Ketika perang dunia mengakibatkan kehancuran maha dasyat bagi kehidupan di bumi, beberapa penyintas yang selamat berhasil membangun koloni di luar angkasa.

Sisa-sisa peninggalan warisan intelektual kehidupan di bumi, seperti filsafat,agama dan sains sebagian masih dapat terselamatkan dalam sebuah perpustakaan digital stasiun ruang angkasa.

Takkala milyaran manusia musnah, akibat perang nuklir dan wabah penyakit, kenangan akan peradaban manusia akan tetap hidup di hati para penghuni stasiun ruang angkasa.

Dalam kehampaan mereka masih membaca berbagai macam kitab suci,walaupun sudah tidak lagi yang mempraktekkan ritual agama.

Kisah ini menceritakan tentang kitab universal terakhir yang pernah tercatat dan di anggap suci oleh sebagian orang dan menjadi kepercayaan/agama terakhir yang pernah lahir dalam sebuah peradaban manusia…

Seorang filsuf dari Jawa menciptakan tatanan dunia baru dengan etik dan konsep yang bersifat universal, konsep yang sebenarnya bukan sebuah agama,melainkan sebuah jalan hidup…

Inilah kisahnya…

_____&&&&&&&___

Kitab semesta

Ketika engkau membaca sebuah kitab suci, Tuhan seolah berhenti berbicara kepada umatnya pada ayat terakhir.

Namun ada sebuah kitab yang tak pernah ada habis-habisnya untuk dibaca , seolah Tuhan hendak selalu berdialog dengan kita, sebuah samudra ilmu tanpa batas. Itulah kitab semesta.

Sebuah kitab universal yang mengajarkan hikmah kepada manusia yang beriman, belum ataupun yang tak beriman.

Ayat. 1

Awal mulanya alam semesta tercipta dari ketiadaan.

Hanya Dialah segala wujud keberadaan, kemudian Ia menciptakan mahluk segenap isinya sebagai bentuk persaksian.

Diciptakanlah semesta dalam beberapa masa,kemudian Dia tiupkan ruh ilahiah ke segala penjuru semesta.

Maka jadilah semesta yang tampak tak terbatas yang sesungguhnya berbatas,karena Tuhanmulah yang tak berbatas

Ayat. 2
Kemudian Tuhanmu menciptakan berbagai makhluk untuk menggenapi ciptaanNya, dibuatlah olehNya pasangan-pasangan agar mereka bisa berkembang biak.

Di tumbuhkannya berbagai jenis macam tumbuhan agar mereka dapat hidup darinya.

Sesungguhnya TuhanMu Maha pemberi Rizky dan Rahmat.

Ayat.3

Takkala mereka semakin banyak, maka kami sebarkan mereka ke segala penjuru , hiduplah mereka secara berkelompok hingga mereka menjadi sebuah bangsa.

Diantara bangsa itu menjajah bangsa lainnya,sebagian hidup berdampingan.

Lalu kami utus ketengah kaum itu nabi-nabi kami, agar mereka tetap mengenal TuhanNya.

Demikianlah kasih sayang TuhanMu yang selalu mengawalmu dari awal hingga akhir kehidupan.

Ayat. 4

Dalam perjalanan masa , kalian kembali dalam kerusakan,maka kami hancurkan kota-kotamu dengan berbagai bencana, penyakit dan kelaparan.

Kemudian sebagian dari kalian berkata, ini ujian dari Tuhan karena kita telah berpaling.

Kemudian kalian datangi orang-orang alim di tengah kalian, namun kalian tetap dalam kesesatan yang nyata.

Namun dengan kasihnya ,Dia tetap merawat umatnya dan memberinya keberkahan hidup.

Sesungguhnya TuhanMu Maha Pemurah lagi maha Penyayang.

Ayat. 5

Telah datang kepadamu berbagai kitab suci untuk memberikan petunjuk, namun semua seolah tanpa makna bagimu, karena sejatinya jiwamu mati.

Pelajarilah kitab kehidupan di alam ini,karena telah Ku hamparkan pengetahuan untuk kalian semua,baik yang beriman ataupun yang belum beriman.

Sesungguhnya telah datang kepadamu semua pengetahuan ada dalam semesta ini,namun kalian buta.

Ayat. 6

Sesungguhnya dalam kitab suci Tuhan terdapat obat, yakni penyembuh bagi hati yang hampa.

Didalamnya terdapat kandung hikmah yang bisa menyegarkan dahaga bahthin.

Bacalah kitab sembari mempelajari nya, lalu jalankan lah dalam kehidupanmu.

Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pemberi Petunjuk bagi yang di kehendakinya.

Ayat. 7

Celakalah orang-orang yang membaca kitab siang dan malam, namun tidak mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Mereka seperti manusia tanpa jiwa, menjadikan ayat-ayat Tuhan laksana mantra.

Hidupkanlah ayat-ayat Tuhanmu dalam kehidupan keseharian mu, sehingga Rahmat Tuhan tercurah bagimu.

Ayat. 8

Jangan jadikan kitab sucimu laksana buku-buku berdebu tanpa makna.

Kaji lah dan pelajarilah,lalu hidupkanlah kata-kata itu.

Endapkan lah dalam jiwamu, satukanlah dalam segala gerak langkahmu.

Kitab semesta adalah merupakan kitab Tuhan bukan sekedar di hafal dan dibaca, semua menjadi berarti ketika kau menjalankannya dalam kehidupan.

Ayat. 9

Manusia adalah tempatnya lupa dan alfa. Janganlah engkau merasa sesuatu hal datangnya dari yang Kuasa,bisa jadi itu adalah bisikan setan.

Berdoalah minta perlindungan dan petunjuk dariNya, semoga engkau dalam golongan hamba-hamba yang beruntung.

Ayat. 10

Akan datang di suatu zaman, dengan lahirnya nabi-nabi palsu dengan membawa firman-nya yang mempesona, kelak ia akan memiliki jamaah yang banyak laksana semut di hutan,mereka mengikuti kemanapun ia pergi,sesungguh mereka dalam kesesatan yang nyata, hanya Tuhanmulah tempat mu kembali ,tempat pemberi petunjuk.

Ayat. 11

Sesungguhnya para nabi adalah orang yang mendapatkan petunjuk, darinya engkau akan mendapatkan hikmah dalam menyingkapi rahasia kehidupan.

Ikutilah ia dan sayangilah dia, laksana penduduk langit yang menyeru dan memuji namanya hingga menjelang terbitnya matahari.

Ayat. 12

Sesungguhnya kami akan memberi petujuk bagi orang-orang yg di kehendakinya, mereka sesungguhnya kelak mendapat jalan yang berliku-liku,lagi sukar ,hingga mereka kembali pada jalan yang lurus, jalan yang kami ridhoi.

Ayat. 13

Janganlah kalian menggunjingkan sang nabi dibelakangnya, sesungguhnya ia di lindungi oleh syafaat dan dijaga oleh para malaikat.

Ia mengetahui apa-apa yang tersembunyi di hati kalian, karena sesungguhnya ia adalah mahkluk pilihan,atas ijinNya ia dapat membaca pikiranmu dan bermukzijat atas ijin Tuhanmu.

Taat dan ikutilah petunjuknya,karena ia adalah sinar bagi manusia seru sekalian alam.

Ayat. 14

Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui apa-apa di dalam bathinmu, hatimu berkata iman,namun sesungguhnya engkau sedang mengolok-olok sang nabi.

Celakalah engkau, hatimu keras laksana batu, tiada yang dapat memberimu petunjuk, sesungguhnya engkau makhluk yang merugi.

Ayat. 15

Dalam api neraka yang menyala-nyala engkau berteriak bertobat, sesungguhnya terlambat, tiada lagi yang dapat membantu mu selain amal baikmu sendiri.

Sesungguhnya makhluk surga di hari ini sangatlah berbahagia, mereka mendapatkan semua yang mereka inginkan Semasa didunia. Mereka adalah seberuntung-beruntungnya makhluk.

Ayat. 16

Sesungguhnya alim ulama lidahnya lebih berbahaya di banding umat biasa, karena ia menjadi tuntunan dan teladan hidup. Celakalah mereka-mereka yang menggunakan ayat dan menjual untuk hawa nafsunya.

Ayat. 17

Sudah suratan takdir apabila Tuhanmu menunjuk sebuah nabi ditengah-tengah kaummu, agar kamu kembali ke jalanNya.

Taubatlah, jangan lagi kalian berbuat maksiat, sesungguhnya Rahmat dan ampunan TuhanMu sangat luas.

Jangan pernah berkecil hati,sekalipun dosamu sebear gunung, Tuhanmu akan mengampuni mu seandainya engkau bertobat

Sesungguhnya Dia adalah maha pengampun lagi maha penyayang.

Ayat. 18

Ketika Tuhanmu menurunkan seorang rasul dan nabi ketengah kalian, berarti bangsamu telah dalam kerusakan yang nyata.

Namun diantara kalian ada yang menolaknya, menghakimi dan mencoba membunuhnya.

Sesungguhnya kami telah menjaga dirinya dari orang yang aniaya, semesta akan menjaganya ,karena siapa yang berani melawan nya berarti melawan kekuatan Tuhan.

Ayat. 19

Sesungguhnya orang-orang yang tak beriman dalam keragu-raguan. Sampai kapanpun mereka tidak akan beriman ,sampai ajal menjemputnya.

Sesungguhnya amalnya tidak akan ada manfaatnya jikalau ia tak beriman.

Demikianlah Tuhanmu memberikan pembeda antara orang yang beriman dan orang yang tak beriman.

Ayat. 20

Bersenandunglah memuji nama Tuhanmu dengan tetabuhan , sucikanlah namaNya hingga fajar menjelang.

Sesungguhnya malaikat Tuhan sedang mendoakanmu, dan merahmati sepanjang harimu.

Berbahagialah manusia yang bisa berdoa dengan bahasa jiwanya, melantunkan syair keindahan untuk memuji namaNya.

Sesungguhnya ia merupakan orang-orang yang beruntung,mereka berada dalam surga yang tertinggi sejajar dengan para nabi.

Ayat. 21

Sucikanlah tanganmu sebelum engkau memanjatkan doa.

Sesungguhnya dengan kesucian jiwalah , yang dapat mengantarkan doa sampai kepadaNya.

Janganlah kau gunakan tanganmu untuk hal yang sia-sia.

Sesungguhnya Tuhanmu tidak menyukai orang yang melampaui batas.

Berbagilah dengan sesama melalui tanganmu,karena tanganmu merupakan tangan Tuhan yang menghidupi sekalian alam.

Ayat. 22

Sesungguhnya nabimu adalah pemimpin sekalian alam.

Ditangan lah kekuasaan Tuhan di wakilinya.

Dibalik gubuk kebesaran Nya dia menaungi manusia dengan curahan rahmatNya.

Ayat. 23

Gigitlah iman dengan gerahammu , cengkramlah yang kuat hingga ajal menjelang.

Sesungguhnya keimanan adalah puncak dari segala pencapaian.

Bertauhidlah secara murni, karena sesungguhNya Dia tak ingin dipersekutukan dan disamakan dengan makhluk ciptaanNya.

Ayat. 24

Kumpulkanlah amalan baikmu sepanjang hidupmu yang akan menjadi bekal saat engkau meninggal.

Amalanmu akan menjadi angin penyejuk dan cahaya penerang alam kuburmu.

Beruntunglah engkau yang sepanjang hidupnya senatiasa mengingat akhirat, sesungguhnya akhirat adalah tempat yang abadi,tempat kamu kembali.

Ayat. 25

Sesungguhnya setiap insan memiliki unsur kenabian namun ia tak pernah menyadarinya.

Beruntunglah ia yang dengan mata hatinya bisa melihat kedalaman jiwa.

Tak setiap insan memiliki keistimewaan tersebut, jangan tergantung pada makhluk hanya kepadaNyalah segala sumber pengetahuan dan hikmah.

Ayat. 26

Bacalah bahasa semesta dengan segenap hati dan jiwamu..

Jangan tergesa-gesa jika engkau sedang membaca hikmah,karena ia merupakan mutiara jiwa yang di gali dari samudera hati.

Ayat. 27

Malaikat adalah makhluk ghaib yang mengawal kemana engkau pergi, ia membawa keberkahan hidup dan membawamu pada keberuntungan.

Setiap manusia memiliki sosok malaikatnya sendiri yakni amalan baiknya.

Ayat. 28

Jadikanlah jiwamu wadah luas, yang mampu menampung hikmah kehidupan, renungkan dan jalanilah dalam kehidupan mu.

Ayat. 29

Sesungguhnya di dalam jiwa yang bersih bersemayam ruh ilahiah yang senantiasa berbicara melalui bahasa kalbu.

Setiap Gerak langkahmu, merupakan ibadah, karena sejatinya engkau telah membawa kemanapun Dia pergi.

Ayat. 30

Jangan kau sentuh minuman yang memabukkan, sesungguhnya hilangnya akal merupakan kehilangan keilahian dalam dirimu.

Tetaplah bersih dan sucikan jiwamu dari hal-hal yang memabukkan.

Ayat. 31

Janganlah kalian menjadi budak-budak keagamaan, carilah pencerahan bathin.

Sesungguhnya Sang Maha Wujud tidak meminta untuk selalu di sembah, ibadahmu merupakan makanan jiwamu.

Ayat. 32

Ketika engkau bertanya siapakah namaMu Tuhan?.

Aku adalah Aku, begitulah TuhanMu memperkenalkan diri kepada Musa.

Namun kalian memberiku berbagai nama sebutan dan mejadikan ku berhala-berhala.

Ketahuilah sesungguhNya TuhanMu , tak dapat terbayangkan begitulah kebesaranNya meliputi segala sesuatu.

Ayat. 33

Beragama itu baik, namun Aku sejatinya tidak pernah mendirikan agama.

Manusialah yang mendirikan agama agar menjadi pembeda dan penanda.

Atas nama TuhanMu kalian saling membunuh, tidakkah kau lihat cara TuhanMu mengasihi makhluknya tanpa pilih kasih.

DiberiNya Rahmat dan kasih sayangNya pada seluruh makhluk karena begitulah cara dia bekerja.

Ayat. 34

Dan sebagian imam menjadikan rumah-rumah Tuhan sebagai mata pencariannya, mereka menggunakan ayat-ayat Tuhan untuk memperbudak jemaatnya.

Ayat. 35

Mereka kumpulkan harta benda dari rumah-rumah Tuhan, namun membiarkan umatNya hidup dalam kelaparan dan kemiskinan.

Sejatinya TuhanMu tidak memerlukan kuil-kuil tempat pemujaan , dibawah langit kekuasaaNya yang adil dan Maha Kasih itulah kuil kebesaranNya.

Ayat. 36

TuhanMu menguasai berbagai macam bahasa, karena Dia Wujud keindahan asal mula segala bahasa yang pernah tercipta, berdoalah dengan bahasa yang kau ketahui dengan segenap hati dan jiwamu.

Ayat. 37

Lihatlah semesta, langit , darat dan laut dan segala hukum-hukum ketetapan yang menaungi alam semesta raya, merupakan perumpamaan ayat-ayat Tuhan yang sejati ,tak pernah bisa dipalsukan.

Ayat. 38
Ada ataupun tidak, kitab suci kepada mu, sesungguhnya engkau tetap akan berpaling.

Ayat. 39

Beruntunglah manusia yang bisa menerima kebenaran dengan mata hatinya.

Karena sesungguhnya hidayah datang kepada manusia yang siap menerimanya.

Ayat. 40

Jangan kalian saling membunuh dan menyakiti makhluk lainnya, karena kehidupan itu berawal dari cinta, tanpa cinta tak pernah ada kehidupan…awalilah segalanya dengan cinta dan berakhir dengan cinta…

Ayat. 41

Bernyanyi lah dan bersenandunglah memuji kebesaran TuhanMu…karena TuhanMu mencintai keindahan, karena Dia menciptakan segala sesuatu dengan indah dan penuh perhitungan.

Ayat. 42

Telah datang pengetahuan kepadamu, dan hidayah, janganlah bingung… ikutlah jalan ini, sesungguhnya jalan ini adalah jalan yang lurus dan diridhoi.

Ayat. 43

Janganlah kau utamakan emosimu,jadilah bijak, peganglah pada tali Tuhan, jangan kau lepas agar kau tak terombang-ambing kepalsuan dunia. Mintalah petunjuk dariNya, sesungguhnya Dia maha pemberi petunjuk

Ayat. 44

Katakanlah kepada mereka, bahwa spiritualitas sebuah cara mengenal Tuhan ,laksana jiwa memaknai dan mengenal dirinya sendiri…

Sedang agama, mengenal Tuhan karena kesaksian umat melalui perantara dan organisasi ketuhanan.

Ayat. 45
Spritualitas adalah pencarian ke dalam, sedang agama melakukan penaklukan, mencari pengikut sebanyak-banyaknya agar terus bertahan , telah banyak agama-agama kuno moyangmu yang telah punah,karena kegagalan dalam menggerakkan dan mempertahankan agama, sedang ajaran cinta kasih akan terus kekal.

Ayat. 46

Ajarilah anak keturunanmu dengan ajaran cinta kasih. Karena dengan cinta kasihlah kelak akan menerangi gelapnya dunia, penyejuk bagi jiwa yang kering.

Ayat. 47

Bergantunglah hanya kepada Allah semata, karena Dia merupakan sebaik-baiknya penolong.

Tiada daya dan upaya selain atas ijinNya maka semua itu bisa terjadi.

Ayat. 48


Janganlah takut kepada selain Allah, TuhanMu. sesungguhnya iblis dan setan takut kepada hambaNya yang beriman dan beramal shaleh.

Takutlah jika kau tak dapat mengekang hawa nafsumu, sesungguhnya godaan terberat adalah melawan syahwat.

Belajarlah dari Adam dan hawa bagaimana mereka memakan buah pengetahuan di taman surga,kemudian mereka menjadi malu atas ketelanjangannya, mereka bukan lagi lembaran kertas putih, lalu terusirlah mereka dari surga.

Ayat. 49

Lihatlah bagaimana bulan dan matahari berbagi peran,tidak ada yang saling mendahuli dengan lainnya,karena baginya berbagi peran terang dan gelap adalah semata demi menjaga keseimbangan hidup.

Ayat. 50

Apalah artinya gelap jika tidak ada terang yang dapat menjelaskan dari masing-masing hakikat ,begitulah menjadi kehendak Tuhanmu, bahwa kejahatan dan kebaikan harus ada,karena darinya manusia bisa belajar, dan bisa memilih jalan yang akan ditempuh.

Ayat. 51

Jangan lelah meminta Rahmat dan kebaikan dari TuhanMu,sesungguhnya Dia yang maha pemberi, sekalipun dosa mu sebesar gunung, seluas lautan , sesungguhNya Ia maha pengasih dan penyayang lagi tanpa membedakan.
.Begitulah cara Tuhan bekerja dengan cara yang tak terduga dan tak terpikirkan akal, semua bisa terwujud jika engkau percaya akan kuasaNya.

Ayat. 52

Janganlah kau membusungkan dada dan berlaku sombong, sesungguhnya kemahadayaan adalah milikNya .

Merendahlah, karena orang suci di masa lampau menjadi abadi karena mereka rela menjadi alas kaki bagi umat-umatnya.

Ayat. 53

Nabi dan rasul dikenang abadi karena ia rela berkorban dan rela menjadi pijakan bagi umatnya.

Ayat. 54

Ingatlah kaum nabi Luth yang kami musnahkan dalam sekejap, sesungguhnya mereka dalam kesesatan yang nyata.

Diharamkan bagi kalian melakukan hubungan sejenis karena hal tersebut melanggar fitrah ilahi.

Adapun bagi mereka yang belum tobat, nasehati lah,namun jangan kau hardik atau kau siksa mereka, karena sesungguhnya TuhanMu Maha Pengasih lagi maha Penyayang.

Bimbinglah mereka ke jalan yang benar, jika mereka tetap tak mau berubah, biarlah urusannya berada dalam ketetapanKu.

Janganlah menjadi tuhan kecil bagi manusia lainnya.

Cukuplah perhitungan amal baik kalian berada padaKu.

Sesungguhnya Tuhanmulah sebaik-baiknya pengadil.

Yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Ayat. 55

Janganlah kau tumpahkan darah saudaramu dengan dalih membela Tuhan dan agamaMu.

Sesungguhnya Aku maha segalaNya, yang tak perlu di bela oleh makhluk lemah sepertimu.

Jadilah makhluk yang beguna bagi sesama, saling mengasihi dan mencintai.

Begitulah cara TuhanMu mengasihi makhluknya , tanpa membedakan-bedakan.

Begitulah Tuhan bekerja dan ikutilah bagaimana Dia Mengasihi.

Maha suci Tuhan, dengan segala kasih dan sayang Nya.

Ayat. 56

Janganlah kalian memperbudak manusia atas manusia, tidakkah kalian lihat dan mengambil pelajaran bagaimana kami menyelamatkan Bani Israel dari kejaran bala pasukan Firaun.

Atas kuasa Tuhan melalui Musa, maka terbelahlah lautan, selamatlah kalian sampai di sisi seberang.

Ayat. 57

Namun kalian tetap tak bersyukur, dan menuntut banyak kepada Musa, bahkan kalian berbuat kerusakan, membuat berhala berbentuk lembu untuk pemujaan.

Ayat. 58

Taati dan ikuti 10 perintah Tuhan, sesungguhnya hal itu merupakan perjanjian moyang mu dengan TuhanNya, yang berlaku hingga hari akhir .

Janganlah kau ikuti ajaran menyimpang yang membatalkan hukum-hukum yang berasal dari Ilahi.

Karena hukum Tuhan ada untuk membimbing umat manusia dalam kebaikan.

Ayat. 59

Pada suatu masa semesta dan segala isinya akan memiliki tenggat dan waktunya.

Ketika kiamat tiba, sistem tata surya menjadi tak beraturan, gunung melepaskan magmanya, air laut menggulung begitu tingginya, gempa terjadi dimana-mana, langit menjadi gelap, kilat menyambar-nyambar.

Manusia saling berteriak menyebut dan meminta pertolongan pada TuhanNya.

Tak ada satupun yang tersisa semua binasa.

Apa yang tersisa dari tempatmu berpijak selain kebesaranNya?.

Dimanakah seisi dunia yang dahulu kau banggakan, dan kau kejar?.

Beruntunglah manusia yang beramal saleh dan selalu mengingat TuhanNya.

Ayat. 60

Makanlah makanan yang halal, karena dari makanan yang baik, kelak menciptakan generasi yang baik.

Bersunatlah, karena ajaran tersebut merupakan perjanjian moyangmu dengan TuhanNya sebagai perjanjian tauhid.

Ayat. 61

Cintailah budayamu, jangan meniru bangsa lain. Karena Tuhanmu menciptakan tiap bangsa dan bahasa dengan beragam jenis yang berbeda, agar kalian saling mengenal.

Jadilah berbagai bangsa,namun jadilah satu umat Tuhan.

Ayat. 62

Bersyukurlah dalam kondisi apapun , jangan merasa selalu dalam kekurangan.

Karena sebesar apapun rejeki yang di beri oleh Tuhanmu ,jika tak pernah bersyukur ,engkau akan terus merasa kurang.

Berbagilah dengan sesama,dari rejeki yang telah kau dapat,namun jangan pernah menceritakannya, karena lewat tangan kalianlah, Rejeki Tuhanmu menyebar ke segala penjuru semesta.

Ayat. 63

Bekerjalah dengan giat seolah engkau akan hidup seribu tahun lagi.Berbuat baiklahlah seolah engkau akan meninggal keesokan harinya.

Ayat. 64

Apabila terjadi sebuah bencana, maka bersabarlah.

Dengan adanya bencana sesungguhnya TuhanMu sedang menguji keimanan hamba-hambanya.

Dia hendak memilih hamba yang mana yang masih dekat dan yang makin menjauh.

Dengan rejeki yang lapangpun sesungguhnya TuhanMu memberi ujian hidup.

Selalu ada hikmah dibalik setiap bencana dan kenikmatan hidup.

Bersyukurlah atas segala sesuatu yang telah di takdirkan Tuhan atasmu, baik hal lapang maupun sempit.

Ayat. 65

Hormatilah dan sayangi ibu bapakmu, karena ia telah mengandung dan menyapihmu dan merawat mu dalam beberapa masa.

Sayangilah kedua ibu bapakmu, laksana engkau menyayangi dirimu sendiri.

Janganlah kau abaikan mereka, ia yang mencintai orang tuanya dengan nilai-nilai cinta kasih, kelak menjadi contoh tauladan kehidupan bagi anak keturunannya.

Ayat. 66

Bersilaturahmi lah dengan kerabat dan tetanggamu.

Karena Silahturahmi itu mempererat persaudaraan,mendekatkan yang jauh dan mengakrabkan yang sudah dekat.

Jangan kau tercerai berai, belajarlah dari semut bagaimana mereka menjadi kokoh dan kuat sekalipun mereka kecil.

Ayat. 67

Berjuanglah dalam hidup hingga batas kemampuanmu, janganlah berputus asa dari Rahmat Tuhanmu.

Gapailah cita-citamu setinggi langit, jikalaupun kau gagal dan terjatuh , engkau telah berada di antara bintang-bintang.

Ayat. 68

Barangsiapa yang telah mampu untuk menikah,maka laksanakan lah jangan menunda-nunda.

Karena pernikahan menjaga kalian dari hal yang dimurkai Tuhanmu.

Dengan menikah engkau akan belajar saling berbagi, tidak ada lagi tentang aku atau kamu melainkan kita.

Menikah akan menjaga pandangan , menikah melanjutkan keturunan, semoga Tuhanmu memberi rahmat bagi mu dan keluarga yang kau bangun.

Ayat. 69

Gaulilah istri mu dengan baik.

Perlakukan lah dengan lemah lembut,hiasilah mahkota jiwanya dengan sentuhan dan ucapan yang baik.

Sesungguhnya pasanganmu adalah cerminan dirimu.

Ayat. 70

Jika terjadi perselisihan antar suami istri, damaikanlah mereka dalam tiga masa.

Setelah itu biarkan mereka saling introspeksi diri dalam 1 masa.

Ketika tidak ada lagi penyelesaian ,maka bercerailah, walau hal itu di benci oleh Tuhanmu.

Jika istri yang kau ceraikan memiliki anak, maka engkau wajib menafkahinya semampumu, hingga ia mampu hidup mandiri.

Jagalah silahturahmi dengan mereka, karena engkau berpisah dalam pernikahan bukan dalam persaudaraan.

Ayat. 71

Jika dalam pernikahan tersebut kalian memiliki harta bersama, maka bagian istrimu adalah sepertiga dari jumlah kekayaanmu, jika suami yang bekerja.

Jika istri yang bekerja, maka bagilah sepertiga kepada suami.

Jika keduanya bekerja,maka bagilah kekayaan kalian menjadi dua, secara adil dan merata.

Begitu juga dengan hak pengasuhan jika anak kalian genap,maka bagilah pada kedua belah pihak yang bercerai.

Jika anakmu tunggal, berilah pengasuhan kepada yang lebih mampu.

Ayat. 72

Pilihlah pemimpin yang jujur di hati dan di lidahnya.

Sesungguhnya menjadi pemimpin itu sebuah ujian yang kelak akan di minta pertanggung jawaban nya olehNya.

Janganlah engkau terperdaya oleh ucapan manis, sesungguhnya di balik itu ia kelak akan menikam laksana belati.

Pilihlah pemimpin yang apa adanya, tanpa topeng kepalsuan.

Ketika engkau mencari pemimpin,lalu mendapati diantara kelompoknya tiada yang pantas memimpin, maka diperbolehkan bagimu mengangkat pemimpin diluar kelompok mu.

Sesungguhnya Tuhanmu maha penyayang dan memberi petunjuk bagi makhluk-makhluknya

Jika dalam pemerintahan tersebut, imam mu, melanggar sumpah,tegurlah ia hingga tiga masa,Jika ia tetap dalam pendiriannya yang zalim, maka jatuhkanlah ia dalam kekuatan umat .

Sesungguhnya Tuhanmu tidak menyukai orang-orang yang zalim

Jika terjadi kekosongan pemerintahan, hendaklah kalian bermusyawarah, carilah pemimpin yang dituakan, sesungguhnya orang yang dituakan memiliki ilmu dan pengetahuan yang tak dimiliki oleh orang muda.

Namun jika diantara golongan mu terdapat pemuda cerdas, yang memiliki pandangan jauh kedepan,maka pilihlah dia.

Karena orang muda selangkah lebih unggul dari orang tua .
.demikianlah ketentuan Tuhanmu,semoga engkau selalu dalam petunjukNya.

Bersambung…

Tulisan ini akan terus di update hingga tanpa batas waktu..

Hartono Benny Hidayat
www.duniasastra.com

[/pl_text]
[/pl_col]
[/pl_row]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *