#Updateterakhir #536ayat #sastra #kitabsemesta #filsafat #agama #spiritualitas #sufi

Ketika perang dunia mengakibatkan kehancuran maha dasyat bagi kehidupan di bumi, beberapa penyintas yang selamat berhasil membangun koloni di luar angkasa.

Sisa-sisa peninggalan warisan intelektual kehidupan di bumi, seperti filsafat,agama dan sains sebagian masih dapat terselamatkan dalam sebuah perpustakaan digital stasiun ruang angkasa.

Takkala milyaran manusia musnah, akibat perang nuklir dan wabah penyakit, kenangan akan peradaban manusia akan tetap hidup di hati para penghuni stasiun ruang angkasa.

Dalam kehampaan mereka masih membaca berbagai macam kitab suci,walaupun sudah tidak lagi yang mempraktekkan ritual agama.

Kisah ini menceritakan tentang kitab universal terakhir yang pernah tercatat dan di anggap suci oleh sebagian orang dan menjadi kepercayaan/agama terakhir yang pernah lahir dalam sebuah peradaban manusia…

Seorang filsuf dari Jawa menciptakan tatanan dunia baru dengan etik dan konsep yang bersifat universal, konsep yang sebenarnya bukan sebuah agama,melainkan sebuah jalan hidup…

Inilah kisahnya…

_______________________________________________

Kitab semesta

Ketika engkau membaca sebuah kitab suci, Tuhan seolah berhenti berbicara kepada umatnya pada ayat terakhir.

Namun ada sebuah kitab yang tak pernah ada habis-habisnya untuk dibaca , seolah Tuhan hendak selalu berdialog dengan kita, sebuah samudra ilmu tanpa batas. Itulah kitab semesta.

Sebuah kitab universal yang mengajarkan hikmah kepada manusia yang beriman, belum ataupun yang tak beriman.

Ayat. 1

Awal mulanya alam semesta tercipta dari ketiadaan.

Hanya Dialah segala wujud keberadaan, kemudian Ia menciptakan mahluk segenap isinya sebagai bentuk persaksian.

Diciptakanlah semesta dalam beberapa masa,kemudian Dia tiupkan ruh ilahiah ke segala penjuru semesta.

Maka jadilah semesta yang tampak tak terbatas yang sesungguhnya berbatas,karena Tuhanmulah yang tak berbatas

Ayat. 2
Kemudian Tuhanmu menciptakan berbagai makhluk untuk menggenapi ciptaanNya, dibuatlah olehNya pasangan-pasangan agar mereka bisa berkembang biak.

Di tumbuhkannya berbagai jenis macam tumbuhan agar mereka dapat hidup darinya.

Sesungguhnya TuhanMu Maha pemberi Rizky dan Rahmat.

Ayat.3

Takkala mereka semakin banyak, maka kami sebarkan mereka ke segala penjuru , hiduplah mereka secara berkelompok hingga mereka menjadi sebuah bangsa.

Diantara bangsa itu menjajah bangsa lainnya,sebagian hidup berdampingan.

Lalu kami utus ketengah kaum itu nabi-nabi kami, agar mereka tetap mengenal TuhanNya.

Demikianlah kasih sayang TuhanMu yang selalu mengawalmu dari awal hingga akhir kehidupan.

Ayat. 4

Dalam perjalanan masa , kalian kembali dalam kerusakan,maka kami hancurkan kota-kotamu dengan berbagai bencana, penyakit dan kelaparan.

Kemudian sebagian dari kalian berkata, ini ujian dari Tuhan karena kita telah berpaling.

Kemudian kalian datangi orang-orang alim di tengah kalian, namun kalian tetap dalam kesesatan yang nyata.

Namun dengan kasihnya ,Dia tetap merawat umatnya dan memberinya keberkahan hidup.

Sesungguhnya TuhanMu Maha Pemurah lagi maha Penyayang.

Ayat. 5

Telah datang kepadamu berbagai kitab suci untuk memberikan petunjuk, namun semua seolah tanpa makna bagimu, karena sejatinya jiwamu mati.

Pelajarilah kitab kehidupan di alam ini,karena telah Ku hamparkan pengetahuan untuk kalian semua,baik yang beriman ataupun yang belum beriman.

Sesungguhnya telah datang kepadamu semua pengetahuan ada dalam semesta ini,namun kalian buta.

Ayat. 6

Sesungguhnya dalam kitab suci Tuhan terdapat obat, yakni penyembuh bagi hati yang hampa.

Didalamnya terdapat kandung hikmah yang bisa menyegarkan dahaga bahthin.

Bacalah kitab sembari mempelajari nya, lalu jalankan lah dalam kehidupanmu.

Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pemberi Petunjuk bagi yang di kehendakinya.

Ayat. 7

Celakalah orang-orang yang membaca kitab siang dan malam, namun tidak mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Mereka seperti manusia tanpa jiwa, menjadikan ayat-ayat Tuhan laksana mantra.

Hidupkanlah ayat-ayat Tuhanmu dalam kehidupan keseharian mu, sehingga Rahmat Tuhan tercurah bagimu.

Ayat. 8

Jangan jadikan kitab sucimu laksana buku-buku berdebu tanpa makna.

Kaji lah dan pelajarilah,lalu hidupkanlah kata-kata itu.

Endapkan lah dalam jiwamu, satukanlah dalam segala gerak langkahmu.

Kitab semesta adalah merupakan kitab Tuhan bukan sekedar di hafal dan dibaca, semua menjadi berarti ketika kau menjalankannya dalam kehidupan.

Ayat. 9

Manusia adalah tempatnya lupa dan alfa. Janganlah engkau merasa sesuatu hal datangnya dari yang Kuasa,bisa jadi itu adalah bisikan setan.

Berdoalah minta perlindungan dan petunjuk dariNya, semoga engkau dalam golongan hamba-hamba yang beruntung.

Ayat. 10

Akan datang di suatu zaman, dengan lahirnya nabi-nabi palsu dengan membawa firman-nya yang mempesona, kelak ia akan memiliki jamaah yang banyak laksana semut di hutan,mereka mengikuti kemanapun ia pergi,sesungguh mereka dalam kesesatan yang nyata, hanya Tuhanmulah tempat mu kembali ,tempat pemberi petunjuk.

Ayat. 11

Sesungguhnya para nabi adalah orang yang mendapatkan petunjuk, darinya engkau akan mendapatkan hikmah dalam menyingkapi rahasia kehidupan.

Ikutilah ia dan sayangilah dia, laksana penduduk langit yang menyeru dan memuji namanya hingga menjelang terbitnya matahari.

Ayat. 12

Sesungguhnya kami akan memberi petujuk bagi orang-orang yg di kehendakinya, mereka sesungguhnya kelak mendapat jalan yang berliku-liku,lagi sukar ,hingga mereka kembali pada jalan yang lurus, jalan yang kami ridhoi.

Ayat. 13

Janganlah kalian menggunjingkan sang nabi dibelakangnya, sesungguhnya ia di lindungi oleh syafaat dan dijaga oleh para malaikat.

Ia mengetahui apa-apa yang tersembunyi di hati kalian, karena sesungguhnya ia adalah mahkluk pilihan,atas ijinNya ia dapat membaca pikiranmu dan bermukzijat atas ijin Tuhanmu.

Taat dan ikutilah petunjuknya,karena ia adalah sinar bagi manusia seru sekalian alam.

Ayat. 14

Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui apa-apa di dalam bathinmu, hatimu berkata iman,namun sesungguhnya engkau sedang mengolok-olok sang nabi.

Celakalah engkau, hatimu keras laksana batu, tiada yang dapat memberimu petunjuk, sesungguhnya engkau makhluk yang merugi.

Ayat. 15

Dalam api neraka yang menyala-nyala engkau berteriak bertobat, sesungguhnya terlambat, tiada lagi yang dapat membantu mu selain amal baikmu sendiri.

Sesungguhnya makhluk surga di hari ini sangatlah berbahagia, mereka mendapatkan semua yang mereka inginkan Semasa didunia. Mereka adalah seberuntung-beruntungnya makhluk.

Ayat. 16

Sesungguhnya alim ulama lidahnya lebih berbahaya di banding umat biasa, karena ia menjadi tuntunan dan teladan hidup. Celakalah mereka-mereka yang menggunakan ayat dan menjual untuk hawa nafsunya.

Ayat. 17

Sudah suratan takdir apabila Tuhanmu menunjuk sebuah nabi ditengah-tengah kaummu, agar kamu kembali ke jalanNya.

Taubatlah, jangan lagi kalian berbuat maksiat, sesungguhnya Rahmat dan ampunan TuhanMu sangat luas.

Jangan pernah berkecil hati,sekalipun dosamu sebear gunung, Tuhanmu akan mengampuni mu seandainya engkau bertobat

Sesungguhnya Dia adalah maha pengampun lagi maha penyayang.

Ayat. 18

Ketika Tuhanmu menurunkan seorang rasul dan nabi ketengah kalian, berarti bangsamu telah dalam kerusakan yang nyata.

Namun diantara kalian ada yang menolaknya, menghakimi dan mencoba membunuhnya.

Sesungguhnya kami telah menjaga dirinya dari orang yang aniaya, semesta akan menjaganya ,karena siapa yang berani melawan nya berarti melawan kekuatan Tuhan.

Ayat. 19

Sesungguhnya orang-orang yang tak beriman dalam keragu-raguan. Sampai kapanpun mereka tidak akan beriman ,sampai ajal menjemputnya.

Sesungguhnya amalnya tidak akan ada manfaatnya jikalau ia tak beriman.

Demikianlah Tuhanmu memberikan pembeda antara orang yang beriman dan orang yang tak beriman.

Ayat. 20

Bersenandunglah memuji nama Tuhanmu dengan tetabuhan , sucikanlah namaNya hingga fajar menjelang.

Sesungguhnya malaikat Tuhan sedang mendoakanmu, dan merahmati sepanjang harimu.

Berbahagialah manusia yang bisa berdoa dengan bahasa jiwanya, melantunkan syair keindahan untuk memuji namaNya.

Sesungguhnya ia merupakan orang-orang yang beruntung,mereka berada dalam surga yang tertinggi sejajar dengan para nabi.

Ayat. 21

Sucikanlah tanganmu sebelum engkau memanjatkan doa.

Sesungguhnya dengan kesucian jiwalah , yang dapat mengantarkan doa sampai kepadaNya.

Janganlah kau gunakan tanganmu untuk hal yang sia-sia.

Sesungguhnya Tuhanmu tidak menyukai orang yang melampaui batas.

Berbagilah dengan sesama melalui tanganmu,karena tanganmu merupakan tangan Tuhan yang menghidupi sekalian alam.

Ayat. 22

Sesungguhnya nabimu adalah pemimpin sekalian alam.

Ditangan lah kekuasaan Tuhan di wakilinya.

Dibalik gubuk kebesaran Nya dia menaungi manusia dengan curahan rahmatNya.

Ayat. 23

Gigitlah iman dengan gerahammu , cengkramlah yang kuat hingga ajal menjelang.

Sesungguhnya keimanan adalah puncak dari segala pencapaian.

Bertauhidlah secara murni, karena sesungguhNya Dia tak ingin dipersekutukan dan disamakan dengan makhluk ciptaanNya.

Ayat. 24

Kumpulkanlah amalan baikmu sepanjang hidupmu yang akan menjadi bekal saat engkau meninggal.

Amalanmu akan menjadi angin penyejuk dan cahaya penerang alam kuburmu.

Beruntunglah engkau yang sepanjang hidupnya senatiasa mengingat akhirat, sesungguhnya akhirat adalah tempat yang abadi,tempat kamu kembali.

Ayat. 25

Sesungguhnya setiap insan memiliki unsur kenabian namun ia tak pernah menyadarinya.

Beruntunglah ia yang dengan mata hatinya bisa melihat kedalaman jiwa.

Tak setiap insan memiliki keistimewaan tersebut, jangan tergantung pada makhluk hanya kepadaNyalah segala sumber pengetahuan dan hikmah.

Ayat. 26

Bacalah bahasa semesta dengan segenap hati dan jiwamu..

Jangan tergesa-gesa jika engkau sedang membaca hikmah,karena ia merupakan mutiara jiwa yang di gali dari samudera hati.

Ayat. 27

Malaikat adalah makhluk ghaib yang mengawal kemana engkau pergi, ia membawa keberkahan hidup dan membawamu pada keberuntungan.

Setiap manusia memiliki sosok malaikatnya sendiri yakni amalan baiknya.

Ayat. 28

Jadikanlah jiwamu wadah luas, yang mampu menampung hikmah kehidupan, renungkan dan jalanilah dalam kehidupan mu.

Ayat. 29

Sesungguhnya di dalam jiwa yang bersih bersemayam ruh ilahiah yang senantiasa berbicara melalui bahasa kalbu.

Setiap Gerak langkahmu, merupakan ibadah, karena sejatinya engkau telah membawa kemanapun Dia pergi.

Ayat. 30

Jangan kau sentuh minuman yang memabukkan, sesungguhnya hilangnya akal merupakan kehilangan keilahian dalam dirimu.

Tetaplah bersih dan sucikan jiwamu dari hal-hal yang memabukkan.

Ayat. 31

Janganlah kalian menjadi budak-budak keagamaan, carilah pencerahan bathin.

Sesungguhnya Sang Maha Wujud tidak meminta untuk selalu di sembah, ibadahmu merupakan makanan jiwamu.

Ayat. 32

Ketika engkau bertanya siapakah namaMu Tuhan?.

Aku adalah Aku, begitulah TuhanMu memperkenalkan diri kepada Musa.

Namun kalian memberiku berbagai nama sebutan dan mejadikan ku berhala-berhala.

Ketahuilah sesungguhNya TuhanMu , tak dapat terbayangkan begitulah kebesaranNya meliputi segala sesuatu.

Ayat. 33

Beragama itu baik, namun Aku sejatinya tidak pernah mendirikan agama.

Manusialah yang mendirikan agama agar menjadi pembeda dan penanda.

Atas nama TuhanMu kalian saling membunuh, tidakkah kau lihat cara TuhanMu mengasihi makhluknya tanpa pilih kasih.

DiberiNya Rahmat dan kasih sayangNya pada seluruh makhluk karena begitulah cara dia bekerja.

Ayat. 34

Dan sebagian imam menjadikan rumah-rumah Tuhan sebagai mata pencariannya, mereka menggunakan ayat-ayat Tuhan untuk memperbudak jemaatnya.

Ayat. 35

Mereka kumpulkan harta benda dari rumah-rumah Tuhan, namun membiarkan umatNya hidup dalam kelaparan dan kemiskinan.

Sejatinya TuhanMu tidak memerlukan kuil-kuil tempat pemujaan , dibawah langit kekuasaaNya yang adil dan Maha Kasih itulah kuil kebesaranNya.

Ayat. 36

TuhanMu menguasai berbagai macam bahasa, karena Dia Wujud keindahan asal mula segala bahasa yang pernah tercipta, berdoalah dengan bahasa yang kau ketahui dengan segenap hati dan jiwamu.

Ayat. 37

Lihatlah semesta, langit , darat dan laut dan segala hukum-hukum ketetapan yang menaungi alam semesta raya, merupakan perumpamaan ayat-ayat Tuhan yang sejati ,tak pernah bisa dipalsukan.

Ayat. 38
Ada ataupun tidak, kitab suci kepada mu, sesungguhnya engkau tetap akan berpaling.

Ayat. 39

Beruntunglah manusia yang bisa menerima kebenaran dengan mata hatinya.

Karena sesungguhnya hidayah datang kepada manusia yang siap menerimanya.

Ayat. 40

Jangan kalian saling membunuh dan menyakiti makhluk lainnya, karena kehidupan itu berawal dari cinta, tanpa cinta tak pernah ada kehidupan…awalilah segalanya dengan cinta dan berakhir dengan cinta…

Ayat. 41

Bernyanyi lah dan bersenandunglah memuji kebesaran TuhanMu…karena TuhanMu mencintai keindahan, karena Dia menciptakan segala sesuatu dengan indah dan penuh perhitungan.

Ayat. 42

Telah datang pengetahuan kepadamu, dan hidayah, janganlah bingung… ikutlah jalan ini, sesungguhnya jalan ini adalah jalan yang lurus dan diridhoi.

Ayat. 43

Janganlah kau utamakan emosimu,jadilah bijak, peganglah pada tali Tuhan, jangan kau lepas agar kau tak terombang-ambing kepalsuan dunia. Mintalah petunjuk dariNya, sesungguhnya Dia maha pemberi petunjuk

Ayat. 44

Katakanlah kepada mereka, bahwa spiritualitas sebuah cara mengenal Tuhan ,laksana jiwa memaknai dan mengenal dirinya sendiri…

Sedang agama, mengenal Tuhan karena kesaksian umat melalui perantara dan organisasi ketuhanan.

Ayat. 45
Spritualitas adalah pencarian ke dalam, sedang agama melakukan penaklukan, mencari pengikut sebanyak-banyaknya agar terus bertahan , telah banyak agama-agama kuno moyangmu yang telah punah,karena kegagalan dalam menggerakkan dan mempertahankan agama, sedang ajaran cinta kasih akan terus kekal.

Ayat. 46

Ajarilah anak keturunanmu dengan ajaran cinta kasih. Karena dengan cinta kasihlah kelak akan menerangi gelapnya dunia, penyejuk bagi jiwa yang kering.

Ayat. 47

Bergantunglah hanya kepada Allah semata, karena Dia merupakan sebaik-baiknya penolong.

Tiada daya dan upaya selain atas ijinNya maka semua itu bisa terjadi.

Ayat. 48


Janganlah takut kepada selain Allah, TuhanMu. sesungguhnya iblis dan setan takut kepada hambaNya yang beriman dan beramal shaleh.

Takutlah jika kau tak dapat mengekang hawa nafsumu, sesungguhnya godaan terberat adalah melawan syahwat.

Belajarlah dari Adam dan hawa bagaimana mereka memakan buah pengetahuan di taman surga,kemudian mereka menjadi malu atas ketelanjangannya, mereka bukan lagi lembaran kertas putih, lalu terusirlah mereka dari surga.

Ayat. 49

Lihatlah bagaimana bulan dan matahari berbagi peran,tidak ada yang saling mendahuli dengan lainnya,karena baginya berbagi peran terang dan gelap adalah semata demi menjaga keseimbangan hidup.

Ayat. 50

Apalah artinya gelap jika tidak ada terang yang dapat menjelaskan dari masing-masing hakikat ,begitulah menjadi kehendak Tuhanmu, bahwa kejahatan dan kebaikan harus ada,karena darinya manusia bisa belajar, dan bisa memilih jalan yang akan ditempuh.

Ayat. 51

Jangan lelah meminta Rahmat dan kebaikan dari TuhanMu,sesungguhnya Dia yang maha pemberi, sekalipun dosa mu sebesar gunung, seluas lautan , sesungguhNya Ia maha pengasih dan penyayang lagi tanpa membedakan.
.Begitulah cara Tuhan bekerja dengan cara yang tak terduga dan tak terpikirkan akal, semua bisa terwujud jika engkau percaya akan kuasaNya.

Ayat. 52

Janganlah kau membusungkan dada dan berlaku sombong, sesungguhnya kemahadayaan adalah milikNya .

Merendahlah, karena orang suci di masa lampau menjadi abadi karena mereka rela menjadi alas kaki bagi umat-umatnya.

Ayat. 53

Nabi dan rasul dikenang abadi karena ia rela berkorban dan rela menjadi pijakan bagi umatnya.

Ayat. 54

Ingatlah kaum nabi Luth yang kami musnahkan dalam sekejap, sesungguhnya mereka dalam kesesatan yang nyata.

Diharamkan bagi kalian melakukan hubungan sejenis karena hal tersebut melanggar fitrah ilahi.

Adapun bagi mereka yang belum tobat, nasehati lah,namun jangan kau hardik atau kau siksa mereka, karena sesungguhnya TuhanMu Maha Pengasih lagi maha Penyayang.

Bimbinglah mereka ke jalan yang benar, jika mereka tetap tak mau berubah, biarlah urusannya berada dalam ketetapanKu.

Janganlah menjadi tuhan kecil bagi manusia lainnya.

Cukuplah perhitungan amal baik kalian berada padaKu.

Sesungguhnya Tuhanmulah sebaik-baiknya pengadil.

Yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Ayat. 55

Janganlah kau tumpahkan darah saudaramu dengan dalih membela Tuhan dan agamaMu.

Sesungguhnya Aku maha segalaNya, yang tak perlu di bela oleh makhluk lemah sepertimu.

Jadilah makhluk yang beguna bagi sesama, saling mengasihi dan mencintai.

Begitulah cara TuhanMu mengasihi makhluknya , tanpa membedakan-bedakan.

Begitulah Tuhan bekerja dan ikutilah bagaimana Dia Mengasihi.

Maha suci Tuhan, dengan segala kasih dan sayang Nya.

Ayat. 56

Janganlah kalian memperbudak manusia atas manusia, tidakkah kalian lihat dan mengambil pelajaran bagaimana kami menyelamatkan Bani Israel dari kejaran bala pasukan Firaun.

Atas kuasa Tuhan melalui Musa, maka terbelahlah lautan, selamatlah kalian sampai di sisi seberang.

Ayat. 57

Namun kalian tetap tak bersyukur, dan menuntut banyak kepada Musa, bahkan kalian berbuat kerusakan, membuat berhala berbentuk lembu untuk pemujaan.

Ayat. 58

Taati dan ikuti 10 perintah Tuhan, sesungguhnya hal itu merupakan perjanjian moyang mu dengan TuhanNya, yang berlaku hingga hari akhir .

Janganlah kau ikuti ajaran menyimpang yang membatalkan hukum-hukum yang berasal dari Ilahi.

Karena hukum Tuhan ada untuk membimbing umat manusia dalam kebaikan.

Ayat. 59

Pada suatu masa semesta dan segala isinya akan memiliki tenggat dan waktunya.

Ketika kiamat tiba, sistem tata surya menjadi tak beraturan, gunung melepaskan magmanya, air laut menggulung begitu tingginya, gempa terjadi dimana-mana, langit menjadi gelap, kilat menyambar-nyambar.

Manusia saling berteriak menyebut dan meminta pertolongan pada TuhanNya.

Tak ada satupun yang tersisa semua binasa.

Apa yang tersisa dari tempatmu berpijak selain kebesaranNya?.

Dimanakah seisi dunia yang dahulu kau banggakan, dan kau kejar?.

Beruntunglah manusia yang beramal saleh dan selalu mengingat TuhanNya.

Ayat. 60

Makanlah makanan yang halal, karena dari makanan yang baik, kelak menciptakan generasi yang baik.

Bersunatlah, karena ajaran tersebut merupakan perjanjian moyangmu dengan TuhanNya sebagai perjanjian tauhid.

Ayat. 61

Cintailah budayamu, jangan meniru bangsa lain. Karena Tuhanmu menciptakan tiap bangsa dan bahasa dengan beragam jenis yang berbeda, agar kalian saling mengenal.

Jadilah berbagai bangsa,namun jadilah satu umat Tuhan.

Ayat. 62

Bersyukurlah dalam kondisi apapun , jangan merasa selalu dalam kekurangan.

Karena sebesar apapun rejeki yang di beri oleh Tuhanmu ,jika tak pernah bersyukur ,engkau akan terus merasa kurang.

Berbagilah dengan sesama,dari rejeki yang telah kau dapat,namun jangan pernah menceritakannya, karena lewat tangan kalianlah, Rejeki Tuhanmu menyebar ke segala penjuru semesta.

Ayat. 63

Bekerjalah dengan giat seolah engkau akan hidup seribu tahun lagi.Berbuat baiklahlah seolah engkau akan meninggal keesokan harinya.

Ayat. 64

Apabila terjadi sebuah bencana, maka bersabarlah.

Dengan adanya bencana sesungguhnya TuhanMu sedang menguji keimanan hamba-hambanya.

Dia hendak memilih hamba yang mana yang masih dekat dan yang makin menjauh.

Dengan rejeki yang lapangpun sesungguhnya TuhanMu memberi ujian hidup.

Selalu ada hikmah dibalik setiap bencana dan kenikmatan hidup.

Bersyukurlah atas segala sesuatu yang telah di takdirkan Tuhan atasmu, baik hal lapang maupun sempit.

Ayat. 65

Hormatilah dan sayangi ibu bapakmu, karena ia telah mengandung dan menyapihmu dan merawat mu dalam beberapa masa.

Sayangilah kedua ibu bapakmu, laksana engkau menyayangi dirimu sendiri.

Janganlah kau abaikan mereka, ia yang mencintai orang tuanya dengan nilai-nilai cinta kasih, kelak menjadi contoh tauladan kehidupan bagi anak keturunannya.

Ayat. 66

Bersilaturahmi lah dengan kerabat dan tetanggamu.

Karena Silahturahmi itu mempererat persaudaraan,mendekatkan yang jauh dan mengakrabkan yang sudah dekat.

Jangan kau tercerai berai, belajarlah dari semut bagaimana mereka menjadi kokoh dan kuat sekalipun mereka kecil.

Ayat. 67

Berjuanglah dalam hidup hingga batas kemampuanmu, janganlah berputus asa dari Rahmat Tuhanmu.

Gapailah cita-citamu setinggi langit, jikalaupun kau gagal dan terjatuh , engkau telah berada di antara bintang-bintang.

Ayat. 68

Barangsiapa yang telah mampu untuk menikah,maka laksanakan lah jangan menunda-nunda.

Karena pernikahan menjaga kalian dari hal yang dimurkai Tuhanmu.

Dengan menikah engkau akan belajar saling berbagi, tidak ada lagi tentang aku atau kamu melainkan kita.

Menikah akan menjaga pandangan , menikah melanjutkan keturunan, semoga Tuhanmu memberi rahmat bagi mu dan keluarga yang kau bangun.

Ayat. 69

Gaulilah istri mu dengan baik.

Perlakukan lah dengan lemah lembut,hiasilah mahkota jiwanya dengan sentuhan dan ucapan yang baik.

Sesungguhnya pasanganmu adalah cerminan dirimu.

Ayat. 70

Jika terjadi perselisihan antar suami istri, damaikanlah mereka dalam tiga masa.

Setelah itu biarkan mereka saling introspeksi diri dalam 1 masa.

Ketika tidak ada lagi penyelesaian ,maka bercerailah, walau hal itu di benci oleh Tuhanmu.

Jika istri yang kau ceraikan memiliki anak, maka engkau wajib menafkahinya semampumu, hingga ia mampu hidup mandiri.

Jagalah silahturahmi dengan mereka, karena engkau berpisah dalam pernikahan bukan dalam persaudaraan.

Ayat. 71

Jika dalam pernikahan tersebut kalian memiliki harta bersama, maka bagian istrimu adalah sepertiga dari jumlah kekayaanmu, jika suami yang bekerja.

Jika istri yang bekerja, maka bagilah sepertiga kepada suami.

Jika keduanya bekerja,maka bagilah kekayaan kalian menjadi dua, secara adil dan merata.

Begitu juga dengan hak pengasuhan jika anak kalian genap,maka bagilah pada kedua belah pihak yang bercerai.

Jika anakmu tunggal, berilah pengasuhan kepada yang lebih mampu.

Ayat. 72

Pilihlah pemimpin yang jujur di hati dan di lidahnya.

Sesungguhnya menjadi pemimpin itu sebuah ujian yang kelak akan di minta pertanggung jawaban olehNya.

Janganlah engkau terperdaya oleh ucapan manis, sesungguhnya di balik itu ia kelak akan menikam laksana belati.

Pilihlah pemimpin yang apa adanya, tanpa topeng kepalsuan.

Ketika engkau mencari pemimpin,lalu mendapati diantara kelompoknya tiada yang pantas memimpin, maka diperbolehkan bagimu mengangkat pemimpin diluar kelompok mu.

Sesungguhnya Tuhanmu maha penyayang dan memberi petunjuk bagi makhluk-makhluknya

Jika dalam pemerintahan tersebut, imam mu, melanggar sumpah,tegurlah ia hingga tiga masa,Jika ia tetap dalam pendiriannya yang zalim, maka jatuhkanlah ia dalam kekuatan umat .

Sesungguhnya Tuhanmu tidak menyukai orang-orang yang zalim

Jika terjadi kekosongan pemerintahan, hendaklah kalian bermusyawarah, carilah pemimpin yang dituakan, sesungguhnya orang yang dituakan memiliki ilmu dan pengetahuan yang tak dimiliki oleh orang muda.

Namun jika diantara golongan mu terdapat pemuda cerdas, yang memiliki pandangan jauh kedepan,maka pilihlah dia.

Karena orang muda selangkah lebih unggul dari orang tua .
.demikianlah ketentuan Tuhanmu,semoga engkau selalu dalam petunjukNya.

Ayat. 73

Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada kaum Israel , bahwa Allah itu Esa.

Janganlah kau menyembah Ilah-ilah lain selain Dia.

Sesungguhnya Dia Maha Pencemburu. Dan janganlah kau buat Tuhan tiruan untuk menyamai kemahaanNya.

Ayat. 74

Dan jangan sekali-kali engkau beranggapan bahwa Tuhan itu tiga dalam satu, atau memikirkan KemahabesaranNya dalam bentuk bilangan-bilangan lain.

Ketahuilah bahwa kebesaran dan kekuasaan Nya meliputi sesuatu, wujud yang tak memiliki batasan kanan-kiri, atas maupun bawah.

Ayat. 75.

SesungguhNya Ia meliputi segala sesuatu, begitulah keagunganNya.

Tak ada materi, ruang-ruang dalam semesta raya yang luput dari kuasa kebesaran Nya.

Lihatlah semesta, banyaknya benda langit dan gugusan bintang yang seolah tanpa batas, menyatakan bahwa Dia sesuatu yang tak terpikirkan dalam wujud dan rupa.

Ayat. 76

Ketika kau ingin mencariNya, janganlah engkau berprasangka bahwa Tuhan bersemayam jauh di atas langit, sesungguhnya Dia bersemayam di hati kalian namun banyak dari kalian tidak menyadari, begitulah kebesaran Nya ,meliputi segala sesuatu.

Ayat. 77

Berdoalah dengan bahasa yang kalian mengerti, lakukanlah dengan hati tulus nan ikhlas, kaitkan jiwamu denganNya, jangan pernah berputus asa, karena TuhanMu mengetahui segala tentang ciptaanNya, yakinlah bahwa Ia mencukupi kebutuhan makhlukNya , yang hidup di segala penjuru semesta.

Ayat. 78

Berlakulah adil, berbuat baik dan berbagilah terhadap sesama. Segala sesuatu sesungguhnya telah di cukupkan berkatnya oleh tuhanMu, namun kalian sendirilah yang menciptakan ketimpangan-ketimpangan dalam hidup, menciptakan ketidakadilan, tenggelam dalam keserakahan, serta menjalani hidup tanpa rasa syukur.

Ayat. 79

Syukuri apapun yang kalian dapatkan , sekalipun tampak tak berarti, karena tak ada yang tak memiliki arti di hadapan Tuhan.

Ayat. 80

Bagi kaum miskin dan terbelakang, janganlah kalian berkecil hati, kalian memiliki derajat yang lebih tinggi jika kalian mau berbagi terhadap sesama, dibanding orang kaya yang berbagi dari sebagian kecil dari hartanya.

Sedang orang yang kaya yang mau berbagi dengan sesama, dengan rasa keadilan, bermanfaat terhadap sesama, tentu derajatnya lebih mulia Dimata TuhanNya

Ayat. 81

Berpuasalah, karena berpuasa mengajarkan kalian tentang arti kehidupan, pentingnya berbagi dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan.

Lakukanlah sebelum matahari terbit dan diakhiri saat matahari terbenam.

Puasa bukan sekedar menahan lapar dan haus tapi melatih hati dan pikiran agar kembali jernih.

Ayat. 82

Berderma lah setelah kau melakukan puasa , karena hal demikian akan menyempurnakan amalanmu.

Berkurbanlah dengan domba atau lembu untukNya, seperti yang telah diajarkan moyang mu terhadap umat-umat terdahulu sebelum kamu.

Ayat. 83

Wahai Bani Israel, telah Aku genapi janji Ku pada Musa, telah Aku kembalikan bangsamu pada tanah kelahirannya.

Aku jadikan bangsamu raja diantara bangsa-bangsa.

Jadilah terang dunia, tetaplah menjunjung tauhid dan warisan nilai-nilai dari bapak moyangmu Ibrahim.

Jadilah Rahmat bagi dunia, janganlah kalian menjadi bangsa yang melewati batas.

Tegurlah bangsa itu jika menindas dan memperbudak bangsa lainnya, ingatkanlah bangsa itu, agar selalu mengenang penderitaan moyang mereka dari penindasan Firaun.

Dan janganlah bangsa itu meniru tirani Firaun, jadilah umat Tuhan yang menerangi dan memberi berkat bagi dunia .

Ayat. 84

Dan janganlah kau angkat, Yesus putra Maryam sebagai tuhan , sesungguhnya dia merupakan manusia yang kudus, yang menentang kezaliman para imam bait suci yang menjual agamanya demi kekuasaan.

Ia merupakan nabi yang bersih hatinya, pengusung warisan tauhid Ibrahim. Dan jangan lah kau menuduh Maryam sebagai perempuan sundal, sesungguhnya ia merupakan perempuan yang mampu menjaga kehormatannya, ibunda dari segala ibunda, demikianlah ketetapan dari TuhanMu perihal Yesus putra Maryam.

Ayat. 85

Sesungguhnya amalan baik mu lah yang akan menyelamatkanmu, bukan atas pengajaran sesat penebusan dosa.

Dirimu bertanggung jawab atas dirimu, kesalamatanmu adalah tanggung jawabmu pribadi, begitulah keadilan dan ketentuan Tuhan mu, yang berlaku bagi seluruh umat.

Ayat. 86

Jadilah pengikut Tuhan, bukan pengikut nabi-nabi palsu. Jadilah terang bagi sesama.

Ayat. 87

Ketika TuhanMu berkata jadilah maka jadilah ia, itulah perumpamaan kelahiran Yesus anak manusia yang tak ubahnya seperti kelahiran Adam dan hawa.

Ayat. 87

Ketika TuhanMu berkata jadilah maka jadilah ia, itulah perumpamaan kelahiran Yesus anak manusia yang tak ubahnya seperti kelahiran Adam dan hawa.

Ayat. 88

Janganlah kalian mempertentangkan perihal kematiannya di tiang salib dan kebangkitannya.

Karena setiap yang bernyawa pasti binasa, dan manusia akan mengalami kematian dalam hidup , sebelum mati dalam arti sesungguhnya, dan hanya kepada Akulah tempat kalian kembali.

Ayat. 89

Sucikanlah Tuhanmu dari segala bentuk macam sekutu. Ia merupakan Maha Wujud Yang Tak pernah Terpikirkan, melihatNya engkau akan binasa.

KeagunganNya begitu mulia dan janganlah kalian jadikan Dia berhala-berhala. Karena Ia Maha Kudus.

Ayat. 90

Tegakkanlah ajaranNya, jauhkanlah ayatnya dari penambahan-penambahan akal manusia.

Sebarkanlah dan jadilah terang dunia.

Ayat. 91

Ketika jalanmu di terangi cahayaNya, maka kegelapan pun sirna, begitulah perjalanan jiwa.

Akan selalu mengarah pada cahaya terang, walaupun sekeliling mu tampaklah gelap.

Ayat. 92

Jadilah berkat dan damai bagi manusia lainnya.

Hidupi dan jalanilah ajarannya, namun jangan kau angkat dirinya menjadi tuhan.

Demikianlah perjanjian tauhid bapakmu Ibrahim dan anak keturunannya hingga akhir zaman.

Ayat. 93

Janganlah kau ikuti nafsu berkuasa, para imam besar yang menggelincirkan umatnya dalam kesesatan.

Jadilah umat Tuhan, jangan jadi pengikut hal yang demikian.

Ayat. 94

Muliakanlah hari sabat, rehatlah sejenak dari hiruk pikuk dunia. Janganlah kau habiskan seluruh waktumu untuk dunia, namun sisakan juga untuk akhirat. Seimbangkan lah karena begitulah ketentuan Tuhan mu atas umatnya.

Ayat. 95

Aku adalah aku, tiada yang lain selain Aku. Allah Israel, Allah Nasrani dan Allah muslim adalah sama, karena kalian merupakan penerus tauhid bapak moyangmu Ibrahim.

Janganlah bertengkar siapa yang paling benar, karena nilai kebenaran ada disisiKu.

Janganlah jadi tuhan kecil bagi manusia lainnya ,karena Akulah sebaik-baiknya hakim dan pengadil.

Ayat. 96

Dan jangan kalian bunuh dan kalian kejar-kejar umat yang tak sejalan denganmu, karena mereka sejatinya adalah umatKu juga, sekalipun mereka tak memiliki agama, namun aku ada dihatinya.

Begitu juga dengan sekelompok manusia yang tak mempercayai Aku, sayangi dan cintailah mereka, berdoalah untuknya karena mereka belum mengetahui.

Berilah mereka contoh dan teladan kepada mereka, bahwa ajaranKu membawa damai dan sejahtera, terang bagi dunia.

Ayat. 97

Bangunlah kuil pemujaan di hati kalian, sesungguhnya hati kalian adalah tempat kebajikan bersemayam.

Ayat. 98

Telah Aku tampakkan kebesaran lewat ciptaan Ku dan untaian ayat-ayat Ku agar kalian berfikir.

Tak ada paksaan dalam beragama, ikutilah jalan yang lurus, jalan yang telah di lalui umat-umat terdahulu.

Ayat. 99

Aku adalah segalaNya, segalanya adalah Aku. Kemanapun engkau bersujud disitulah Aku.

Kemanapun engkau pergi disitulah Aku berada.
Dalam setiap kesulitan dan kebahagiaan mu , Aku selalu ada.

Ayat. 100

Janganlah bersedih dan berkecil hati jika doamu belum terkabul. Perbaikilah dirimu, dan kaitkanlah jiwamu dengan nur keilahian Ku.

Belajarlah memanusiakan diri, rendah hatilah, janganlah engkau merasa paling sempurna.

Sesungguhnya engkau dipandang baik oleh manusia karena Aku menjaga aib-aibmu.

Berlindunglah dari TuhanMu agar engkau senantiasa dalam bimbingan, kasih dan karuniaNya.

Ayat. 101

Lihatlah ulat ini, yang berubah menjadi kempompong, ia berpuasa dalam balutan pekat, kemudian menjadi kupu-kupu nan indah.

Begitulah perjalanan seorang anak manusia dalam mencari kesejatian diri.

Semua berproses tidak ada yang dilewati dengan cepat, tanpa perjuangan dan tanpa pengorbanan.

Hanya kepada TuhanMu lah tempat bernaung dan tempat memperoleh pertolongan.

Ayat. 102

Lihatlah lumut yang menutupi batu yang keras, baginya mencinta adalah sebuah pengorbanan, mencinta merupakan bentuk pelayanan dan kesetiaan, dengan kegigihannya , batu yang keras sekalipun akan lunak oleh sentuhan cinta dari sang lumut , begitulah perumpamaan hati.

Hati yang keras akan mencair dengan sentuhan ketulusan cinta dan kasih.

Ayat. 103

Dan lihatlah bagaimana sentuhan lembut dari cucuran air yang jatuh setetes demi setetes dapat melubangi batu yang keras, itulah perumpamaan kegigihan dalam mengarungi kehidupan.

Janganlah ada kata menyerah dalam meraih Rizky dan keberkahan hidup , sesungguhnya Tuhanmu Maha Pemurah.

Ayat. 104

Bacalah hikmah yang ada di alam ini, telah aku tebarkan semua ilmuKu seandainya kamu mengerti dan memahami.

Namun jiwa kalian buta, kesibukan dunia membuat kalian melupakan tanda-tanda kebesaran dari Sang Ilahi.

Ayat. 105

Telitilah dan pelajarilah kitab semesta yang di ambil dari tetesan samudra tinta kemahadayaanNya.

Inilah kitab yang terbuka dan terhampar , yang diperuntukkan bagi kalian yang mau mempelajarinya, sebuah kitab yang tak memiliki batasan ayat dan halaman.

Ayat. 106

Kitab semesta merupakan ketetapan yang mengatur alam semesta, melewati batas-batas agama dan spritualitas.

Imanilah kitab ini dalam hening, resapi dan jalani dalam kehidupanmu.

Semoga dengan ikhtiarmu, yang tanpa lelah dalam belajar, kiranya Tuhanmu dapat melindungi dan memberi kehidupan yang baik padamu.

Ayat. 107

Setiap bangsa memiliki tradisi dan budaya, hargailah warisan nilai leluhur mu.

Karena moyangmu telah membaca tanda-tanda alam sebelum kamu, kemudian mereka mewariskan nilai tersebut padamu, agar kalian senantiasa dalam jalan kebaikan.

Ayat. 108

Hormatilah ajaran leluhur mu, jangan kau hina dan cela serta kau anggap syirik. Karena ajaran leluhur merupakan warisan pemikiran dari para tetua-tetua bijak di masanya, agar generasi di masa mendatang memiliki kehidupan yang lebih baik, tanpa harus tercerabut dari akar dari mana kamu berasal.

Ayat. 109

Setiap masa memiliki warisan peninggalan peradaban, jaga dan rawat lah warisan itu.

Karena hal demikian merupakan sebuah usaha dalam menghormati nilai-nilai kearifan leluhurmu.

Sebuah ingatan kolektif agar tidak mengulangi kesalahan dimasa lampau dan memperbaikinya dimasa depan.

Ayat. 110

Patung seni, gambar bernyawa jangan kau hancurkan, sesungguhnya Tuhanmu maha indah, menyukai keindahan.

Dan jangan pula kau haramkan musik, karena jalannya alam ini dilengkapi ornamen kehidupan , ombak berdebur ketepian , dahan yang patah memiliki iramanya sendiri.

Begitulah tanda-tanda kebesaran Tuhanmu, ambilah pelajaran dari alam ini jika engkau mahluk yang berfikir .

Ayat. 111

Dan janganlah kamu berdandan dan bertingkah laku seperti Arab jahiliah. Sesungguhnya telah Ku utus Muhammad ketengah kalian untuk memperbaiki akhlak dan menjaga nilai tauhid.

Setiap bangsa memiliki adat istiadatnya sendiri, rawatlah hal itu, karena agama mampu bersanding dengan budaya bukan menghancurkannya.

Ayat. 112

Sesungguhnya Tuhanmu mencintai perdamaian.

Namun jika bangsamu terancam,dari serangan bangsa lainnya, maka aku memperbolehkan kalian mempertahankan diri dengan berperang.

Diharamkan bagi kalian berperang di bulan suci, membunuh orang tua , perempuan dan anak.

Bagi tawanan yang tertangkap, perlakukanlah dengan baik.

Harta rampasan yang kau ambil, serahkanlah kepada janda-janda ,yatim piatu dan kaum miskin lainnya.

Jangan kau hancurkan dan bumi hanguskan peradabannya, karena hal tersebut merupakan warisan pemikiran moyangnya.

Dan janganlah kau gunakan senjata pemusnah massal.

Demikianlah ketetentuan Tuhanmu, agar kalian mampu melindungi diri dan mencari jalan keutamaan damai.

Ayat. 113

Tuntutlah ilmu, sebagai pelengkap kesempurnaan ajaranmu.

Seimbangkanlah urusan dunia dan akhiratmu.

Tingkatkanlah kualitas hidup, dan majukanlah peradaban bangsamu.

Ayat. 114

Carilah nilai kebaikan dari segala arah, resapi dan amalkanlah nilai-nilai itu.

Wariskanlah pada generasi mendatang nilai kebaikan dan cinta kasih.

Ayat. 115

Dan janganlah kau menghitung-hitung pahala, sesungguhnya amalan baik bukan untuk di timbang-timbang.

Ikhlaskanlah ibadahmu tanpa berharap surga dan takut neraka.

Kembalikanlah segala sesuatu kepada Allah semata, berserah dirilah kepadaNya.

Ayat. 116

Janganlah kau mencuri yang bukan hakmu. Berusahalah dengan ikhtiar yang lurus. Yakinlah Tuhanmu Maha Kaya , yang akan mencukupi rejeki seluruh makhlukNya.

Ayat. 117

Janganlah kalian menjadi saksi palsu, menjadi hakim-hakim yang tak adil dalam suatu perkara.
Sesungguhnya kalian merupakan wakil Tuhan didunia, berusahalah berbuatlah adil walaupun keadilan sejati hanya milikNya.

Ayat. 118

Dan janganlah kamu menginginkan istri dan harta orang lain yang bukan milikmu.

Ayat. 119

Janganlah kau menyebut namaNya dengan sembarangan, bersumpah palsu atas namaNya, saling mengolok-olak dan memaki atas namaNya.

Ayat. 120

Agungkanlah firmanNya, resapilah ajaran nabimu, jalankan lah dalam hidupmu semoga kalian dalam golongan mausia yang beriman dan beramal saleh.

Ayat. 121

Muliakan anak yatim, kasihi mereka, siapa yang memelihara anak yatim , kelak rejeki nya akan dilipatgandakan oleh Allah, hidupnya akan dimudahkan dan di lancarkan olehNya.

Ayat. 122

Jika negerimu terkena wabah penyakit, maka lakukanlah penutupan wilayah, hindari berpergian ke daerah terdampak.

Patuhi imbauan pemimpin mu, dan disiplinlah.
Berikhtiarlah mencari obat penangkalnya.
Semoga Allah menjaga negeri dan keluarga mu dari segala penyakit.

Ayat. 123

Didiklah generasi muda mu dengan nilai-nilai tanggung jawab, berkarakter dan memiliki wawasan yang luas perihal dunia dan akhirat.

Berikanlah kepercayaan kepada mereka untuk menentukan masa depannya sendiri, sebab mereka lebih mengetahui apa-apa yang menjadi keinginannya di masa depan.

Orang tua hendaklah mengarahkan, namun keputusan akhir berikanlah kepada mereka.

Ayat. 124

Berprasangka lah dengan baik, kepada siapapun , karena hal itu akan membuat kamu lebih positif kepada sesama , namun tidak mengurangi kewaspadaan mu terhadap kejahatan.

Ayat. 125

Rawatlah anak keturunanmu , dan pasangan hidupmu dengan penuh rasa tanggung jawab, jangan sekali-kali engkau menelantarkannya.

Siramilah jiwa mereka dengan cucuran cinta dan kasih sayang. Berilah mereka peran dan tanggung jawab sesuai dengan porsinya.

Ayat. 126

Bagi yang berhutang, hendaklah membayarnya dengan tepat waktu, jika kau tak mampu mintalah tenggat, jangan sekali-kali engkau menghindari kewajiban mu, karena hutang akan di bawa sampai mati.

Jika dari hutang itu kamu memiliki keuntungan atau manfaat yang banyak , maka engkau boleh memberikan lebih kepada si peminjam , namun jangan dalam bentuk riba.

Ayat. 127

Dengan manusia yang berbeda agama dan kepercayaan, hendaklah kalian saling menghormati dan menjaga kedamaian.

Jangan pernah memaksakan agama dan kepercayaan kepada yang lain, karena hal tersebut merupakan panggilan hati, bukan sesuatu yg dipaksakan.

Ayat. 128

Ingatlah selalu Tuhanmu dalam setiap aktivitas mu, agar engkau dalam lindungan dan kasihNya.

Bersikap jujurlah dalam segala hal, kecuali dalam keadaan darurat , semisal menyangkut nyawa. Menyangkut kepentingan orang banyak
Yang membawa kebaikan.

Ayat. 129

Janganlah kau mencuri uang rakyat karena hal tersebut membunuh nilai-nilai kemanusiaan dan menghancurkan kemajuan bangsamu.

Syukuri apa yang menjadi hak mu dan jangan sekali-kali kau ambil hak milik orang lain.

Ayat. 130

Milikilah prinsip hidup dan integritas dalam bekerja. Bersikaplah jujur dan amanah dalam mengemban tugas. Selesaikan dengan tuntas jangan kau tinggali karena hal itu merupakan bentuk tanggung jawabmu terhadap pekerjaan.

Ayat. 131

Hormatilah para keturunan nabi, namun jangan kau kultus kan, bagaimanapun juga mereka tetaplah manusia biasa yang bisa khilaf dan dosa.

Luruskanlah dengan cara yang baik jika mereka melenceng, jangan kau hujat karena mereka merupakan keturunan para nabi.

Tutuplah aib-aibnya jangan kau mengolok-olok mereka. Karena kehormatan mereka merupakan kehormatan agama.

Bagimu yang telah di hormati dan di ikuti jamaah , hendaklah menjadi figur yang meneduhkan dan memberikan pencerahan, seperti yang telah Baginda Rasul ajarkan pada umatnya.

Jagalah kepercayaan jamaah mu dan nama baik nabi mu.

Ayat. 132

Dan ingatlah ketika ruh mu, kami bawa kepada Ku, melintasi jamaah Yesus, jamaah Muhammad, jamaah Budha dan lainnya,meliputi jamaah tanpa agama, mereka sedang menunggu hari penghakiman, dan mereka tak dapat melihatKu karena kebesaran Ku yang tak dapat mereka lihat.

Kemudian kau membawa pesan Ku, damaikanlah dan satukanlah agama-agama warisan Ibrahim.

Dan janganlah kau membuat agama baru, kau hanya membawa pesan penyatuan, satu umat Allah, penerus tauhid Ibrahim.

Ayat. 133

Dan janganlah kau ragu menyampaikan risalah Ku,karena telah ku tunjukkan kekuasaan Ku, telah pula Aku perlihatkan penglihatan-penglihatan masa depan melalui mata bathin mu dan engkau telah mengimaninya bahwa Akulah allah yang menyampaikan pesan ini untuk umat manusia, bukan illah-ilah lain.

Ayat. 134

Dan janganlah kau menambah-nambahi suara-suara yang ada di hatimu, dengan mengadakan ayat-ayat palsu.

Sesungguhnya kitab semesta telah ada dari awal sebelum lahirnya agama-agama.

Engkau hanya mengingatkannya kembali kepada umat Ibrahim.

Ayat. 135

Dan janganlah takut oleh tuduhan sesat yang mengarah padamu , sesungguhnya Allah Mu lah sebaik-baiknya pengadil, pemberi rahmat dan ampunan.

Ayat. 136

Dan ingatlah saat jiwamu melintas, kau bisa saksikan betapa tegangnya Yesus dan Muhammad disamping para jamaahnya karena pengikutnya banyak yang menyimpang, tak lagi mengikuti ajaran awal.

Kemudian Budha melambaikan tangan , berlari mengejar mu dan tersenyum padamu, begitu cepatnya engkau melintas, lalu kami kembalikan ruhmu dalam badanmu.

Ayat. 137

Kemudian Aku perintahkan engkau menulis perihal berbagi, sebagai penanda bahwa engkau pernah hadir menemui Ku :

Ketika malaikat -malaikat sedang bertasbih dari setiap pintu-pintu langit ,
Bergetar sayap-sayap mereka ,
kemudian malaikat -malaikat tersebut mengadu kepada Rab Nya,
"Ya, Allah Ya Tuhan kami, cahaya keindahan apakah yang baru saja melintasi kami,
yang terangnya nyaris sama dengan keindahan wajah-Mu, sehingga sayap-sayap perkasa kami dibuat kaku olehnya ?!

Dari balik singgasana-Nya kemudian Ia berfirman :

"Cahaya itu adalah doa yang diucapkan lidah seorang hamba-Ku yang teraniaya !"…."Kepedihan jiwa telah membawa hatinya pada-Ku !"

"Aku bangga kepada jiwa ini !…disaat Aku mengujinya dengan dua jenis rasa lapar..dia selalu bersyukur dan berbaik sangka pada-Ku!"

"Tahukah engkau dua rasa lapar itu ?!",

Yaitu ketika seorang hamba ditimpa oleh siksa kelaparan yang teramat, maka jiwanya berkata pada-Ku :

" Sang Terkasih sedang bertandang dirumah jiwaku, ketukan Tangan kasih Nya menyapa usus ku yang selalu suci , maka ketika aku mati, bukan engkau yang mencabutnya, tapi Dia yang menjemput nyawaku disini!"

Lapar kedua ; yaitu saat ia diuji oleh rasa kenyang, maka jiwanya berkata pada-Ku ;

"Yang Maha Pemurah telah memberikan rizkinya yang telah dijatah padaku , maka aku tidak akan merebut diluar selain apa-apa yang telah ada dalam genggamanku,

kemudian hadiah pemberianNya- ku bagi lagi pada sesama sebagai rasa syukur ku kepada-Nya !"

"Tahukah ' rizki ' yang hamba ku maksud di penghujung ajalnya ini , wahai malaikat ?!..yaitu sesendok kerak nasi, yang berkuah kan air mata syukur !"

Ayat. 138

Surga yang hakiki sesungguhnya adalah penyatuan ruh manusia dengan Keilahian.

Surga bukan sekedar tempat bernaung, makan, minum, dan berkumpulnya para bidadari, tapi perjumpaan dengan sang Khalik.

Ayat. 139

Buah dari iman adalah ketakwaan, siapa yang buahnya jelek, pastilah imannya laksana pohon yang mudah goyah.

Ayat. 140

Kemudian engkau mengadu pada rabb-Mu, Aku ini seorang pendosa, tak pantas bila aku menulis sesuatu diluar jangkauanku. Namun atas karunia-Nya lah , kau mampu melakukan apa-apa yang mungkin manusia normal tak mampu lakukan.

Ayat. 141

Berbahagialah makhluk yang menyadari dosa-dosanya dan mau bertaubat, sesungguhnya Rahmat dan ampunan Tuhan selalu ada untuknya.

Ayat. 142

Tuhanmu selalu memberikan kesempatan taubat kepada setiap insan, untuk dosa di hari ini, kemarin dan dosa-dosa di masa mendatang.

Maka janganlah kamu putus asa dari ampunan dan Rahmat Tuhan.

Tobatlah selagi ada kesempatan, sebelum ajalmu tiba.

Sesungguhnya Tuhanmu, maha pengasih lagi maha penyayang.

Ayat. 143

Cintailah para nabi-nabi, namun jangan kau tiru penampilan fisik nya, melainkan teladan hidupnya, kebaikan dan cinta kasihnya.

Lanjutkanlah dan kembangkanlah perjuangan para nabi, jangan kau ikuti tingkah polah di zaman nya, karena setiap zaman memiliki tantangan yang berbeda.

Ayat. 144

Hiduplah ayat-ayat Tuhan dengan prilaku tutur kata dan amalan-amalan yang baik.

Ayat. 145

Saling kasih mengasihi dan tolong menolong lah diantara sesamamu, jadilah umat Tuhan yang mengasihi umat lainnya.

Ayat. 146

Jika negeri mu terkena wabah penyakit, berusahalah mencari penawarnya, jauhi pusat wabah.

Jika semua sudah terlewati berserah dirilah, karena di setiap tubuhmu, terdapat wujud terkecil pertahanan diri, melawan, memperbanyak, memetakan penyakit, hingga menciptakan kekebalannya sendiri.

Ayat. 147

Hiduplah secara sehat, jagalah kebersihan, kebersihan fisik merupakan bagian dari kebersihan rohani.

Ayat. 148

Semua wujud (DNA) di alam ini memiliki sistem dan ketetapannya sendiri, jika ingin merubahnya, rubahlah kearah yang lebih baik, jangan kau bawa ke arah kehancuran.

Ayat. 149

Telah kuciptakan makhluk cerdas selain manusia, mereka mampu berkelana antar gugusan bintang dan planet-planet.

Sebagian dari mereka telah menemui mu, diantara mereka bersembunyi di kedalaman samudera dan celah (goa) perbukitan.

Begitulah tanda-tanda kebesaran Ku, jelejahilah semesta raya dengan pengetahuan yang Ku turunkan kepadamu.

Tuntutlah ilmu dan raihlah ilmu dari samudera pengetahuanNya yang tanpa batas.

Ayat. 150

Pelajarilah hukum tarik menarik lintasan antar planet, gunakan kekuatan lentingan itu, maka engkau akan mampu melintasi gugusan antar bintang.

Ayat. 151

Kemudian diantara makhluk cerdas itu, berusaha melintasi gugusan antar bintang, mencari planet yang mampu menopang kehidupan, diturunkanlah penerus-penerus mereka itu hingga menjadikannya Adam dan hawa menurut pengertian agama, hingga terjagalah peradaban mereka dari kepunahan.

Ayat. 152

Janganlah kau menindas dan memperbudak manusia lainnya, sebab perbedaan warna kulit, asal usul ras dan agama. Laksana lebah, ketika satu orang tercederai maka mengamuklah seluruh koloni, begitupun manusia bisa melakukan berbagai bentuk perlawanan terhadap penguasa yang tiran.

Hargai dan hormatilah persamaan hak diantara kalian, junjunglah nilai-nilai kemanusiaan.

Ayat. 153

Dan janganlah akibat rasa lapar dan banyak keinginan, membuat kalian menjarah hak milik sesama mu.

Berlakulah tertib, suarakan aspirasi mu secara damai.

Ayat. 154

Untuk para penegak hukum berlaku adillah, rangkullah masyarakat mu, mintalah pengampunan dan jangan kau tindak mereka secara berlebihan. Mereka yang tertindas adalah bagian dari dirimu, bagian dari masyarakat dan bangsamu.

Ayat. 155

Suara rakyat adalah suara Tuhan, janganlah kau khianati amanah yang telah di berikan rakyat kepadamu.

Dan janganlah kau menjadi bara api yang membakari minyak, jadilah air yang memadamkan api amarah dan kebencian.

Bertanggung jawablah atas masing-masing diri , karena kalian memiliki peranan masing-masing dalam jalannya pemerintahan.

Suarakanlah keadilan, jangan menyebarkan berita bohong, karena bisa jadi-dari berita itu, kau membakar manusia satu, dengan manusia lainnya ; dengan bara api kebencian

Hiduplah berdampingan dengan rasa persaudaraan, berbuat baiklah dengan sesama mu.

Ayat. 156

Agungkanlah kalimat tauhid, janganlah kau ikuti ajaran-ajaran pagan kuno bahwa tuhan lahir dari perawan, kemudian mati, melakukan penebusan dosa, lalu bangkit di hari ketiga.

Kembalilah pada ajaran tauhid murni bapakmu Ibrahim.

Osiris , Dewi Isis, dan putra tunggalnya Horus dewa-dewi Mesir, telah musnah dalam perputaran waktu namun Allah, Tuhanmu tetaplah Esa dan Maha Perkasa.

Dan janganlah kau ikuti para penyembah matahari, yang menganggap tuhan itu tiga, dan mengambil hari kelahirannya menjadi hari lahir Yesus putra Maryam.

Dewa Mithra musnah, namun Allah mu tetaplah berkuasa penuh atas umatnya.

Sucikanlah ALLAH mu dari hal demikian, murnikanlah tauhid, genggam hingga ajal menjelang bahwa Allah itu esa ,tidak beranak dan diperanakkan.

Ayat. 157

Tidakkah kau lihat persamaan bentuk ritual pemujaan yang sama sebelum bapakmu Ibrahim lahir?. Begitulah adanya agama, akan datang utusan di tiap-tiap kaum serta zaman, yang mengajarkan bahwa Tuhan itu esa.

Kemudian kalian lembagakan ajaran Ku menjadi agama,sebagian dari agama itu, masih bertahan ,sebagian lagi musnah, namun Aku tetap kekal.

Ayat. 158

Dan janganlah karena kesombongan mu, engkau mengangkat dirimu menjadi tuhan, lihatlah bagaimana Firaun kami binasakan sebagai bentuk pembelajaran untuk umat dimasa mendatang. Jangan pernah menyekutukan Tuhan dengan sesuatu yang bernyawa, karena Tuhanmu berbeda dengan ciptaanNya.

Ayat. 159

Kuatkan iman, mendekatlah pada Ku, janganlah kau kosongkan bathin mu, carilah Aku, isilah kehampaan jiwa mu dengan kehadiran Ku.
Jangan bunuh diri, sesungguhnya dari masa sulit mu kelak akan hadir masa baik mu. Tuhanmu tak selamanya memberikan ujian padamu, berbaik sangka lah padaNya.

Ayat. 160

Kemudian diantara kalian bertanya pada mu, berapa banyak nama dan rupa tuhan di dunia?. Katakanlah karena kebesaran Tuhanmu yang tak terbatas, ada di balik semua materi, sehingga manusia melihat Aku ada di balik segala, kemudian kalian memberikan Ku banyak nama, dan bentuk rupa.

Ayat. 161

Dan janganlah kau mengumumkan siapa dirimu, akan Ku perlihatkan tanda-tanda kebesaran Ku di langit, dalam beberapa waktu kedepan, langit akan membentuk suatu pesan-pesan nan indah yang membuat manusia takjub, begitulah ketetapan kami , semoga engkau selalu dalam petunjukNya.

Ayat. 162

Sampaikanlah kabar gembira pada Bani Israel, doa kalian telah terkabulkan, telah tergenapkan janji nubuatan dari Tuhanmu.

Seseorang telah menampakkan diri, lahir dari keturunan 12 suku yang hilang.

Tunggulah barang sejenak, hingga kami tuntaskan tanda-tanda kebesaran kami di langit, agar kalian percaya dan mengimaninya.

Ayat. 163

Peganglah janji mu, bahwa Allah itu Esa, jangan kau sembah Illah-ilah lain selain Allah.

Dan jangan pula kau kultuskan dia, karena ia merupakan manusia dari kalangan mu juga.

Ayat. 164

Telah ku genapi janji Ku , pada moyang mu Ibrahim, jadilah bangsa yang mendamaikan dan memberkahi dunia.

Berilah kemerdekaan pada bangsa Palestine, karena mereka merupakan anak keturunan Ishak dan Ismail, anak dari bapak mu Ibrahim.

Hiduplah berdampingan secara damai, berlaku adillah terhadap sesama dan jadilah berkah bagi dunia.

Ayat. 165

Untuk para pengikut Kristus, singkirkanlah berhala-berhala dari rumah Tuhan, jika kalian masih dalam ikatan suci tauhid.

Berhentilah menyebut Yesus sebagai Tuhan, sebab Ia tak mau dipersekutukan dan diperanakkan.

Maha suci Allah, tiada makhluk yang serupa dengan Dia.

Ayat. 166

Untuk para pengikut Muhammad, berhentilah memberhalakan bahasa dan aksara Arab.

Bertingkah-lakulah sesuai adat kebiasaan bangsa mu dan hiduplah dalam damai, bersanding dengan umat yang lainnya.

Sesungguhnya Islam adalah Rahmat semesta alam, bukan Arab semesta alam

Ayat. 167

Dan janganlah kau bertindak seperti keledai liar yang lepas kendali.

Jadilah teladan dan panutan jika engkau benar bagian dari kaum beriman dan beramal shaleh.

Ayat. 168

Teladanilah sifat dan cinta kasih , para rasul dan nabi-nabi terdahulu.

Berhentilah menjadi budak-budak keagamaan dan merasa agama mu paling benar, carilah pencerahan bathin.

Karena ketakwaan dan keimananmu lah, yang memiliki keutamaan di sisi Ku.

Ayat. 169

Untuk penghayat kepercayaan, bersuka citalah karena kitab semesta hadir tanpa mengkotak-kotakkan umat- yang percaya akan Tuhannya.

Siapapun dapat mengimani kitab ini, tanpa harus memeluk salah satu agama.

Ambillah hikmat dan pengajaran darinya yang di ambil dari Cahaya PengetahuanNya.

Ayat. 170

Dan janganlah kau sesat dan nerakakan hamba Ku yang terdapat di pelosok hutan, biarlah mereka menyembah batu dan pepohonan, atau benda-benda langit, atau seumpama dari itu, karena ia menyembah pantulan Aku yang ada di setiap wujud.

Doakanlah mereka , sesungguhnya mereka belum mengerti.

Ayat. 171

Bersatu dan berkumpulah wahai anak adam , baik para pendosa dan kaum beriman. Bersaksilah bahwa Allah Tuhan mu itu esa dan tidak ada illah-ilah lain selain Dia.

Telah terbuka lembaran kitab semesta , yang terhampar luas, tanpa sekat perbedaan- agama dan kepercayaan

Ayat. 172

Ingatlah bersatunya kalian untuk kebaikan dan kedamaian umat manusia, bukan sebagai bentuk kesombangan kaum Ad, yang membangun menara Babel hingga menjulang ke langit, untuk membentuk satu bahasa dan satu bangsa.

Ayat. 173

Kemudian kami hancurkan dan sebarkan kaum Ad ke berbagai pelosok bumi, sehingga mereka saling berpencar, menciptakan berbagai bahasa, sehingga mereka tidak mengenal lagi bahasa-bahasa diantara mereka.

Ayat. 174

Namun kini segolongan bangsa Arab , ingin meniru kesombongan kaum Ad, mereka menipu umat dengan berbagai dalil, berdasar tafsir menurut hawa nafsu mereka sendiri, menjadikan umat manusia mundur kebelakang dan membenci budayanya sendiri.

Sesungguhnya kami ciptakan manusia dengan berbagai suku bangsa dan bahasa, agar kalian saling mengenal, bukan mengarabkan semesta melainkan rahmat bagi semesta alam .

Ayat. 175

Kemudian diantara kalian berkata, ini perintah Tuhan kami. Katakanlah Allah tidak sesempit pikiran mereka, Tuhanlah yang menciptakan keragaman dan Allah menyukai sesuatu yang indah, karena begitulah Dia mencipta penuh keindahan dan perhitungan.

Dan janganlah kalian jadikan pakaian seolah beragama, pakaian tertentu beraroma surga , sesunguhnya semua itu merupakan khayalan bebal mereka.

Pakaian sejati adalah pakaian taqwa, semua yang mereka pertentangkan sesungguhnya hanya sebatas kulit agama ,belum mencapai inti agama yakni pencerahan bathin.

Sesungguhnya aku tidak pernah melihat penampilan luar manusia, penampilan bisa menipu, bersihnya hati dan ketaqwaan dalam menjalani perintah Ku itulah- pakaian taqwa yang sesungguhnya.

Ayat. 176

Kemudian diantara imam mereka mengharamkan musik, mengharamkan perempuan berbuat lebih, mengharamkan budaya, melarang apapun yang tidak Allah larang atas mereka, membawa umat mundur dalam kegelapan yang tak bertepi.

Akibat kebodohan-kebodohan yang mereka ciptakan, membelenggu umat dengan dalil sempit ciptaan mereka sendiri, maka hancurlah peradaban mereka dalam peperangan dan kemelaratan.

Ayat. 177

Lihatlah bagaimana kami angkat derajat peradaban barat, makmurnya peradaban akibat menuntut ilmu, bukan bertengkar tanpa ujung, hal-hal seputar halal, haram dan bi'dah semata, belajarlah memanusiakan manusia dan memajukan peradaban dengan ilmu, itulah nilai kemanusiaan yang sesungguhnya.

Ayat. 178

Bagi imam yang mengajarkan kesesatan dan membelenggu umat dengan dalil-dalil sempit, tentunya pertanggungjawaban mereka amatlah berat disisi Tuhannya.

Bagi kalian para pengikut, kritislah terhadap ajaran para imam, periksalah yang mereka ajarkan kepada kamu, janganlah kamu seperti sapi yang di cucuk hidungnya, selalu menuruti kemana mereka pergi.

Ayat. 179

Kemudian ada diantara para imam, mengajarkan kebencian atas umat lainnya, kebencian kepada umatnya sendiri akibat perbedaan pemahaman.

Sesungguhnya mereka pemecah belah diantara seluruh umat, laknat Allah berlaku untuk mereka.

Ayat. 180

Diantara para imam menyembunyikan harta yang seharusnya untuk umatnya, sesungguhnya siksa Allah amatlah pedih bagi mereka yang menjual ayat-ayat Tuhan dengan harga yang murah.

Ayat. 181

Kemudian diantara kalian bertanya siapakah iblis?. Katakanlah , iblis adalah makhluk yang memegang teguh janjinya, hanya mau bersujud kepada sang Khalik.

Ketika mereka di perintahkan oleh Tuhannya agar bersujud pada Adam, mereka tak mematuhinya , karena menganggap ini sebuah ujian ketauhidan dari Sang Pemilik Kehidupan.

Kemudian iblis di laknat oleh TuhanNya, terusirlah mereka dari surga, dan menjadi makhluk yang selalu di tuduh umat manusia - sebagai empunya kesesatan.

Kemudian manusia mengikuti kesombongan-kesombongan iblis, merasa telah berada pada jalan kebenaran, merasa paling tinggi derajat keimanannya di banding manusia lainnya, sesungguhnya hal tersebut merupakan tipu daya hawa nafsunya sendiri .

Ayat. 182

Dan janganlah kamu mengangkat seseorang menjadi alim ulama karena penampilannya, sebab jubah kebesaran bisa menipu, namun lisan yang penuh kebijaksanaan merupakan cermin kesejatian dari dalamnya pengetahuan.

Ayat. 183

Tinggalkanlah imam yang mengajarkan permusuhan, yang lisannya penuh caci maki, sebab ia belum bisa menaklukkan dirinya sendiri dari nafsu amarah, jika dirinya belum memiliki kebijaksanaan, mengapa kau jadikan panutan?. Sesungguhnya kalian ada dalam kelompok orang-orang yang merugi, kelompok yang jauh dari jalan kebenaran.

Ayat. 184

Lihatlah balasan Tuhanmu atas imam-imam yang durhaka atas ajaranNya, kami hinakan dirinya diantara para umat, sesungguhnya hal demikian merupakan pembelajaran bagi kaum yang berfikir.

Ayat. 185

Janganlah menjadi insan yang penuh kemunafikan, dan mengajarkan hal-hal yang sebenarnya kalian tidak lakukan.

Sesungguhnya Tuhanmu maha melihat dan menyaksikan segala perbuatan umat manusia, baik yang tersembunyi maupun yang terang benderang.

Dan kami adalah sebaik-baik pengadil, hanya kepada Ku segala amal perbuatan baik akan kembali.

Ayat. 186

Diantara para imam ada yang menjadi pelayan kelompok orang yang kaya, menghasut dan mengajak umat pada kebathilan.

Sesungguhnya laknat Allah jatuh pada mereka, kelak mereka akan di mintakan pertanggungjawaban oleh Tuhannya, atas segala perbuatannya selama di dunia.

Hati kalian berkata iman, namun sejatinya kalian telah mempermainkan ayat-ayat Tuhan untuk kepentingan kelompoknya, bukan untuk umatnya.

Ayat. 187

Janganlah kalian berdebat perihal ayat-ayat Tuhan kepada manusia lainnya, dan mengkafirkan umat yang tak sejalan, karena sesungguhnya kebenaran ada di sisiNya.

Belajarlah sebelum engkau mengkritisi ayat-ayat Tuhan, milikilah ketajaman mata bathin, maka engkau dapat memahami maksud dari kalimat Tuhan yang samar dan tersembunyi.

Ayat. 188

Dan janganlah kau mengolok-olok ayat-ayat Tuhan, karena itu merupakan bentuk kesombangan dan ketidaktahuan mu dalam memahami ajaran-ajaran yang telah diberikan olehNya.

Ayat. 189

Teliti dan pelajari isi dari kitab-kitab, karena bisa jadi salah satu diantara kitab, merupakan karangan manusia yang mengajarkan kesesatan, bukan Wahyu dari Sang Khalik, seperti yang mereka akui.

Diantara kitab-kitab itu terdapat ayat yang palsu dan ayat sisipan. Namun para imam menyakini umatnya bahwa keseluruhan ayatnya merupakan Wahyu Ilahi.

Ayat. 190

Gunakanlah akal dan nurani mu, maka engkau akan mengetahui mana ayat ciptaan manusia, mana ayat yang benar-benar dari Ilahi.

Ayat Ilahi akan membuat bathin mu terasa damai, membacanya engkau akan mendapatkan pencerahan bathin.

Ayat Ilahi , merupakan ayat yang meneduhkan bukan sekedar ayat-ayat yang penuh ancaman dan siksa neraka, ayat yang menuntun manusia agar tetap berada di jalanNya, ayat yang mampu menggerakkan bathin manusia ke arah kebaikan dan cinta kasih.

Ayat setan, merupakan ayat yang mengajarkan permusuhan, mengajak manusia untuk saling bunuh antar sesama manusia. Ayat kegelapan yang tak ramah terhadap perbedaan, ayat yang menghancurkan nilai kemanusiaan.

Mintalah perlindungan dan jalan petunjukNya, agar engkau tidak terkecoh dengan ayat-ayat palsu yang seolah datang dari Tuhan.

Ayat. 191

Ayat Tuhan akan memberikan kedamaian, ayat Tuhan akan membawa pada kebaikan.

Ajaran yang memiliki pengikut yang banyak belum tentu kumpulan Jamaat yang tercerahkan, bisa jadi mereka hanya sekumpulan budak-budak keagamaan.

Mereka beribadah siang malam, menghitung-hitung pahala, namun tidak pernah mengenal Tuhan dan makna kehidupan.

Ayat. 192

Peganglah nilai tauhid, bahwa Allah itu esa, tidak beranak dan diperanakkan. Janganlah kau persekutukan Dia dengan makhluk yang bernyawa.

Maha Suci Allah, wujud yang tak terpikirkan dari segala bentuk dan rupa.

Ayat. 193

Lalu kalian bertanya kepadanya, dari sekian banyak agama, mana yang harus kami pilih?, ajaran apa yang paling Tuhan terima di sisiNya?. Maka jawablah, Tuhan mu melihat amalan baikmu dan kebersihan jiwamu, serta keutamaan nilai tauhid.

Ibarat cabang sungai, kelak bermuara kepada yang satu, begitulah perumpamaan ajaran agama dan kepercayaan.

Ayat. 194

Ribuan agama telah punah, namun Tuhanmu tetaplah abadi, kenallah Dia sebagai satu-satunya Tuhan yang layak di sembah. Tuhan yang esa, seperti yang diajarkan rasul dan nabi terdahulu.

Ayat. 195

Setiap zaman akan datang utusan-utusan baru, diantaranya merupakan nabi palsu, janganlah terkecoh dengan keindahan ayat-ayat yang bisa jadi sekedar karangannya, yang di susunnya dari hari ke hari hingga menjadi kitab yang tebal.

Rasul dan nabi yang asli, tidak akan menyebarkan ajarannya dengan kekerasan, tidak akan memaksakan dirinya agar diakui umatnya, ayat-ayat Tuhanlah yang akan bekerja untuknya dan membuktikan kebenaran atas ajaranNya.

Ayat. 196

Keputusan manusia berada di surga ataupun neraka merupakan ketetapan Tuhanmu, agama hanya sebuah jalan, namun keterkaitan dan penyatuan jiwamu dengan Sang Maha Wujud itulah yang membawa dirimu pada surga yang hakiki.

Janganlah kau harapkan surga dan kau takuti neraka, carilah Aku dan terangilah bathin mu dengan pancaran kasihKu, maka surga akan mengikuti dan neraka akan menjauhi mu.

Ayat. 197

Saling tolong menolonglah dalam kebaikan, jangan kau bersekongkol dalam kejahatan, taatilah perintah Ku, karena siksaanKu sangatlah keras, namun di balik itu, Aku pun Tuhan Yang Maha Pengasih Lagi Maha penyayang, jika engkau mau bertobat dan mengerjakan amal saleh.

Ayat. 198

Diantara kalian ada yang mengatakan bahwa kitabnya merupakan kitab yang paling sempurna dan paling lengkap, namun menjadi percuma jika kalian tidak memahami apa yang di ajarkan dan tak mengamalkannya dalam kehidupan.

Semua sekedar ayat mantra, tanpa makna, kosong- tanpa mampu menerangi jiwa.

Ayat. 199

Pelajarilah kitab semesta, sebuah kitab hikmah yang terbuka di alam semesta, yang dapat mengasah mata bathin umat manusia.

Kitab ini mengajarkan pencerahan bathin bukan sekedar ritual keagamaan semata.

Sampaikanlah dan sebarkanlah ayat dari kitab semesta ini, kepada manusia yang masih bangga akan agamanya, namun buta mata hatinya.

Ayat. 200

Hari ini telah kuturunkan kitab semesta kepada umat manusia, sebagai pembelajaran dan jalan terang bagi seluruh alam, tanpa membedakan agama dan kepercayaan.

Ayat. 201

Periksalah kembali pesan Ilahi, yang telah engkau tuliskan, jika engkau khilaf-menulisnya tidak dengan lengkap, maka suara-suara itu tetap bergema di sanubari mu, jika telah benar, maka suara-suara itu akan berhenti dengan sendirinya.

Dan janganlah kau menambah-nambahkan ayat-ayat berdasarkan akal pikiran mu.

Sesungguhnya ayat-ayat Nya sesuatu yang suci, jauh dari penambahan, hawa nafsu pemikiran manusia.

Sesungguhnya Aku, akan terus menyampaikan pesan ku pada umat manusia dan kepadamulah tugas ini di emban.

Semoga engkau selalu dalam lindungan dan petunjukNya.

Dan janganlah kau risaukan seberapa banyak manusia yang membaca pesan Ku ini, kembalikanlah segala sesuatu kepada Allah semata.

Sesungguhnya manusia makhluk yang lemah, hanya kepadaNya lah kalian berserah diri dan berharap petunjuk dan perlindungan.

Ayat. 201

Periksalah kembali pesan Ilahi, yang telah engkau tuliskan, jika engkau khilaf-menulisnya tidak dengan lengkap, maka suara-suara itu tetap bergema di sanubari mu, jika telah benar, maka suara-suara itu akan berhenti dengan sendirinya.

Dan janganlah kau menambah-nambahkan ayat-ayat berdasarkan akal pikiran mu.

Sesungguhnya ayat-ayat Nya sesuatu yang suci, jauh dari penambahan, hawa nafsu pemikiran manusia.

Sesungguhnya Aku, akan terus menyampaikan pesan ku pada umat manusia dan kepadamulah tugas ini di emban.

Semoga engkau selalu dalam lindungan dan petunjukNya.

Dan janganlah kau risaukan seberapa banyak manusia yang membaca pesan Ku ini, kembalikanlah segala sesuatu kepada Allah semata.

Sesungguhnya manusia makhluk yang lemah, hanya kepadaNya lah kalian berserah diri dan berharap petunjuk dan perlindungan.

Ayat. 202

Demikianlah ketetapan Tuhanmu perihal agama, semoga kalian hidup dalam damai, terhindar dari pertikaian yang mengakibatkan terjadinya kebencian diantara sesama umat manusia.

Ketahuilah agama bagai sisi mata uang yang berbeda, di satu sisi agama dapat membawa pada kedamaian, namun sisi lain bisa membawa sumber malapetaka.

Agama mengajarkan kebaikan dan cinta kasih, namun pernahkah terpikirkan olehmu, sudah berapa banyak manusia yang tewas atas nama agama?.

Sudah berapa banyak pertikaian dan perpecahan yang ditimbulkan akibat agama?.

Seorang suami dipisahkan dari istri dan anaknya, orang tua yang mengusir anaknya, pasangan yang berpisah, karena perbedaan agama.

Ayat. 203

Kitab semesta hadir untuk menekan ego klaim sepihak kebenaran agama-agama, kitab semesta hadir untuk mereka, yang merasa tak terwakili eksistensinya dalam otoritas keagamaan.

Kitab semesta adalah jalan tengah, sebuah jalan yang membebaskan umat dari dogma yang membelenggu, sebuah jalan penyatuan dari berbagai macam aliran agama dan kepercayaan.

Ayat. 204

Berterima kasihlah kepada agama, karena agama, merupakan landasan awal untuk mengenal eksistensi Tuhan, karena agama telah memiliki tuntunan yang kuat, perihal baik dan buruk, pedoman petunjuk bagi umat manusia.

Ayat. 205

Diantara kalian bertanya, apakah manusia dapat mengenal dan memperoleh keselamatan Tuhan walau tanpa agama?. Katakanlah tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, sebab kebenaran Tuhan ada di banyak jalan.

Ayat. 206

Kemudian kalian kembali bertanya, mengapa agama mengancam neraka jika kita tidak mengikuti jalannya?.

Jawablah kepada mereka, bahwa agama melakukan penaklukan dan pencarian Jamaat sebanyak-banyaknya, sebab tanpa jamaah yang banyak, agama akan terancam punah di masa depan.

Agama memberikan janji surga, agar pemeluknya tetap setia dan terikat dalam organisasi keagamaan tersebut dan memberi hukuman neraka jika keluar, agar pengikutnya tidak berkurang.

Telah punah ribuan agama di masa lalu, bersama tuhan-tuhan mereka, namun ajaran kebaikan dan cinta kasih akan tetap kekal.

Ayat. 207

Beragama itu baik, sebuah jalan menuju Tuhan, agama memiliki kitab panduan yang sudah teruji mampu melintasi masa, dan memberikan berbagai jawaban bagi persoalan umat manusia.

Namun sebab agama pula, kalian kerap bertikai satu sama lain, karena merasa ajarannya paling benar diantara agama yang ada.

Ayat. 208

Ajaran Ku yang universal, kalian lembagakan, kalian bertikai, kalian saling bunuh, dari sesuatu yang kalian buat sendiri.

Ayat. 209

Kitab Semesta adalah jalan sunyi mencari nilai ketuhanan, sebuah pencarian kedalam, tanpa harus mengkotakkan umat manusia.

Ayat. 210

Engkau pribadilah yang menjadi saksi atas kebenaran yang kau yakini, bukan berdasar kesaksian, pengalaman umat di masa lalu.

Carilah Dia, dan atas ijinNya, suatu saat kelak nanti, engkau akan menemukanNya.

Ayat. 211

Diantara para nabi ada yang mengklaim bahwa dirinyalah nabi penutup dan terakhir, namun ketahuilah perputaran waktu akan terus berjalan, akan ada masa munculnya nabi dan agama baru, begitulah perjalanan anak manusia yang selalu ingin mencari Tuhannya.

Ucapannya yang demikian itu adalah seumpama manusia yang ingin keagungan, kemasyhuran, berhenti dan berujung padanya.

Ayat. 212

Sesungguhnya kecerdasan spritual manusia , memungkinnya membuat kitab-kitab seumpama Wahyu dari langit, yang semuanya itu adalah Ilham.

Setiap bangsa berpotensi memiliki nabi-nabi dan kitabnya sendiri.

Sebagian memiliki pemahaman tauhid namun tidak memiliki kitab.

Sebagian lagi memiliki konsep banyak dewa-dewi dan memiliki kitab ataupun tak berkitab.

Sebagian lagi bertauhid dan memiliki kitab.

Melalui bapak mu, Ibrahim warisan tauhid masih terjaga dan berkembang luas , beserta kitab-kitabnya yang diturunkan melalui anak keturunannya.

Seiring perjalanan waktu, banyaknya agama dan konsep ketuhanan, membuat kalian saling bertikai dan saling membunuh.

Kalian ajak kelompok bangsa mu untuk menyerang kelompok bangsa lainnya, kalian saling membunuh dengan meneriakkan nama Tuhan, kemudian kalian merasa telah mewakili Tuhan dan merasa menjadi kekasihNya.

Sesungguhnya semua itu adalah khayalan sesat mereka, Tuhanmu mengajarkan cinta kasih tanpa melihat perbedaan.

KekuasaanNya yang penuh kasih dan tanpa batas, kalian cemari dengan pertumpahan darah dan air mata.

Ayat. 213

Tidakkah kau lihat betapa damainya para penghayat kepercayaan, yang menghubungkan jiwanya kepadaKu, mereka berada di sudut-sudut kesunyian merenungi kebesaran Ku.

Dalam keheningan , mereka hidup selaras dengan alam, mereka meresapi ajaranKu yang di ambil dari semesta alam.

Mereka dapat membaca kitab-kitab semesta dengan mata bathinnya.

Kemudian pengikut agama, menuduh mereka sebagai kaum syirik penyembah ruh nenek moyang dan benda-benda mati.

Janganlah kau hina mereka. Akulah sebaik-baiknya pengadil.

Sesungguhnya mereka sedang menyembah Aku yang ada di balik setiap materi.

Ayat. 214

Dan janganlah kau menambahi ayat-ayat ku dengan pemikiran mu, tulis lah apa yang bergema di sanubari mu.

Memohon ampun lah pada Allah mu, atas segala kekhilafan mu.

Ayat. 215

Dapatkah kau lihat para pemeluk agama sedang berdebat di antara mereka ,mencari agama yang paling terbaik.

Diantaranya saling memamerkan ayat, yang sesungguhnya tidak pernah Aku turunkan.

Ayat-ayat sisipan dan palsu itu terus di syiarkan dari generasi ke generasi, hingga mereka tercabut dari pemahaman tauhid.

Ayat. 216

Demi merangkul pengikut dewa matahari, raja dan para imam, rela mengorbankan ajaran Yesus yang murni, mereka tidak lagi mengajarkan tauhid melainkan mengajarkan konsep Tuhan- tiga dalam satu.

Mereka bawa ajaran pagan kuno, penyembah pohon ke dalam ajarannya, semakin tercemar lah ajarannya, yang bertauhid murni.

Kemudian kalian meniru konsep penebusan dosa yang tak pernah kami ajarkan, melainkan peniruan terhadap kebiasaan sesat ajaran pagan kuno.

Kalian adakan pesta pora untuk kelahiran Yesus putra Mariam, namun sesungguhnya kalian sedang merayakan kelahiran dewa matahari.

Kalian beribadah di hari Minggu bukan untuk Allah, melainkan untuk menghormati dewa matahari.

Kalian memakan makanan haram yang sejatinya telah turun larangan kepada kalian , namun kalian tetap melanggar ketentuan Tuhanmu yang telah disampaikan kepada Bani Israel.

Kalian juga tidak lagi bersunat, sebagai bentuk perjanjian tauhid bapakmu Ibrahim kepada Allah Tuhanmu.

Sesungguhnya raja dan para imam telah menipu dan menyesatkan banyak umat, lalu membunuh dan mengasingkan para imam yang menolak ide-ide mereka.

Terlepaslah ajaran mereka dari ikatan suci tauhid, mereka telah mencemari ajaran Yesus sejati.

Dan jejak-jejak kebohongan mereka terus di wariskan dari generasi ke generasi dan menjadi kebohongan yang disucikan dan di sakralkan.

Ayat. 217

Namun masih ada beberapa pengikut setia Yesus dari Nazareth, yang tetap mengusung nilai tauhid ,mereka mengasingkan diri dan menyepi melepaskan diri dari otoritas gereja.

Ayat. 218

Katakanlah kepada mereka, Yesus dan ibunya Maria merupakan manusia yang beriman, mereka tidak pernah mengingkari kesucian tauhid, sesungguhnya kalianlah yang mengada-adakan bahwa tuhan tiga dalam satu.

Ayat. 219

Katakan juga kepada penghayat kepercayaan, jika mereka telah memiliki pengetahuan bahwa Tuhan itu esa dan berbeda dengan ciptaanNya, diharamkan bagi mereka membuat berhala-berhala untuk pemujaan, terkecuali masyarakat primitif, kelonggaran Tuhan mu, mendahului kasih sayangnya dibanding kemurkaan.

Ayat. 220

Peganglah nilai tauhid, untuk engkau yang beragama dan yang tak beragama.

Janganlah kalian persekutukan diriNya dengan berhala-berhala ciptaan mu sendiri.

Sesungguhnya Dia Maha besar, kekuasaannya tak tertandingi, tak terjangkau akal pemikiran.

Ayat. 220

Peganglah nilai tauhid, untuk engkau yang beragama dan yang tak beragama.

Janganlah kalian persekutukan diriNya dengan berhala-berhala ciptaan mu sendiri.

Sesungguhnya Dia Maha besar, kekuasaannya tak tertandingi, tak terjangkau akal pemikiran.

Ayat. 221

Yahudi memuliakan hari sabat, Kristen memuliakan hari Minggu, Islam memuliakan hari Jumat, sesungguhnya semua hari baik di sisi Allah.

Karena Dia menciptakan bilangan hari,bulan dan tahun merupakan ketentuan yang mengikat ke seluruh semesta, perhitungan yang menggunakan rotasi planet-planet.

Ayat. 222

Akulah jalan terang, jangan kau ikuti jalan kegelapan.

Barangsiapa telah sampai pengetahuan kepada kalian , hendaklah kalian beriman dan beramal saleh.

Janganlah kalian berpaling dan menyekutukanNya dengan makhluk bernyawa.

Sesungguhnya yang bernyawa akan mati, namun Dia abadi.

Ayat. 223

Sesungguhnya pewarta Kitab semesta, atas ijinKu, telah melihat tanda-tanda kebesaran Ku dilangit, Kutampakkan kepadanya pemandangan yang ajaib, yang membuatnya takjub.

Hampir-hampir jantungnya berhenti berdetak, atas karunia kasih-Nya, ia mampu melihat keajaiban-keajaiban tersebut, baik secara mata lahiriah maupun mata bathin.

Beruntunglah manusia yang mendapatkan anugerah tersebut, yang semakin membuatnya dekat dengan Sang PenciptaNya.

Beruntunglah manusia yang mendapatkan anugerah tersebut, yang semakin membuatnya dekat dengan Sang PenciptaNya.

Ayat. 224

Dan janganlah kau mendahului takdir Allah, janganlah kau meramalkan sesuatu hal mendahului ketetapannya, mintalah petunjuk dan jalan kebenaran hanya kepadaNya.

Hanya orang berhati bersih dan beramal saleh, atas ijinNya - mampu melihat masa depan dan masa yang telah lalu.

Diantara para imam merasa tingkat derajat keimanannya lebih tinggi diantara imam lainnya, ia mengabarkan suatu penglihatan kepada calon pemimpin, kemudian gagalah calon itu, yang membuat sang imam menjadi malu di mata jamaahnya.

Janganlah berbuat seperti itu, kaum ulama hendaklah ada ditengah masyarakat, saling mengayomi, jangan dukung mendukung salah satu diantara yang lain, hingga menciptakan perpecahan diantara umat.

Belum tentu yang kau dukung merupakan pilihan dan takdir Allah.

Jauhilah kesucian agama dari permainan dunia.

Janganlah kau buat sesuatu yang suci, menjadi jatuh harkat martabatnya akibat beda pilihan, dan jangan kau bisikkan sesuatu yang keliru kepadanya bahwa ia merupakan pemimpin yang datang dari Tuhan, sejatinya memilih pemimpin merupakan kebutuhan mu untuk menjalankan suatu pemerintahan.

Dan janganlah kau para imam menipu umat dengan dalil-dalil ciptaan mu sendiri, tidak memilih seseorang melawan ketetentuan agama dan Tuhan, sesungguhnya mereka dalam kesesatan yang nyata.

Maka Aku permalukan mereka di antara para umat atas segala tindakan mereka, lalu Aku buat keimanan mereka terguncang kepada insan yang merasa kadar keimanannya lebih tinggi diantara yang lain, dan Ku hancurkan keegoan mereka, sebab mereka merasa telah mewakili kebenaran Tuhan diatas muka bumi.

Bertobatlah kalian, sesungguhnya tingkah polah kalian telah melampaui batas, atas dasar kesombongan iman, merasa ahli ibadah maka kalian memandang sebelah mata manusia lainnya dan merasa mewakili Tuhan di atas segalanya.

Ayat. 225

Janganlah menjadi Fir'aun-firaun kecil dan menjadi tuhan kecil terhadap manusia lainnya.

Dan janganlah kau obral kalimat semoga dapat hidayah, seolah dirimu memiliki derajat keimanan lebih tinggi dari yang kau tuding.

Sesungguhnya dirimu tak ubahnya keledai, merasa telah hijrah, merasa telah dalam jalan kebenaran, sesungguhnya jalan tobat adalah jalan yang penuh ujian dan penuh liku, bukan jalan yang sederhana dan mudah.

Hijrah yang hakiki adalah hijrah hati, jalan menuju arah yang lebih baik, bukan bergaya meniru penampilan dan menjadi budak bangsa lainnya.

Merdekakan jiwa kalian, berbanggalah dengan agama mu, namun jangan melupakan akar dari mana kalian berasal.

Ayat. 226

Dan janganlah kau sanjung puji alim ulama secara berlebihan, karena hal demikian bisa membuatnya besar kepala, membuatnya lupa akan tugas pencerahan pada umatnya.

Tegurlah alim ulama seandainya mereka melenceng, menumpuk harta , dan tampil secara berlebihan memamerkan harta benda, melupakan umatnya yang miskin, sesungguhnya mereka adalah teladan ,cermin dari agama.

Ayat. 227

Sebarkan dan kabarkanlah Kitab Semesta pada yang lain, kemudian diantara kalian berkata kepada yang lain, siapakan yang menciptakan tulisan ini,karya siapakah?. Katakanlah kitab semesta bukan karya seorang penyair melainkan suara-suara Ilahi yang disampaikan kepada seluruh umat manusia tanpa memandang agama dan kepercayaan.

Ayat. 228

Sebagian dari kalian berkata, "ini merupakan tipu daya setan, pintu kenabian dan Wahyu telah di tutup". Janganlah mendebat mereka, biarlah bathin mereka yang berbicara, biarlah kerasnya hati mereka hancur luluh lantak oleh kebesaran ayat-ayat Kami.

Ayat. 229

Kemudian sebagian dari kalian berkata, "ia telah menistakan ajaran agama-agama kami". Katakanlah siapa yang lebih menista ajaran agama selain diri kalian sendiri , pertumpahan darah, peperangan adalah penistaan yang sesungguhnya.

Ayat. 230

Sesungguhnya hati mereka telah dibutakan oleh hawa nafsunya sendiri. Hatinya telah tertutup dari petunjuk-petunjuk kebenaran.

Hindarilah mereka, jangan kau tanggapi yang demikian itu,karena amalan mu menjadi sia-sia belaka jika menghadapi mereka.

Berdoalah semoga mereka dalam kelompok manusia yang memperoleh petunjuk dan kasih sayang Tuhannya.

Ayat. 231

Dan ingatlah selalu ajaran nabi dan rasul terdahulu.

Bertauhidlah, jangan kau sembah berhala-berhala sesudah datang pengetahuan kepadamu.

Bersunatlah, karena hal demikian merupakan perjanjian moyang mu kepada Sang Khalik.

Makanlah makanan yang halal.

Janganlah kau saling bertengkar antar sesama mu, ingatlah bangsa Israel selalu menuntut lebih kepada Musa, yang tidak percaya akan tanah perjanjian-dimana mereka akan di bawa.

Lalu turunlah dari langit makanan Manna ke tengah kemah-kemah mereka, hingga mereka terbebas dari rasa lapar.

Kemudian diantara mereka menuntut Musa memberikan mereka daging, lalu berdoalah Musa, kemudian turunlah dari langit burung puyuh dan makanlah mereka daging selama sebulan penuh hingga mereka bosan.

Kemudian tersungut-sungutlah bangsa itu, dan mencaci maki Musa, katanya; " Biarlah kami di tanah Mesir, seandainya kami di perbudakpun, setidaknya kami masih bisa hidup, menabur benih,minum anggur dan  makan roti. Mengapa kau membawa kami ketengah gurun pasir ini,dimana air dan tumbuhan tak pernah ada, selain kematian...... berilah kami dan ternak kami air".

Lalu berdoalah Musa, kemudian atas perintahNya, diangkatnya tongkat kemudian di depan Bani Israel , dipukulnya bukit itu dengan tongkatnya sebanyak dua kali, keluarlah air dari celah bebatuan sehingga bangsa itu bisa minum bersama ternak mereka.

Ayat. 232

Janganlah kalian ragu atas Kekuasaan Allah Tuhanmu, tak ada yang tak mungkin bagiNya, ketika Dia berkata jadilah, maka jadilah.

Belajarlah dari bangsa Israel, janganlah jadi bangsa yang saling bantah membantah saat kebenaran dan mukjizat, telah tampak di depan kalian.

Sesungguhnya di tiap nabi yang kami turunkan kepadamu, selalu kalian tolak bahkan kalian bunuh, sebelum dia menyelesaikan risalahNya.

Belajarlah dari peristiwa di masa lalu dan janganlah lagi kalian berbuat zalim kepada utusan-utusan Ku.

Ayat. 233

Saat Musa membawa umat Israel menuju tanah perjanjian, rombongan mereka seringkali harus melewati tanah yang dikuasai bangsa asing, berperanglah mereka, atas kuasaNya, menanglah bangsa itu, melawan bangsa yang lebih besar darinya.

Tabut perjanjian yang yang penuh kemuliaan, selalu di tandunya oleh bangsa itu kemana mereka pergi, hingga mereka meraih kejayaan dan kemenangan. Terpenuhilah segala nubuatan yang terjadi atas bangsa mereka.

Ayat. 234

Dan janganlah akibat kekhawatiran mu, untuk menghindari tuduhan penistaan agama, engkau menyebut Kitab Semesta sebuah novel, karya seorang penyair.

Katakanlah Kitab Semesta adalah pesan dari Ilahi, yang bergema di sanubari, suara-suara yang akan berhenti dengan sendirinya jika telah di tulis dan disampaikan dengan benar.

Bertobatlah pada Allah, Tuhanmu, jangan sesekali lagi mengucapkan Kitab Semesta hasil pemikiran manusia.

Engkau telah bersaksi Akulah Allah, yang menyampaikan pesan ini,bukan Illah-ilah yang lain.

Telah kutunjukan Kuasa Ku, penglihatan dilangit dan penglihatan dalam kalbu, lalu kau mengimaninya, bahwa inilah Aku, bukan illah-ilah yang lain.

Ayat. 235

Katakan kepada pengikut-pengikut mu bahwa engkau membawa misi menyatukan agama tauhid warisan Ibrahim dan merangkul penghayat kepercayaan, bukan untuk membangun agama baru.

Tuhanmu tidak menginginkan adanya kekerasan baru yang kelak membunuh manusia lainnya, sambil mengatasnamakan Aku dan ajaran-Ku.

Ayat. 236

Sesungguhnya kelak Kitab Semesta akan tersiar ke segala penjuru dunia. Diantaranya diam-diam mewartakan ajaran mu kepada manusia lainnya.

Sebagian lagi menyimak ajaran dan risalah mu, kemudian menjadi perbincangan di tengah komunitas mereka.

Sebagian lagi sedang mencari kesalahan mu, hingga mereka dapat memperkarakan mu di kemudian hari. Berserah dirilah kepada Allah semata, karena Dia sebaik-baiknya Pelindung, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ayat. 237

Katakanlah kepada umat Kristen, firman Allah telah berbicara melalui sanubari ku, apakah layak diriku yang fana ini kalian sebut Tuhan?.

Tidak ada firman yang menjadi manusia, melainkan Dia berbicara dengan makhluk, yang telah ditunjuk sebagai utusan-Nya.

Lalu mengapa kalian sebut Yesus putera Maryam sebagai tuhan?.

Bukankah firman yang berkerja dalam diri Yesus, dengan firman yang bekerja dalam diriku adalah sama ?.

Perumpamaan apa yang terjadi pada nabi-nabi, mukjizat dan pewartaan Wahyu adalah sama, Dia berbicara dan berkuasa pada makhluknya, namun Dia zat yang berbeda dengan ciptaanNya.

Ayat. 238

Semua mahluk, hidup dalam Dia, semesta raya ada dalam Dia. Begitulah kebesaran Nya meliputi segala sesuatu.

Begitulah Dia, telah ada sebelum kata "ada' itu ada.

Kenallah Dia yang tidak berawal dan berakhir.

Allah menciptakan makhluk sebagai bentuk persaksian, sebab tanpa makhluk - tidak pernah ada tuhan, sekalipun Dia ada, perwujudan segala.

Ayat. 239

Hubungan makhluk dengan Rabb mu , merupakan hubungan keterkaitan cinta kasih, hubungan yang menjelaskan keberadaan keduanya. Sekalipun Dia dapat berdiri sendiri tanpa makhluk.

Ruh keilahian yang berkerja dalam dirimu lah, yang membedakan engkau dengan makhluk lainnya. Engkau tetaplah fana, namun Tuhanmu tetaplah kekal.

Ayat. 240

Diantara kalian bertanya apakah Yesus dan Isa Al-Masih sosok yang sama?. Mereka sosok yang sama, asal muasal bahasalah yang membuatnya seakan berbeda, namun merujuk pada sosok yang sama.

Ayat. 241

Begitu juga dengan YHWH, sesuatu yang suci tidak bisa di ucapkan dengan sembarangan, leluhur mu, memiliki bahasa yang berbeda, menyebutnya dengan sebutan El, il , Elohim, Ellah , Illah dan Allah.

Muslim mensifati-Ku dengan Asmaul Husna, kesemuanya adalah sebutan-sebutan baik dan penuh kemuliaan terhadap kebesaran-Ku.

Ayat. 242

Janganlah kalian saling bantah membantah perihal sebutan yang paling pantas kepada-Ku.

Aku adalah Aku. Kenalilah Aku, Allah, Tuhan mu yang esa. Tidak ada illah-ilah lain selain Allah.

Ayat. 243

Sampaikanlah kepada imam-imam gereja, janganlah kau permainkan ayat persepuluhan untuk memperkaya dirimu, mengkhianati ketulusan dan kebaikan umat, yang seharusnya persembahan itu merupakan hak orang miskin, hak orang sedang tertimpa penyakit, hak orang yang sedang tertimpa kemalangan hidup.

Kritis-lah pada imam-imam mu, Yesus dari Nazareth hidup dalam kesederhanaan, tidur beralaskan seadanya, ia begitu menyayangi orang miskin, hal teladan demikianlah yang membuatnya abadi.

Dia yang hatinya kudus, lahir disebuah kandang dari ibunda yang penuh kemuliaan.

Namun kini mengapa para imam malah hidup dalam kemewahan istana dan memahkotai kepalanya dengan emas dan permata, lalu berfatwa seolah mewakilinya ?.

Jika dahulu Yesus mengacak-acak bait suci, menentang pajak dan kesewenangan imam bait suci, kini bisa jadi ia akan mengacak-acak kotak-kotak amal persepuluhan, dan menghancurkan patung dirinya dan ibunya, lalu ia akan tegas menyatakan pada kalian bahwa Allah itu Esa.

Ayat. 244

Tunaikanlah zakat dan bersihkan sebagian hartamu dengan menyumbangkan sebagian harta mu kepada yang berhak.

Janganlah menjadi kikir dan menimbun-nimbun kekayaan, karena kekayaan tidak di bawa mati, melainkan amal baik mu.

Lebih baik mati dalam kemiskinan daripada mati diatas tumpukan emas dan menjadi kotoran diatasnya.

Lebih terhormat dan mulia, orang kaya yang mau membagi kekayaannya secara adil kepada sesama dan bermanfaat bagi manusia lainnya.

Ayat. 245

Ketika saudaramu terjerat hutang, bantulah ia, sebab siapa yang membantu manusia lainnya yang sedang dalam kesulitan, kelak ia akan di permudah segala urusannya oleh Tuhannya.

Ayat. 246

Bantulah sesamamu dengan ikhlas dan tulus semata karena Allah, jangan pamrih dan mengungkitnya di kemudian hari.

Ayat. 247

Kembalikanlah segala urusan amal baik mu kepada Allah semata, sebab Dia sebaik-baiknya pengadil, maha pemberi rahmat, kasih dan pengampunan.

Ayat. 248

Janganlah putus harapan, sebab Dia Maha Pengabul doa-doa umatnya yang di ucapkan dengan ketulusan hati dan penuh keikhlasan.

Ayat. 249

Tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah. Berbagi itu lebih baik daripada menerima. Siapa yang menabur kelak ia akan memanen.
Begitulah perumpamaan orang yang mau berbagi kasih.

Ayat. 250

Berbagi lah disaat sempit dan disaat lapangmu, tirulah bagimana Tuhanmu memberi rejeki tanpa membedakan, diberinya rejeki pada seluruh makhluknya, sekalipun makhluk tersebut tidak beriman padaNya.

Ayat. 251

Diantara kalian ada yang bertanya soal poligami, katakanlah leluhur mu, tetua suku raja dan kaum bangsawan, terbiasa memiliki istri dan selir yang banyak hingga ratusan bahkan ribuan. Tuhanmu memberikan batasan empat, anjuran bagi yang mampu bukan sebuah kewajiban, karena berbuat adil dan tidak menyakiti pasanganmu adalah sulit, mintalah keridhoan istri mu, maka Allah akan meridhoi diri mu dan keluarga yang kau bangun. Menikahlah karena Allah bukan sebab-sebab yang lain.

Ayat. 252

Ketika pengetahuan telah datang padamu bahwa Allah itu esa. Janganlah kau keluar dari ajaran nabi dan rasul terdahulu.

Diantara imam gereja ada yang berkata kepada jemaahnya dan meyakinkan, bahwa ia bisa melakukan penyembuhan dan berbagai mukjizat, yang sesungguhnya ia sedang mempermainkan dan menipu jamaatnya.

Jika ucapannya benar, bawalah imam itu ke rumah sakit, bukan bergaya di mimbar- memainkan berbagai tipu daya dengan para pembantunya.

Diantara mereka ada yang menghampiri orang miskin dan sakit- menyodorkan berkat sambil menukarnya dengan keimanan mereka, sesungguhnya mereka adalah golongan yang sesat.

Mereka berkata, sebab tuhan hutang ku lunas, sebab tuhan penyakit ku di angkat, sebab tuhan masalahku hilang, semua itu sekedar akal-akalanya semata, mereka memperdagangkan agama demi mendapatkan uang dari jemaatnya.

Katakanlah, mukjizat Ku bekerja kepada manusia yang berserah diri dan ikhlas hati, seseorang yang ketika berdoa dapat mengkaitkan hatinya pada Ku.

Mukjizat-mukjizat bekerja kepada jiwa yang bersih dan jujur bukan kepada para penipu. Mukjizat Ku gratis bagi mereka yang percaya. Mukjizat-mukjizat ku terjadi kepada orang yang menyatu dalam kuasa kebesaran-Ku.

Jika kau sakit, maka berobatlah sebagai bentuk ikhtiar mu, jika kau berhutang, maka bekerjalah untuk melunasi hutangmu, kemudian berserah dirilah, lalu berdoalah agar keinginan mu terkabul.

Ayat. 253

Janganlah kau buat pernyataan Tuhan tiga dalam satu, dan berbagai kalimat bersayap multi tafsir sebagai upaya pembenaran segala ucapan mu, yang sebenarnya sebuah penyesatan bagi umat.

Tuhan mu itu esa, berikanlah pemahaman yang mudah bagi umatmu, kepada seluruhnya baik yang pintar hingga terbodoh, jangan kau belokkan menjadi Yesus sebagai Tuhan, firman yang berubah jadi manusia, sebagai anak Allah, dan seumpama dari itu, yang semuanya dapat membingungkan dan menjauhkan manusia dari nilai tauhid.

Sepandai-pandainya para imam mempermainkan ayat dengan beribu tafsir dan pembenaran-pun, tentunya tidak cocok dengan sifat-sifat ketuhanan, mencederai akal sehat, mencederai nilai tauhid.

Tuhan berbicara kepada ribuan utusanNya, Tuhan juga berbicara melalui tanda-tanda alam, bukan berarti firman atau tuhan itu menjadi manusia atau manusia menjadi tuhan.

Maha suci Allah, wujud yang berbeda dengan makhluk ciptaanNya, tidak berawal dan tidak berakhir.

Ayat. 254

Dan janganlah kau menghina dan menuduh utusan-utusan Ku yang terdahulu dan sekarang, telah hilang akal dan hilang ingatan.

Mereka memiliki kelebihan namun mereka tetaplah manusia yang memiliki kekhilafan dan kesalahan yang mungkin tak di sengaja.

Mereka manusia biasa yang juga punya dosa di masa lalu, merupakan fitrahnya sebagai manusia, sebab ia bukanlah malaikat, lalu dia bertobat kemudian Tuhan menerima tobatnya.

Tirulah suri teladannya dan kembangkanlah, jangan kau tiru cara berpakaiannya atau seumpama dari itu, karena setiap peradaban memiliki tantangannya tersendiri.

Dan janganlah kau tulis dan kau kumpulkan ucapan para nabi-nabi, jika hal tersebut kelak akan membingungkan dan memecah belah umat, sebab telah banyak ucapan para nabi-nabi yang telah dipalsukan sehingga menimbulkan kerusakan di masa depan.

Hindarilah hal demikian, sesuatu yang ragu-ragu, menimbulkan perpecahan, musnahkan lah jangan kau wariskan kepada generasi sesudah mu, namun diperbolehkan oleh Tuhanmu, jika ucapan tersebut, telah jelas memiliki nilai kebenaran dan bermanfaat bagi kemanusiaan dan peradaban, abadikanlah pengajarannya.

Ayat. 255

Lalu kalian bertanya kepadanya, kriteria seperti apa dan alasan apa yang membuat Tuhan mengutus (nabi)nya pada suatu kaum dan dunia?.

Sebab anugerah dan kasih Tuhanlah , Dia mengutus para nabi-nabiNya, agar membawa manusia kearah yang lebih baik, arah jalan terang, arah yang di ridhoi oleh Allah, Tuhanmu.

Dia memilih para utusan yang di kehendakiNya, sebab Dia mengetahui kelebihan yang di miliki para nabi, yakni ketajaman mata bathin yang tidak semua manusia memiliki anugerah demikian.

Di turunkanlah nabi-nabiNya kepada umat manusia, maka imanilah jika dia mempunyai tanda kebenaran di sisi Tuhannya, namun jika dia berbohong, maka hindari sebab hal demikian akan menimbulkan kerusakan dan kesesatan.

Dan janganlah kau secara gegabah menuduhnya sebagai nabi palsu, lalu membunuhnya , sebab salah tuding tidak akan bisa mengembalikan nyawa. Belajarlah dari umat-umat terdahulu yang telah membunuh banyak utusan-Ku, dan jangan pernah kau ulangi di masa depan.

Nabi asli dan palsu bisa di bedakan, ayatnya sendiri yang akan menjelaskan siapa dirinya dan kebenaran dari ucapannya.

Janganlah kalian berdebat perihal kenabiannya, sebab dia tak meminta sebuah pengakuan, imanilah jalan kebenaran dan jalani dalam hidup mu, dan jadilah terang.

Dia tak menginginkan sanjung puji atau gelar kehormatan, dia tak menginginkan pengakuan sebab menerima kebenaranNya merupakan anugerah yang tak ternilai -sekalipun dia seorang pendosa, kemudian dia bertobat, maka Allah menerima tobatnya, dan ketika Allah berkehendak, maka terjadilah apa yang Dia kehendaki.

Ingatlah kisah Yesus takkala di datangi pelacur yang meminta perlindungannya, karena ia hendak di rajam dengan batu hingga mati, maka Yesus berkata kepada orang-orang itu, maju dan timpuklah perempuan ini jika ada yang lebih suci darinya dan tak memiliki dosa.

Demikianlah perumpamaan utusan-utusan Ku, dan ihwal kenabian, mereka tetaplah manusia biasa yang memiliki anugerah mukjizat dan pewartaan firman, sebab kasih dan ijin Tuhannya- hal diluar nalar bisa terjadi.

Ayat. 256

Katakanlah kepada Bani Israil, bahwa Yesus adalah seorang utusan, atas ijinNya orang buta dapat melihat, orang mati dapat bangkit, melipat gandakan berkat, itulah tanda-tanda kebesaran dan mukjizat Tuhan ,atas ijinNya semua itu dapat terjadi.

Begitu juga dengan Muhammad, seorang yatim piatu yang mencintai umatnya lebih dari apapun, seorang buta huruf yang mengajarkan, melanjutkan nilai tauhid ajaran moyang mu Ibrahim, Allah ridho padanya, dan dia menerima anugerah.

Dan jangan kalian bertikai satu sama lain, Yahudi ,Kristen,Islam dan para pengusung tauhid lainnya, agama kuno moyang mu sesungguhnya satu, satu umat Tuhan, dan hanya kepada Ku segala urusan kalian kembali, Akulah sebaik-baiknya pengadil, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ayat. 257

Telah Ku perlihatkan tanda-tanda kebesaran-Ku di langit, untuk mempersaksikan kedatangan mu, dan tanda-tanda demikian akan terus hadir hingga beberapa waktu kedepan, yang membuat manusia takjub dan saling bertanya-tanya, fenomena apa yang sedang terjadi?.

Ayat. 258

Maka bersoraklah bangsa itu, nubuatan Tuhannya telah tergenapi. Lalu engkau berkata pada Rabb mu, "Ya Tuhan, aku ini seorang pendosa, apakah pantas diriku yang hina ini memegang anugerah-Mu?". Tak ada yang mustahil bagi Tuhan, jika Tuhanmu berkehendak, maka jadilah.

Ayat. 259

Berikanlah kekuatan kepada ku, berilah tuntunan dan petunjuk agar aku tetap ada di jalan-Mu Tuhan. Berikanlah aku kemudahan mewartakan firman-Mu, lancarkanlah segala urusanku, karena Engkau sebaik-baiknya pemberi Petunjuk.

Ayat. 260

Damaikanlah segala bangsa-bangsa, janganlah mereka saling bertikai, sebab Tuhanmu tidak menginginkan adanya kehancuran, akibat pertikaian diantara sesamamu.

Peringatkanlah bangsa-bangsa itu, agar tidak menggunakan senjata pemusnah massal, sebab hal tersebut akan menimbulkan kerusakan yang maha dahsyat.

Ayat. 261

Peringatkan bangsa-bangsa itu, agar dapat mengistirahatkan bumi barang sejenak, jangan terus dimanfaatkan, jagalah kelestariannya, demi kelangsungan generasi anak cucu mu kelak.

Jagalah keseimbangan alam, sesungguhnya bumi ibarat wajah, janganlah kau cemari semua, biarkan dia bernafas, biarkan berbagai tumbuhan dan hewan hidup di atasnya.

Ayat. 262

Perlakukanlah alam dengan baik jangan kau eksploitasi tanpa henti, hingga merusak keseimbangannya demi ambisi keserakahan. Sesungguhnya datangnya wabah ini, membuat kalian lebih mawas diri, peduli dan lebih mencintai alam sekitar.

Ayat. 263

Dengan datangnya wabah, kalian bisa saksikan betapa rapuhnya ritual keagamaan, sementara tidak ada lagi caci maki dan pertikaian antar agama, mendadak manusia hidup dalam hening melihat kesejatian diri.

Manusia sejenak meredam keegoan dalam beragama dan menjadi mahluk spiritual.

Tempat-tempat ibadah dan kuil di tutup, manusia dipaksa melihat kedalam oleh Tuhannya, untuk sejenak melihat kesejatian diri tanpa memandang sekat-sekat perbedaan diantara mereka.

Ayat. 264

Katakanlah kepada ahli kitab dan para ahli tafsir, jangan kalian sisipi alkitab dengan kata bapa dan anak, atau seumpama dari itu, sebab itu pekerjaan iblis, Tuhanmu Maha suci dari hal demikian, kenallah Tuhanmu sebagai Tuhan Yang Esa, tidak beranak dan diperanakkan baik fisik dan spiritual.

Ayat. 265

Janganlah kalian wahai para ahli tafsir, akibat dukunganmu terhadap faham Tuhan itu tiga dalam satu, maka engkau sisipi istilah bapa dan anak kedalam Alkitab, kalian cemari, kalian taruh dan kalian selipkan yang demikian itu, kedalam ajaranNya yang Kudus.

Pemikiran dan penerjemahan tafsir yang mengacu pada paham yang mereka yakini, menggiring umat mempercayai pemahaman yang demikian itu, sehingga mereka kira ini ajaran yang murni sesuatu yang alkitabiyah, namun sesungguhnya pemelintiran ayat Tuhan oleh para ahli tafsir dan ahli kitab telah menyesatkan banyak umat.

Bersihkanlah Alkitab dari sebutan bapak, anak dan ihwal penebusan dosa. Sesungguhnya hal itu bukanlah ajaran Rasul dan para nabi, melainkan pemahaman yang ditiru dari para penyembah berhala di masa lalu.

Yang sesungguhnya, pemahaman itu terpaksa dimasukkan para imam pada masa awal, agar mereka tidak di kejar-kejar dan di bunuh dan dapat merangkul dan mengalihkan kepercayaan pagan mereka, kepada ajaran para nabi dan rasul.

Kini mereka telah menerima Alkitab dan mereka mengimaninya, maka bersihkanlah Alkitab dari penyebutan-penyebutan tercemar yang demikian itu, karena pemahaman tauhid telah sampai kepada mereka.

Ayat. 266

Sesungguhnya kebanyakan manusia itu takut akan kematian, begitu juga dengan 12 murid, mereka tidak mendampinginya disaat terjadi penghakiman, ketakutan akan kematian, membuat mereka menyangkal sebagai pengikutnya, mereka lebih memilih keselamatannya sendiri, dibanding berjuang bersamanya, sekalipun berbagai mukjizat telah tampak dihadapan mereka.

Dan janganlah keimanan kalian seperti itu, iman yang baik tentunya tidak akan takut akan kematian, iman yang baik akan membela, mengakui dan mempertahankan iman sekalipun nyawa menjadi taruhan, dan takkan lari menjauh, melainkan melindungi dan berkorban untuk keselamatannya dan juga keselamatan pengikut lainnya.

Bisakah kalian rasakan, betapa sakitnya dikhianati, ketika murid yang dikasihinya, yang diajarkannya, menyerahkannya kepada penguasa demi sekantong emas dan perak; murid yang menyangkal dan pergi menjauh saat-saat penghakiman dan penghukuman.

Itulah keimanan "Pohon Ara", keimanan yang sebatas mulut tidak sampai ke akar.

Ayat. 267

Dia melakukan mukjizat, atas ijinNya, ikan dan roti diperbanyaknya, mencukupi banyak orang yang percaya dan mengimani akan ajarannya.

Kini para imam memperluas kotak persembahan persepuluhan, memerasnya dari para umat, lalu hidup dalam kemewahan.

Itulah keimanan yang layu, kering dan mati. Buah iman tidak akan pernah tumbuh selamanya di hati mereka.

Ayat. 268

Bagaimana engkau bisa memberi pengajaran dan pelayanan yang baik, sementara kelakuan kalian bertolak belakang dari sang maha guru.

Dia memberi makan orang miskin, hidup dalam kebersahajaan, melakukan penyembuhan, kemudian menyerahkan hidupnya, telah tumbuh pucuk dedaunan di mahkota durinya dan terus bermekaran di hati para insan yang memegang teguh nilai tauhid dan ajaran cinta kasih.

Ayat. 269

Fajar pengetahuan telah hadir ke dalam jiwa kalian. Imanilah Kitab Semesta, dan jalani dalam kehidupan mu.
Genggamlah nilai-nilai tauhid warisan moyang mu Ibrahim.
Janganlah lagi kalian saling bantah membantah setelah kalian memperoleh petunjukNya.

Ayat. 270

Ikutilah jalan lurus, jalan yang telah disampaikan nabi-nabi dan rasul terdahulu.
Dan jangan kau berbuat kerusakan di muka bumi, berbuat baiklah terhadap sesama.

Ayat. 271

Katakanlah kepada mereka, bahwa Kitab Semesta dapat kalian pahami setelah kalian membaca dan memahami Taurat, Alkitab dan Al-Qur'an.

Tanpa membaca Kitab-kitab yang bersumber dari Ilahi, kalian tidak akan bisa memahami apa yang disampaikan Kitab Semesta.

Kitab Semesta adalah kitab yang berisi hikmah pembelajaran yang diambil dari tanda-tanda alam sekitar.

Bukalah mata dan hati, maka kalian akan memahami apa yang ada dalam kandungan Kitab Semesta.

Ayat. 272

Kitab Semesta membenarkan kitab-kitab sebelumnya, bukan untuk mempertentangkan, bukan mencari kekeliruan, melainkan untuk menerangkan dan membuka rahasia ajaran para nabi dan rasul terdahulu, meluruskan penafsiran dan mengajarkan etika keagamaan yang lebih beradab dan penuh cinta kasih.

Ayat. 273

Kitab Semesta hadir untuk mendobrak dogma-dogma yang membelenggu umat, membongkar kemunafikan para pemuka agama, meluruskan ajaran tauhid yang melenceng dan merangkul kaum penghayat kepercayaan.

Kitab Semesta bukan agama baru, melainkan jalan kebaikan yang melewati batas agama dan kepercayaan.

Ayat. 274

Kitab Semesta hadir bagi mereka yang telah di kecewakan agama, kecewa terhadap kemunafikan pemuka agama, kecewa terhadap kelakuan umat beragama, kecewa terhadap kekerasan yang mengatasnamakan agama.

Disinilah mereka berkumpul dalam damai tanpa sekat perbedaan agama dan kepercayaan, namun tetap mengusung nilai-nilai tauhid warisan Ibrahim dan mengimani bahwa Allah itu esa tidak ada illah-ilah lain selain Allah.

Ayat. 275

Kabarkanlah Kitab Semesta kepada mereka yang masih ego dalam keagamaan namun minim dalam pencerahan bathin.

Hancurkanlah kesombongan iman mereka dengan untaian ayat-ayat Kitab Semesta.

Maka terguncanglah keimanan mereka, kemudian mereka kembali membaca dan mengkaji kitab-kitabNya.

Dan janganlah kau risaukan surga dan neraka, hanya kepadaKu segala amal baikmu kembali, Akulah sebaik-baiknya pengadil, tempat kamu kembali.

Ayat. 276

Kemari dan datanglah kepada ajaran Ku, pelajarilah Kitab Semesta, sebuah ajaran yang tidak mengajarkan kebencian suatu bangsa atas bangsa lainnya.

Sebuah ajaran cinta kasih yang tidak memandang asal-usul ras dan warna kulit.

Ajaran yang memuliakan kehidupan, cinta dan kasih sayang.

Datanglah wahai para pendosa dan kaum beriman, datanglah dan reguklah air dalam telaga kebijaksanaan-Nya.

Raihlah pengetahuan, pengampunan dan pencerahan dariNya.

Disini kalian satu, satu umat Tuhan.

Ayat. 277

Janganlah kalian tercerai berai dan saling bertikai, bunuh membunuh sambil menyebut namaNya. Hentikan segala yang demikian itu, karena Allah Tuhanmu menghendaki kedamaian dan kesejahteraan bagi umatNya.

Ayat. 278

Dan janganlah kau bandingkan keindahan ayat-ayat Kitab Semesta dengan kitab-kitab lainnya.

Kitab semesta ibarat ombak yang menggugah kesadaran, membangunkan umat dari kematian panjangnya dan melepaskan belenggu yang merantau kaki dan tangan mereka.

Tolaklah kebenaran dari kitab semesta, maka engkau telah membuang nurani yang ada dalam dirimu.

Ayat. 279

Pelajarilah Kitab Semesta dalam keheningan malam nan sunyi. Ambilah mutiara pelajarannya yang di ambil dari kedalaman samudera hati.

Lembutkanlah hatimu, kosongkan wadah jiwamu maka engkau akan mampu menerima kebenaran.

Jika kamu telah berhasil memahami kitab semesta maka jiwamu akan di liputi ketenangan, penuh welas asih serta menghormati keragaman dan perbedaan.

Ayat. 280

Ajaran yang bersumber dari Ilahi akan menumbuhkan kebaikan, tunas harapan yang akan tumbuh terus hingga menjulang ke langit.

Itulah perumpamaan Pohon kehidupan, sebuah pohon pengertian, yang mengusir Adam dan hawa dari taman surgawi.

Ayat. 281

Isilah catatan-catatan hidupmu dengan amalan kebaikan, sebuah amalan yang akan engkau bawa saat telah berada dalam alam keabadian.

Setiap manusia akan membawa buku kehidupannya sendiri yang akan di pertanggung jawabkan kepada Tuhannya.

Bagi amalan hidupnya yang baik, tentu sang jiwa akan ringan melangkah menuju meja penghakiman.

Bagi amalan hidupnya yang buruk, tentu sang jiwa akan berat melangkah menuju meja penghakiman.

Lalu terbukalah pintu surga dan pintu neraka, lalu sang jiwa melangkah pergi menuju salah satu dari pintu itu.

Karena syafaat, berbeloklah sang jiwa dari satu pintu ke pintu lainnya.

Maka berbuat baiklah dengan sesama, karena ibadah ritual penyembahan belumlah cukup.

Berkat doa dari seseorang yang pernah engkau tolong, maka selamatlah dirimu dari siksa api neraka.

Beruntunglah manusia yang bisa menyeimbangkan urusan dunia dan akhiratnya.

Ayat. 282

Kajilah Kitab Semesta, tanpa ilmu dan kebersihan bathin, engkau takkan mampu memahami isi dari Kitab Semesta.

Jalanilah apa-apa yang telah engkau pelajari dan jadilah terang bagi dunia.

Ayat. 283

Hubungan jiwa dan raga, bagaikan bunga dengan wadahnya. Jiwa yang sehat, tentunya memiliki raga yang kuat.

Siramilah bunga jiwamu, dengan cucuran Rahmat dan petunjukNya.
Hiduplah secara teratur, jagalah kebersihan dan disiplinlah dalam menjalankan kehidupan.

Ayat. 284

Keluarlah dari pemahaman agama yang sempit, jadilah merdeka, janganlah kau menjadi budak dan merantai kaki dan tanganmu, dan menyerahkannya kepada pemuka agama untuk di peras hingga menyisakan keringat, airmata dan kegelapan hidup.

Raihlah pencerahan bathin, jadilah jiwa-jiwa yang merdeka, jiwa yang tak mudah terbawa arus pemikiran, melainkan membuka jalan bagi pengetahuan baru.

Ayat. 285

Bila suatu jalan telah mengalami kebuntuan, bukalah alternatif jalan yang lain.

Jangan takut di anggap sesat dan bi'dah. Sebab engkau manusia yang memiliki akal dan kehendak bebas, bukan manusia yang terikat mati oleh dogma.

Ayat. 286

Janganlah sedikit-sedikit engkau bertanya kepada pemuka agama perihal masalah sepele yang engkau hadapi, sebab engkau manusia yang berakal bukan manusia dalil.

Janganlah kemalasan mu dalam berfikir membuat dirimu menjadi sekumpulan manusia tanpa jiwa yang hanya sekedar mengikuti arus.

Pelajarilah nilai-nilai kearifan leluhur bangsamu, boleh jadi warisan pemikiran nenek moyangmu lebih tinggi peradaban dan nilai falsafahnya, dibanding peradaban dan falsafah leluhur para nabi.

Ayat. 287

Hargai dan jagalah warisan kearifan budaya nenek moyangmu, janganlah kau hina, kau sesatkan, dan kau anggap syirik.

Berfikir lah terbuka, bahwa kebenaran ada di banyak jalan.

Nilai-nilai, etika dan norma warisan nenek moyangmu mungkin bisa jadi lebih cocok dengan kehidupan keseharian bangsamu, sebab mereka telah menjalani proses kehidupan selama berabad-abad bersamamu, mencari nilai dan langkah terbaik, menghadapi masalah kehidupan, mengambil hikmah kehidupan dan mewarisinya dari generasi ke generasi.

Ayat. 288

Janganlah kalian hidup dalam keimanan buta, meniru kehidupan para nabi, meniru pola hidupnya, yang boleh jadi tantangan hidup dan permasalahan yang mereka hadapi, berbeda dengan yang saat ini kau hadapi.

Setiap zaman dan pergantian abad, tentu memiliki tantangan dan jawabannya sendiri.

Janganlah kau berdiam diri, memasung jiwamu dan mengikatnya dalam peradaban masa silam, peradaban para nabi.

Ayat. 289

Kembangkanlah ajaran para nabi, janganlah terjebak nostalgia kejayaan dimasa lalu.

Belajarlah dan galilah ilmu setinggi-tingginya, majukanlah peradaban mu.

Ayat. 290

Peradaban di masa lalu dapat maju dan berkembang sebab mereka menghargai ilmu pengetahuan, menggali hal-hal baru, mencipta dan membuka jalan bagi perkembangan ilmu-ilmu yang telah dirintisnya, hingga menjadi ilmu yang dapat berdiri sendiri yang bermanfaat bagi kehidupan.

Ayat. 291

Peradaban mu mundur sebab kemandekan dalam berfikir, terjebak kenangan masa lalu, menghabiskan energi seputar halal,haram dan bi'dah semata.

Kalian telah menjadi manusia dalil, tak mampu berinovasi dan mengembangkan pemikiran berdasar nalar.

Akal pikiran wujud anugerah ilahi, telah kalian kebiri. Maka hancurlah peradaban agama mu masuk kedalam jurang nan gelap yang seolah tanpa dasar.

Ayat. 292

Jadilah pemikir, bebaskan jiwamu dari dogma yang mengekang. Bebaskanlah umat dari kegelapan yang tak bertepi dan berdasar.

Angkatlah peradaban bangsamu sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya, bersatulah dan galilah ilmu setinggi-tingginya.

Kemudian berkaryalah, tingkatkan kualitas hidupmu, agama dan bangsamu.

Ayat. 293

Janganlah pakaian tertentu, menjadi simbol identitas agama tertentu. Semua itu merupakan hasil budaya, tempat dimana agama tumbuh dan berkembang.

Leluhur mereka memiliki warisan budayanya sendiri, begitu juga leluhur mu memiliki warisannya sendiri. Janganlah latah meniru penampilan orang lain, sebab itu bukan jati diri kepribadian bangsamu.

Tidak ada kaitannya berpakaian ala timur tengah membuat mu lebih religius dan memiliki kadar iman yang lebih tinggi. Sebab di sana, penjahat dan berbagai pelaku kejahatan lainnya juga memakai busana yang sama.

Esensi pakaian adalah ketaqwaan, bukan simbol atau bentuk tampilan semata.

Ayat. 294

Cintai budayamu dan kembangkanlah. Sebab dari budaya, engkau bisa membawa visi bagaimana bangsamu akan di bawa kedepannya. Dengan budaya, engkau memiliki kebanggaan dan ciri khas. Dengan budaya, engkau memiliki karakter dan kearifan nilai-nilai luhur, warisan moyangmu.

Ayat. 295

Lihatlah pelaku pengeboman, bagaimana mereka berdandan dan berprilaku, bandingkan dengan manusia hasil dari kearifan leluhur , tingkat adab dan sopan santun bangsamu, tentu kualitasnya jauh berbeda.

Agama dan budaya semestinya bisa saling melengkapi, bukan saling meniadakan atau menghancurkan.

Dalam budaya ada nilai falsafah kehidupan yang membentuk karakter ciri khas suatu bangsa.

Bangsa yang jahiliyah dan bar-bar tentunya sudah terbiasa untuk saling bunuh-membunuh, bandingkan dengan kearifan budaya mu yang penuh keramahtamahan dan sopan santun, sudah pasti karakter ini akan bertolak belakang.

Namun dengan pengajaran sesat doktrin tertentu dan penyempitan tafsir, watak asli suatu bangsa bisa terlepas dari akarnya kemudian menjadi manusia radikal yang menghalalkan darah manusia lainnya.

Ayat. 296

Dari ujung kuku hingga rambut, leluhur mu memiliki falsafah budaya yang Adi luhung. Berbagai pernak-pernik hiasan nan indah terpancar pada busana daerah, namun kini kalian mengharamkan pakaian warisan leluhur mu dan menjadikan pakaian karung warisan leluhur bangsa asing- bagimu sesuatu yang membanggakan, sebuah pakaian suci, seolah pakaian yang datang dari langit.

Ayat. 297

Bagaimana engkau bisa se-naif dan sebodoh itu?. Moyangmu jika bisa berteriak dari alam arwah, tentu akan mengutuk mu dan generasi penerus mu.

Ketahuilah bentuk-bentuk budaya yang kau anggap pakaian suci, seolah datang dari langit tersebut, sejatinya sudah ada sebelum agama-agama tercipta, karena memang begitulah budayanya.

Sebuah pakaian yang menjadi karakter khas suatu bangsa.

Ayat. 298

Adam dan hawa jatuh kedunia dalam keadaan telanjang, malulah mereka atas ketelanjangannya, kemudian mereka mulai menutupi auratnya dengan dedaunan, kulit binatang, lalu pada generasi sesudahnya mereka mulai memintal benang hingga menjadi kain, dari kain mereka mulai mengolah berbagai ragam warna, kemudian mulai mencipta pola, lalu lahirlah busana khas suatu bangsa.

Masing-masing leluhur telah menciptakan peradabannya sendiri, namun mengapa kalian menjadi lebih bebal dan terbelakang dari orang-orang terdahulu?.

Racun dalil yang masuk kedalam darah telah membuat kalian buta, takluk secara sukarela dengan senyum tersungging, tanpa sadar, sejatinya kalian telah menggali kubur dengan tangan kalian sendiri.

Ayat. 299

Suatu bangsa yang kehilangan identitas budaya kelak akan menjadi pewaris generasi yang terasing dan terbuang, generasi yang tercabut dari akar dan kehilangan arah tujuan.

Sebuah musim kelak akan berganti menjadi musim yang baru, namun sebuah pemahaman sempit dan kaku, akan selamanya memenjarakan tubuh perempuan dan menghilangkan eksistensi keberadaannya.

Ayat. 300

Betapa mengerikannya racun yang demikian itu, kesesatan dalam berbudaya, yang terus di wariskan dari generasi ke generasi dengan mengatasnamakan sebuah agama. Sebuah kesesatan yang di rayakan dan diamini dan dianggap suatu bentuk hijrah.

Ketahuilah Hijrah tidak semudah yang kau bayangkan, hijrah sejatinya beralihnya seseorang dari yang tak baik menuju ke arah yang lebih baik, bukan sekedar tampilan luar semata.

Ayat. 301

Janganlah kau para ahli tafsir sembarangan dalam menterjemahkan dan menafsirkan ajaranNya , menyebut Isa Al-Masih menerima Injil, padahal dia hanya menerima Wahyu, bukan sebuah kitab tebal yang turun dari langit, injil baru di tulis oleh para penerusnya setelah kepergiannya, menjadi tebal karena mengambil dari kitab-kitab Yahudi dan ketahuilah betapa banyak umat yang murtad akibat penafsiran yang keliru ini.

Ayat. 302

Dan kau Waraqah ajarkanlah kepadanya dengan utuh jangan setengah-setengah, dan mereka kaum Nasrani berkata, jangan sampai kealfaanmu, menyebabkan Mariam ibunda Isa Al-masih, merupakan sepupu Harunnya Musa dan bagi yang mengimani membelanya, bahwa tidak ada yang tak mungkin, jika ada nama Harun yang sama di dua masa yang beda. Kembalilah segalanya kepada Allah semata dan janganlah kalian saling bantah membantah akibat persoalan ini.

Ayat. 303

Dan ambilah pelajaran dari kisah Yesus putra Maryam, yang terjadi dihari ketiga saat ia menampakkan diri pada murid dan takutlah mereka dan menyebutnya ruh yang menampakkan diri, kemudian ia memakan sesuatu layaknya manusia, lalu berkata "aku bukanlah ruh, aku ini nyata, peganglah telapak tanganku" , lalu mereka saling bertanya-tanya satu sama lainnya perihal sesuatu yang membingungkan mereka.

Sebagian dari mereka ada yang menyebut Yesus dari Nazareth tidak pernah disalib dan melanjutkan pengajarannya dan menetap ke sebuah negeri di timur. Sebagian ada berkata Yesus telah di salib dan bangkit dihari ketiga dan menebus dosa-dosa mereka. Sebagian lagi berkata Yesus di angkat kesurga, yang disalib seseorang yang di serupakan wajahnya.

Dan janganlah kau berdebat perihal kematiannya di tiang salib, karena setiap yang bernyawa akan mati namun Tuhanmu kekal. Dan setiap yang bernyawa akan mengalami "kematian-kematian"dalam hidup sebelum menghadapi kematian yang sesungguhnya.

Ayat. 304

Muslim telah memiliki Ka'bah, Kristen telah memiliki Vatican, maka kabarkan kepada bangsa Israel bahwa mereka diperbolehkan membangun bait suci, namun jangan pernah merusak rumah ibadah lainnya.

Dinding bait suci yang kelak menutupi bangunan ibadah lain hendaknya terbuat dari kaca tembus pandang, jangan kau tutupi dengan bebatuan, karena hal tersebut merupakan wujud toleransi, wujud perdamaian dan bentuk penghormatan.

Dinding yang sekiranya tidak menutupi bangunan lain, boleh kau buat dengan memakai bebatuan padat.

Bangunlah kuil kebanggaan bagi Elohim. Dan berkurbanlah untukNya.

Ayat. 305

Berdamailah dengan bangsa-bangsa lainnya, dan berbagilah berkat dan terang bagi dunia.

Katakanlah kepada Bani Israel, aku mengabarkan hal ini, dari Allah Tuhanmu, Tuhan bapakmu Ibrahim.

Aku tidak memiliki kepentingan terhadap agama apapun, karena aku telah melintasi batas-batas agama dan kepercayaan.

Ayat. 306

Bangunlah mezbah-mezbah untuk menandakan keberadaan-Ku. Kuduskan dan Agungkanlah namaKu.

Cintailah musuhmu dan berdamailah dengan mereka, sesungguhnya kalian bersaudara, karena kalian anak keturunan dari moyang yang sama yakni Ibrahim.

Ayat. 307

Ketahuilah Injil empat pilar merupakan kesepakatan manusia, sesungguhnya masih banyak versi Injil lainnya karena Injil merupakan hasil pengamatan, penelitian, kesaksian umat, kemudian di tulis, sehingga antara satu catatan dengan yang lainnya tentunya akan berbeda, takkan pernah sama.

Harmoni melalui empat, mereka menyebutnya demikian, semua di alam berdasarkan empat penjuru, maka diambilah empat versi menurut keyakinan manusia.

Yesus semasa hidup belum menuliskan kitab, dan para pengikutnya menganggap firman telah menjadi manusia, Allah yang berjalan, Allah yang menjadi manusia.

Pengajaran Yesus terhenti, saat syariat belumlah terbangun, ia meninggalkan pengikutnya saat firman belumlah tergenapi.

Oleh pengikutnya, diambilah kitab-kitab Yahudi, melengkapi sekaligus membatalkan ajaran (taurat) yang telah ada.

Murkalah bangsa Yahudi, karena kitabnya diambil sekaligus (hukum-hukum taurat) dibatalkan. Dan (bangsa Yahudi) menganggap sesat ajaran Yesus dari Nazareth, menuduhnya sebagai golongan yang menistakan nilai tauhid.

Ketahuilah bahwa Allah itu Esa, Yesus putra Maryam hanyalah seorang utusan, mahkluk biasa, kelahirannya seperti kelahiran Adam dan hawa.

Ayat. 308

Janganlah sekali-kali beranggapan Tuhan, menginginkan sebuah sistem ketatanegaraan menurut kehendakNya. Urusan duniawi mu adalah urusan mu, kalian memiliki kebebasan membuat sistem pemerintahan yang sesuai dengan kebutuhan bangsa dan rakyat mu.

Ayat. 309

Janganlah menjadi bangsa yang mudah untuk di adu dan di pecah belah, bersatulah, cintai negara dan bangsamu.

Kerusakan bangsamu di mulai dari perbedaan paham agama dan politik ,ketidakadilan dan ketidak jujuran para pemimpin mu.

Suarakanlah aspirasi mu secara demokratis, jangan anarkis dan merusak, sesungguhnya Tuhan mu membenci manusia yang melampaui batas.

Ayat. 310

Berikanlah kebebasan berekspresi dan berpendapat bagi rakyat mu, jangan kau kekang kebebasan mereka.

Berikanlah mereka batasan, sebab kebebasan yang baik tidak melanggar kebebasan manusia lainnya.

Jadilah pemimpin yang bisa mendengar suara rakyat hingga lapisan terbawah.

Berbuat adillah dan berjuanglah tanpa kenal lelah untuk bangsa dan negara mu.

Ayat. 311

Janganlah kau makan makanan haram, hewan yang mati tercekik, hewan yang di persembahkan bagi berhala, hewan yang berkuku belah, hewan yang berasal dari darah.

Janganlah kau salah menafsirkan bahwa sesuatu yang masuk itu bukan najis melainkan yang keluar dari mulutmu yang membuat najis, membuatmu menghalalkan sesuatu yang Allah telah tetapkan kepada umatNya.

Jika semua makanan halal di makan, mau kah kau memakan belatung yang tampak gemuk dan berlemak akibat memakan jasad manusia?.

Maka makanlah jika semua makanan halal bagimu -jika engkau lebih benar dari ajaran Allah Tuhanmu.

Ayat. 312

Ketika ia mengajarkan, "Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya."

Maksudnya adalah seburuk-buruknya yang kau makan lebih baik daripada ucapan yang penuh fitnah, sumpah serapah dan berbagai kejahatan yang keluar dari mulut, bukan berarti semua makanan halal bagi mu dan janganlah kau menafsirkan sesuatu yang keliru sehingga melawan ketetapan-Nya.

Ayat. 313

Dan janganlah kau menganggap bersunat merupakan tradisi, hanya sebatas kebersihan, ketahuilah hal itu merupakan perjanjian tauhid bapakmu Ibrahim kepada Allah.

Ketentuan-Nya pasti baik bagi umatnya dan bisa jadi manusia tidak memahami maksud dari perintah Tuhannya itu, melainkan hanya mengikuti akal semata, ketahuilah akal mu terbatas sedang Allah Tuhanmu Maha Mengetahui Segala yang terbaik bagi umatnya.

Ayat. 314

Dan janganlah kau kabarkan perihal penebusan dosa, karena hal itu bukan sesuatu yang alkitabiyah, bukan ajaran para nabi-nabi dan rasul.

Dirimu bertanggung jawab atas dirimu, itulah keadilan sejati, darinya manusia bisa memilih jalan yang akan di tempuh.

Ayat. 315

Terpujilah Maria, ibunda yang suci, ibunda dari segala ibunda, darinya seorang utusan Allah lahir dan mengajarkan cinta kasih.

Terberkatilah Yusuf yang mempercayai belahan jiwanya dan mencintai sang anak, melebihi kasih dari seorang ayah.

Seseorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di khalayak ramai, dengan berbesar hati, ia bermaksud menceraikan Maria dengan diam-diam, agar tidak menyakiti hati siapapun.

Tetapi dalam mimpi Yusuf mendapat perintah dari malaikat Tuhan untuk tetap menikahi Maria dan memberi nama anak yang akan dilahirkan itu Yoshua (Isa Al-Masih).

Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia kemudian mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan Maria sampai ia melahirkan.

Lahirlah sang utusan kedunia, ketika genap delapan hari ia di khitan.

Ayat. 316

Dan kau para alim ulama, tingkatkanlah keilmuanmu, berdakwahlah dengan lemah lembut dan memberi teladan, bukan ujaran kebencian dan mengakafir-kafirkan umat yang tak sejalan.

Berdakwahlah yang cerdas, jangan kau angkat terus menerus hal-hal seputar kematian dan siksa neraka tanpa henti siang dan malam, namun lupa memberikan kabar bahwa Allah Maha Pengasih dan Penyayang.

Berdakwah dengan cara mengancam menggunakan berbagai dalil siksa neraka adalah cara paling efektif menciptakan ketundukan, namun ketundukan yang terpaksa bukan nilai kesadaran yang berasal dari hati.

Berilah mereka hikmah dan pencerahan, jangan kau kabarkan secara berlebihan perihal ancaman siksa api neraka, sebab hal demikian membuat agama sesuatu yang mengancam dan membuat resah, padahal sejatinya agama ingin membawa umatnya menuju ketenangan dan pencerahan bathin.

Ayat. 317

Sadarkah kau alim ulama akibat ucapan sumpah serapah mu, banyak umatmu yang murtad?.

Dari dalil-dalil yang serba mengancam yang kalian ajarkan, membuat mereka keluar dari agama Allah, lalu mencari ajaran lainnya, yang sejatinya semua ajaran mengajari cinta kasih.

Dan sadarkah kau alim ulama, akibat ujaran kebencian mu atas umat lainnya, ajakan dan seruan untuk saling memusuhi, membuat mereka semakin menjauh dari agama yang kau ajarkan dan memilih murtad.

Pertanggung jawabanmu di sisi Allah amatlah berat, sebab engkau telah berani naik keatas mimbar dan mengajarkan sesuatu kepada umat dengan pengajaran yang menyimpang yang jauh dari nilai-nilai kebenaran.

Dan janganlah kau memaksakan diri naik keatas mimbar sedang ilmu yang kau miliki belumlah pantas, sebab apa yang kau ajarkan kelak akan membawa kehancuran dan perpecahan bagi umat.

Ayat. 318

Seimbangkanlah ilmu pengetahuan dan agama, karena keduanya bisa saling melengkapi. Agama tanpa ilmu bagai orang yang buta, memandang diri paling benar, sedang ilmu tanpa agama itu bagai musafir yang tersesat arah.

Ayat. 319

Mintalah selalu bimbingan dan petunjukNya, karena Allah sebaik-baik pembimbing dan peminta pertolongan.

Hindari perdebatan yang sia-sia, belajarlah tanpa henti, maka engkau akan merasa senantiasa haus akan ilmu dan semakin menyadari berbagai kekuranganmu.

Ayat. 320

Apapun yang ada di alam ini seluruhnya merupakan pembelajaran, sebuah tanda-tanda yang hanya bisa di baca oleh kaum berfikir.

Tanpa ketajaman mata bathin, engkau tidak akan bisa membaca apa yang ingin Allah sampaikan kepada ciptaanNya.

Ayat. 321

Kitab Semesta merupakan buku yang terbuka lebar, yang diperuntukkan bagi siapa saja yang ingin mempelajari hikmah dan pengajaranNya.

Kitab Semesta adalah semesta itu sendiri. Sejatinya kalian sedang membaca diri kalian sendiri.

Kitab Semesta adalah percikan tinta dari Samudera KemahadayaanNya, yang tanpa batas.

Lembaran-lembaran pengetahuan yang tanpa batas dan tanpa akhir.

Ayat. 322

Aku adalah (perumpamaan seorang) musafir, yang sedang menyelam kedalam samudera pengetahuanNya, lalu aku ambil beberapa mutiara hikmah, kemudian menyajikannya kepadamu.

Aku juga seorang (yang tak lepas dari dosa) sama seperti mu, maka tak layak bagi diriku yang fana ini menjadi panutan bagimu, hanya Allah-lah sebaik-baiknya pemberi petunjuk dan cahaya terang.

Ayat. 323

Doakanlah kebaikan bagi diriku, diri kalian, teman, saudara dan kerabat yang kau kenal dan tak kau kenal di setiap ibadahmu, mintalahlah kepadaNya, ampunan, petunjuk dan kemudahan dalam menjalani ombak kehidupan.

Berdoalah dan layarkanlah perahu jiwa ini agar sampai ke tepian dermagaNya.

Mintalah cahaya petunjukNya, agar tak sesat arah dan kembali kepadaNya dengan membawa amal kebajikan dan cinta kasih.

Ayat. 324

Tidakkah kau lihat hiruk pikuk manusia yang saling membanggakan agamanya, lalu diantara mereka meninggalkan agama lamanya dan menjelekkan ajaran lamanya, mengabarkan hal yang tidak baik kepada komunitas barunya.

Sesungguhnya mereka makhluk-makhluk keagamaan, penuh keegoan, jauh dari nilai kebenaran dan pencerahan bathin.

Ayat. 325

Merekalah sesungguhnya yang mengkotak-kotakkan umat beragama yang sejatinya merupakan satu umat Tuhan.

Kalian saling benci membenci mengatasnamakan Tuhan, dan lupa bagaimana menjadi manusia yang seutuhnya, kalian tidak menyaksikan bagaimana Tuhan mengasihi makhluknya tanpa membedakan.

Ayat. 326

Terpujilah manusia yang bisa menghancurkan keegoan dalam beragama dan mencari nilai kemanusiaan yang ada dalam dirinya.

Hatinya akan tenang, penuh dengan pancaran kasih.

Ayat. 327

Janganlah berjudi, mengadu nasib dan peruntungan. Sebab jika kau kalah maka kau akan berhasrat untuk mengembalikan kekalahan mu hingga impas dan meraih kemenangan.

Engkau akan diperbudak nafsu setan, hingga kehilangan segalanya, menyisakan kehancuran bagi diri dan keluargamu.

Jika pun engkau menang, maka yang kau dapatkan tentunya jauh dari nilai keberkahan.

Ayat. 328

Berbuat baiklah kepada sesama ,jangan kau berbuat kerusakan di muka bumi.

Hiduplah dalam persaudaraan dan mengasihi antar sesama.

Ayat. 329

Bagi yang sedang dalam ketersendirian hidup.

Janganlah bersedih jika kau di tinggal pasangan hidupmu, berserah dirilah maka Allah akan menggantikan yang terbaik bagi diri mu.

Ia yang berkhianat, tak layak bagimu untuk kau perjuangkan.

Cukuplah Allah menjadi penghibur dirimu, yang sedang duka lara.

Sebab tidak ada cinta kasih yang abadi, selain cinta kasih Allah pada makhluknya.

Semua yang bertemu kelak akan berpisah, semua yang didapat kelak akan hilang, semua yang fana kelak akan musnah, namun kasih Tuhan tetaplah kekal.

Ayat. 330

Bagi yang belum bertemu dengan jodohnya, maka berdoalah, semoga lekas di pertemukan dengan pasangan sejatinya.

Janganlah tergesa-gesa dalam mencari pasangan hidup, sebab cinta sejati didapat bukan dalam hitungan hari,bulan,tahun melainkan sepanjang perjalanan hidupmu.

Dialah Allah kekasih sejati mu, yang tetap senantiasa bersamamu, sekalipun engkau menjauh.

Ayat. 331

Aku (Tuhanmu) mengetahui diantara kamu ada yang sebatang kara, memiliki berbagai keterbatasan hidup, namun percayalah cinta sejati akan menerima itu semua, bertemu untuk saling melengkapi.

Jika memang sudah jalannya, tentu akan di mudahkan langkahnya dan dipertemukan karena ketetapan Allah tidaklah meleset, melainkan datang diwaktu yang tepat.

Janganlah berkecil hati dan penuh dengan kecemasan dalam menjalani bahtera kehidupan. Berserah dirilah pada Allah semata, maka engkau akan mendapatkan kekuatan.

Ayat. 332

Bagi yang telah menikah namun belum memiliki keturunan, maka bersabarlah. Belajarlah dari orang shaleh terdahulu, mereka sabar menanti kehadiran sang buah hati walau telah dalam penghujung usia, sebab jika Allah telah berkehendak, maka jadilah, tidak ada yang mustahil bagi Allah.

Ayat. 333

Sebagian yang lain berkeluh kesah kepadaKu, ya Allah aku ini miskin, hidup menggelandang, akankah aku mendapatkan jodoh sedang manusia memalingkan muka saat bertemu dengan ku.

Janganlah bersedih dan berkecil hati, sebab setiap manusia diciptakan berpasang-pasangan, jikapun engkau melajang seumur hidupmu, maka Allah kelak akan memberi pengantin surga bagimu.

Ayat. 334

Sebagian lain mengadu pada-Ku, sebab cinta, aku selalu tersakiti, aku terluka, separuh jiwaku hilang, aku berlari tak tentu arah.
Maka milikilah cinta yang tak pernah menyakitimu, yang tak pernah mengecewakanmu, yakni Allah, sebuah wujud cinta yang hakiki yang senantiasa memberimu cinta, kasih dan kebahagiaan .

Ayat. 335

Sebagian yang lain mengadu kepada-Ku, aku ini memiliki kecacatan fisik, aku buta dan lumpuh, bagaimana aku mendapatkan jodohku, sedang aku tak dapat melihat dan menjemputnya.

Janganlah berputus asa, sebab engkau masih memiliki mata bathin, entah bagaimanapun, takdir Tuhan akan menemukan caranya, janganlah kau meragukan kekuasaanNya. Jika Dia berkehendak , maka terjadilah yang telah menjadi ketetapan Nya.

Ayat. 336

Jika kau sedang menjalani hidup dalam kepayahan, hidup dalam kemalangan, dan penderitaan, janganlah berputus asa, janganlah lari dari Rahmat Tuhanmu, sesungguhnya apa yang terjadi padamu merupakan ujian hidup yang harus kau jalani, sebab Ia telah memilih mu, dari sekian banyak manusia, agar bathin mu hidup dan menjadi kekasih sejatiNya.

Ayat. 337

Bagimu yang sakit, bersabarlah. Allah mengetahui apa yang di butuhkan oleh makhluknya.

Setiap ujian yang kau tempuh, tentunya ada hikmah, yang kelak dapat kau petik.

Berdoalah agar penyakitmu di angkat dan disembuhkan.

Mendekatlah kepadaNya, sebelum segala sesuatunya menjadi terlambat.

Seandainya ajalmu telah tiba, mintalah agar dosamu diampuni dan berpegang teguhlah pada nilai tauhid, sesungguhnya Allah Tuhanmu maha pemberi ampunan dan Rahmat.

Ayat. 338

Dan ciptakanlah hukum-hukum, untuk mengatur masyarakat mu, agar hidup tertib dan teratur.

Setiap zaman memiliki bentuk-bentuk hukum Yang sesuai dengan zamannya.

Janganlah kau paksakan bentuk hukum jaman jahiliyah pada zaman mu, karena setiap peradaban memiliki persoalannya sendiri.

Merupakan tindakan yang tak beradab memotong tangan kepada pencuri, menimpuk batu hingga mati kepada para penzina, mata ganti mata, karena hal tersebut tidaklah pantas.

Engkau memiliki nalar dan etika untuk menciptakan sebuah tatanan hidup yang beradab dan hukum yang cocok pada zaman mu.

Jadikanlah Aku sebagai ruh dalam hukum ciptaan mu, agar tercipta keadilan di muka bumi.

Ayat. 339

Janganlah kau perbudak dan menjajah manusia lainnya, sesungguhnya setiap insan makhluk yang merdeka. Mereka manusia yang sejajar, tidak lebih tinggi diantara lainnya. Hanya ketakwaanlah yang membedakan mereka di mata TuhanNya.

Ayat. 340

Dan janganlah kau ciptakan hukum menurut selera mu, membuatnya demi keuntungan kelompok mu, sehingga membuat ketidakadilan, sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengadil yang seadil-adilnya.

Ayat. 341

Janganlah kau bersaksi palsu, dan kalian para hakim berbuat adillah, karena kalian perwakilan Tuhan di dunia dalam memutuskan perkara.

Jangan sampai hukum dapat di beli, yang benar menjadi salah, yang salah menjadi benar.

Balasan Tuhanmu amatlah keras bagi manusia yang berbuat kecurangan dan ketidakadilan dalam sebuah perkara.

Ayat. 342

Jika diantara kalian terjadi pembunuhan, jika tidak di rencanakan, maka penjarakanlah si pelaku, sebaliknya jika terjadi perencanaan maka hukum matilah pelaku.

Namun jika pembunuhan itu terjadi untuk membela diri dan kehormatannya, maka bebaskanlah pelaku.

Begitulah ketetapan Nya, semoga engkau selalu dalam lindungan dan petunjukNya.

Ayat. 343

Dan janganlah kau datangi makam dan tempat keramat untuk berharap berkah, karena sesungguhnya Akulah tempat kamu meminta dan memperoleh pertolongan.

Ayat. 344

Janganlah kau jadikan benda pusaka menjadi sebuah jimat, karena tiada daya dan upaya dapat terjadi,melainkan atas ijin dari-Ku.

Hormatilah benda pusaka tersebut sebagai penghormatan budaya, namun jangan kau sembah sebagai wujud kekuatan selain Aku.

Ayat. 345

Hormatilah warisan budaya leluhur mu,jangan kau hina dan kafirkan, karena warisan leluhur mu merupakan identitas peradaban bangsamu.

Sebuah warisan yang mencakup nilai kearifan luhur, dalam kehidupan.

Ayat. 346

Janganlah kau paksakan sebuah keyakinan dan agama kepada sesamamu, berilah kebebasan bagi mereka untuk memilih yang mereka yakini.

Dan janganlah kau bunuh dan kau anggap halal darah manusia yang keluar dari suatu agama.

Karena hidayah dan petunjuk Allah, datang kepada mereka yang meyakiniNya.

Ayat. 347

Dan janganlah kau penjara, kau siksa dan kau bunuh para utusanNya. Belajarlah dan ambilah hikmah dari umat terdahulu, perihal perkara ini.

Tidaklah percuma sebuah utusan hadir ditengah kaum mu, melainkan merupakan ketetapan Nya.

Ikutilah ia selama mengajarkan nilai-nilai cinta kasih dan pengajaran yang lurus (Hanif).

Ayat. 348

Tegurlah kepada para kaum ulama yang menghimpun harta dari label halal. Sesungguhnya prilaku mereka lebih haram, daripada yang mereka jual.

Prilaku mereka tak ubahnya seperti rohaniawan-rohaniawan di masa lalu,menjual surat penebusan dosa, menipu umat untuk membangun istana kebesarannya.

Mereka seperti serigala yang mengintai dan memangsa buruannya demi menguntungkan kelompok dan golongannya saja.

Celakalah mereka, dibalik jubah sucinya, sesungguhnya mereka makhluk rendah-yang juga memangsa makhluk lainnya.

Rampaslah harta yang mereka dan kelompok mereka kumpulkan, kembalikanlah harta itu kepada umat.

Ayat. 349

Dan janganlah kau terjebak ulama palsu yang sekedar berdandan agar tampak alim, mereka tidak memikirkan umat, melainkan kaum penjilat kekuasaan, namun diantara alim ulama tersebut terdapat ulama yang lurus, hidupnya penuh dengan kesederhanaan, mengajarkan kebaikan, memberikan pencerahan bagi umatnya.

Itulah sebaik-baiknya ulama ikutilah dia.

Ayat. 350

Tinggalkan lah majelis-majelis keagamaan yang penuh hasutan dan caci maki, janganlah kau teladani imam mereka, sebab mereka bukanlah orang yang bijak yang mampu mengajak umat pada pencerahan, melainkan prilaku kekerasan.

Kembalilah kepada ajaran murni dari Tuhan mu, yakni ajaran cinta kasih.

Ayat. 351

Pakaian sejati adalah pakaian taqwa, janganlah kau mengira suatu pakaian tertentu merupakan simbol sebuah agama.

Pakaian sebagai hasil budaya lebih dahulu lahir dibanding agama-agama. Setiap bangsa memiliki ciri khasnya tersendiri dan janganlah kau seragamkan dengan dalih agama.

Ayat. 352

Hormatilah budaya leluhur mu, jangan kau kafir sesatkan, sebab mereka yang tak menghargai leluhurnya sama saja dengan anak yang durhaka, tercerabut dari akar darimana ia dilahirkan.

Dengan budaya, engkau bisa membawa kemana bangsamu akan pergi- ratusan bahkan ribuan tahun dari sekarang.

Ayat. 353

Banggalah dengan budayamu, jangan meniru budaya bangsa lain yang belum tentu cocok dengan nilai kearifan masyarakat mu.
Setiap bangsa memiliki kebijaksanaan nya sendiri, warisan para tetua di masanya, lestarikan dan kembangkanlah ,lalu lanjutkan kepada generasi berikutnya, selama nilai tersebut tidak bertentangan dengan nilai ketuhanan.

Ayat. 354

Nabi-nabi dimasa lalu peradabannya sangat terbelakang, tantangan di zamannya pun tidak serumit sekarang. Mengapa engkau terjebak kenangan dimasa lalu?. Saling bantah membantah sesuatu hal yang telah lewat masanya.

Kembangkan ajaran para nabi, namun jangan kau tiru seolah kau hidup di zamannya, karena tiap zaman memiliki tantangannya sendiri.

Ayat. 355

Beragamalah dengan akal, jangan sekedar menuruti apa yang di katakan oleh para rohaniawan, sebab mereka memiliki keterbatasan.

Terimalah seandainya ajarannya membawa damai, tinggalkan jika ajarannya membawa umat kepada kegelapan.

Ayat. 356

Beragama ataupun tidak itu hak mu, namun ketahuilah bahwa Allah itu esa, satu-satunya Tuhan yang layak di sembah.

Tidak ada makhluk yang serupa dengan Dia. Yang kebesaran Nya meliputi segala sesuatu.

Kenalilah Dia yang tak berawal dan tak berakhir.
Dia yang tak memiliki batas atas-bawah, kanan maupun kiri. Tidak lahir ataupun dilahirkan.

Suatu zat yang tak pernah terpikirkan.

Maha suci Engkau ya Allah, Tuhan Semesta Alam.

Ayat. 357

Dan janganlah kau menuhankan manusia, menuhankan para nabi, hewan dan benda-benda mati setelah pengetahuan tauhid sampai kepadamu.

Ayat. 358

Sesungguhnya Tuhanmu sangat pencemburu, Dia tak ingin ada keberadaan tuhan lain, selain diriNya.

Maka kenalilah Tuhanmu, dekatkanlah dirimu menuju keharibaanNya.

Ayat. 359

Raihlah ridho Ilahi dan gapailah cucuran Rahmat kasih sayangNya yang tanpa batas, yang mencukupi makhluk-makhluknya dari yang melayang di udara, berjalan di darat, hingga yang hidup di kedalaman samudera.

Ayat. 360

Janganlah kau berputus asa dan berpaling dari panggilan KasihNya, sesungguhnya Dia menginginkan engkau menjadi kekasihNya, bukan menjadi budaknya.

Maka merdekakanlah dirimu dan raihlah pencerahan bathin.

Ayat. 361

Dan bagimu para alim ulama, dobraklah belenggu yang sekiranya mengikat umat pada kegelapan.

Bebaskanlah umatmu, ajari mereka hikmah, jadikanlah mereka makhluk yang tercerahkan bukan sekedar budak-budak keagamaan.

Ayat. 362

Berilah umatmu pengertian bukan ancaman. Sebab ancaman menciptakan ketaatan semu, bukan ketaatan yang bersumber dari hati, melainkan keterpaksaan akibat takut akan neraka.

Ayat. 363

Ikhlaskanlah segala ibadahmu hanya kepada Allah semata, jangan pamrih berharap surga dan takut akan neraka.

Jadilah kekasihNya dan jadilah manusia yang tercerahkan, dan menyatulah dalam Cahaya Keterpisahan Nya, itulah surga yang hakiki.

Ayat. 364

Belajarlah dari umat-umat terdahulu yang kami musnahkan dalam sekejab, sebab mereka melampaui batas.

Kami turunkan ketengah-tengah mereka seorang nabi namun mereka membunuhnya.

Sesungguhnya lahirnya seorang nabi ketengah kalian menandakan bahwa peradaban kalian telah menyimpang dari ketentuan Tuhanmu.

Ayat. 365

Setelah kematian para utusan itu, kalian bersorak Sarai kegirangan, sebagian lagi menangis penuh duka.

Mengapa kalian melampaui batas?. Telah tampak kepadanya tanda-tanda kenabian namun kalian tetap acuh tak acuh padanya, bahkan diantara kalian mengoloknya seolah dia orang yang telah hilang ingatan.

Ayat. 366

Sesungguhnya telah kami lebihkan kemampuan para nabi di atas rata-rata manusia biasa, mereka mampu melihat masa lalu dan masa depan.

Ketajaman mata bathinnya, melebihi manusia kebanyakan sehingga mampu membaca tanda kebesaran Tuhanmu, yang tak terlihat oleh manusia kebanyakan.

Lalu mengapa kau dustakan ajaran para nabi?,setelah mukjizat dan tanda-tanda kebenaran tampak pada dirinya?.

Sesungguhnya hati kalian keras laksana batu, mata bathin kalian telah buta oleh kemilau dunia.

Ayat. 367

Saat tiba masanya, ketika kemudaan telah berganti masa tua, kekayaan tidak lagi memiliki arti, anak keturunan telah sibuk dengan dunianya, maka engkau mencari Tuhanmu.

Sesungguhnya itu lebih baik, tidak ada kata terlambat untuk meraih ampunan Tuhan.

Ayat. 368

Bertobatlah selagi ada waktu, jangan pernah malu untuk bersujud padanya memohon ampunan di sepertiga malam mu.

Janganlah berpaling dariNya, selain mengingat akan kebesaranNya disetiap langkahmu. Bersyukurlah atas rejeki yang telah dianugerahkan Tuhan di sepanjang hidupmu, baik besar ataupun kecil dan berbagilah kepada sesama.

Ayat. 369

Seimbangkanlah urusan dunia dan akhirat mu. Jangan kau timpangkan salah satu diantaranya. Sebab kemiskinan bisa membuat mu jatuh kepada kejahatan, kekayaan bisa membuat mu lupa dan mensyukuri karunia yang telah Allah berikan.

Selalu mawas dirilah, jangan kau menggenggam sesuatu secara berlebihan, cukupkanlah dan syukuri yang telah kau miliki, jangan kau inginkan hal-hal yang bukan menjadi hak milikmu, dan berbagilah apapun yang kau dapat kepada sesama.

Ayat. 370

Nabi-nabi dikenang abadi karena kesederhanaannya, ajarannya kebaikan dan cinta kasihnya melampaui kepentingan pribadinya, tanpa berharap balasan, mereka rela menjadi alas kaki bagi umat-umatnya.

Ayat. 371

Janganlah takut akan kematian, sebab kematian merupakan jalan menuju keabadian, sebuah jalan penyatuan dengan Sang Pemilik Hidup.

Tersenyumlah dan melangkahlah dengan tenang, sebab engkau telah terlepas dari segala penderitaan dan kemelekatan hidup.

Susurilah cahaya terang itu, raihlah kedamaian dan hiduplah dengan penuh suka cita di taman surga.

Sebab engkau selama di dunia selalu berbuat baik bagi sesama dan menjauhi larangannya.

Ayat. 372

Sebagian lagi melangkah penuh dengan keraguan, tidak ada cahaya yang menerangi langkahnya, melainkan jurang penuh bara api yang membakar.

Dan terjatuhlah sang jiwa, berteriak sakit penuh penyesalan, saling meronta bersama manusia lainnya.

Ayat. 373

Sebagian lagi melangkah dengan berhari tanpa menghiraukan surga neraka, mereka menyambut Kekasih sejatiNya, laksana seorang anak yang lama tak berjumpa orangtuanya, laksana pemuda yang menjemput kekasih hatinya.

Ayat. 374

Bersujudlah para malaikat, dan berkata: "Tak percuma Engkau ya Allah, menciptakan manusia, sebab mereka memiliki pengetahuan yang tak kami miliki, beruntunglah makhluk yang mampu menyatu dalam cahaya KeterpisahanNya ".

Ayat. 375

Dan menangislah iblis menyadari kelalaian dan kesombongannya atas manusia diawal penciptaan, kemudian mereka bersujud kepada Allah, memohon ampunan TuhanNya.

Lalu mereka berkata, "Ya, Allah sujudku dari awal dan akhir tetaplah tertuju kepada Engkau, layakkah aku yang berpegang teguh hanya ingin bersujud padaMu, kau anggap makhluk pembangkang yang terkutuk, penghuni neraka yang kekal?.

Aku menjadikanMu satu-satunya kekasih, takkala Engkau perintahkan kami bersujud pada Adam, kami menganggap nya sebagai ujian tauhid, lantas keteguhan kami yang hanya mau bersujud kepada Mu, kemudian kau timpakan kepada kami siksaan yang teramat pedih, dimanakah rasa keadilan mu ya, Allah?.

Sedang Engkau selalu membuka pintu tobat bagi manusia yang mau bertobat, kemana pintu rahmat-Mu Kau buka, padahal kami telah bersujud padamu sepanjang hidup kami ,melebihi sujudnya manusia didunia".

Ayat. 376

Kemudian Allah berfirman, "Tidaklah bermanfaat sujud makhluk yang ada di langit dan dibumi selama masih ada kesombongan iman didalam dirinya, Aku mampu menciptakan makhluk untuk selalu sujud pada-Ku, namun Aku lebih bangga kepada makhluk yang dari kelemahan akan dosanya, senantiasa mengingat Aku "

Ayat. 377

Dan ingatlah ketika Musa memecahkan loh batu berisi perintahKu, ketengah umatnya karena mereka menyembah lembu emas, kemudian terdiamlah bangsa itu akan kemarahan Musa, dan kembali mengikutinya untuk kembali menuju kejalan TuhanNya.

Ayat. 378

Ketahuilah Kasih dan rahmat Ku, mendahului murka Ku, ikutilah jalan lurus seperti yang telah di contohkan moyangmu Ibrahim. Bertauhidlah
dan peganglah iman mu dengan kuat, hingga ajal menjelang.

Ayat. 379

Janganlah kalian menuhankan suatu yang terbit dan tenggelam, sesuatu yang memiliki batas kanan dan kiri, atas maupun bawah. Sesungguhnya Aku meliputi segala sesuatu.

Ayat. 380

Dan janganlah kalian beranggapan Aku bersemayam di suatu naungan singgasana, sebab tidak ada materi yang mampu menaungi kebesaran Ku.

Ayat. 381

Tidak ada makhluk yang dapat Melihat kebesaran Ku, melainkan hanya percikan kemahabesaran Ku. Tirai-tirai mata bathin seluruh makhluk tertutup untuk itu. Sebab Akulah Tuhanmu, Tuhan semesta raya.

Ayat. 382

Dan janganlah kalian bayangkan Aku berwujud laksana ciptaanKu, melainkan hanya sebagian kecil pantulan Wajah Ku, ada pada ciptaan Ku.

Ayat. 383

Ketahuilah dalam bilangan masa, Aku telah menyusutkan ukuran manusia , hewan dan tumbuhan. Aku sempurnakan tempat kalian bernaung dengan keseimbangan, beserta hukum-hukum alam yang mengikat, maka bersyukurlah dengan memuji nama Tuhan mu.

Ayat. 384

Dan jalinlah komunikasi dengan makhluk dari lapisan langit lainnya jika kalian mampu. Tidakkah Aku berkuasa untuk menciptakan segalanya?. Maka berbuat baiklah dengan makhluk lainnya dan jelajahilah semesta dengan ilmu.

Ayat. 385

Tidaklah percuma segala hal tentang penciptaan semesta, melainkan wujud pertanda akan kebesaran Ku.

Aku serakkan benda-benda langit di angkasa yang banyaknya laksana pasir di pantai, satu dengan lainnya saling menjaga posisinya masing-masing, serta beredar dengan garis yang telah di tentukan.

Begitulah ketetapan Tuhanmu, dan ambilah pembelajaran darinya, jika kamu makhluk yang berfikir.

Ayat. 386

Diantara benda-benda langit terdapat pintu menuju tingkatan langit yang lain. Lewatilah jika kalian mampu. Begitulah tanda-tanda kebesaran dari Tuhanmu.

Ayat. 387

Jagad Raya Semesta tampak tak terbatas namun sesungguhnya terbatas, hanya Tuhanmulah yang tak berbatas.

Ayat. 388

Sesungguhnya ketakjubanmu akan semesta ini, menjelaskan bahwa Aku ada.

Tidaklah sesuatu terjadi dengan sendirinya.

Aku ada maka segenap makhluk pun ada, mereka Tak ada, maka Akupun tiada, walaupun sesungguhnya Aku ada.

Persaksian makhluk akan Aku, adalah wujud keberadaan Ku.

Ayat. 389

Katakanlah kepada pengikut mu, bahwa banyaknya Tuhan, agama dan kepercayaan, sesungguhnya karena manusia melihat kebesaran-Ku meliputi segala sesuatu.

Ketakjuban akan hal-hal yang tak dapat di jangkau akal merekalah, maka mereka mulai memikirkan wujud dari Aku.

Moyangmu melihat langit, maka sesuatu yang bersinar, timbul dan tenggelam merupakan wujud dari Aku.

Takkala moyang mu mendapati musibah kematian, maka mereka mulai menganggap Aku sesuatu yang ghaib, sesuatu yang tak terlihat, sesuatu yang tak terjangkau akal.

Takkala moyang mu melihat hewan-hewan perkasa, mereka mulai memikirkan kekuatan Ku, ada dalam hewan itu , maka lahirlah simbol hewan magis di sekeliling mereka.

Takkala moyang mu melihat kekuatan laut, maka mereka mulai membuat dewa yang menguasai lautan.

Takkala moyang mu melihat kesuburan bumi, maka mereka mulai membuat Dewi kesuburan.

Ribuan nama dan rupa telah disematkan kepada-Ku dengan penuh rasa hormat dan takzim, ketika Musa bertanya kepadaKu, "Siapakah Engkau Tuhan?". Maka Aku berkata pada Musa, "Aku adalah Aku".

Ayat. 390

Kemudian Tuhanmu mengutus nabi-nabi dan rasul ketengah-tengah bangsa kalian dan ditiupkanlah Kalam Ilahi, lewat hati mereka sehingga mereka mampu menulis, sesuatu yang manusia biasa mungkin tak dapat lakukan.

Ikutilah mereka , sesungguhnya mereka di beri kemampuan oleh Tuhanmu, mengajak manusia menuju jalan yang lurus, jalan yang Allah ridhai. Jalan yang ditempuh orang-orang sebelum kamu.

Ayat. 391

Dan janganlah kalian aniaya dan kalian bunuh utusan-utusan itu, seperti yang kalian lakukan di masa lalu. Bersabarlah hingga risalah mereka sampai pada kalian secara lengkap dan sempurna.

Ayat. 392

Kenalilah firman-Ku, sebagai firman yang membawa kedamaian dan kebaikan bagi umat manusia.

Cukuplah kiranya firman-Ku ini menjelaskan semuanya kepada kalian, sebab dia tak mengharapkan sedikitpun pengakuan, baginya membawa pesan ini merupakan sebuah anugerah, dan berkali-kali dia menolaknya karena merasa dirinya tak pantas karena berlumur dosa, namun kehendak Tuhanmulah, semua ini bisa terjadi, beruntunglah manusia yang selalu ingat akan dosanya dan Tuhanmu maha pemberi Rahmat serta ampunan.

Ayat. 393

Diantara nabi-nabi dan rasul itu terdapat pula nabi-nabi palsu, kenalilah dari ayat yang mereka perkenalkan, ayat palsu akan membuat suasana hati resah tak menentu, tak ada rasa damai di hatimu, selain kecemasan.

Sebagian dari agama-agama itu bertahan , sebagian punah bersama ketuhanan mereka.

Ayat. 394

Dan janganlah engkau membuat agama baru, sebab Tuhanmu tidak menginginkan adanya pertumpahan darah mengatasnamakan Tuhan di tengah-tengah umat manusia.

Cukuplah segala sesuatunya kalian ambil hikmahnya, jangan kalian ulang perselisihan itu dikemudian hari.

Ayat. 395

Segala sesuatu urusan manusia , semua kembali kepada-Ku, setiap insan berada di surga ataupun neraka itu juga merupakan kehendakKu. Janganlah kalian menjadi hakim dan menjadi tuhan kecil bagi manusia lainnya.

Ayat. 396

Dan diantara kalian berkata, apakah hanya agama tertentu yang diterima di sisiNya?, Katakanlah bahwa agama bukanlah sebuah jaminan seseorang berada di surga ataupun neraka, melainkan amal baiknya.

Maka bertauhidlah dengan benar, setelah pengetahuan tauhid datang kepada kalian. Sesungguhnya Allah Tuhanmu sangat pencemburu, janganlah menduakan kebesaran Nya dengan berhala-berhala ciptaanmu sendiri.

Ayat. 397

Kasihilah dan cintailah sesamamu, tolong menolonglah disaat ada yang kesusahan. Janganlah berbuat kerusakan, karena Tuhanmu tidak menyukai orang yang melampaui batas.

Ayat. 398

Berbuat baiklah tanpa harus berharap imbalan terhadap sesama mu ataupun dari Tuhanmu, ikhlaskanlah hati semata demi ridho Ilahi. Jadilah umat-umat Nya yang dikasihi-Nya.

Ayat. 399

Tegurlah para Agamawan yang mengumpulkan uang dari menjual sertifikasi halal, tidakkah mereka mengambil hikmah dari para agamawan di masa lalu yang menjual surat penebusan dosa untuk kepentingan pribadi mereka sendiri, sedang umat susah payah mencari persembahan demi mendapatkan janji surga.

Mereka tak ubahnya serigala diantara domba-domba. Sedang umat bagaikan kerbau yang dicucuk hidungnya, tak menyadari sedang diperdaya.

Ayat. 400

Wahai kaum berjubah yang penuh kemunafikan, mulut mu sering berfatwa mewakili Tuhan, namun tanganmu sibuk mengambil uang persembahan.

Umatmu hidup dalam kemiskinan, sedang kau hidup dalam kemewahan.

Ayat. 401

Kau rekrut rekan sesama mu menjadi bagian kelompok mu, kalian pakaikan mereka pakaian religius sedang ilmunya belum memadai.

Diatas mimbar kalian saling mencaci maki, mengkafirkan umat tak sejalan, di aminkan umat yang terbelakang, sesungguhnya kalian tak ubahnya seperti kumpulan keledai.

Teramat beratlah pertanggungjawaban kalian disisi Allah, sebab kalian mempermainkan ajaranNya dan menyesatkan banyak umat manusia.

Ayat. 402

Wahai manusia lihatlah ulama-ulama hina ini, di balik jubah putihnya mereka memaki dengan cacian sumpah serapah, mereka tidak akan dapat memberi mu pengajaran selain kemudharatan, melainkan perpecahan diantara umat. Janganlah kalian ikuti dan hormati mereka, sesungguhnya hati mereka kotor, laksana lumpur nan pekat.

Mengapa kalian tunduk dan menghamba kepada mereka?, Sedang kebijaksanaan tidak tercermin dari tutur kata dan perbuatannya?. Kalian datangi pengajian-pengajian demi mendengar cacian tanpa pencerahan, kemudian kalian penuhi kotak amal mereka dengan uang yang kalian peras dari keringat dan air mata, setelahnya mereka hidup bergelimang harta.

Ayat. 403

Serusak-rusaknya moral umat, diawali dari rusaknya mental para agamawann. Mereka tidak lagi menyuarakan Firman Allah, melainkan kebencian dan hawa nafsu mereka sendiri. Mereka berjuang demi uang bukan demi umat, membela yang membayar bukan demi kaum yang tertindas.

Ayat. 404

Datangilah alim ulama yang tawadhu, tutur katanya penuh kebijaksanaan, berkumpulah bersama orang-orang shaleh, semoga Rahmat Allah selalu tercurah untuk mu.

Bersatulah dan hindari perpecahan, saling tolong menolonglah diantara kalian sebab kalian satu ikatan saudara, sekalipun berbeda iman.

Saling sayang menyayangilah tanpa melihat latar perbedaan.

Ayat. 405

Hormatilah guru-guru mu, alim ulama diantara kalian, ikutilah nasehatnya selama berada di jalan yang benar. Kunjungilah mereka ditiap kesempatan, sebab mereka merindukan dan mendoakan anak didiknya ditiap sujudnya.

Bawalah hadiah kepada mereka selagi mereka masih hidup. Cintailah mereka sebab kalian merupakan satu ikatan keluarga.

Ayat. 406

Katakanlah kepada umat Kristen berhentilah menyebut Yesus putra Maryam sebagai Tuhan. Janganlah kalian menuhankan sesuatu yang bernyawa, sesuatu yang memiliki batas kanan kiri, atas maupun bawah.

Jadilah pengikut Yesus dari Nazareth bukan pengikut Paulus, sebab ia yang tercemar ajaran pagan para penyembah matahari, tak layak disebut sebagai pengikut Yesus.

Yesus merupakan utusan Tuhan, yang mengajar nilai tauhid, seperti yang diajarkan oleh moyangnya Ibrahim. Dan jangalah kau tiru ajaran kuno yang mengatakan Tuhan tiga dalam satu, lahir dari perawan dan mati, lalu bangkit di hari ketiga. Bersihkanlah hal-hal kotor itu dari iman kalian ,jika kalian masih dalam ikatan suci tauhid.

Katakanlah wahai Bani Israel dan seluruh umat, bahwa Allah itu esa tidak ada illah-illah lain selain Allah.

Ayat. 407

Kepada umat muslim hiduplah berdampingan dengan umat lainnya dalam damai, tidakkah kau ketahui Musa, Daud, Sulaiman merupakan suku Yahudi, mengapa kalian sedemikian membenci kaum Yahudi? . Sedang kalian mengimaninya sebagai nabi-nabi utusan Allah, nabi-nabi yang berada dalam jalan yang lurus, pengusung nilai tauhid.

Ayat. 408

Kembalilah kepada Ajaran yang lurus seperti yang telah di ajarkan pada moyang mu Ibrahim. Janganlah kalian saling bunuh membunuh mengatasnamakan-Nya dan berharap surga dari menumpahkan darah terhadap sesama.

Ayat. 409

Tidakkah kalian mengambil hikmah dari peperangan di masa lalu yang dilakukan moyangmu?. Nyawa-nyawa menghilang, akibat memperebutkan tanah suci dan tempat-tempat pemujaan. Hati kalianlah kuil pemujaan sesungguhnya, sedang kepunyaanNya meliputi segala sesuatu.

Ayat. 410

Dan dapatkah kalian saksikan, mereka yang mengaku hamba-Nya yang paling beriman, namun saling membunuh sambil menyebut nama Tuhan?. Tuhan mana yang mereka bela?, Mungkinkah Tuhan memiliki musuh?. Mungkinkah Tuhan membenci keberagaman?. Semua itu merupakan khayalan sesat mereka. Tuhan mu mencintai seluruh makhluk tanpa membedakan, Tuhan mu menciptakan keberagaman, dan Tuhan mu Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

Ayat. 411

Ketahuilah kitab-kitab Yahudi berisi kisah-kisah kepahlawanan yang dilebih-lebihkan agar kisah mereka tidak terhapus dalam sejarah dan selalu diingat generasi setelahnya.

Kisah nan abadi yang dituturkan dan ditulis dari generasi ke generasi, yang darinya kelak bangsa-bangsa lainnya ciut hati terhadap mukjizat dan kedigdayaan bangsa itu dalam memerangi musuh-musuhnya.

Sebagian dari kitab itu di tulis dengan sungguh-sungguh dalam kebersihan hati, mengagungkan kebesaran Elohim, Allah yang Maha Esa.

Dari suku ini kemudian lahir agama-agama besar di dunia pengusung tauhid warisan Ibrahim.

Sedang di belahan dunia lainnya , ribuan nama dan berbagai bentuk wujud dan rupa Tuhan telah dilahirkan, semata untuk memuja dan mengagungkan kebesaran-Nya.

Ayat. 412

Kemudian diantara peradaban itu saling bertemu, lalu berperang sambil mengusung kebesaran nama tuhannya masing-masing.

Patung-patung tuhan yang ada dihancurkan , menggantikan patung-patung lainnya, hingga moyangmu memiliki kesadaran dari pengertian banyak tuhan- hingga menjadi sebuah konsep satu Tuhan.

Ayat. 413

Hal itulah yang menyebabkan banyak agama dan nama Tuhan dalam sejarah kehidupan manusia.

Ajaranku yang penuh nilai kasih dan sayang tanpa membedakan, kalian lembagakan dan kalian saling membunuh sambil menyebut namaKu dan berharap imbalan surga dariKu.

Ayat. 414

Gunakanlah akal kalian jika kalian golongan makhluk yang beriman, tidakkah kalian belajar dari jalannya alam raya ini?, Semua berjalan dengan keteraturan dan ketetapan yang didasari dengan nilai-nilai kebajikan, cinta dan kasih.

Ayat. 415

Beriman tanpa akal, membuat kalian bertindak laksana keledai. Menjadi manusia yang egois, dan merasa paling benar, dalam keangkuhan iman memandang yang lain sebagai golongan yang sesat.

Mengapa kalian menjadi tuhan kecil dan menjadi hakim bagi manusia lainnya?.

Akulah sebaik-baiknya Pengadil dan hanya kepada Akulah tempat kalian kembali.

Ayat. 416

Lihatlah perempuan-perempuan kalian, mengapa kalian membelenggunya dengan aturan yang menghilangkan eksistensi mereka?. Membuat mereka menjadi bodoh dan terbelakang.

Berdayakanlah mereka dan sejajarkanlah haknya dengan lelaki, namun jangan melupakan kodratnya sebagai perempuan.

Merekalah yang kelak melahirkan generasi-generasi yang unggul, ditangannya pola asuh anak diterapkan, maka merdekakanlah mereka jangan kalian belenggu dengan aturan-aturan yang membuatnya semakin terbenam dalam kegelapan.

Ayat. 417

Dan janganlah kalian (bangsa Arab) membunuh putri kalian dengan dalih kehormatan keluarga. Sebagai orang tua berlakulah adil, dan jadilah pemaaf, jangan menghukum anak-anak mu secara berlebihan, setiap yang tua pernah menjadi muda dan masa itu penuh dengan gejolak dan warna, jadilah teladan bagi anak-anak mu, cintailah mereka dengan kasih sayang, sekalipun mereka berbuat salah.

Ayat. 418

Bagi yang muda hormatilah ayah ibu mu, dengarlah nasehat dan jangan kau hardik mereka. Berlaku dan bertutur kata lah yang sopan kepada yang lebih tua. Ambillah pembelajaran dari mereka, sebab mereka pernah muda seperti kalian.

Ayat. 419

Cukupkanlah kebutuhan anak-anak mu, jangan sampai kau telantarkan mereka, sebab engkau akan diurus anak-anak mu saat tak berdaya kelak. Janganlah kau bedakan diantara mereka dalam hal pengasuhan, berlakulah adil dan berilah kasih sayangmu secara merata.

Ayat. 420

Kasihilah anak yatim, sebagaimana kau mengasihi anak kandung mu sendiri. Barang siapa yang memelihara anak yatim , kelak dilancarkan rejekinya oleh Tuhanmu, berkah dari langit senantiasa mengalir tak putus-putus sebab ketulusan doa-doa mereka.

Ayat. 421

Barangsiapa menzalimi anak yatim dan menghardiknya, maka kemalangan hidup kelak akan menimpanya, begitulah keadilan Tuhanmu, maka berbuat baiklah terhadap sesama.

Ayat. 422

Berilah makan bagi mereka yang lapar, berilah minum bagi mereka yang kehausan. Berilah pakaian bagi mereka yang telanjang.

Berkorbanlah untuk sesama, sekalipun engkau memiliki keterbatasan, sebab Tuhanmu akan menggantikan segala amalan baikmu, baik yang sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan.

Jangan pernah memusingkan dan menghitung pahala yang akan kau dapatkan.

Hanya kepada Ku segala amalan baik kelak mendapatkan balasannya.

Ayat. 423

Jika ada kerabat mu yang meninggal, hiburlah keluarga yang ditinggalkan, berilah mereka santunan jika dianggap perlu, dan kuatkanlah hati mereka agar tabah dan mampu melewati musibah yang tengah terjadi. Janganlah merepotkan mereka dengan sesajian, bawalah makanan kepada mereka untuk meringankan beban.

Ayat. 424

Berdoalah secara berjamaah kepada mendiang, agar ruhnya dapat kembali keharibaan Tuhan dengan penuh keikhlasan dan kiranya Tuhan dapat menghapus dosa-dosa nya selama hidup didunia.

Ayat. 425

Berkabunglah secara wajar jangan menangis secara berlebihan dan berlarut-larut dalam duka. Ikhlaskanlah bahwa sesuatu yang bernyawa kelak akan binasa, dan hanya kepada Tuhanmulah kelak kalian akan kembali.

Ayat. 426

Bangkitlah dari keterpurukan mu, jangan berkecil hati dan berputus asa. Seruling nan merdupun tadinya merupakan bambu yang diserut dan dikuliti, begitulah perjalanan hidup, tidak ada yang mudah untuk dilalui, percayalah disetelah masa sukar mu, kelak akan hadir masa lapang mu. Berserah dirilah pada Tuhanmu dan terimalah dengan ikhlas segala takdir dan ketetapanNya.

Ayat. 427

Dengan adanya ujian hidup, engkau akan melihat kesejatian diri. Engkau akan mencari Dia, engkau akan mencari jawaban-jawaban kehidupan.

Syukuri atas apa yang sedang terjadi, baik masa baik maupun sulit. Itulah cara Tuhan untuk mendidik umatnya.

Kuatkan hatimu dan berserah diri lah agar jiwamu menjadi tenang.

Yakinlah segala sesuatunya merupakan garis hidup dan takdir yang harus kita tempuh.

Tetaplah memegang teguh iman dan yakinlah Allah bersama kita.

Dan Dia akan memberikan catatan takdir yang terbaik, setelah masa sulit mu.

Dari ujian yang ada, sejatinya Tuhan hendak mengangkat derajat keimanan mu.

Ayat. 428

Katakanlah kepada para pemuja agama, telitilah kebenaran kitab suci kalian. Janganlah kalian hidup dalam keimanan buta.

Kenallah Tuhanmu, sebagai Wujud yang penuh kasih, memelihara seluruh makhluk tanpa membedakan.

Lalu mengapa kitab mu mengajarkan untuk membunuh umat yang tak sejalan?. Bukankah mudah bagi Allah untuk menghapus sebuah bangsa jika Dia berkehendak?.

Ayat. 429

Lihatlah semesta raya yang maha luas ini, ambilah hikmah darinya. Diri mu pun merupakan semesta bagi sel terkecil dari tubuhmu. Semua saling menghidupi dan saling menopang atas nama Cinta.

Ayat. 430

Tuhanmu tidak mengajarkan untuk membunuh sesama, Tuhanmu Maha Pemberi Hidup. Tuhanmu Maha Pemberi Karunia, kasih dan sayang.

Mengapa kalian menjadi tuhan kecil, lalu saling menghakimi dan membunuh atas nama Tuhan?.

Berhentilah menjadi budak-budak keagamaan, jadilah makhluk yang tercerahkan.

Ayat. 431

Aku turunkan Kitab Semesta pada kalian sebagai petunjuk, agar kalian tetap dijalan tauhid dan hidup selaras dalam cinta kasih.

Karena Aku tahu, agama yang sejatinya membawa kedamaian, telah mengersangkan jiwa manusia menjadi insan pemarah dan penuh kebencian.

Menciptakan budak-budak keagamaan tanpa sedikitpun pencerahan.

Periksalah kitab suci kalian, hanya sebatas itu Tuhan berbicara?. Ataukah sampai akhir kiamat Dia tetap berbicara pada umat yang dikasihiNya?.

Melalui Kitab Semesta kalian akan belajar, bahwasanya- Aku tak pernah berhenti berfirman dari awal hingga akhir kehidupan.

Ambilah pembelajaran dari alam semesta raya ini, maka akan kalian dapatkan pengajaran yang tidak ada habis-habisnya, itulah ketetapan Nya bagi kaum yang berfikir.

Ayat. 432

Sebagian dari kalian Aku lebihkan dari manusia lainnya, sehingga mereka bisa menangkap pesan tersembunyi di balik fenomena alam, kemudian mereka menulisnya menjadi sebuah Kitab, lalu kalian memberinya gelar nabi dan rasul.

Ayat. 433

Ribuan tuhan dan agama telah lahir dan sebagian telah punah bersama ketuhanan mereka, tetapi Allahmu tetaplah kekal, abadi bersama pengajaranNya.

Ayat. 434

Katakanlah kepada kaum Nasrani, bahwa Yesus adalah seorang utusan, atas ijinNya, dia mampu melakukan banyak mukjizat, begitu juga yang dilakukan Elia dan nabi-nabi sebelum dan sesudahnya, mereka dapat menghidupi orang yang telah mati.

Banyak nabi mampu menghidupi orang mati, melakukan berbagai mukjizat, namun mengapa kalian menuhankan Yesus dari Nazareth?. Sesungguhnya kalian bukan pengusung tauhid, melainkan pengikut ajaran Paulus.

Yesus seorang Yahudi taat yang disunat, pengusung nilai tauhid, namun mengapa kalian cemari ajarannya dengan pengajaran pagan kuno penyembah banyak dewa?.

Ayat. 435

Ibrahim moyangmu mengajarkan ajaran yang lurus, pengusung nilai tauhid, anak cucu keturunannya kelak akan berkembang biak laksana bintang dilangit dan menjadi raja diantara bangsa-bangsa, begitulah janji Allah kepadanya.

Dewa marduk, baal, osiris, zeus punah dalam perjalanan waktu, namun Allah Tuhanmu tetaplah kekal.

Ayat. 436

Bersyukurlah atas karunia kasih Allah yang tercurah padamu, dan janganlah menjadi umat yang tak bersyukur.

Berbagilah kepada sesama atas segala karunia yang telah kau dapat.

Ayat. 437

Hidupilah ayat-ayat yang telah diberikan Tuhan atas mu, dengan berbuat baik bagi sesama.

Jauhilah larangannya dan jadilah manusia yang tercerahkan.

Ayat. 438

Hormati agama dan kepercayaan lainnya, jangan musuhi atau kau bunuh umat yang tak sejalan.

Sesungguhnya tidak ada paksaan dalam beragama.

Ayat. 439

Hiduplah berdampingan, serahkanlah segala sesuatu urusan dunia mu hanya kepada Allah semata.

Janganlah kalian sesatkan dan kafirkan mereka, karena hidayah datang atas ijin Allah semata.

Ayat. 440

Ambilah hikmah dimasa lalu, peperangan demi peperangan terjadi mengatasnamakan Tuhan, tidak terhitung jumlah anak yang menjadi yatim piatu, seorang ibu yang kehilangan anaknya, ratapan tua renta yang rumahnya hangus terbakar dan seumpama dari itu, maka jangan kalian ulangi di masa depan.

Sebab hal demikian bukan inti sari dari ajaran agama, melainkan mengikuti hawa nafsu semata, kalian tidak sedang membela kaum yang lemah melainkan menindas kaum lainnya demi mempertahankan kehidupan golongannya sendiri.

Ayat. 441

Wahai kaum beriman, tidakkah kalian mengambil hikmah dari perjalanan moyang mu dalam mencari konsep ketuhanan?.

Mereka yang mendiami dunia bagian barat menyembah Zeus, Jupiter, Apolo , Poseidon, Aphrodite dan seumpama dari itu.

Mereka yang mendiami dunia bagian timur menyembah Allah, Marduk, Baal, Budha, Ahura Mazda, Syiwa dan seumpama dari itu.

Mereka mempertaruhkan jiwa dan raganya dengan sepenuh hati, menyembah Tuhannya.

Masing-masing dari mereka memandang agama dan ajaran sendiri yang paling benar, dan memandang agama dan ajaran lainnya sebagai agama dan ajaran yang sesat.

Dalam fanatisme buta , agama-agama dan ajaran itu berperang atas nama Tuhan. Saling bersaing memperoleh pengikut sebanyak-banyaknya.

Sudah merupakan takdirmu, memeluk suatu agama, sebab ajaran turun temurun warisan dari keluarga, keluargamu pun meneruskan dari keluarga sebelumnya, hingga berujung pada leluhurmu.

Saat moyang mu melihat sesuatu yang terbit dan tenggelam di langit, mereka mulai memikirkan itulah Tuhan yang layak di sembah sebab Dia memberikan kehidupan.

Saat moyangmu melihat ganasnya ombak dilautan, mereka mulai memikirkan inilah kekuatan Tuhan, kita harus menyembah dewa lautan.

Saat moyangmu bercocok tanam, dan memiliki tanah yang subur dengan hasil alam yang melimpah, mereka mulai memiliki rasa syukur atas berkah yang diberi, maka mereka mulai memikirkan Dewi Kesuburan.

Saat moyangmu berburu, melihat keperkasaan hewan , dan mereka takut melintasi hutan rimba, maka moyangmu mulai memikirkan Tuhan yang menjelma menjadi hewan-hewan mistis.

Saat moyang mu, menghormati dan mencintai raja-raja, mereka mulai memikirkan bahwa raja merupakan titisan dari Tuhan.

Saat moyang mu mengalami kematian, mereka mulai memikirkan dunia ruh, dunia arwah yang tak terlihat, dan mulai memikirkan bahwa Tuhan itu sesuatu yang mistis ,tak terpikirkan oleh akal.

Dari menyembah banyak Tuhan, moyangmu beralih menyembah pada satu Tuhan.

Telah punah ribuan ajaran dan agama bersama ketuhanan mereka. Tapi Aku Allah Tuhanmu tetaplah kekal.

Ayat. 442

Dari banyaknya konsep ketuhanan dan agama, haruskan Aku menceburkan manusia kedalam neraka, karena telah salah menyembah Aku, padahal mereka dengan sepenuh hati, mempertaruhkan hidupnya, telah menghabiskan banyak waktu, memuja Aku tanpa mengenal waktu?.

Apakah Aku harus menghukum suku pedalaman yang sedang memuja batu dan pepohonan, sedang pemahaman Tauhid belum sampai kepada meraka?.

Aku ciptakan kalian lahir dalam keadaan suci, orang tualah yang membentuk kalian apakah menjadikan mu penghayat kepercayaan atau memeluk salah satu agama.

Ketahuilah sejatinya apapun yang nenek moyang mu sembah, sejatinya mereka telah menemukan Aku ada di banyak wujud.

Karena Aku adalah segalanya, segalanya adalah Aku.

Kembalikanlah semuanya pada Allah, karena Dia memiliki perhitungannya sendiri.

Ayat. 443

Janganlah kau ancam umat-umat Ku, dengan ancaman yang tidak alkitabiyah, mengada-ada kan riwayat palsu seperti adanya siksa kubur.

Janganlah membuat agama yang sejatinya mendamaikan dan membawa kesejukan, tampak penuh dengan ancaman teror dan siksa.

Tidakkah kau sadar banyak umat Ku yang murtad akibat kesadisan-kesadisan ini?.

Dimana akal mu ditempatkan?, membuat riwayat palsu adanya siksa kubur, seandainya kiamat masih lama, semisal umur dunia masih jutaan tahun, apakah selama itu kalian akan disiksa?.

Apakah Tuhan mu sesadis itu?, tak heran jika golonganmu mudah marah dan mengamuk, sebab umat hidup dalam sebuah ancaman bukan nilai yang membawa keteduhan.

Teror penyiksaan dari ayat-ayat, membuat jiwa mereka menjadi gersang, penuh amarah.

Bagaimana mungkin agama yang sejatinya membawa keteduhan, kedamaian dan pencerahan bathin, menceritakan teror siksa api neraka tiada henti.

Rasa takutkah yang ingin kalian dapat dari umat-umat Ku?. Bukankah pencerahan bathin lebih penting dibanding kepatuhan semu?.

Ayat. 444

Beritakanlah kematian sesuatu yang pasti , suatu perjalanan yang mendamaikan menuju keabadian.

Dimana segala duka, kesedihan dan kemelekatan hidup sirna terbang menuju cahaya keharibaanNya.

Jemputlah kematian dengan suka cita sebab engkau telah terlepas dari penderitaan menuju keabadian.

Ayat. 445

Jangan khawatirkan surga neraka, berserah dirilah, ketahuilah bahwa Allah Tuhanmu Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.

Berkumpulah bersama keluarga, kerabat dan orang-orang shaleh di surga.

Percayalah Tuhan mu akan mengampuni dosa-dosa mu selama engkau melakukan pertobatan.

Beruntunglah jiwa yang membawa imannya hingga penghujung ajal, sebab dia merupakan seorang pemenang.

Ayat. 446

Musnahkanlah riwayat palsu, ucapan nabi-nabi yang sekiranya tampak bodoh, sadis dan tak masuk akal.

Jangan kau wariskan riwayat palsu itu dari satu generasi ke generasi selanjutnya, sebab akan menimbulkan fitnah, perpecahan , caci maki dan permusuhan diantara umat.

Ayat. 447

Namun jika diantara ucapan para nabi itu terdapat kebaikan dan pesan-pesannya membawa kedamaian, maka abadikanlah pengajarannya, jika tidak musnahkanlah sebab akan membawa mudharat dan kerusakan ditengah-tengah umat.

Ayat. 448

Ayat-ayat penuh ancaman dan teror api neraka sejatinya diperuntukkan bagi sekelompok umat yang terbelakang, bar-bar dan tak beradab.

Berbicara dengan masyarakat yang beradab dan cerdas, tentu tidak akan masuk jika memakai metode ancaman.

Mereka memerlukan ayat-ayat yang mencerahkan dan menggugah jiwa, bukan sekedar ayat-ayat penuh ancaman siksa.

Agama yang mengajarkan kekerasan, dan mengancam pemeluknya dengan siksaan neraka, kelak akan ditinggalkan pemeluknya dan memilih ajaran yang mengedepankan cinta kasih.

Ayat. 449

Maka berbenahlah, perbaiki metode dakwah mu, perlihatkan kepada umat bahwa ajaran Tuhan mu penuh kasih dan sayang.

Dan kau para rohaniawan, janganlah terlalu sering menceritakan kematian dan akhirat, serta ancaman siksa neraka secara berlebihan, namun luput membangun kehidupan dan peradaban.

Ayat. 450

Dan jangan pula engkau mengatakan perihal penebusan dosa, sebab hal demikian bukanlah sesuatu yang alkitabiyah.

Dosa mu merupakan pertanggungjawaban pribadi mu disisi Tuhan, tidak ada dosa yang ditebus oleh orang lain, sebab itu bukanlah bentuk keadilan Tuhan, melainkan kehendak manusia yang telah sesat arah.

Ayat. 451

Tidakkah kalian sadari, membaca Kitab Semesta membuat jiwa kalian tergugah, bangkit menuju sebuah kesadaran baru.

Membuat keimanan kalian menjadi guncang, membuat kalian mengkaji kembali ayat-ayat yang telah ada dalam kitab-kitab kalian.

Begitulah cara Allah Tuhanmu bekerja, ayat-ayatNya sendiri yang akan berbicara dan membuktikan kebenaran dari setiap firmanNya.

Ayat Tuhan akan membawa ketenangan bathin, ayat Tuhan akan membawa kedamaian, ayat Tuhan akan membangun kehidupan, ayat Tuhan akan menciptakan kebaikan bagi umat-umatnya.

Ayat. 452

Dan janganlah kau sebarkan riwayat-riwayat palsu bahwa nabi Muhammad hendak membunuh diri sebab manusia tak beriman kepada al quran, karena hal demikian bertentangan dengan sifat-sifat kenabian.

Jangan pula kau sebarkan riwayat palsu satu helai rambut perempuan terlihat , membuat perempuan masuk dalam neraka dalam waktu yang lama, dan juga riwayat palsu melakukan hal riba sama saja dengan menzinahi ibu sendiri, menyusui manusia dewasa yang bukan muhrim.

Musnahkan dan hentikanlah penyebaran riwayat-riwayat palsu tersebut, sebab mencederai akal sehat dan membodohi umat, dan membuat agama mu menjadi bahan tertawan umat lainnya.

Ayat. 453

Lihatlah kemarahan umat-umatmu, kemuakkan mereka terhadap kemunafikan kaum agamis dan politisi korup, membuat mereka berani melukai ulama shaleh dan tawadhu, yang sejatinya mereka ingin melukai ulama caci maki tapi mengenai ulama yang berada dalam jalan yang lurus.

Dan mereka menghancurkan rumah ibadah mu tanpa ragu, sebab kalian telah memanipulasi agama untuk kepentingan golongan mu dan kepentingan golongan yang kalian bela, bukan kepentingan umat.

Wahai ulama dan hamba hukum, berilah maaf kepada mereka sebab mereka telah khilaf, mengikuti emosi sesaat , kealfaan dan kelabilan masa muda.

Kemarahan mereka merupakan sebuah pesan, berhentilah menjadi kaum agamis yang munafik dan bagi para politisi berhentilah memakan uang rakyat.

Ayat. 454

Tidakkah kalian lihat sebuah golongan mengadu domba golongan lainnya agar saling bertengkar?.

Menyebarkan berita palsu untuk menciptakan kebencian terhadap segolongan manusia lainnya.

Teramat beratlah balasan Tuhanmu atas perilaku zalim yang kalian ada-adakan, sebab kalian telah memfitnah suatu kaum atas kaum lainnya dan membuat kekacauan serta permusuhan diantara mereka.

Ayat. 455

Sejatinya prilaku kalian adalah prilaku para penyembah uang, Tuhan kalian adalah uang. Uang membuat kalian lupa segala, menghalalkan segala cara dan memakan sesama.

Ayat. 456

Bertobatlah wahai para Agamawan, sesungguhnya murka Allah lebih besar terhadap kalian, sebab kalian merupakan teladan bagi umat.

Ayat. 457

Janganlah kalian fitnah golongan lain sebagai golongan yang tak mempercayai dan mengimani Tuhan, padahal mereka korban dari kepentingan kelompok mu dan kelompok yang kau bela.

Ayat. 458

Ingatlah fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, bukankah kalian mempercayai kebenaran tersebut?. Namun mengapa kalian melakukan hal keji itu, demi meraih kekuasaan dan uang?.

Ayat. 459

Mengapa kalian dustakan ayat-ayat kami?. Sesungguhnya kalian adalah golongan yang membuat kerusakan di dunia ini, namun kalian tak menyadarinya, karena hati kalian telah buta.

Ayat. 460

Kekuasaan yang melenakan, membuat kalian lupa akan tanggung jawab pencerahan ditengah-tengah para umat dan kekuasaan yang penuh dengan uang, membuat kalian para pemimpin tega berbuat zalim, melakukan kecurangan serta menjalankan kebijakan yang menyimpang.

Maka tunggulah hukuman dari Tuhanmu di hari penghakiman kelak.

Ayat. 461

Wahai Hakim-hakim, hukuman apa yang kalian akan putuskan bagi manusia yang jujur dipermukaan namun curang didasar hati?.

Hukuman apa yang akan kalian jatuhkan kepada mereka yang mempermainkan dalil-dalil hukum dan menghalalkan cara untuk meraih kemenangan?.

Ayat. 462

Sekelompok manusia menciptakan hukum dan tatanan hukum, berdasar selera manusia kemudian bak anak kecil merobohkannya laksana istana pasir.

Apalah arti hukum dan keadilan bagi mereka?, Selain kemunafikan dan keremangan hidup.

Ayat. 463

Wahai Hakim-hakim jemputlah rasa keadilan laksana kalian menjemput cahaya matahari.

Dari keputusan yang kalian hasilkan dari hati nurani nan bersih dengan rasa penuh keadilan, maka engkau akan mengetahui bahwa batu diatas tanah tak lebih mulia dari mahkota diatas kepala.

Ayat. 464

Pertimbangkan segala keputusan mu laksana memandang pohon yang memiliki banyak akar, laksana ayunan kapak, potonglah akar-akar kesia-siaan yang tak memiliki harapan hidup, namun biarkanlah hidup akar yang masih memiliki harapan.

Ayat. 465

Wahai Hakim-hakim, dan para pengacara, hukuman apakah yang pantas dijatuhkan Allah kepada wakilnya didunia sebab ia menukar keadilan dengan segenggam emas dan berlian?.

Laknat Allah akan jatuh kepada mereka dan mereka akan mendapat hukuman setimpal atas apa yang mereka kerjakan selama didunia.

Ayat. 466

Dan janganlah kau ahli tafsir menyatakan bahwa Allah bersemayam di Arrasy lalu duduk diatas singgasana.

Ketahuilah Allah Tuhanmu maha besar, kebesaranNya meliputi segala sesuatu, wujudNya tak terpikirkan.

Mustahil bagi Allah memiliki tempat bernanung atau duduk disebuah singgasana.

Langit memang tempat yang istimewa, sebuah tempat yang memiliki derajat yang tinggi, namun ketahuilah bahwa Allah mu itu dekat, sedekat urat leher.

Ayat. 467

Dan lihatlah kaum ulama dan rohaniawan saling mencaci maki dan saling mengolok-olok akibat berbeda pandangan, sesungguhnya mereka dalam kesesatan yang nyata, jauh dari nilai pencerahan bathin.

Hati mereka beriman, namun sesungguhnya mereka sedang mempermainkan ayat-ayat kami.

Dimana Marwah mereka (rohaniawan), apakah hilang akibat tingkah laku perbuatannya sendiri?.

Ayat. 468

Berikanlah maaf terhadap ulama yang merupakan dari golonganmu sendiri, atas semua olok-olok yang terjadi diantara kalian, sebab dia memiliki anak dan keluarga yang harus dihidupi, jangan kau masukkan dia kedalam penjara nan gelap dan membuat keluarganya menjadi telantar.

Siapapun pernah salah, khilaf dan berdosa, sekalipun dia seorang kaum Agamawan, maka berilah pengampunan.

Ayat. 469

Dan janganlah kalian menjadi bangsa yang pendendam, saling bunuh membunuh atas manusia lainnya mengatasnamakan agama.

Ayat. 470

Berkasih sayanglah, saling mengasihi diantara sesama mu, dan saling tolong menolong tanpa memandang keimanan.

Ayat. 471

Lihatlah dan belajarlah bagaimana Tuhanmu menghidupi dan mencukupi makhluknya tanpa membedakan, baik beriman, belum ataupun tak beriman kepadaNya.

Ayat. 472

Namun manusia kebanyakan lupa dan tidak mensyukuri atas karunia Allah yang diberikan kepadanya.

Ayat. 473

Harta benda yang kalian kumpulan sejatinya tidak akan membuatmu bertambah puas, melainkan akan selalu akan berasa kurang dan kurang, begitulah jika engkau tidak pernah memiliki rasa syukur.

Ayat. 474

Berbagilah kepada sesama atas rejeki yang kau dapat, sebagai rasa syukurmu atas segala Rahmat dan karunia pemberianNya yang tanpa batas.

Ayat. 475

Lihatlah cacing yang terdapat dalam rongga yang gelap atau seumpama makhluk yang berdiam di kedalaman samudra nan pekat, mereka memiliki rizkynya sendiri.

Begitulah perumpamaan jaminan rejeki dari Tuhanmu yang diberikan kepada makhluk-makhlukNya.

Dialah Allah Tuhanmu, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ayat. 476

Lalu mengapa engkau merasa sedih akibat kemalangan-kemalangan yang hadir dalam hidupmu?, Berikhtiar lah lalu berdoa berharap berkah dari Sang Pemberi Hidup.

Ayat. 477

Percayalah Tuhan bersama kalian, jika kalian mengingatNya, menjalankan dan menjauhi segala laranganNya.

Ayat. 478

Jadilah saksi atas keberadaan Tuhan,bukan karena kesaksian umat dan cerita kaum agamawan dimasa lalu.

Ayat. 479

Carilah Allah Tuhanmu, yang bersemayam dalam relung jiwamu.

Bersaksilah bahwa Dia meliputi segala sesuatu , Wujud yang berbeda dari ciptaanNya, tidak berawal dan tidak berakhir.

Ayat. 480

Lantas mengapa diantara kalian masih menyembah Aku dengan simbol manusia, hewan dan berbagai benda ciptaanKu, setelah pengetahuan tauhid sampai kepadamu?.

Ayat. 481

Tidakkah kalian mengambil hikmah, dari Musa dan utusan-utusan lain yang hadir di tengah kalian, selain memberi peringatan dan jalan yang lurus, sebuah ajaran umat-umat terdahulu sebelum kamu?.

Mengapa kalian berpaling setelah pemahaman tauhid sampai kepada kalian?.

Bukankah Aku Allah Tuhanmu, tidak ada illah-illah lain selain Allah.

Ayat. 482

Mengapa kalian dustakan ayat-ayat Ku, bukankah ayat-ayat Tuhan , sesuatu yang pasti, tidak dapat dipalsukan?.

Lantas mengapa engkau masih berpaling dari jalan kebenaran?.

Ayat. 483

Merugilah manusia yang telah diberi cahaya terang namun menghindari jalan terang, tetapi lebih memilih jalan yang gelap.

Itulah perumpamaan hati, janganlah kalian membohongi nurani, sebab kebenaran dari Allah Tuhanmu adalah mutlak, firmanNya akan menyapa jiwa-jiwa yang mati, hingga kembali hidup dan menjadi terang bagi manusia lainnya.

Ayat. 484

Firman Allah akan menjadi penyejuk bathin mu, laksana tetumbuhan yang terkena hujan dari masa kemarau yang panjang.

Jiwa yang kering kerontang akan kembali pulih dan penuh kesejukan.

Demikianlah janji Tuhan, bagi mereka yang beriman.

Ayat. 485

Ikutilah jalan yang lurus seperti yang telah diajarkan moyangmu Ibrahim, sembahlah Allah Tuhanmu, bukan Tuhan ciptaanmu.

Ayat. 486

Ambilah hikmah dari rohaniawan kepausan di masa lalu, mereka membangun istana megah yang diambil dari surat penebusan dosa, mereka menyidang jenazah, hidup dengan para gundik-gundik dan berbagai prilaku gelap lainnya.

Kritislah dengan para alim ulama dan rohaniawan di tengah-tengah kalian, tegurlah jika mereka menyimpang, sebab mereka manusia biasa seperti kalian.

Janganlah kalian mengkultuskan mereka dan menyanjung puji mereka, sebab segala sanjung puji hanya milik Allah semata.

Ayat. 487

Jadilah umat yang kritis dan tercerahkan, janganlah seperti domba yang digiring menuju rumah jagal, di peras tanpa sisa oleh para rohaniawan, hingga menyisakan kegetiran dan kemalangan hidup.

Ayat. 488

Jadikanlah Tuhanmu satu-satunya gembala dan kenallah Tuhan itu sebagai wujud yang esa, dan janganlah kalian angkat Yesus putra Maryam sebagai Tuhan, sebab Allah mu itu esa, janganlah kau sembah illah-illah lain selain Allah.

Ayat. 489

Yesus dan Maryam sebagai manusia yang fana kelak akan tiada, namun Tuhan mu kekal hidup bersama firman.

Ayat. 490

Lantas mengapa kalian masih mendustakan keesaan Allah?, Jadilah pengikut nabi-nabi pengusung tauhid lainnya ,jangan kalian ikuti ajaran Paulus dan menyebut Tuhan tiga dalam satu, dan berbagai bilangan lainnya, sesungguhnya Allah itu esa, tidak beranak dan diperanakkan, tidak berawal dan berakhir, ketahuilah kebesaranNya meliputi segala sesuatu.

Allah Raja Semesta, berkuasa atas raja-raja dan segenap makhluk-makhluk ciptaanNya.

Ayat. 491

Wahai manusia dan seluruh mahluk yang ada di bumi dan dilangit, sembahlah hanya kepada Allah semata, jangan kau dustai keilahianNya, dengan menyerupakan wujudNya dengan berbagai rupa makhluk ciptaanNya.

Ayat. 492

Kenallah Tuhanmu, Allah yang Maha Suci, Allah Yang Maha Besar, Tuhan yang juga bersemayam dalam dirimu, maka bangunlah kuil pemujaan di hati kalian, dan menyatulah dalam cahaya KeterpisahanNya.

Ayat. 493

Janganlah kalian cemari ajaran tauhid moyangmu Ibrahim dengan ajaran sesat warisan agama pagan dimasa lalu.

Ayat. 494

Jadilah kekasih Allah, jangan menjadi budak-budak keagamaan ,jadilah makhluk yang tercerahkan.

Ayat. 495

Matilah dengan memegang teguh nilai tauhid, jangan kau sekutukan Dia dengan tuhan lainnya.

Ketika ia mengucapkan, Eli Eli Lama sabaktani, Allah Allah mengapa Engkau meninggalkan aku, sesungguhnya itu adalah permohonan seorang hamba kepada Pencipta-Nya.

Ayat. 496

Dan janganlah kalian mendebat perihal kematiannya di tiang salib atau diangkat ke surga, sesungguhnya yang bernyawa kelak akan mati, dan manusia akan mengalami kematian dalam hidup sebelum menghadapi kematian dalam arti yang sesungguhnya.

Ayat. 497

Beritakanlah dan sampaikanlah firman Tuhan dengan utuh dan tanpa rasa takut.

Belajarlah dari Musa yang menentang tuhan-tuhan Firaun, dan ia dianggap menista agama yang ada dizamannya.

Belajarlah dari Yesus dari Nazareth yang memporak-porandakan kotak-kotak persembahan di rumah Tuhan dan ia dihakimi karena menghujat para rabi dan nilai ketuhanan.

Belajarlah dari Muhammad yang menentang keilahian Isa Al-Masih dan menghancurkan berhala-berhala yang ada dizamannya.

Mereka dipuja sekaligus dihukum dan dianiaya , mereka didengar sekaligus ditertawakan dan dihina, mereka dianggap nabi sekaligus dianggap gila, itulah ujian didalam mewartakan ajaranNya.

Allah meneguhkan hati dan keimanan mereka, dan mereka adalah utusan-utusan Nya yang memegang teguh nilai tauhid.

Ayat. 498

Berimanlah dengan benar jangan sebatas mulut, sebab keimanan yg sebatas mulut itu laksana keimanan pohon Ara, kering tanpa menghasilkan buah.

Ayat. 499

Dan kalian Bani Israel, jangan lagi kalian menyembah dewa baal, bersaksilah bahwa Allah itu esa. Janganlah lagi kalian membuat lembu emas, atau seumpama dari itu, dengan maksud menyekutukanNya.

Ayat. 500

Jauhilah segala daya dan upaya untuk menyekutukan dan memikirkan kebesaran Tuhanmu.

Sucikanlah dari hal yang demikian itu, sebab Allah Tuhanmu maha suci atas hal-hal nista yang kalian telah perbuat.

Bertakwalah, jalankan perintahNya dan jauhilah laranganNya.

Semoga kalian dalam kumpulan umat-umat Nya yang beruntung dan berada dalam surgaNya yang kekal.

Ayat. 501

Katakanlah bahwa Allah meliputi segala sesuatu, janganlah kalian menyangka bahwa Allah bersemayam dilangit, bernaung serta duduk di singgasana atau seumpama dari itu.

Benar apabila langit memiliki kedudukan tertinggi namun Allah Tuhanmu Maha Besar meliputi segala, tidak ada kubah-kubah langit yang mampu memayungi kebesaranNya.

Begitulah adanya Dia, keberadaanNya tiada banding.

Ayat. 502

Dan apabila datang sebuah peringatan kepadamu, maka dengar dan ikutilah, jangan kalian ikuti perbuatan moyangmu dimasa yang lalu yang telah berpaling dariNya

Ayat. 503

Begitulah ketentuan dari Tuhanmu semoga engkau salah satu dari umatnya yang selalu menjaga nilai tauhid dan mengasihi diantara sesama mu.

Ayat. 504

Janganlah berbuat kehancuran ditengah-tengah masyarakat mu, hiduplah secara tertib dan teratur.

Patuhi pemimpin mu dan bagi para wakil rakyat, suarakanlah aspirasi keinginan rakyatmu dengan bijak.

Janganlah kalian menjadi bara api yang membakar satu sama lainnya. Jadilah jawaban atas persoalan, jangan membuatnya kian keruh.

Ayat. 505

Rawatlah kedamaian, bekerjasamalah diantara sesama mu, saling kasih mengasihi tanpa memandang perbedaan.

Ayat. 506

Buatlah tempat peribadatan secara sederhana, jangan berlebihan, sebab memberi tempat berlindung bagi kaum miskin adalah lebih baik, daripada membangun kuil-kuil pemujaan.

Sebab hati kalianlah tempat pemujaan yang sesungguhnya.

Tuhanmu tidak memerlukan tempat pemujaan nan megah, hati yang selalu mengingat kepada Nya, adalah tempat Sang Wujud Sejati berada.

Ayat. 507

Wahai manusia buatlah hukum-hukum dengan nafas keilahian yang lebih beradab dan sesuai dengan etika di zaman mu.

Janganlah kalian jadikan sebuah pedoman hukum dan tata kelola masyarakat yang sekiranya telah berlaku di zaman bar-bar, lalu kalian terapkan dizamanmu, sebab tingkat peradaban dan kecerdasan manusia, serta tantangan hidup di tiap zaman tentulah berbeda.

Ayat. 508

Wahai kaum beriman, tidakkah kalian curiga terhadap ayat-ayat yang sekiranya diakui datang dari Tuhan, namun terikat lokasi, budaya, hewan , buah-buahan dan waktu dimana nabi itu di utus?.

Bukankah Tuhanmu memiliki pengetahuan yang ada di semesta ini, namun mengapa mengambil perumpamaan-perumpamaan yang sangat terbatas?.

Mungkinkah Tuhan Yang Maha Segalanya, Pemilik Segala Pengetahuan, namun memberikan sebuah perumpamaan yang sangat normatif dan dangkal?.

Ayat. 509

Wahai kaum beriman, tidakkah kalian menaruh curiga terhadap ayat-ayat yang seolah menggambarkan bahwa Allah Tuhanmu- memiliki sifat pengancam, pendendam, sinis dan pemarah?.

Bukankah hal demikian sifat manusia yang sedang geram terhadap masyarakat nya?.

Adakah diantara kitab-kitab suci itu yang menyapa manusia yang tinggal di kutub Utara dan selatan, bukankah mereka umatNya juga?.

Akal manusia terbatas namun tidak dengan Tuhanmu.

Ayat. 510

Berterima kasihlah pada agama, sebab agama merupakan langkah awal untuk memperkenalkan kebesaran Tuhan pada manusia.

Ayat. 511

Wahai kaum beriman, mengapa kalian selalu mengklaim penemuan para ilmuwan telah ada dalam ayat-ayat kitab suci diantara kalian ?.

Bukankah Tuhanmu memberikan akal, maka carilah ilmu, perbaiki kualitas peradaban mu.

Ayat Tuhanmu bukanlah ayat-ayat mati, ambilah hikmah dan pembelajaran darinya namun jangan kalian kecilkan anugerah akal yang Tuhan berikan pada kalian.

Ayat. 512

Akulah Allah Tuhan mu, Aku berfirman kepadamu wahai seluruh umat manusia melalui perantaraan nabi-nabi ,rasul dan tanda-tanda alam.

Mengapa jiwamu mati?, Hidupkanlah dan bersihkanlah jiwamu ,maka engkau akan menerima cahaya kebenaran.

Ayat. 513

Ruh Kudus telah bersuara dalam sanubari ku, namun aku bukanlah firman yang menjadi daging, aku tetaplah manusia yang memiliki nafsu hewani.

Allah tetaplah Allah, Wujud yang kekal, Dia berfirman sejak awal hingga akhir kehidupan, begitulah kebesaranNya.

Ayat. 514

Lantas mengapa kalian menyebut Yesus putera Maryam sebagai Allah?. Ajaran siapakah yang telah menyesatkan banyak domba hingga mereka terjatuh dalam jurang yang dalam?.

Ajaran para nabi, selalu mengajarkan bahwa Allah itu esa, janganlah kalian menyembah illah-illah lain selain allah, demikianlah perjanjian moyangmu kepada Allah Tuhanmu.

Ayat. 515

Wahai Hakim-hakim, para rabi, ulama, pastur dan para rohaniawan, mengapa kalian lembagakan ajaranKu, sehingga manusia menjadi terpecah-belah dan saling membenci satu sama lainnya sebab berbeda keyakinan?.

Bukankah beragam Wujud yang mereka sembah sesungguhnya tertuju hanya kepadaKu?.

Ayat. 516

Tidakkah kalian mengambil pelajaran dariKu, Aku mengasihi manusia tanpa memandang perbedaan, karena begitulah Aku, kasih kemuliaan-Ku tanpa batas, tercurah kepada manusia yang beriman, belum ataupun yang tak beriman.

Lantas mengapa kalian merantai kaki-kaki manusia dan memasungnya dengan aturan-aturan yang seolah datangnya dari Allah?.

Ayat. 517

Tuhanmu memerdekakan manusia, Tuhanmu menerangkan jalanmu, Tuhanmu menginginkan kamu menjadi kekasihNya, bukan menjadi budak-budak Nya.

Lantas mengapa kalian mempersulit langkah kaki umat?, memperbudaknya dengan Dalil-dalil yang seolah datang dari Tuhan dan memerasnya tanpa sisa, menyisakan kegetiran dengan sedikit pencerahan.

Ayat. 518

Inikah yang dinamakan rumah Tuhan atau bait Allah?. Kalian menyebutnya masjid, gereja , sinagoge, wihara dan kuil-kuil suci pemujaan, namun sejatinya kalian sedang memenuhi kotak-kotak amal yang kalian buat, sejatinya kalian tidak peka terhadap sekeliling kalian.

Kalian hitung-hitung uang disetiap akhir khotbah, menyimpannya rapat-rapat, dan membiarkan orang miskin dan lapar yang ada disekeliling kalian.

Ayat. 519

Rumah Tuhan terbuka bagi mereka yang miskin, lapar dan tak memiliki tempat untuk berteduh.

Lewat mereka yang tertindas, sejatinya Tuhan hendak berbicara.

Lewat rintihan tangis mereka sejatinya Tuhan hendak menolong mereka.

Maka tolong dan bantulah mereka, yang sedang tertimpa kemalangan hidup.

Tuhanmu tidak memerlukan tempat pemujaan yang megah, sebab hati kalian adalah tempat pemujaan yang sesungguhnya.

Ayat. 520

Tidaklah bermanfaat kuil pemujaan yang megah sementara sekeliling kalian penuh dengan masyarakat yang miskin dan tertindas.

Bangkitkanlah mereka dari keterpurukan , angkatlah mereka dari kesusahan, itulah pondasi keimanan yang sejati.

Ayat. 521

Suatu saat bangunan-bangunan megah itu akan roboh dimakan zaman, namun amal baikmu di dunia akan tercatat dan berbalas- dalam surgaNya yang kekal.

Ayat. 522

Wahai manusia berhentilah jadi budak-budak keagamaan, jadilah manusia yang tercerahkan.

Cintailah sesama manusia tanpa membedakan asal usul dan keimanan.

Ayat. 523

Ikutilah ajaran moyangmu Ibrahim, ajaran yang lurus, ajaran yang mengesakan Allah, dan janganlah kalian menyembah tuhan lainnya dan mensekutukanNya dengan makhluk ciptaanNya.

Sesungguhnya Dia berbeda dengan ciptaanNya.

Adalah benar Dia menciptakan manusia dengan citraNya, namun Dia berbeda dengan makhluk-makhlukNya.

Mesias

Ayat. 524

Dia adalah segalanya , aku ada dalam Dia. Dan janganlah kalian menyambut kedatangan mesias dengan fitnah-fitnah Dajjal bermata satu.

Mesias datang dengan membawa damai dan kesejahteraan bagi dunia.

Dia adalah raja, namun Allah mu adalah Raja diatas raja.

Ayat. 525

Mesias akan meluruskan sesuatu yang menyimpang, mendamaikan Yerusalem, menjadi terang bagi dunia.

Manusia berduyun-duyun menghampirinya. Kemudian diantara kalian menyebutnya Dajjal, sebab menyakini mesias turun di Damaskus.

Katakanlah sudah merupakan kehendak Tuhanmu seorang mesias lahir dari suku bangsa dan berada dimana.

Imanilah ia ,selama membawa tanda-tanda mukjizat, tinggalkan sekiranya ia merupakan mesias palsu yang mengaku-ngaku utusan Allah.

Mesias asli akan menggetarkan relung-relung jiwa dan mengguncang keimanan.

Ayat. 526

Mesias itu bagian dari masyarakat mu, ia pun seorang yang tak luput dari dosa sepertimu, begitulah fitrahnya menjadi seorang manusia, sebab ia bukan malaikat yang tanpa cela.

Musuh yang dikasihi dan hendak diluruskannya bukanlah sosok, melainkan simbol bermata satu.

Kedatangannya menyelamatkan dan memberi keadilan bagi seluruh umat manusia.

Dia ditunggu oleh Yahudi, Kristen dan Islam.

Ayat. 527

Kemanapun ia pergi, orang berbondong-bondong mengikutinya, berharap kesembuhan dan mukjizat kepadanya.

Dunia tertuju kepadanya, sebagian dari kalian berteriak dan menangis, "Inilah akhir dunia, umat manusia akan dihakimi akan dosa-dosanya".

Kemudian kalian tangkap dia, dan menyelediki keMesiasannya.

Ayat. 528

Katakanlah Sang Mesias tidak membutuhkan pengakuan, sebab ada ataupun tidak mesias ditengah-tengah kalian, kalian akan tetap mengingkarinya.

Mukjizat terbesar adalah terbukanya kesadaran, timbulnya pencerahan.

Ayat. 529

Diantara kalian menuntutnya memperlihatkan mukzijat yang telah diperlihatkan nabi-nabi terdahulu.

Bukankah nabi yang terdahulu kalian tetap kalian bunuh, walau tanda-tanda mukjizat telah sampai kepada kalian.

Ayat. 530

Dunia gocang akan kehadirannya, manusia memberitakannya tanpa henti, mereka yang mengimaninya akan mengikuti kemana ia pergi.

Sebagian lagi, membawa orang-orang yang sakit berharap mukjizat kesembuhan.

Katakanlah kepada mereka, engkau datang untuk menyembuhkan jiwa yang mati, engkau datang untuk menegakkan tauhid yang telah melenceng.

Ayat. 531

Datanglah ke bait Allah yang telah dipersiapkan Bani Israel kepadamu dan jadilah raja bagi dunia.

Ayat. 532

Tergenapilah nubuatan Allah Tuhanmu, dalam beberapa masa kehidupan di bumi penuh Dengan kedamaian.

Ayat. 533

Ketika ia sampai ke pintu gerbang Yerussalem, dilewatinya makam-makam itu.
Baginya kuburan bukanlah sesuatu yang najis, sebab ia yang mati tidaklah mati, jiwanya tetaplah kekal.

Ayat. 534

Maka ia berbicara pada umat yang mengimaninya, dan berkatalah ia, "Sesungguhnya aku datang tidak mengatasnamakan agama tertentu, aku datang untuk mendamaikan dunia". "Jadilah satu umat Tuhan, sesungguhnya kalian semua adalah bersaudara".

Ayat. 535

Menarilah bangsa itu dan bersuka cita, katanya; "Elohim hadir bersama kita, kemuliaannya selalu menyertai bangsa ini,  Mesias telah hadir bersama kita!".

Maka datanglah para imam berpakaian efod,  menyambut sang Mesiah lalu merekapun memasuki bait Allah.

Ayat. 536

Datanglah berbondong-bondong berbagai bangsa untuk menemuinya.

Penuhlah sekitaran bait Allah dengan berbagai ragam manusia.

Sebagian lagi menunggu ucapan-ucapannya, sebagian menanti mukjizat, sebagian lagi ada yang berteriak mencaci maki, katanya "Siapapun yang mengikuti Dajjal sesungguhnya dia telah keluar dari agama Allah!" .

Terjadilah kerusuhan diluar kota Yerusalem, mereka yang menolak menganggapnya Dajjal.

Tiba-tiba sesuatu menjadi gelap, maka meredalah kerusuhan itu. Manusia menjadi tunduk akan kuasaNya

#mesiah #mesias #dajjal #imammahdi

Kitab Semesta

Bersambung…

Tulisan ini akan terus di update hingga tanpa batas waktu..

Hartono Benny Hidayat
www.duniasastra.com

[/pl_text]
[/pl_col]
[/pl_row]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *