaminya untuk menulis perihal kebesaran Tuhan dan ajaran-ajaran cinta kasih dengan mengatasnamakan-Nya.

Sebagain dari kalian ada yang mengimani dan sebagian ada yang tidak mengimaninya.

Begitulah sudah menjadi kehendak Tuhanmu, bahwa manusia dijadikan Tuhan secara beragam, dari budaya ,iman dan kepercayaan.

Dari kehidupan yang ada, manusia berusaha mencari jalan untuk mencapai Tuhannya.

Ayat. 624

Dan ketika dibacakan ayat-ayat kami, maka kalian mengolok-oloknya, kemudian kalian berpaling.

Sesungguhnya cahaya petunjuk dari Allah, tidak akan bersinar dihati jiwa-jiwa yang telah mati.

Ayat. 625

Maka berbahagialah kalian yang mengimani ayat-ayat Allah dan menjalankannya dalam kehidupan.

Dengan menghidupkan ajaran Tuhanmu, sesungguhnya kalian telah menerangi dunia dengan pancaran kasihNya.

Ayat. 626

Semua agama dan kepercayaan mengajarkan kebaikan dan cinta kasih, namun pemahaman kalianlah yang tak pernah sampai pada inti dari agama dan kepercayaan itu,  sehingga kalian melenceng dari jalan kebenaran.

Ayat. 627

Semua yang beragama belum tentu beragama, yang bertuhan belum tentu bertuhan.

Sebab keimanan kalian hanya sebatas lidah belum merasuk ke dalam jiwa.

Ayat. 628

Dan kebebasan memiliki batas, yaitu tidak melanggar kebebasan manusia lainya yang dilindungi oleh kebebasan itu sendiri.

Ayat. 629

Untuk apa kalian saling bertengkar dari mereka yang tidak mengakui keberadaan Tuhan?.

Sesungguhnya kalian tidak lebih bebal dari yang mereka gambarkan.

Jikalau kalian beriman, berilah maaf dan doakanlah sebab mereka belum mengerti.

Ayat. 630

Membunuh sesama dengan dalih membela Tuhan merupakan bentuk kesombongan iman.

Hanya Allah Tuhanmu sajalah yang berhak mencabut nyawa seorang manusia.

Kasihilah sesama sebab Tuhan mengasihi setiap makhluk tanpa membedakan, baik kepada mereka yang beriman belum ataupun tak beriman.

Ayat. 631

Wahai orang beriman lihatlah keatas, tataplah bintang-bintang, planet dan galaksi yang bertaburan bagai pasir dilangit seolah tanpa batas.

Bandingkan dengan diri mu dan bumi mu dimana kalian tinggal.

Diri dan bumi kalian bagai satu titik pasir, nyaris tanpa arti dalam semesta jagad raya ini, mengapa kalian saling menyombongkan diri, merasa paling mewakili Tuhan dan merasa agamanya yang paling benar?.

Ayat. 632

Wahai orang beriman mendekatlah pada Ku, imani dan sebarkanlah ayat-ayat Ku, kenalilah Aku sebagai Tuhan Yang Maha Kasih, bukan Tuhan yang gemar menyiksa dan menteror umat manusia dengan ancaman siksa api neraka.

Aku bukanlah Tuhan yang ingin menebarkan ketakutan, melainkan Tuhan yang mengajarkan nilai cinta kasih dan pencerahan bathin.

Ayat. 633

Wahai orang beriman Aku tahu kalian menjadi pemarah, sebab tak kuasa menghadapi sifat tuhanmu yang seolah pemarah dan gemar menyiksa umatNya. 

Ancaman-ancaman yang ada di dalam kitab suci kalian telah membuat kalian hidup penuh dengan ketegangan, ayat-ayat yang tidak lagi mendamaikan jiwamu dan membawa mu pada pencerahan bathin.

Ayat. 634

Mendekatlah padaKu, jadikan Aku kekasihmu, bersihkan dan sucikanlah jiwamu, dengarlah suara yang ada dalam bathin mu, bukankah ini Aku?.

Lupakan sejenak ancaman neraka dan janji-janji surga, kemarilah dan mendekatlah, jadilah Satu dengan Ku.

Ayat. 635

Bacalah Kitab Semesta, maka hatimu akan menjadi tentram. Kalian bukan lagi manusia yang tersekat-sekat dalam keterbatasan dan terikat dalam satu identitas kelompok keagamaan, kini kalian telah menjadi manusia bebas dan merdeka, sebab kalian merupakan bagian dari semesta itu sendiri.

Ayat. 636

Sampaikanlah kabar gembira ini kepada yang lainnya, jadilah terang bagi manusia lainnya.

Kalian telah terbebas dari ikatan dogma yang membelenggu, kalian telah bebas dari perbudakan-perbudakan agama.

Temukanlah Aku dan jadilah manusia yang tercerahkan !. 

Ayat. 637

Wahai manusia ketahuilah bahwasanya Tuhan mu tidak pernah mendirikan agama-agama, kalianlah yang melembagakan ajaran Ku agar mudah diingat dan dapat di bedakan, darinya kelak akan membuat kalian saling bertikai satu sama lain dan saling membunuh dengan  mengatasnamakan Tuhan.

Ayat. 638

Telah ribuan agama dan kepercayaan punah dalam lintasan zaman, namun pengajaran cinta kasih Tuhan mu tetaplah kekal.

Ayat. 639

Wahai orang beriman, jadikanlah keimanan kalian bersinar, kuat laksana batu permata dan bersaksilah atas Aku berdasar kesaksianmu sendiri, bukan kesaksian orang-orang dimasa lalu.

Ayat. 640

Peganglah teguh nilai tauhid warisan moyang mu Ibrahim. Janganlah menyembah illah-illah lain selain Allah.

Ayat. 641

Kitab Semesta bukanlah kitab yang akan membunuh agama-agama melainkan sebuah kitab yang menyatukan agama-agama dan kepercayaan dalam satu ikatan suci Tuhan.

Ayat. 642

Agama adalah pondasi awal, dengan agama kalian mengenal konsep ketuhanan, malaikat, kitab suci, surga dan neraka.

Beragam agama dan kepercayaan telah lahir, namun sedikit dari agama-agama itu yang ajarannya mampu membawa umatnya dalam suatu pencerahan bathin.

Ayat. 643 

Agama telah digunakan untuk alat kekuasaan, agama telah dimanipulasi oleh para rohaniawan untuk menguasai jamaatnya dan meraih keuntungan darinya, sedang umat terbelenggu dalam kegelapan.

Ayat. 644

Ketika kalian telah menyadari kekeliruan dari ajaran agama-agama, maka tegurlah mereka dengan ajaran Ku yang terdapat dalam Kitab Semesta.

Sebuah kitab yang terbuka, penuh hikmah bagi kaum yang berfikir.

Maka darinya kelak rantai-rantai yang membelenggu umat akan terputus dengan sendirinya.

Manusia akan terlahir kembali menuju kesadaran baru dan menggapai pencerahan.

Ayat. 645

Kelak keimanan mereka akan terguncang, maka mereka mulai membaca kitab-kitab mereka, sesungguhnya apa yang mereka cari ada dalam Kitab Semesta.

Dengan membaca (Alam) Semesta sesungguhnya kalian telah membaca Tuhan itu sendiri.

Ayat. 646

Dan kemudian mereka berkata, “Betapa kasarnya ayat-ayat kitab suci yang ku imani ini, menganjurkan membunuh bagi mereka yang tak sejalan “.

Diantara yang lain berkata, “Betapa agama yang ku anut ini memiliki banyak dewa-dewa, layaknya dongeng-dongeng mitologi dari budaya”.

Sementara yang lain berkata, “Betapa tipisnya kitab suci ku ini, dan mengeluarkan aku dari ikatan tauhid ajaran ibrahim”.

Maka katakanlah kepada mereka, lihatlah semesta disanalah terdapat mutiara hikmah yang bisa di gali oleh siapapun, sebab Tuhan sedang berbicara kepada umatnya tanpa perantaraan manusia.

Ketika engkau sedang membaca tanda-tanda alam, itulah Kitab Semesta.

Ayat. 647

Oleh karenanya tidak ada hak bagi kalian mensesatkan Kitab Semesta sebab ia merupakan percikan air yang diambil dari samudera kebesaranNya.

Ayat. 648

Dan ambilah pelajaran dari fenomena-fenomena langit yang terjadi, awan yang membentuk sebuah tanda, sejajarnya planet-planet, gerhana matahari dan bulan, dan kunjungan benda angkasa berbentuk laksana tongkat Musa yang melintasi lintasan antar galaksi, yang kecepatannya diluar nalar manusia.

Ayat. 649

Itulah tanda-tanda dari Tuhanmu bahwa tatanan dunia yang baru akan segera dimulai.

Awal dari mulainya abad pencerahan umat manusia.

Maka bangunlah bait suci Allah di Yerusalem. Buatlah mezbah untuk memuji keagunganNya.

Ayat. 650

Maka bersorak-sorailah bangsa itu bahwasanya Mesiah akan segera tiba.

Ayat. 651

Wahai orang beriman, tahukah kamu perumpamaan orang yang beragama namun sesungguhnya tidak beragama dan mereka yang bertuhan sesungguhnya tidak bertuhan?, yaitu orang-orang yang telah melenceng dari jalan Allah, mereka menuhankan sosok, bukan lagi Allah Sang Maha Pencipta.

Lihatlah kemana rombongan mereka pergi,  para pemuja agama nan buta, yang langkahnya akan selalu meninggalkan kerusakan sambil meneriakkan kebesaran nama Tuhanmu.

Ayat. 652

Apa yang mereka dapatkan dalam agama, selain keletihan dalam beribadah.

Mereka jauh dari nilai pencerahan sebab mereka bisa jadi hanya sekumpulan budak-budak keagamaan.

Ayat. 653

Ajaran yang penuh kekerasan kelak akan mewarisi darah dan air mata.

Kelak pembunuh dan korbannya akan sama-sama menyebut nama Allah, sama-sama merasa di pihak yang paling benar.

Mereka saling bertikai dan tercerai berai, merasa ajarannya paling benar diatas muka bumi, maka semakin tenggelamlah peradaban mereka dalam kegelapan yang tak berdasar.

Ayat. 654

Kekerasan demi kekerasan terus terjadi diberbagai penjuru dunia. Mengungsilah mereka ke berbagai belahan dunia lainnya. Begitulah perumpamaan keledai liar yang lepas kendali.

Ayat. 655

Maka beragamalah dengan akal, janganlah kalian mengikatnya dalam keimanan buta.

Tuhanmu menganugerahkan akal bagi manusia agar mereka berfikir dan mampu mengembangkan peradaban manusia menjadi lebih baik.

Agama bertujuan untuk membebaskan umat manusia dari kebodohan dan kemiskinan, bukan menjadikannya budak-budak keagamaan yang beribadah tanpa henti pagi, siang dan malam, namun tidak mengetahui tujuan utama dibalik peribadatan.

Ayat. 656

Maka kembalikanlah ajaran nabi mu kejalan yang lurus, sebuah ajaran yang penuh kedamaian dan cinta kasih.

Tinggalkanlah ajaran yang sekiranya membawa  permusuhan dan perpecahan diantara umat beragama.

Ayat. 657

Temuilah rohaniawan-rohaniawan ditengah-tengah kalian, yang ajarannya penuh hikmah dan membawa damai.

Belajarlah dari alam raya ini, ambilah hikmah yang ada didalamnya sekalipun derajatnya lebih rendah darimu semisal hewan-hewan.

Ayat. 658

Belajarlah dari hikayat Sulaiman, yang mengambil perumpamaan-perumpamaan dari hewan-hewan lalu mengajarkan manusia menuju jalan kebaikan.

Bukankah adanya alam ini merupakan pembelajaran bagi kalian, jika kalian memang makhluk yang berfikir.

Ayat. 659

Maka hancurlah (peradaban) bangsa kalian oleh sebab tangan kalian sendiri.

Tuhanmu tidak menjatuhkan sebuah bangsa dalam kehancuran melainkan sebab dari tangan mereka sendiri.

Ayat. 660

Lantas mengapa kalian tidak bersyukur dan menjauh dari nilai-nilai ajaran para nabi?.

Bukankah telah datang ajaran dari Tuhanmu?. Mengapa kalian masih saja buta?, Mengapa kalian mencari lilin sedang matahari masih bersinar terang?.

Ayat. 661

Agama, tahukah kalian agama itu?. Sebuah tata nilai agar manusia tidak membuat kerusakan diantara manusia lainnya.

Yang baik kelak darinya dijanjikan surga, sebaliknya yang memalingkan muka akan mendapatkan neraka.

Semua agama menyatakan ajarannya yang paling benar dan paling diterima oleh Tuhanmu.

Mereka saling hidup berkelompok,saling sesat menyesatkan dan saling membunuh mengatasnamakan Tuhan.

Tidakkah kalian pernah renungi, patut kah Tuhanmu yang Maha Kasih lagi Maha Penyayang tanpa membedakan, namun mengkotakkan manusia dalam sekat agama dan kepercayaan?.

Ayat. 662

Bukankah kalian satu umat Tuhan, sekalipun kalian tidak beragama dan tidak mempercayaiNya?.

Maka datanglah kalian pada Ku wahai para pendosa, orang beriman dan orang tak percaya.

Kenalilah Aku Tuhanmu yang Maha Kasih tanpa membedakan.

Ayat. 663

Reguklah air dari telaga kebijaksanaan Ku. Raihlah pencerahan bathin.

Jadilah manusia yang merdeka, jadilah manusia yang menerangi jiwa lainnya.

Ayat. 664

Wahai para rohaniawan, janganlah kalian menyesatkan umat dibalik jubah kebesaran mu.

Sesungguhnya tidak ada hikmah keluar dari mulut kalian selain sumpah serapah.

Kemudian hasutan kalian didengar oleh sekelompok orang bodoh, maka hancurlah martabat agama mu sebab ulah kalian sendiri.

Ayat. 665

Jika kalian ragu terhadap kebenaran Kitab Semesta, maka bacalah secara bersamaan dengan kitab yang kalian yakini kebenarannya, maka terguncanglah keimanan kalian.

Maka kalian mulai membaca kitab-kitab itu dan mulai menyelidiki kebenarannya.

Ayat. 666

Katakanlah Kitab Semesta bukanlah agama baru, sebab Aku tidak ingin ada pertumpahan darah diantara kalian yang disebabkan oleh agama.

Kitab Semesta adalah Kitab Terbuka bagi seluruh umat tanpa membedakan agama dan kepercayaan.

Ikutilah jalan para nabi yakni sebuah jalan yang lurus, jalan tauhid yang membawamu padaNya.

Hindarilah tipu daya iblis yang menyesatkan kebanyakan manusia.

Ayat. 667

Maka hindarilah perselisihan diantara kalian sebab Kitab Semesta dan pintu kenabian, sebab ia tidak butuh pengakuan terlebih sanjung puji. 

Berbagi ilmu dan memupuk persaudaraan diantara para umat adalah lebih baik baginya, sebab ia merupakan bagian dari masyarakat mu juga yang tak luput dari dosa di masa lalu.

Maka turunlah Rahmat dari Tuhanmu sesungguhnya Dia maha pengampun lagi maha penyayang.

Ayat. 668

Hadirkanlah cahaya dari Tuhan mu lalu masukkanlah dalam dadamu.

Lalu berikanlah pengajaran bagi manusia lainnya.

Jadilah suluh yang menerangi jiwa lainnya.

Sebab Akulah yang memiliki Kuasa untuk mengajarkan kepada manusia, ayat-ayat Ku yang akan berbicara dengan manusia dan menggetarkan jiwa-jiwa mereka.

Ayat. 669

Aku berkuasa atas jiwa-jiwa dan memberikan nya cahaya petunjuk tanpa harus mengancamnya dengan berbagai siksa api neraka dan mengiming-imingi dengan surga.

Ayat. 670

Maka datanglah kepadaKu wahai jiwa yang tenang. Berserah dirilah, hidup dan mati mu hanya milik Allah semata.

Ayat. 671

Wahai manusia, engkau adalah jagad semesta itu sendiri, tubuh mu merupakan semesta mikro yang tak terhitung banyaknya, mereka saling menciptakan mata rantai kehidupan, hingga suatu saat nanti kiamat menghampiri jagad dirimu yaitu kematian.

Saat engkau melihat keluar, maka kalian akan menyaksikan banyaknya planet-planet dan galaksi-galaksi semesta yang seolah tanpa batas dan semesta ini suatu saat akan menuju menuju hari akhirnya yaitu kiamat.

Maka berpikirlah barang sejenak bahwa kalian saling terkait dalam energi Semesta, kalian bagian dari semesta itu sendiri.

Ayat. 672

Air adalah cerminan dari dirimu , air memiliki kisahnya sendiri.

Kalian memerlukan jernihnya air untuk hidup, namun mengembalikan ke alam dengan wujud yang mematikan sumber kehidupan itu sendiri. 

Ayat. 673

Hentikan segala keserakahan, ambilah seperlunya dari alam, biarlah alam berkembang menurut ketentuan Nya, untuk kehidupan anak keturunan mu di masa mendatang.

Ayat. 674

Bumi, air, tanah dan udara , manusia, hewan dan tumbuhan, segala sesuatu yang ada diatas dan dibawahnya adalah mata rantai yang saling terkait.

Ketika ketidakseimbangan terjadi, maka sesungguhnya kalian menuju kepada kepunahan massal, kepunahan yang terjadi kepada moyang-moyang sebelum kamu.

Ayat. 675

Hari ini kalian bisa memakan daging dan sayuran, bisa jadi generasi mendatang hanya memakan butiran obat, yang memiliki cita rasa makanan yang pernah ada di bumi.

Hari ini kalian bisa bernafas dengan bebasnya, suatu saat bisa jadi manusia bernafas melalui kantung-kantung pernafasan.

Ayat. 676

Hari ini kalian bisa bebas berenang di pantai dan sungai, kelak kalian hanya bisa menikmatinya dalam tangki dan kolam-kolam buatan.

Ayat. 677

Kehidupan ini suatu saat akan segera menyusut dan berakhir, semua tinggal cerita, keturunan mu hanya bisa melihatnya melalui cerita dan kisah-kisah yang terekam dalam sebuah cakram, namun tidak lagi dapat merasakan.

Semesta kelak akan mendaur ulang kehidupannya lagi, dari tak ada menjadi sesuatu yang ada, begitulah anugerah dari Tuhanmu, bahwa kehidupan itu adalah bentuk cinta Tuhanmu kepada makhluk-makhlukNya.

Ayat. 678

Wahai manusia jika kemajuan kalian anggap sebagai bentuk peradaban yang penuh dengan bangunan tegak menjulang- maka pikirkanlah lagi, tidakkah kalian mengambil pelajaran dari menara dan bangsa Babel?.

Setiap jengkal tanah yang ada di bumi, adalah hak bersama seluruh makhluk, lantas mengapa kalian membangunnya tanpa sisa dengan penuh keserakahan?.

Ayat. 679

Bukankah hutan adalah perisai kehidupan mu dan anak keturunan mu ? . Bukankah keragaman yang ada padanya adalah jantung kehidupan itu sendiri?.

Kalian habisi semua yang ada di alam, demi ambisi dan keserakahan yang  sesungguhnya kalian tanpa sadar telah membunuh cerita alam selama jutaan tahun dan perlahan secara sukarela membawa peradaban mu pada jurang kepunahan.

Ayat. 680

Sesuatu yang tak terlihat membuat bumi lumpuh, berilah nafas bagi bumi barang sejenak.

Perbaikilah kerusakan yang ada, ubahlah konsep kehidupan mu, peradaban maju tidak harus menjadi serakah dan menghabiskan isi bumi tanpa sisa.

Ayat. 681

Dan lihatlah sekumpulan jemaat yang sedang berkerumun, ditengah pandemi.

Bukankah kemashalatan umat harus lebih diutamakan dibanding kepentingan pribadi dan kelompok ?.

Mengapa kalian begitu besar kepala dan susah di atur?. Begitukah ajaran yang kalian terima dari para nabi-nabi?.

Hikmah apa yang telah kalian dapatkan dari ajaran-ajaran alim ulama yang telah hadir ditengah kalian?, apa yang kalian dapatkan dari kitab-kitab kalian?.

Sesungguhnya kalian merupakan Jamaat yang hidup dalam keimanan buta.

Kalian ikuti tindak tanduk ulama-ulama kalian, tanpa sedikitpun mencurigai ataupun waspada terhadap ajaran dan seruannya.

Sesungguhnya ulama tersebut tidaklah berjuang mengatasnamakan umat, melainkan kepentingan pribadinya semata.

Kalian wahai umat hanya menjadi tameng dan ditendang sana kemari demi ambisi pribadi dan kekuasaan.

Ayat. 682

Kembalilah menuju kuil jiwamu yang sejati. Dimana disana terdapat mutiara hikmat yang menunggu untuk digali.

Tinggalkanlah majelis-majelis yang berisi caci maki, sebab kalian akan mendapat kesia-siaan, maka menyepi dan temukanlah Dia dalam dirimu.

Ayat. 683

Putihkanlah jiwamu bukan sekedar tampilan  jubah kebesaran mu. Sebab penampilan luar bisa menipu, namun beningnya hati adalah tempat dimana Nur Ilahi bersemayam.

Ayat. 684

Wahai jamaah lihatlah istana pemimpin besar mu, yang dibangun dari keringat dan air mata mu sendiri.

Kalian penuhi kotak-kotak amal mereka, namun yang kalian dapatkan hanya berupa caci maki tanpa sedikitpun pencerahan.

Ayat. 685

Jadilah jamaah yang waspada terhadap orang-orang yang mengaku alim ulama ditengah kamu.

Bisa jadi mereka hanya mengaku-ngaku sebagai ulama dan keturunan dari para nabi, padahal ilmu yang mereka miliki belumlah sepadan dengan gelar yang mereka terima.

Ayat. 686

Lihatlah tingkah polah mereka, apakah mencerminkan manusia-manusia yang telah tercerahkan?. 

Bukan!, bisa jadi sebagian dari mereka hanyalah sekumpulan budak-budak keagamaan.

Ibadah mereka hanya menghasilkan peluh tanpa sedikitpun keridhoan dari sisi Tuhanmu.

Ayat. 687

Mereka yang ada di bahu jalan yang setiap detak nafasnya selalu mengingatKu, bisa jadi derajat keimanannya lebih tinggi, dibanding mereka-mereka para kaum berjubah yang merasa derajat keimanannya lebih tinggi dari manusia lainnya.

Ayat. 688

Wahai umat, kalian bagai sekelompok anak domba yang bersiap untuk diterkam para serigala. 

Kalian serahkan hidup dan jiwa kalian kepada ulama-ulama yang kalian kultuskan.

Ketahuilah bahwa mereka tetaplah manusia biasa yang tak luput dari dosa, mengapa kalian memperlakukannya laksana dewa?.

Ayat. 689

Bergantunglah pada Allah semata, jangan jadikan manusia sebagai sandaran dan panutan hidup, sebab suatu saat mereka akan mengecewakan mu dan menjadi musuh bagimu.

Ayat. 690

Dan bagimu yang diberikan kepercayaan oleh umat, jagalah amanah tersebut. Janganlah kalian memanfaatkan dari keluguan umat dan mencari keuntungan darinya.

Sebab pencerahan dari Tuhanmu itu gratis, siapapun bisa meraihnya tanpa harus melalui  perantara.

Ayat. 691

Jagalah nama baik agama dan ajaran nabi-nabi mu. Janganlah bertindak gegabah dan berlebihan, jagalah lisan karena yang keluar darinya, merupakan cermin dari dalamnya nilai spiritual.

Ayat. 692

Dan janganlah kau berbesar hati karena engkau dielu-elukan oleh pendukung mu. Sebab Allah menutup aib-aib mu, jika saja mereka mengetahui apa-apa yang kalian sembunyikan, sesungguhnya mereka akan berpaling dari mu.

Ayat. 693

Para rohaniawan adalah cermin dari agama, jika ingin mengetahui kualitas dari Jamaat maka lihatlah ajaran para rohaniawan tersebut.

Jika yang didengar dari mereka berisi ujaran kebencian dan caci maki, maka akan menghasilkan jamaah yang suka berbuat onar dan kerusakan, jika yang didengar dari mereka sebuah perumpamaan-perumpamaan bijak, maka umat yang akan dihasilkan darinya; merupakan umat yang memiliki sifat welas asih terhadap sesama, sekalipun beda agama dan kepercayaan.

Ayat. 694

Dari sekian banyaknya pilihan rohaniawan, pilihlah yang sekiranya ajarannya meneduhkan dan memberikan pencerahan bagi umat yang mengikutinya.

Ayat. 695

Jadilah umat yang cerdas, jangan jadi umat yang bodoh yang mudah di hasut dan dimanfaatkan oleh mereka-mereka yang memiliki kepentingan.

Ayat. 696

Dan kalian bertanya apakah Kitab Semesta itu, bagaimana bermula?.

Semua berawal dari Dia yang mengawasi, Wujud Maha Tinggi Yang Melihat dunia laksana melihat kolam kecil. 

Dia mengukir langit dengan tatapan indah namun tajam.

Sebuah penglihatan yang membuatnya takjub.

Wujud yang nyaris  membuat jantungnya berhenti berdetak, sebagian kecil dariNya hadir  dibalik tabir.

Maka sang jiwa menjadi luluh lantak, sujud jatuh ketanah.

Ayat. 697

Lalu engkau ingkari penglihatan-penglihatan itu dan menganggapnya kebetulan saja. Dan kami perlihatkan lagi penglihatan-penglihatan itu, dan terperanjatlah engkau dalam ketakjuban dan kau mengimaninya bahwa inilah Aku, Allah  Tuhanmu, Tuhan Semesta Alam.

Ayat. 698

Lalu kau jatuh dalam dosa, lalu engkau bertobat, maka turunlah karunia Allah kepada mu.

Maka berilah peringatan dan kabar baik kepada seluruh manusia.

Ayat. 699

Bukankah engkau pernah memasuki reruntuhan dan berdoa dari Ruang Yang Maha Kudus Yerusalem ?. 

Bukankah engkau pernah berdoa didepan Ka’bah?. 

Tiga ajaran besar berkumpul disini dan kau mendapat anugerah itu, Ruang Maha Kudus telah memberikan Ilham padamu untuk menulis pesan-pesan Illah mu.

Maka rangkullah ketiga warisan Ibrahim itu dan berbagai macam penghayat kepercayaan.

Ayat. 700

Satukanlah mereka sebab mereka satu umat Allah.

Ayat. 701

Lalu engkau berdoa, Ya Allah bimbinglah aku agar selalu di jalan yang engkau ridhoi, sesungguhnya aku makhluk yang lemah, yang mudah jatuh kedalam dosa.

Berilah aku berbagai tanda bahwa ini tanda-tanda dari Mu, bukan dari tipu daya iblis.

Ayat. 702

Maka kami perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami dilangit untuk beberapa waktu kedepan, agar manusia menjadi bertanya-tanya, apakah gerangan yang terjadi, fenomena apakah ini?.

Ayat. 703

Maka bersyukurlah atas karunia Allah yang telah diberikan padamu, diamlah sejenak, biarkan ayat-ayat kami yang bekerja mengguncang kesombongan iman mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *