#Updateterakhir #268ayat #sastra #kitabsemesta #filsafat #agama #spiritualitas #sufi

Ketika perang dunia mengakibatkan kehancuran maha dasyat bagi kehidupan di bumi, beberapa penyintas yang selamat berhasil membangun koloni di luar angkasa.

Sisa-sisa peninggalan warisan intelektual kehidupan di bumi, seperti filsafat,agama dan sains sebagian masih dapat terselamatkan dalam sebuah perpustakaan digital stasiun ruang angkasa.

Takkala milyaran manusia musnah, akibat perang nuklir dan wabah penyakit, kenangan akan peradaban manusia akan tetap hidup di hati para penghuni stasiun ruang angkasa.

Dalam kehampaan mereka masih membaca berbagai macam kitab suci,walaupun sudah tidak lagi yang mempraktekkan ritual agama.

Kisah ini menceritakan tentang kitab universal terakhir yang pernah tercatat dan di anggap suci oleh sebagian orang dan menjadi kepercayaan/agama terakhir yang pernah lahir dalam sebuah peradaban manusia…

Seorang filsuf dari Jawa menciptakan tatanan dunia baru dengan etik dan konsep yang bersifat universal, konsep yang sebenarnya bukan sebuah agama,melainkan sebuah jalan hidup…

Inilah kisahnya…

_______________________________________________

Kitab semesta

Ketika engkau membaca sebuah kitab suci, Tuhan seolah berhenti berbicara kepada umatnya pada ayat terakhir.

Namun ada sebuah kitab yang tak pernah ada habis-habisnya untuk dibaca , seolah Tuhan hendak selalu berdialog dengan kita, sebuah samudra ilmu tanpa batas. Itulah kitab semesta.

Sebuah kitab universal yang mengajarkan hikmah kepada manusia yang beriman, belum ataupun yang tak beriman.

Ayat. 1

Awal mulanya alam semesta tercipta dari ketiadaan.

Hanya Dialah segala wujud keberadaan, kemudian Ia menciptakan mahluk segenap isinya sebagai bentuk persaksian.

Diciptakanlah semesta dalam beberapa masa,kemudian Dia tiupkan ruh ilahiah ke segala penjuru semesta.

Maka jadilah semesta yang tampak tak terbatas yang sesungguhnya berbatas,karena Tuhanmulah yang tak berbatas

Ayat. 2
Kemudian Tuhanmu menciptakan berbagai makhluk untuk menggenapi ciptaanNya, dibuatlah olehNya pasangan-pasangan agar mereka bisa berkembang biak.

Di tumbuhkannya berbagai jenis macam tumbuhan agar mereka dapat hidup darinya.

Sesungguhnya TuhanMu Maha pemberi Rizky dan Rahmat.

Ayat.3

Takkala mereka semakin banyak, maka kami sebarkan mereka ke segala penjuru , hiduplah mereka secara berkelompok hingga mereka menjadi sebuah bangsa.

Diantara bangsa itu menjajah bangsa lainnya,sebagian hidup berdampingan.

Lalu kami utus ketengah kaum itu nabi-nabi kami, agar mereka tetap mengenal TuhanNya.

Demikianlah kasih sayang TuhanMu yang selalu mengawalmu dari awal hingga akhir kehidupan.

Ayat. 4

Dalam perjalanan masa , kalian kembali dalam kerusakan,maka kami hancurkan kota-kotamu dengan berbagai bencana, penyakit dan kelaparan.

Kemudian sebagian dari kalian berkata, ini ujian dari Tuhan karena kita telah berpaling.

Kemudian kalian datangi orang-orang alim di tengah kalian, namun kalian tetap dalam kesesatan yang nyata.

Namun dengan kasihnya ,Dia tetap merawat umatnya dan memberinya keberkahan hidup.

Sesungguhnya TuhanMu Maha Pemurah lagi maha Penyayang.

Ayat. 5

Telah datang kepadamu berbagai kitab suci untuk memberikan petunjuk, namun semua seolah tanpa makna bagimu, karena sejatinya jiwamu mati.

Pelajarilah kitab kehidupan di alam ini,karena telah Ku hamparkan pengetahuan untuk kalian semua,baik yang beriman ataupun yang belum beriman.

Sesungguhnya telah datang kepadamu semua pengetahuan ada dalam semesta ini,namun kalian buta.

Ayat. 6

Sesungguhnya dalam kitab suci Tuhan terdapat obat, yakni penyembuh bagi hati yang hampa.

Didalamnya terdapat kandung hikmah yang bisa menyegarkan dahaga bahthin.

Bacalah kitab sembari mempelajari nya, lalu jalankan lah dalam kehidupanmu.

Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pemberi Petunjuk bagi yang di kehendakinya.

Ayat. 7

Celakalah orang-orang yang membaca kitab siang dan malam, namun tidak mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Mereka seperti manusia tanpa jiwa, menjadikan ayat-ayat Tuhan laksana mantra.

Hidupkanlah ayat-ayat Tuhanmu dalam kehidupan keseharian mu, sehingga Rahmat Tuhan tercurah bagimu.

Ayat. 8

Jangan jadikan kitab sucimu laksana buku-buku berdebu tanpa makna.

Kaji lah dan pelajarilah,lalu hidupkanlah kata-kata itu.

Endapkan lah dalam jiwamu, satukanlah dalam segala gerak langkahmu.

Kitab semesta adalah merupakan kitab Tuhan bukan sekedar di hafal dan dibaca, semua menjadi berarti ketika kau menjalankannya dalam kehidupan.

Ayat. 9

Manusia adalah tempatnya lupa dan alfa. Janganlah engkau merasa sesuatu hal datangnya dari yang Kuasa,bisa jadi itu adalah bisikan setan.

Berdoalah minta perlindungan dan petunjuk dariNya, semoga engkau dalam golongan hamba-hamba yang beruntung.

Ayat. 10

Akan datang di suatu zaman, dengan lahirnya nabi-nabi palsu dengan membawa firman-nya yang mempesona, kelak ia akan memiliki jamaah yang banyak laksana semut di hutan,mereka mengikuti kemanapun ia pergi,sesungguh mereka dalam kesesatan yang nyata, hanya Tuhanmulah tempat mu kembali ,tempat pemberi petunjuk.

Ayat. 11

Sesungguhnya para nabi adalah orang yang mendapatkan petunjuk, darinya engkau akan mendapatkan hikmah dalam menyingkapi rahasia kehidupan.

Ikutilah ia dan sayangilah dia, laksana penduduk langit yang menyeru dan memuji namanya hingga menjelang terbitnya matahari.

Ayat. 12

Sesungguhnya kami akan memberi petujuk bagi orang-orang yg di kehendakinya, mereka sesungguhnya kelak mendapat jalan yang berliku-liku,lagi sukar ,hingga mereka kembali pada jalan yang lurus, jalan yang kami ridhoi.

Ayat. 13

Janganlah kalian menggunjingkan sang nabi dibelakangnya, sesungguhnya ia di lindungi oleh syafaat dan dijaga oleh para malaikat.

Ia mengetahui apa-apa yang tersembunyi di hati kalian, karena sesungguhnya ia adalah mahkluk pilihan,atas ijinNya ia dapat membaca pikiranmu dan bermukzijat atas ijin Tuhanmu.

Taat dan ikutilah petunjuknya,karena ia adalah sinar bagi manusia seru sekalian alam.

Ayat. 14

Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui apa-apa di dalam bathinmu, hatimu berkata iman,namun sesungguhnya engkau sedang mengolok-olok sang nabi.

Celakalah engkau, hatimu keras laksana batu, tiada yang dapat memberimu petunjuk, sesungguhnya engkau makhluk yang merugi.

Ayat. 15

Dalam api neraka yang menyala-nyala engkau berteriak bertobat, sesungguhnya terlambat, tiada lagi yang dapat membantu mu selain amal baikmu sendiri.

Sesungguhnya makhluk surga di hari ini sangatlah berbahagia, mereka mendapatkan semua yang mereka inginkan Semasa didunia. Mereka adalah seberuntung-beruntungnya makhluk.

Ayat. 16

Sesungguhnya alim ulama lidahnya lebih berbahaya di banding umat biasa, karena ia menjadi tuntunan dan teladan hidup. Celakalah mereka-mereka yang menggunakan ayat dan menjual untuk hawa nafsunya.

Ayat. 17

Sudah suratan takdir apabila Tuhanmu menunjuk sebuah nabi ditengah-tengah kaummu, agar kamu kembali ke jalanNya.

Taubatlah, jangan lagi kalian berbuat maksiat, sesungguhnya Rahmat dan ampunan TuhanMu sangat luas.

Jangan pernah berkecil hati,sekalipun dosamu sebear gunung, Tuhanmu akan mengampuni mu seandainya engkau bertobat

Sesungguhnya Dia adalah maha pengampun lagi maha penyayang.

Ayat. 18

Ketika Tuhanmu menurunkan seorang rasul dan nabi ketengah kalian, berarti bangsamu telah dalam kerusakan yang nyata.

Namun diantara kalian ada yang menolaknya, menghakimi dan mencoba membunuhnya.

Sesungguhnya kami telah menjaga dirinya dari orang yang aniaya, semesta akan menjaganya ,karena siapa yang berani melawan nya berarti melawan kekuatan Tuhan.

Ayat. 19

Sesungguhnya orang-orang yang tak beriman dalam keragu-raguan. Sampai kapanpun mereka tidak akan beriman ,sampai ajal menjemputnya.

Sesungguhnya amalnya tidak akan ada manfaatnya jikalau ia tak beriman.

Demikianlah Tuhanmu memberikan pembeda antara orang yang beriman dan orang yang tak beriman.

Ayat. 20

Bersenandunglah memuji nama Tuhanmu dengan tetabuhan , sucikanlah namaNya hingga fajar menjelang.

Sesungguhnya malaikat Tuhan sedang mendoakanmu, dan merahmati sepanjang harimu.

Berbahagialah manusia yang bisa berdoa dengan bahasa jiwanya, melantunkan syair keindahan untuk memuji namaNya.

Sesungguhnya ia merupakan orang-orang yang beruntung,mereka berada dalam surga yang tertinggi sejajar dengan para nabi.

Ayat. 21

Sucikanlah tanganmu sebelum engkau memanjatkan doa.

Sesungguhnya dengan kesucian jiwalah , yang dapat mengantarkan doa sampai kepadaNya.

Janganlah kau gunakan tanganmu untuk hal yang sia-sia.

Sesungguhnya Tuhanmu tidak menyukai orang yang melampaui batas.

Berbagilah dengan sesama melalui tanganmu,karena tanganmu merupakan tangan Tuhan yang menghidupi sekalian alam.

Ayat. 22

Sesungguhnya nabimu adalah pemimpin sekalian alam.

Ditangan lah kekuasaan Tuhan di wakilinya.

Dibalik gubuk kebesaran Nya dia menaungi manusia dengan curahan rahmatNya.

Ayat. 23

Gigitlah iman dengan gerahammu , cengkramlah yang kuat hingga ajal menjelang.

Sesungguhnya keimanan adalah puncak dari segala pencapaian.

Bertauhidlah secara murni, karena sesungguhNya Dia tak ingin dipersekutukan dan disamakan dengan makhluk ciptaanNya.

Ayat. 24

Kumpulkanlah amalan baikmu sepanjang hidupmu yang akan menjadi bekal saat engkau meninggal.

Amalanmu akan menjadi angin penyejuk dan cahaya penerang alam kuburmu.

Beruntunglah engkau yang sepanjang hidupnya senatiasa mengingat akhirat, sesungguhnya akhirat adalah tempat yang abadi,tempat kamu kembali.

Ayat. 25

Sesungguhnya setiap insan memiliki unsur kenabian namun ia tak pernah menyadarinya.

Beruntunglah ia yang dengan mata hatinya bisa melihat kedalaman jiwa.

Tak setiap insan memiliki keistimewaan tersebut, jangan tergantung pada makhluk hanya kepadaNyalah segala sumber pengetahuan dan hikmah.

Ayat. 26

Bacalah bahasa semesta dengan segenap hati dan jiwamu..

Jangan tergesa-gesa jika engkau sedang membaca hikmah,karena ia merupakan mutiara jiwa yang di gali dari samudera hati.

Ayat. 27

Malaikat adalah makhluk ghaib yang mengawal kemana engkau pergi, ia membawa keberkahan hidup dan membawamu pada keberuntungan.

Setiap manusia memiliki sosok malaikatnya sendiri yakni amalan baiknya.

Ayat. 28

Jadikanlah jiwamu wadah luas, yang mampu menampung hikmah kehidupan, renungkan dan jalanilah dalam kehidupan mu.

Ayat. 29

Sesungguhnya di dalam jiwa yang bersih bersemayam ruh ilahiah yang senantiasa berbicara melalui bahasa kalbu.

Setiap Gerak langkahmu, merupakan ibadah, karena sejatinya engkau telah membawa kemanapun Dia pergi.

Ayat. 30

Jangan kau sentuh minuman yang memabukkan, sesungguhnya hilangnya akal merupakan kehilangan keilahian dalam dirimu.

Tetaplah bersih dan sucikan jiwamu dari hal-hal yang memabukkan.

Ayat. 31

Janganlah kalian menjadi budak-budak keagamaan, carilah pencerahan bathin.

Sesungguhnya Sang Maha Wujud tidak meminta untuk selalu di sembah, ibadahmu merupakan makanan jiwamu.

Ayat. 32

Ketika engkau bertanya siapakah namaMu Tuhan?.

Aku adalah Aku, begitulah TuhanMu memperkenalkan diri kepada Musa.

Namun kalian memberiku berbagai nama sebutan dan mejadikan ku berhala-berhala.

Ketahuilah sesungguhNya TuhanMu , tak dapat terbayangkan begitulah kebesaranNya meliputi segala sesuatu.

Ayat. 33

Beragama itu baik, namun Aku sejatinya tidak pernah mendirikan agama.

Manusialah yang mendirikan agama agar menjadi pembeda dan penanda.

Atas nama TuhanMu kalian saling membunuh, tidakkah kau lihat cara TuhanMu mengasihi makhluknya tanpa pilih kasih.

DiberiNya Rahmat dan kasih sayangNya pada seluruh makhluk karena begitulah cara dia bekerja.

Ayat. 34

Dan sebagian imam menjadikan rumah-rumah Tuhan sebagai mata pencariannya, mereka menggunakan ayat-ayat Tuhan untuk memperbudak jemaatnya.

Ayat. 35

Mereka kumpulkan harta benda dari rumah-rumah Tuhan, namun membiarkan umatNya hidup dalam kelaparan dan kemiskinan.

Sejatinya TuhanMu tidak memerlukan kuil-kuil tempat pemujaan , dibawah langit kekuasaaNya yang adil dan Maha Kasih itulah kuil kebesaranNya.

Ayat. 36

TuhanMu menguasai berbagai macam bahasa, karena Dia Wujud keindahan asal mula segala bahasa yang pernah tercipta, berdoalah dengan bahasa yang kau ketahui dengan segenap hati dan jiwamu.

Ayat. 37

Lihatlah semesta, langit , darat dan laut dan segala hukum-hukum ketetapan yang menaungi alam semesta raya, merupakan perumpamaan ayat-ayat Tuhan yang sejati ,tak pernah bisa dipalsukan.

Ayat. 38
Ada ataupun tidak, kitab suci kepada mu, sesungguhnya engkau tetap akan berpaling.

Ayat. 39

Beruntunglah manusia yang bisa menerima kebenaran dengan mata hatinya.

Karena sesungguhnya hidayah datang kepada manusia yang siap menerimanya.

Ayat. 40

Jangan kalian saling membunuh dan menyakiti makhluk lainnya, karena kehidupan itu berawal dari cinta, tanpa cinta tak pernah ada kehidupan…awalilah segalanya dengan cinta dan berakhir dengan cinta…

Ayat. 41

Bernyanyi lah dan bersenandunglah memuji kebesaran TuhanMu…karena TuhanMu mencintai keindahan, karena Dia menciptakan segala sesuatu dengan indah dan penuh perhitungan.

Ayat. 42

Telah datang pengetahuan kepadamu, dan hidayah, janganlah bingung… ikutlah jalan ini, sesungguhnya jalan ini adalah jalan yang lurus dan diridhoi.

Ayat. 43

Janganlah kau utamakan emosimu,jadilah bijak, peganglah pada tali Tuhan, jangan kau lepas agar kau tak terombang-ambing kepalsuan dunia. Mintalah petunjuk dariNya, sesungguhnya Dia maha pemberi petunjuk

Ayat. 44

Katakanlah kepada mereka, bahwa spiritualitas sebuah cara mengenal Tuhan ,laksana jiwa memaknai dan mengenal dirinya sendiri…

Sedang agama, mengenal Tuhan karena kesaksian umat melalui perantara dan organisasi ketuhanan.

Ayat. 45
Spritualitas adalah pencarian ke dalam, sedang agama melakukan penaklukan, mencari pengikut sebanyak-banyaknya agar terus bertahan , telah banyak agama-agama kuno moyangmu yang telah punah,karena kegagalan dalam menggerakkan dan mempertahankan agama, sedang ajaran cinta kasih akan terus kekal.

Ayat. 46

Ajarilah anak keturunanmu dengan ajaran cinta kasih. Karena dengan cinta kasihlah kelak akan menerangi gelapnya dunia, penyejuk bagi jiwa yang kering.

Ayat. 47

Bergantunglah hanya kepada Allah semata, karena Dia merupakan sebaik-baiknya penolong.

Tiada daya dan upaya selain atas ijinNya maka semua itu bisa terjadi.

Ayat. 48


Janganlah takut kepada selain Allah, TuhanMu. sesungguhnya iblis dan setan takut kepada hambaNya yang beriman dan beramal shaleh.

Takutlah jika kau tak dapat mengekang hawa nafsumu, sesungguhnya godaan terberat adalah melawan syahwat.

Belajarlah dari Adam dan hawa bagaimana mereka memakan buah pengetahuan di taman surga,kemudian mereka menjadi malu atas ketelanjangannya, mereka bukan lagi lembaran kertas putih, lalu terusirlah mereka dari surga.

Ayat. 49

Lihatlah bagaimana bulan dan matahari berbagi peran,tidak ada yang saling mendahuli dengan lainnya,karena baginya berbagi peran terang dan gelap adalah semata demi menjaga keseimbangan hidup.

Ayat. 50

Apalah artinya gelap jika tidak ada terang yang dapat menjelaskan dari masing-masing hakikat ,begitulah menjadi kehendak Tuhanmu, bahwa kejahatan dan kebaikan harus ada,karena darinya manusia bisa belajar, dan bisa memilih jalan yang akan ditempuh.

Ayat. 51

Jangan lelah meminta Rahmat dan kebaikan dari TuhanMu,sesungguhnya Dia yang maha pemberi, sekalipun dosa mu sebesar gunung, seluas lautan , sesungguhNya Ia maha pengasih dan penyayang lagi tanpa membedakan.
.Begitulah cara Tuhan bekerja dengan cara yang tak terduga dan tak terpikirkan akal, semua bisa terwujud jika engkau percaya akan kuasaNya.

Ayat. 52

Janganlah kau membusungkan dada dan berlaku sombong, sesungguhnya kemahadayaan adalah milikNya .

Merendahlah, karena orang suci di masa lampau menjadi abadi karena mereka rela menjadi alas kaki bagi umat-umatnya.

Ayat. 53

Nabi dan rasul dikenang abadi karena ia rela berkorban dan rela menjadi pijakan bagi umatnya.

Ayat. 54

Ingatlah kaum nabi Luth yang kami musnahkan dalam sekejap, sesungguhnya mereka dalam kesesatan yang nyata.

Diharamkan bagi kalian melakukan hubungan sejenis karena hal tersebut melanggar fitrah ilahi.

Adapun bagi mereka yang belum tobat, nasehati lah,namun jangan kau hardik atau kau siksa mereka, karena sesungguhnya TuhanMu Maha Pengasih lagi maha Penyayang.

Bimbinglah mereka ke jalan yang benar, jika mereka tetap tak mau berubah, biarlah urusannya berada dalam ketetapanKu.

Janganlah menjadi tuhan kecil bagi manusia lainnya.

Cukuplah perhitungan amal baik kalian berada padaKu.

Sesungguhnya Tuhanmulah sebaik-baiknya pengadil.

Yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Ayat. 55

Janganlah kau tumpahkan darah saudaramu dengan dalih membela Tuhan dan agamaMu.

Sesungguhnya Aku maha segalaNya, yang tak perlu di bela oleh makhluk lemah sepertimu.

Jadilah makhluk yang beguna bagi sesama, saling mengasihi dan mencintai.

Begitulah cara TuhanMu mengasihi makhluknya , tanpa membedakan-bedakan.

Begitulah Tuhan bekerja dan ikutilah bagaimana Dia Mengasihi.

Maha suci Tuhan, dengan segala kasih dan sayang Nya.

Ayat. 56

Janganlah kalian memperbudak manusia atas manusia, tidakkah kalian lihat dan mengambil pelajaran bagaimana kami menyelamatkan Bani Israel dari kejaran bala pasukan Firaun.

Atas kuasa Tuhan melalui Musa, maka terbelahlah lautan, selamatlah kalian sampai di sisi seberang.

Ayat. 57

Namun kalian tetap tak bersyukur, dan menuntut banyak kepada Musa, bahkan kalian berbuat kerusakan, membuat berhala berbentuk lembu untuk pemujaan.

Ayat. 58

Taati dan ikuti 10 perintah Tuhan, sesungguhnya hal itu merupakan perjanjian moyang mu dengan TuhanNya, yang berlaku hingga hari akhir .

Janganlah kau ikuti ajaran menyimpang yang membatalkan hukum-hukum yang berasal dari Ilahi.

Karena hukum Tuhan ada untuk membimbing umat manusia dalam kebaikan.

Ayat. 59

Pada suatu masa semesta dan segala isinya akan memiliki tenggat dan waktunya.

Ketika kiamat tiba, sistem tata surya menjadi tak beraturan, gunung melepaskan magmanya, air laut menggulung begitu tingginya, gempa terjadi dimana-mana, langit menjadi gelap, kilat menyambar-nyambar.

Manusia saling berteriak menyebut dan meminta pertolongan pada TuhanNya.

Tak ada satupun yang tersisa semua binasa.

Apa yang tersisa dari tempatmu berpijak selain kebesaranNya?.

Dimanakah seisi dunia yang dahulu kau banggakan, dan kau kejar?.

Beruntunglah manusia yang beramal saleh dan selalu mengingat TuhanNya.

Ayat. 60

Makanlah makanan yang halal, karena dari makanan yang baik, kelak menciptakan generasi yang baik.

Bersunatlah, karena ajaran tersebut merupakan perjanjian moyangmu dengan TuhanNya sebagai perjanjian tauhid.

Ayat. 61

Cintailah budayamu, jangan meniru bangsa lain. Karena Tuhanmu menciptakan tiap bangsa dan bahasa dengan beragam jenis yang berbeda, agar kalian saling mengenal.

Jadilah berbagai bangsa,namun jadilah satu umat Tuhan.

Ayat. 62

Bersyukurlah dalam kondisi apapun , jangan merasa selalu dalam kekurangan.

Karena sebesar apapun rejeki yang di beri oleh Tuhanmu ,jika tak pernah bersyukur ,engkau akan terus merasa kurang.

Berbagilah dengan sesama,dari rejeki yang telah kau dapat,namun jangan pernah menceritakannya, karena lewat tangan kalianlah, Rejeki Tuhanmu menyebar ke segala penjuru semesta.

Ayat. 63

Bekerjalah dengan giat seolah engkau akan hidup seribu tahun lagi.Berbuat baiklahlah seolah engkau akan meninggal keesokan harinya.

Ayat. 64

Apabila terjadi sebuah bencana, maka bersabarlah.

Dengan adanya bencana sesungguhnya TuhanMu sedang menguji keimanan hamba-hambanya.

Dia hendak memilih hamba yang mana yang masih dekat dan yang makin menjauh.

Dengan rejeki yang lapangpun sesungguhnya TuhanMu memberi ujian hidup.

Selalu ada hikmah dibalik setiap bencana dan kenikmatan hidup.

Bersyukurlah atas segala sesuatu yang telah di takdirkan Tuhan atasmu, baik hal lapang maupun sempit.

Ayat. 65

Hormatilah dan sayangi ibu bapakmu, karena ia telah mengandung dan menyapihmu dan merawat mu dalam beberapa masa.

Sayangilah kedua ibu bapakmu, laksana engkau menyayangi dirimu sendiri.

Janganlah kau abaikan mereka, ia yang mencintai orang tuanya dengan nilai-nilai cinta kasih, kelak menjadi contoh tauladan kehidupan bagi anak keturunannya.

Ayat. 66

Bersilaturahmi lah dengan kerabat dan tetanggamu.

Karena Silahturahmi itu mempererat persaudaraan,mendekatkan yang jauh dan mengakrabkan yang sudah dekat.

Jangan kau tercerai berai, belajarlah dari semut bagaimana mereka menjadi kokoh dan kuat sekalipun mereka kecil.

Ayat. 67

Berjuanglah dalam hidup hingga batas kemampuanmu, janganlah berputus asa dari Rahmat Tuhanmu.

Gapailah cita-citamu setinggi langit, jikalaupun kau gagal dan terjatuh , engkau telah berada di antara bintang-bintang.

Ayat. 68

Barangsiapa yang telah mampu untuk menikah,maka laksanakan lah jangan menunda-nunda.

Karena pernikahan menjaga kalian dari hal yang dimurkai Tuhanmu.

Dengan menikah engkau akan belajar saling berbagi, tidak ada lagi tentang aku atau kamu melainkan kita.

Menikah akan menjaga pandangan , menikah melanjutkan keturunan, semoga Tuhanmu memberi rahmat bagi mu dan keluarga yang kau bangun.

Ayat. 69

Gaulilah istri mu dengan baik.

Perlakukan lah dengan lemah lembut,hiasilah mahkota jiwanya dengan sentuhan dan ucapan yang baik.

Sesungguhnya pasanganmu adalah cerminan dirimu.

Ayat. 70

Jika terjadi perselisihan antar suami istri, damaikanlah mereka dalam tiga masa.

Setelah itu biarkan mereka saling introspeksi diri dalam 1 masa.

Ketika tidak ada lagi penyelesaian ,maka bercerailah, walau hal itu di benci oleh Tuhanmu.

Jika istri yang kau ceraikan memiliki anak, maka engkau wajib menafkahinya semampumu, hingga ia mampu hidup mandiri.

Jagalah silahturahmi dengan mereka, karena engkau berpisah dalam pernikahan bukan dalam persaudaraan.

Ayat. 71

Jika dalam pernikahan tersebut kalian memiliki harta bersama, maka bagian istrimu adalah sepertiga dari jumlah kekayaanmu, jika suami yang bekerja.

Jika istri yang bekerja, maka bagilah sepertiga kepada suami.

Jika keduanya bekerja,maka bagilah kekayaan kalian menjadi dua, secara adil dan merata.

Begitu juga dengan hak pengasuhan jika anak kalian genap,maka bagilah pada kedua belah pihak yang bercerai.

Jika anakmu tunggal, berilah pengasuhan kepada yang lebih mampu.

Ayat. 72

Pilihlah pemimpin yang jujur di hati dan di lidahnya.

Sesungguhnya menjadi pemimpin itu sebuah ujian yang kelak akan di minta pertanggung jawaban olehNya.

Janganlah engkau terperdaya oleh ucapan manis, sesungguhnya di balik itu ia kelak akan menikam laksana belati.

Pilihlah pemimpin yang apa adanya, tanpa topeng kepalsuan.

Ketika engkau mencari pemimpin,lalu mendapati diantara kelompoknya tiada yang pantas memimpin, maka diperbolehkan bagimu mengangkat pemimpin diluar kelompok mu.

Sesungguhnya Tuhanmu maha penyayang dan memberi petunjuk bagi makhluk-makhluknya

Jika dalam pemerintahan tersebut, imam mu, melanggar sumpah,tegurlah ia hingga tiga masa,Jika ia tetap dalam pendiriannya yang zalim, maka jatuhkanlah ia dalam kekuatan umat .

Sesungguhnya Tuhanmu tidak menyukai orang-orang yang zalim

Jika terjadi kekosongan pemerintahan, hendaklah kalian bermusyawarah, carilah pemimpin yang dituakan, sesungguhnya orang yang dituakan memiliki ilmu dan pengetahuan yang tak dimiliki oleh orang muda.

Namun jika diantara golongan mu terdapat pemuda cerdas, yang memiliki pandangan jauh kedepan,maka pilihlah dia.

Karena orang muda selangkah lebih unggul dari orang tua .
.demikianlah ketentuan Tuhanmu,semoga engkau selalu dalam petunjukNya.

Ayat. 73

Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada kaum Israel , bahwa Allah itu Esa.

Janganlah kau menyembah Ilah-ilah lain selain Dia.

Sesungguhnya Dia Maha Pencemburu. Dan janganlah kau buat Tuhan tiruan untuk menyamai kemahaanNya.

Ayat. 74

Dan jangan sekali-kali engkau beranggapan bahwa Tuhan itu tiga dalam satu, atau memikirkan KemahabesaranNya dalam bentuk bilangan-bilangan lain.

Ketahuilah bahwa kebesaran dan kekuasaan Nya meliputi sesuatu, wujud yang tak memiliki batasan kanan-kiri, atas maupun bawah.

Ayat. 75.

SesungguhNya Ia meliputi segala sesuatu, begitulah keagunganNya.

Tak ada materi, ruang-ruang dalam semesta raya yang luput dari kuasa kebesaran Nya.

Lihatlah semesta, banyaknya benda langit dan gugusan bintang yang seolah tanpa batas, menyatakan bahwa Dia sesuatu yang tak terpikirkan dalam wujud dan rupa.

Ayat. 76

Ketika kau ingin mencariNya, janganlah engkau berprasangka bahwa Tuhan bersemayam jauh di atas langit, sesungguhnya Dia bersemayam di hati kalian namun banyak dari kalian tidak menyadari, begitulah kebesaran Nya ,meliputi segala sesuatu.

Ayat. 77

Berdoalah dengan bahasa yang kalian mengerti, lakukanlah dengan hati tulus nan ikhlas, kaitkan jiwamu denganNya, jangan pernah berputus asa, karena TuhanMu mengetahui segala tentang ciptaanNya, yakinlah bahwa Ia mencukupi kebutuhan makhlukNya , yang hidup di segala penjuru semesta.

Ayat. 78

Berlakulah adil, berbuat baik dan berbagilah terhadap sesama. Segala sesuatu sesungguhnya telah di cukupkan berkatnya oleh tuhanMu, namun kalian sendirilah yang menciptakan ketimpangan-ketimpangan dalam hidup, menciptakan ketidakadilan, tenggelam dalam keserakahan, serta menjalani hidup tanpa rasa syukur.

Ayat. 79

Syukuri apapun yang kalian dapatkan , sekalipun tampak tak berarti, karena tak ada yang tak memiliki arti di hadapan Tuhan.

Ayat. 80

Bagi kaum miskin dan terbelakang, janganlah kalian berkecil hati, kalian memiliki derajat yang lebih tinggi jika kalian mau berbagi terhadap sesama, dibanding orang kaya yang berbagi dari sebagian kecil dari hartanya.

Sedang orang yang kaya yang mau berbagi dengan sesama, dengan rasa keadilan, bermanfaat terhadap sesama, tentu derajatnya lebih mulia Dimata TuhanNya

Ayat. 81

Berpuasalah, karena berpuasa mengajarkan kalian tentang arti kehidupan, pentingnya berbagi dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan.

Lakukanlah sebelum matahari terbit dan diakhiri saat matahari terbenam.

Puasa bukan sekedar menahan lapar dan haus tapi melatih hati dan pikiran agar kembali jernih.

Ayat. 82

Berderma lah setelah kau melakukan puasa , karena hal demikian akan menyempurnakan amalanmu.

Berkurbanlah dengan domba atau lembu untukNya, seperti yang telah diajarkan moyang mu terhadap umat-umat terdahulu sebelum kamu.

Ayat. 83

Wahai Bani Israel, telah Aku genapi janji Ku pada Musa, telah Aku kembalikan bangsamu pada tanah kelahirannya.

Aku jadikan bangsamu raja diantara bangsa-bangsa.

Jadilah terang dunia, tetaplah menjunjung tauhid dan warisan nilai-nilai dari bapak moyangmu Ibrahim.

Jadilah Rahmat bagi dunia, janganlah kalian menjadi bangsa yang melewati batas.

Tegurlah bangsa itu jika menindas dan memperbudak bangsa lainnya, ingatkanlah bangsa itu, agar selalu mengenang penderitaan moyang mereka dari penindasan Firaun.

Dan janganlah bangsa itu meniru tirani Firaun, jadilah umat Tuhan yang menerangi dan memberi berkat bagi dunia .

Ayat. 84

Dan janganlah kau angkat, Yesus putra Maryam sebagai tuhan , sesungguhnya dia merupakan manusia yang kudus, yang menentang kezaliman para imam bait suci yang menjual agamanya demi kekuasaan.

Ia merupakan nabi yang bersih hatinya, pengusung warisan tauhid Ibrahim. Dan jangan lah kau menuduh Maryam sebagai perempuan sundal, sesungguhnya ia merupakan perempuan yang mampu menjaga kehormatannya, ibunda dari segala ibunda, demikianlah ketetapan dari TuhanMu perihal Yesus putra Maryam.

Ayat. 85

Sesungguhnya amalan baik mu lah yang akan menyelamatkanmu, bukan atas pengajaran sesat penebusan dosa.

Dirimu bertanggung jawab atas dirimu, kesalamatanmu adalah tanggung jawabmu pribadi, begitulah keadilan dan ketentuan Tuhan mu, yang berlaku bagi seluruh umat.

Ayat. 86

Jadilah pengikut Tuhan, bukan pengikut nabi-nabi palsu. Jadilah terang bagi sesama.

Ayat. 87

Ketika TuhanMu berkata jadilah maka jadilah ia, itulah perumpamaan kelahiran Yesus anak manusia yang tak ubahnya seperti kelahiran Adam dan hawa.

Ayat. 87

Ketika TuhanMu berkata jadilah maka jadilah ia, itulah perumpamaan kelahiran Yesus anak manusia yang tak ubahnya seperti kelahiran Adam dan hawa.

Ayat. 88

Janganlah kalian mempertentangkan perihal kematiannya di tiang salib dan kebangkitannya.

Karena setiap yang bernyawa pasti binasa, dan manusia akan mengalami kematian dalam hidup , sebelum mati dalam arti sesungguhnya, dan hanya kepada Akulah tempat kalian kembali.

Ayat. 89

Sucikanlah Tuhanmu dari segala bentuk macam sekutu. Ia merupakan Maha Wujud Yang Tak pernah Terpikirkan, melihatNya engkau akan binasa.

KeagunganNya begitu mulia dan janganlah kalian jadikan Dia berhala-berhala. Karena Ia Maha Kudus.

Ayat. 90

Tegakkanlah ajaranNya, jauhkanlah ayatnya dari penambahan-penambahan akal manusia.

Sebarkanlah dan jadilah terang dunia.

Ayat. 91

Ketika jalanmu di terangi cahayaNya, maka kegelapan pun sirna, begitulah perjalanan jiwa.

Akan selalu mengarah pada cahaya terang, walaupun sekeliling mu tampaklah gelap.

Ayat. 92

Jadilah berkat dan damai bagi manusia lainnya.

Hidupi dan jalanilah ajarannya, namun jangan kau angkat dirinya menjadi tuhan.

Demikianlah perjanjian tauhid bapakmu Ibrahim dan anak keturunannya hingga akhir zaman.

Ayat. 93

Janganlah kau ikuti nafsu berkuasa, para imam besar yang menggelincirkan umatnya dalam kesesatan.

Jadilah umat Tuhan, jangan jadi pengikut hal yang demikian.

Ayat. 94

Muliakanlah hari sabat, rehatlah sejenak dari hiruk pikuk dunia. Janganlah kau habiskan seluruh waktumu untuk dunia, namun sisakan juga untuk akhirat. Seimbangkan lah karena begitulah ketentuan Tuhan mu atas umatnya.

Ayat. 95

Aku adalah aku, tiada yang lain selain Aku. Allah Israel, Allah Nasrani dan Allah muslim adalah sama, karena kalian merupakan penerus tauhid bapak moyangmu Ibrahim.

Janganlah bertengkar siapa yang paling benar, karena nilai kebenaran ada disisiKu.

Janganlah jadi tuhan kecil bagi manusia lainnya ,karena Akulah sebaik-baiknya hakim dan pengadil.

Ayat. 96

Dan jangan kalian bunuh dan kalian kejar-kejar umat yang tak sejalan denganmu, karena mereka sejatinya adalah umatKu juga, sekalipun mereka tak memiliki agama, namun aku ada dihatinya.

Begitu juga dengan sekelompok manusia yang tak mempercayai Aku, sayangi dan cintailah mereka, berdoalah untuknya karena mereka belum mengetahui.

Berilah mereka contoh dan teladan kepada mereka, bahwa ajaranKu membawa damai dan sejahtera, terang bagi dunia.

Ayat. 97

Bangunlah kuil pemujaan di hati kalian, sesungguhnya hati kalian adalah tempat kebajikan bersemayam.

Ayat. 98

Telah Aku tampakkan kebesaran lewat ciptaan Ku dan untaian ayat-ayat Ku agar kalian berfikir.

Tak ada paksaan dalam beragama, ikutilah jalan yang lurus, jalan yang telah di lalui umat-umat terdahulu.

Ayat. 99

Aku adalah segalaNya, segalanya adalah Aku. Kemanapun engkau bersujud disitulah Aku.

Kemanapun engkau pergi disitulah Aku berada.
Dalam setiap kesulitan dan kebahagiaan mu , Aku selalu ada.

Ayat. 100

Janganlah bersedih dan berkecil hati jika doamu belum terkabul. Perbaikilah dirimu, dan kaitkanlah jiwamu dengan nur keilahian Ku.

Belajarlah memanusiakan diri, rendah hatilah, janganlah engkau merasa paling sempurna.

Sesungguhnya engkau dipandang baik oleh manusia karena Aku menjaga aib-aibmu.

Berlindunglah dari TuhanMu agar engkau senantiasa dalam bimbingan, kasih dan karuniaNya.

Ayat. 101

Lihatlah ulat ini, yang berubah menjadi kempompong, ia berpuasa dalam balutan pekat, kemudian menjadi kupu-kupu nan indah.

Begitulah perjalanan seorang anak manusia dalam mencari kesejatian diri.

Semua berproses tidak ada yang dilewati dengan cepat, tanpa perjuangan dan tanpa pengorbanan.

Hanya kepada TuhanMu lah tempat bernaung dan tempat memperoleh pertolongan.

Ayat. 102

Lihatlah lumut yang menutupi batu yang keras, baginya mencinta adalah sebuah pengorbanan, mencinta merupakan bentuk pelayanan dan kesetiaan, dengan kegigihannya , batu yang keras sekalipun akan lunak oleh sentuhan cinta dari sang lumut , begitulah perumpamaan hati.

Hati yang keras akan mencair dengan sentuhan ketulusan cinta dan kasih.

Ayat. 103

Dan lihatlah bagaimana sentuhan lembut dari cucuran air yang jatuh setetes demi setetes dapat melubangi batu yang keras, itulah perumpamaan kegigihan dalam mengarungi kehidupan.

Janganlah ada kata menyerah dalam meraih Rizky dan keberkahan hidup , sesungguhnya Tuhanmu Maha Pemurah.

Ayat. 104

Bacalah hikmah yang ada di alam ini, telah aku tebarkan semua ilmuKu seandainya kamu mengerti dan memahami.

Namun jiwa kalian buta, kesibukan dunia membuat kalian melupakan tanda-tanda kebesaran dari Sang Ilahi.

Ayat. 105

Telitilah dan pelajarilah kitab semesta yang di ambil dari tetesan samudra tinta kemahadayaanNya.

Inilah kitab yang terbuka dan terhampar , yang diperuntukkan bagi kalian yang mau mempelajarinya, sebuah kitab yang tak memiliki batasan ayat dan halaman.

Ayat. 106

Kitab semesta merupakan ketetapan yang mengatur alam semesta, melewati batas-batas agama dan spritualitas.

Imanilah kitab ini dalam hening, resapi dan jalani dalam kehidupanmu.

Semoga dengan ikhtiarmu, yang tanpa lelah dalam belajar, kiranya Tuhanmu dapat melindungi dan memberi kehidupan yang baik padamu.

Ayat. 107

Setiap bangsa memiliki tradisi dan budaya, hargailah warisan nilai leluhur mu.

Karena moyangmu telah membaca tanda-tanda alam sebelum kamu, kemudian mereka mewariskan nilai tersebut padamu, agar kalian senantiasa dalam jalan kebaikan.

Ayat. 108

Hormatilah ajaran leluhur mu, jangan kau hina dan cela serta kau anggap syirik. Karena ajaran leluhur merupakan warisan pemikiran dari para tetua-tetua bijak di masanya, agar generasi di masa mendatang memiliki kehidupan yang lebih baik, tanpa harus tercerabut dari akar dari mana kamu berasal.

Ayat. 109

Setiap masa memiliki warisan peninggalan peradaban, jaga dan rawat lah warisan itu.

Karena hal demikian merupakan sebuah usaha dalam menghormati nilai-nilai kearifan leluhurmu.

Sebuah ingatan kolektif agar tidak mengulangi kesalahan dimasa lampau dan memperbaikinya dimasa depan.

Ayat. 110

Patung seni, gambar bernyawa jangan kau hancurkan, sesungguhnya Tuhanmu maha indah, menyukai keindahan.

Dan jangan pula kau haramkan musik, karena jalannya alam ini dilengkapi ornamen kehidupan , ombak berdebur ketepian , dahan yang patah memiliki iramanya sendiri.

Begitulah tanda-tanda kebesaran Tuhanmu, ambilah pelajaran dari alam ini jika engkau mahluk yang berfikir .

Ayat. 111

Dan janganlah kamu berdandan dan bertingkah laku seperti Arab jahiliah. Sesungguhnya telah Ku utus Muhammad ketengah kalian untuk memperbaiki akhlak dan menjaga nilai tauhid.

Setiap bangsa memiliki adat istiadatnya sendiri, rawatlah hal itu, karena agama mampu bersanding dengan budaya bukan menghancurkannya.

Ayat. 112

Sesungguhnya Tuhanmu mencintai perdamaian.

Namun jika bangsamu terancam,dari serangan bangsa lainnya, maka aku memperbolehkan kalian mempertahankan diri dengan berperang.

Diharamkan bagi kalian berperang di bulan suci, membunuh orang tua , perempuan dan anak.

Bagi tawanan yang tertangkap, perlakukanlah dengan baik.

Harta rampasan yang kau ambil, serahkanlah kepada janda-janda ,yatim piatu dan kaum miskin lainnya.

Jangan kau hancurkan dan bumi hanguskan peradabannya, karena hal tersebut merupakan warisan pemikiran moyangnya.

Dan janganlah kau gunakan senjata pemusnah massal.

Demikianlah ketetentuan Tuhanmu, agar kalian mampu melindungi diri dan mencari jalan keutamaan damai.

Ayat. 113

Tuntutlah ilmu, sebagai pelengkap kesempurnaan ajaranmu.

Seimbangkanlah urusan dunia dan akhiratmu.

Tingkatkanlah kualitas hidup, dan majukanlah peradaban bangsamu.

Ayat. 114

Carilah nilai kebaikan dari segala arah, resapi dan amalkanlah nilai-nilai itu.

Wariskanlah pada generasi mendatang nilai kebaikan dan cinta kasih.

Ayat. 115

Dan janganlah kau menghitung-hitung pahala, sesungguhnya amalan baik bukan untuk di timbang-timbang.

Ikhlaskanlah ibadahmu tanpa berharap surga dan takut neraka.

Kembalikanlah segala sesuatu kepada Allah semata, berserah dirilah kepadaNya.

Ayat. 116

Janganlah kau mencuri yang bukan hakmu. Berusahalah dengan ikhtiar yang lurus. Yakinlah Tuhanmu Maha Kaya , yang akan mencukupi rejeki seluruh makhlukNya.

Ayat. 117

Janganlah kalian menjadi saksi palsu, menjadi hakim-hakim yang tak adil dalam suatu perkara.
Sesungguhnya kalian merupakan wakil Tuhan didunia, berusahalah berbuatlah adil walaupun keadilan sejati hanya milikNya.

Ayat. 118

Dan janganlah kamu menginginkan istri dan harta orang lain yang bukan milikmu.

Ayat. 119

Janganlah kau menyebut namaNya dengan sembarangan, bersumpah palsu atas namaNya, saling mengolok-olak dan memaki atas namaNya.

Ayat. 120

Agungkanlah firmanNya, resapilah ajaran nabimu, jalankan lah dalam hidupmu semoga kalian dalam golongan mausia yang beriman dan beramal saleh.

Ayat. 121

Muliakan anak yatim, kasihi mereka, siapa yang memelihara anak yatim , kelak rejeki nya akan dilipatgandakan oleh Allah, hidupnya akan dimudahkan dan di lancarkan olehNya.

Ayat. 122

Jika negerimu terkena wabah penyakit, maka lakukanlah penutupan wilayah, hindari berpergian ke daerah terdampak.

Patuhi imbauan pemimpin mu, dan disiplinlah.
Berikhtiarlah mencari obat penangkalnya.
Semoga Allah menjaga negeri dan keluarga mu dari segala penyakit.

Ayat. 123

Didiklah generasi muda mu dengan nilai-nilai tanggung jawab, berkarakter dan memiliki wawasan yang luas perihal dunia dan akhirat.

Berikanlah kepercayaan kepada mereka untuk menentukan masa depannya sendiri, sebab mereka lebih mengetahui apa-apa yang menjadi keinginannya di masa depan.

Orang tua hendaklah mengarahkan, namun keputusan akhir berikanlah kepada mereka.

Ayat. 124

Berprasangka lah dengan baik, kepada siapapun , karena hal itu akan membuat kamu lebih positif kepada sesama , namun tidak mengurangi kewaspadaan mu terhadap kejahatan.

Ayat. 125

Rawatlah anak keturunanmu , dan pasangan hidupmu dengan penuh rasa tanggung jawab, jangan sekali-kali engkau menelantarkannya.

Siramilah jiwa mereka dengan cucuran cinta dan kasih sayang. Berilah mereka peran dan tanggung jawab sesuai dengan porsinya.

Ayat. 126

Bagi yang berhutang, hendaklah membayarnya dengan tepat waktu, jika kau tak mampu mintalah tenggat, jangan sekali-kali engkau menghindari kewajiban mu, karena hutang akan di bawa sampai mati.

Jika dari hutang itu kamu memiliki keuntungan atau manfaat yang banyak , maka engkau boleh memberikan lebih kepada si peminjam , namun jangan dalam bentuk riba.

Ayat. 127

Dengan manusia yang berbeda agama dan kepercayaan, hendaklah kalian saling menghormati dan menjaga kedamaian.

Jangan pernah memaksakan agama dan kepercayaan kepada yang lain, karena hal tersebut merupakan panggilan hati, bukan sesuatu yg dipaksakan.

Ayat. 128

Ingatlah selalu Tuhanmu dalam setiap aktivitas mu, agar engkau dalam lindungan dan kasihNya.

Bersikap jujurlah dalam segala hal, kecuali dalam keadaan darurat , semisal menyangkut nyawa. Menyangkut kepentingan orang banyak
Yang membawa kebaikan.

Ayat. 129

Janganlah kau mencuri uang rakyat karena hal tersebut membunuh nilai-nilai kemanusiaan dan menghancurkan kemajuan bangsamu.

Syukuri apa yang menjadi hak mu dan jangan sekali-kali kau ambil hak milik orang lain.

Ayat. 130

Milikilah prinsip hidup dan integritas dalam bekerja. Bersikaplah jujur dan amanah dalam mengemban tugas. Selesaikan dengan tuntas jangan kau tinggali karena hal itu merupakan bentuk tanggung jawabmu terhadap pekerjaan.

Ayat. 131

Hormatilah para keturunan nabi, namun jangan kau kultus kan, bagaimanapun juga mereka tetaplah manusia biasa yang bisa khilaf dan dosa.

Luruskanlah dengan cara yang baik jika mereka melenceng, jangan kau hujat karena mereka merupakan keturunan para nabi.

Tutuplah aib-aibnya jangan kau mengolok-olok mereka. Karena kehormatan mereka merupakan kehormatan agama.

Bagimu yang telah di hormati dan di ikuti jamaah , hendaklah menjadi figur yang meneduhkan dan memberikan pencerahan, seperti yang telah Baginda Rasul ajarkan pada umatnya.

Jagalah kepercayaan jamaah mu dan nama baik nabi mu.

Ayat. 132

Dan ingatlah ketika ruh mu, kami bawa kepada Ku, melintasi jamaah Yesus, jamaah Muhammad, jamaah Budha dan lainnya,meliputi jamaah tanpa agama, mereka sedang menunggu hari penghakiman, dan mereka tak dapat melihatKu karena kebesaran Ku yang tak dapat mereka lihat.

Kemudian kau membawa pesan Ku, damaikanlah dan satukanlah agama-agama warisan Ibrahim.

Dan janganlah kau membuat agama baru, kau hanya membawa pesan penyatuan, satu umat Allah, penerus tauhid Ibrahim.

Ayat. 133

Dan janganlah kau ragu menyampaikan risalah Ku,karena telah ku tunjukkan kekuasaan Ku, telah pula Aku perlihatkan penglihatan-penglihatan masa depan melalui mata bathin mu dan engkau telah mengimaninya bahwa Akulah allah yang menyampaikan pesan ini untuk umat manusia, bukan illah-ilah lain.

Ayat. 134

Dan janganlah kau menambah-nambahi suara-suara yang ada di hatimu, dengan mengadakan ayat-ayat palsu.

Sesungguhnya kitab semesta telah ada dari awal sebelum lahirnya agama-agama.

Engkau hanya mengingatkannya kembali kepada umat Ibrahim.

Ayat. 135

Dan janganlah takut oleh tuduhan sesat yang mengarah padamu , sesungguhnya Allah Mu lah sebaik-baiknya pengadil, pemberi rahmat dan ampunan.

Ayat. 136

Dan ingatlah saat jiwamu melintas, kau bisa saksikan betapa tegangnya Yesus dan Muhammad disamping para jamaahnya karena pengikutnya banyak yang menyimpang, tak lagi mengikuti ajaran awal.

Kemudian Budha melambaikan tangan , berlari mengejar mu dan tersenyum padamu, begitu cepatnya engkau melintas, lalu kami kembalikan ruhmu dalam badanmu.

Ayat. 137

Kemudian Aku perintahkan engkau menulis perihal berbagi, sebagai penanda bahwa engkau pernah hadir menemui Ku :

Ketika malaikat -malaikat sedang bertasbih dari setiap pintu-pintu langit ,
Bergetar sayap-sayap mereka ,
kemudian malaikat -malaikat tersebut mengadu kepada Rab Nya,
"Ya, Allah Ya Tuhan kami, cahaya keindahan apakah yang baru saja melintasi kami,
yang terangnya nyaris sama dengan keindahan wajah-Mu, sehingga sayap-sayap perkasa kami dibuat kaku olehnya ?!

Dari balik singgasana-Nya kemudian Ia berfirman :

"Cahaya itu adalah doa yang diucapkan lidah seorang hamba-Ku yang teraniaya !"…."Kepedihan jiwa telah membawa hatinya pada-Ku !"

"Aku bangga kepada jiwa ini !…disaat Aku mengujinya dengan dua jenis rasa lapar..dia selalu bersyukur dan berbaik sangka pada-Ku!"

"Tahukah engkau dua rasa lapar itu ?!",

Yaitu ketika seorang hamba ditimpa oleh siksa kelaparan yang teramat, maka jiwanya berkata pada-Ku :

" Sang Terkasih sedang bertandang dirumah jiwaku, ketukan Tangan kasih Nya menyapa usus ku yang selalu suci , maka ketika aku mati, bukan engkau yang mencabutnya, tapi Dia yang menjemput nyawaku disini!"

Lapar kedua ; yaitu saat ia diuji oleh rasa kenyang, maka jiwanya berkata pada-Ku ;

"Yang Maha Pemurah telah memberikan rizkinya yang telah dijatah padaku , maka aku tidak akan merebut diluar selain apa-apa yang telah ada dalam genggamanku,

kemudian hadiah pemberianNya- ku bagi lagi pada sesama sebagai rasa syukur ku kepada-Nya !"

"Tahukah ' rizki ' yang hamba ku maksud di penghujung ajalnya ini , wahai malaikat ?!..yaitu sesendok kerak nasi, yang berkuah kan air mata syukur !"

Ayat. 138

Surga yang hakiki sesungguhnya adalah penyatuan ruh manusia dengan Keilahian.

Surga bukan sekedar tempat bernaung, makan, minum, dan berkumpulnya para bidadari, tapi perjumpaan dengan sang Khalik.

Ayat. 139

Buah dari iman adalah ketakwaan, siapa yang buahnya jelek, pastilah imannya laksana pohon yang mudah goyah.

Ayat. 140

Kemudian engkau mengadu pada rabb-Mu, Aku ini seorang pendosa, tak pantas bila aku menulis sesuatu diluar jangkauanku. Namun atas karunia-Nya lah , kau mampu melakukan apa-apa yang mungkin manusia normal tak mampu lakukan.

Ayat. 141

Berbahagialah makhluk yang menyadari dosa-dosanya dan mau bertaubat, sesungguhnya Rahmat dan ampunan Tuhan selalu ada untuknya.

Ayat. 142

Tuhanmu selalu memberikan kesempatan taubat kepada setiap insan, untuk dosa di hari ini, kemarin dan dosa-dosa di masa mendatang.

Maka janganlah kamu putus asa dari ampunan dan Rahmat Tuhan.

Tobatlah selagi ada kesempatan, sebelum ajalmu tiba.

Sesungguhnya Tuhanmu, maha pengasih lagi maha penyayang.

Ayat. 143

Cintailah para nabi-nabi, namun jangan kau tiru penampilan fisik nya, melainkan teladan hidupnya, kebaikan dan cinta kasihnya.

Lanjutkanlah dan kembangkanlah perjuangan para nabi, jangan kau ikuti tingkah polah di zaman nya, karena setiap zaman memiliki tantangan yang berbeda.

Ayat. 144

Hiduplah ayat-ayat Tuhan dengan prilaku tutur kata dan amalan-amalan yang baik.

Ayat. 145

Saling kasih mengasihi dan tolong menolong lah diantara sesamamu, jadilah umat Tuhan yang mengasihi umat lainnya.

Ayat. 146

Jika negeri mu terkena wabah penyakit, berusahalah mencari penawarnya, jauhi pusat wabah.

Jika semua sudah terlewati berserah dirilah, karena di setiap tubuhmu, terdapat wujud terkecil pertahanan diri, melawan, memperbanyak, memetakan penyakit, hingga menciptakan kekebalannya sendiri.

Ayat. 147

Hiduplah secara sehat, jagalah kebersihan, kebersihan fisik merupakan bagian dari kebersihan rohani.

Ayat. 148

Semua wujud (DNA) di alam ini memiliki sistem dan ketetapannya sendiri, jika ingin merubahnya, rubahlah kearah yang lebih baik, jangan kau bawa ke arah kehancuran.

Ayat. 149

Telah kuciptakan makhluk cerdas selain manusia, mereka mampu berkelana antar gugusan bintang dan planet-planet.

Sebagian dari mereka telah menemui mu, diantara mereka bersembunyi di kedalaman samudera dan celah (goa) perbukitan.

Begitulah tanda-tanda kebesaran Ku, jelejahilah semesta raya dengan pengetahuan yang Ku turunkan kepadamu.

Tuntutlah ilmu dan raihlah ilmu dari samudera pengetahuanNya yang tanpa batas.

Ayat. 150

Pelajarilah hukum tarik menarik lintasan antar planet, gunakan kekuatan lentingan itu, maka engkau akan mampu melintasi gugusan antar bintang.

Ayat. 151

Kemudian diantara makhluk cerdas itu, berusaha melintasi gugusan antar bintang, mencari planet yang mampu menopang kehidupan, diturunkanlah penerus-penerus mereka itu hingga menjadikannya Adam dan hawa menurut pengertian agama, hingga terjagalah peradaban mereka dari kepunahan.

Ayat. 152

Janganlah kau menindas dan memperbudak manusia lainnya, sebab perbedaan warna kulit, asal usul ras dan agama. Laksana lebah, ketika satu orang tercederai maka mengamuklah seluruh koloni, begitupun manusia bisa melakukan berbagai bentuk perlawanan terhadap penguasa yang tiran.

Hargai dan hormatilah persamaan hak diantara kalian, junjunglah nilai-nilai kemanusiaan.

Ayat. 153

Dan janganlah akibat rasa lapar dan banyak keinginan, membuat kalian menjarah hak milik sesama mu.

Berlakulah tertib, suarakan aspirasi mu secara damai.

Ayat. 154

Untuk para penegak hukum berlaku adillah, rangkullah masyarakat mu, mintalah pengampunan dan jangan kau tindak mereka secara berlebihan. Mereka yang tertindas adalah bagian dari dirimu, bagian dari masyarakat dan bangsamu.

Ayat. 155

Suara rakyat adalah suara Tuhan, janganlah kau khianati amanah yang telah di berikan rakyat kepadamu.

Dan janganlah kau menjadi bara api yang membakari minyak, jadilah air yang memadamkan api amarah dan kebencian.

Bertanggung jawablah atas masing-masing diri , karena kalian memiliki peranan masing-masing dalam jalannya pemerintahan.

Suarakanlah keadilan, jangan menyebarkan berita bohong, karena bisa jadi-dari berita itu, kau membakar manusia satu, dengan manusia lainnya ; dengan bara api kebencian

Hiduplah berdampingan dengan rasa persaudaraan, berbuat baiklah dengan sesama mu.

Ayat. 156

Agungkanlah kalimat tauhid, janganlah kau ikuti ajaran-ajaran pagan kuno bahwa tuhan lahir dari perawan, kemudian mati, melakukan penebusan dosa, lalu bangkit di hari ketiga.

Kembalilah pada ajaran tauhid murni bapakmu Ibrahim.

Osiris , Dewi Isis, dan putra tunggalnya Horus dewa-dewi Mesir, telah musnah dalam perputaran waktu namun Allah, Tuhanmu tetaplah Esa dan Maha Perkasa.

Dan janganlah kau ikuti para penyembah matahari, yang menganggap tuhan itu tiga, dan mengambil hari kelahirannya menjadi hari lahir Yesus putra Maryam.

Dewa Mithra musnah, namun Allah mu tetaplah berkuasa penuh atas umatnya.

Sucikanlah ALLAH mu dari hal demikian, murnikanlah tauhid, genggam hingga ajal menjelang bahwa Allah itu esa ,tidak beranak dan diperanakkan.

Ayat. 157

Tidakkah kau lihat persamaan bentuk ritual pemujaan yang sama sebelum bapakmu Ibrahim lahir?. Begitulah adanya agama, akan datang utusan di tiap-tiap kaum serta zaman, yang mengajarkan bahwa Tuhan itu esa.

Kemudian kalian lembagakan ajaran Ku menjadi agama,sebagian dari agama itu, masih bertahan ,sebagian lagi musnah, namun Aku tetap kekal.

Ayat. 158

Dan janganlah karena kesombongan mu, engkau mengangkat dirimu menjadi tuhan, lihatlah bagaimana Firaun kami binasakan sebagai bentuk pembelajaran untuk umat dimasa mendatang. Jangan pernah menyekutukan Tuhan dengan sesuatu yang bernyawa, karena Tuhanmu berbeda dengan ciptaanNya.

Ayat. 159

Kuatkan iman, mendekatlah pada Ku, janganlah kau kosongkan bathin mu, carilah Aku, isilah kehampaan jiwa mu dengan kehadiran Ku.
Jangan bunuh diri, sesungguhnya dari masa sulit mu kelak akan hadir masa baik mu. Tuhanmu tak selamanya memberikan ujian padamu, berbaik sangka lah padaNya.

Ayat. 160

Kemudian diantara kalian bertanya pada mu, berapa banyak nama dan rupa tuhan di dunia?. Katakanlah karena kebesaran Tuhanmu yang tak terbatas, ada di balik semua materi, sehingga manusia melihat Aku ada di balik segala, kemudian kalian memberikan Ku banyak nama, dan bentuk rupa.

Ayat. 161

Dan janganlah kau mengumumkan siapa dirimu, akan Ku perlihatkan tanda-tanda kebesaran Ku di langit, dalam beberapa waktu kedepan, langit akan membentuk suatu pesan-pesan nan indah yang membuat manusia takjub, begitulah ketetapan kami , semoga engkau selalu dalam petunjukNya.

Ayat. 162

Sampaikanlah kabar gembira pada Bani Israel, doa kalian telah terkabulkan, telah tergenapkan janji nubuatan dari Tuhanmu.

Seseorang telah menampakkan diri, lahir dari keturunan 12 suku yang hilang.

Tunggulah barang sejenak, hingga kami tuntaskan tanda-tanda kebesaran kami di langit, agar kalian percaya dan mengimaninya.

Ayat. 163

Peganglah janji mu, bahwa Allah itu Esa, jangan kau sembah Illah-ilah lain selain Allah.

Dan jangan pula kau kultuskan dia, karena ia merupakan manusia dari kalangan mu juga.

Ayat. 164

Telah ku genapi janji Ku , pada moyang mu Ibrahim, jadilah bangsa yang mendamaikan dan memberkahi dunia.

Berilah kemerdekaan pada bangsa Palestine, karena mereka merupakan anak keturunan Ishak dan Ismail, anak dari bapak mu Ibrahim.

Hiduplah berdampingan secara damai, berlaku adillah terhadap sesama dan jadilah berkah bagi dunia.

Ayat. 165

Untuk para pengikut Kristus, singkirkanlah berhala-berhala dari rumah Tuhan, jika kalian masih dalam ikatan suci tauhid.

Berhentilah menyebut Yesus sebagai Tuhan, sebab Ia tak mau dipersekutukan dan diperanakkan.

Maha suci Allah, tiada makhluk yang serupa dengan Dia.

Ayat. 166

Untuk para pengikut Muhammad, berhentilah memberhalakan bahasa dan aksara Arab.

Bertingkah-lakulah sesuai adat kebiasaan bangsa mu dan hiduplah dalam damai, bersanding dengan umat yang lainnya.

Sesungguhnya Islam adalah Rahmat semesta alam, bukan Arab semesta alam

Ayat. 167

Dan janganlah kau bertindak seperti keledai liar yang lepas kendali.

Jadilah teladan dan panutan jika engkau benar bagian dari kaum beriman dan beramal shaleh.

Ayat. 168

Teladanilah sifat dan cinta kasih , para rasul dan nabi-nabi terdahulu.

Berhentilah menjadi budak-budak keagamaan dan merasa agama mu paling benar, carilah pencerahan bathin.

Karena ketakwaan dan keimananmu lah, yang memiliki keutamaan di sisi Ku.

Ayat. 169

Untuk penghayat kepercayaan, bersuka citalah karena kitab semesta hadir tanpa mengkotak-kotakkan umat- yang percaya akan Tuhannya.

Siapapun dapat mengimani kitab ini, tanpa harus memeluk salah satu agama.

Ambillah hikmat dan pengajaran darinya yang di ambil dari Cahaya PengetahuanNya.

Ayat. 170

Dan janganlah kau sesat dan nerakakan hamba Ku yang terdapat di pelosok hutan, biarlah mereka menyembah batu dan pepohonan, atau benda-benda langit, atau seumpama dari itu, karena ia menyembah pantulan Aku yang ada di setiap wujud.

Doakanlah mereka , sesungguhnya mereka belum mengerti.

Ayat. 171

Bersatu dan berkumpulah wahai anak adam , baik para pendosa dan kaum beriman. Bersaksilah bahwa Allah Tuhan mu itu esa dan tidak ada illah-ilah lain selain Dia.

Telah terbuka lembaran kitab semesta , yang terhampar luas, tanpa sekat perbedaan- agama dan kepercayaan

Ayat. 172

Ingatlah bersatunya kalian untuk kebaikan dan kedamaian umat manusia, bukan sebagai bentuk kesombangan kaum Ad, yang membangun menara Babel hingga menjulang ke langit, untuk membentuk satu bahasa dan satu bangsa.

Ayat. 173

Kemudian kami hancurkan dan sebarkan kaum Ad ke berbagai pelosok bumi, sehingga mereka saling berpencar, menciptakan berbagai bahasa, sehingga mereka tidak mengenal lagi bahasa-bahasa diantara mereka.

Ayat. 174

Namun kini segolongan bangsa Arab , ingin meniru kesombongan kaum Ad, mereka menipu umat dengan berbagai dalil, berdasar tafsir menurut hawa nafsu mereka sendiri, menjadikan umat manusia mundur kebelakang dan membenci budayanya sendiri.

Sesungguhnya kami ciptakan manusia dengan berbagai suku bangsa dan bahasa, agar kalian saling mengenal, bukan mengarabkan semesta melainkan rahmat bagi semesta alam .

Ayat. 175

Kemudian diantara kalian berkata, ini perintah Tuhan kami. Katakanlah Allah tidak sesempit pikiran mereka, Tuhanlah yang menciptakan keragaman dan Allah menyukai sesuatu yang indah, karena begitulah Dia mencipta penuh keindahan dan perhitungan.

Dan janganlah kalian jadikan pakaian seolah beragama, pakaian tertentu beraroma surga , sesunguhnya semua itu merupakan khayalan bebal mereka.

Pakaian sejati adalah pakaian taqwa, semua yang mereka pertentangkan sesungguhnya hanya sebatas kulit agama ,belum mencapai inti agama yakni pencerahan bathin.

Sesungguhnya aku tidak pernah melihat penampilan luar manusia, penampilan bisa menipu, bersihnya hati dan ketaqwaan dalam menjalani perintah Ku itulah- pakaian taqwa yang sesungguhnya.

Ayat. 176

Kemudian diantara imam mereka mengharamkan musik, mengharamkan perempuan berbuat lebih, mengharamkan budaya, melarang apapun yang tidak Allah larang atas mereka, membawa umat mundur dalam kegelapan yang tak bertepi.

Akibat kebodohan-kebodohan yang mereka ciptakan, membelenggu umat dengan dalil sempit ciptaan mereka sendiri, maka hancurlah peradaban mereka dalam peperangan dan kemelaratan.

Ayat. 177

Lihatlah bagaimana kami angkat derajat peradaban barat, makmurnya peradaban akibat menuntut ilmu, bukan bertengkar tanpa ujung, hal-hal seputar halal, haram dan bi'dah semata, belajarlah memanusiakan manusia dan memajukan peradaban dengan ilmu, itulah nilai kemanusiaan yang sesungguhnya.

Ayat. 178

Bagi imam yang mengajarkan kesesatan dan membelenggu umat dengan dalil-dalil sempit, tentunya pertanggungjawaban mereka amatlah berat disisi Tuhannya.

Bagi kalian para pengikut, kritislah terhadap ajaran para imam, periksalah yang mereka ajarkan kepada kamu, janganlah kamu seperti sapi yang di cucuk hidungnya, selalu menuruti kemana mereka pergi.

Ayat. 179

Kemudian ada diantara para imam, mengajarkan kebencian atas umat lainnya, kebencian kepada umatnya sendiri akibat perbedaan pemahaman.

Sesungguhnya mereka pemecah belah diantara seluruh umat, laknat Allah berlaku untuk mereka.

Ayat. 180

Diantara para imam menyembunyikan harta yang seharusnya untuk umatnya, sesungguhnya siksa Allah amatlah pedih bagi mereka yang menjual ayat-ayat Tuhan dengan harga yang murah.

Ayat. 181

Kemudian diantara kalian bertanya siapakah iblis?. Katakanlah , iblis adalah makhluk yang memegang teguh janjinya, hanya mau bersujud kepada sang Khalik.

Ketika mereka di perintahkan oleh Tuhannya agar bersujud pada Adam, mereka tak mematuhinya , karena menganggap ini sebuah ujian ketauhidan dari Sang Pemilik Kehidupan.

Kemudian iblis di laknat oleh TuhanNya, terusirlah mereka dari surga, dan menjadi makhluk yang selalu di tuduh umat manusia - sebagai empunya kesesatan.

Kemudian manusia mengikuti kesombongan-kesombongan iblis, merasa telah berada pada jalan kebenaran, merasa paling tinggi derajat keimanannya di banding manusia lainnya, sesungguhnya hal tersebut merupakan tipu daya hawa nafsunya sendiri .

Ayat. 182

Dan janganlah kamu mengangkat seseorang menjadi alim ulama karena penampilannya, sebab jubah kebesaran bisa menipu, namun lisan yang penuh kebijaksanaan merupakan cermin kesejatian dari dalamnya pengetahuan.

Ayat. 183

Tinggalkanlah imam yang mengajarkan permusuhan, yang lisannya penuh caci maki, sebab ia belum bisa menaklukkan dirinya sendiri dari nafsu amarah, jika dirinya belum memiliki kebijaksanaan, mengapa kau jadikan panutan?. Sesungguhnya kalian ada dalam kelompok orang-orang yang merugi, kelompok yang jauh dari jalan kebenaran.

Ayat. 184

Lihatlah balasan Tuhanmu atas imam-imam yang durhaka atas ajaranNya, kami hinakan dirinya diantara para umat, sesungguhnya hal demikian merupakan pembelajaran bagi kaum yang berfikir.

Ayat. 185

Janganlah menjadi insan yang penuh kemunafikan, dan mengajarkan hal-hal yang sebenarnya kalian tidak lakukan.

Sesungguhnya Tuhanmu maha melihat dan menyaksikan segala perbuatan umat manusia, baik yang tersembunyi maupun yang terang benderang.

Dan kami adalah sebaik-baik pengadil, hanya kepada Ku segala amal perbuatan baik akan kembali.

Ayat. 186

Diantara para imam ada yang menjadi pelayan kelompok orang yang kaya, menghasut dan mengajak umat pada kebathilan.

Sesungguhnya laknat Allah jatuh pada mereka, kelak mereka akan di mintakan pertanggungjawaban oleh Tuhannya, atas segala perbuatannya selama di dunia.

Hati kalian berkata iman, namun sejatinya kalian telah mempermainkan ayat-ayat Tuhan untuk kepentingan kelompoknya, bukan untuk umatnya.

Ayat. 187

Janganlah kalian berdebat perihal ayat-ayat Tuhan kepada manusia lainnya, dan mengkafirkan umat yang tak sejalan, karena sesungguhnya kebenaran ada di sisiNya.

Belajarlah sebelum engkau mengkritisi ayat-ayat Tuhan, milikilah ketajaman mata bathin, maka engkau dapat memahami maksud dari kalimat Tuhan yang samar dan tersembunyi.

Ayat. 188

Dan janganlah kau mengolok-olok ayat-ayat Tuhan, karena itu merupakan bentuk kesombangan dan ketidaktahuan mu dalam memahami ajaran-ajaran yang telah diberikan olehNya.

Ayat. 189

Teliti dan pelajari isi dari kitab-kitab, karena bisa jadi salah satu diantara kitab, merupakan karangan manusia yang mengajarkan kesesatan, bukan Wahyu dari Sang Khalik, seperti yang mereka akui.

Diantara kitab-kitab itu terdapat ayat yang palsu dan ayat sisipan. Namun para imam menyakini umatnya bahwa keseluruhan ayatnya merupakan Wahyu Ilahi.

Ayat. 190

Gunakanlah akal dan nurani mu, maka engkau akan mengetahui mana ayat ciptaan manusia, mana ayat yang benar-benar dari Ilahi.

Ayat Ilahi akan membuat bathin mu terasa damai, membacanya engkau akan mendapatkan pencerahan bathin.

Ayat Ilahi , merupakan ayat yang meneduhkan bukan sekedar ayat-ayat yang penuh ancaman dan siksa neraka, ayat yang menuntun manusia agar tetap berada di jalanNya, ayat yang mampu menggerakkan bathin manusia ke arah kebaikan dan cinta kasih.

Ayat setan, merupakan ayat yang mengajarkan permusuhan, mengajak manusia untuk saling bunuh antar sesama manusia. Ayat kegelapan yang tak ramah terhadap perbedaan, ayat yang menghancurkan nilai kemanusiaan.

Mintalah perlindungan dan jalan petunjukNya, agar engkau tidak terkecoh dengan ayat-ayat palsu yang seolah datang dari Tuhan.

Ayat. 191

Ayat Tuhan akan memberikan kedamaian, ayat Tuhan akan membawa pada kebaikan.

Ajaran yang memiliki pengikut yang banyak belum tentu kumpulan Jamaat yang tercerahkan, bisa jadi mereka hanya sekumpulan budak-budak keagamaan.

Mereka beribadah siang malam, menghitung-hitung pahala, namun tidak pernah mengenal Tuhan dan makna kehidupan.

Ayat. 192

Peganglah nilai tauhid, bahwa Allah itu esa, tidak beranak dan diperanakkan. Janganlah kau persekutukan Dia dengan makhluk yang bernyawa.

Maha Suci Allah, wujud yang tak terpikirkan dari segala bentuk dan rupa.

Ayat. 193

Lalu kalian bertanya kepadanya, dari sekian banyak agama, mana yang harus kami pilih?, ajaran apa yang paling Tuhan terima di sisiNya?. Maka jawablah, Tuhan mu melihat amalan baikmu dan kebersihan jiwamu, serta keutamaan nilai tauhid.

Ibarat cabang sungai, kelak bermuara kepada yang satu, begitulah perumpamaan ajaran agama dan kepercayaan.

Ayat. 194

Ribuan agama telah punah, namun Tuhanmu tetaplah abadi, kenallah Dia sebagai satu-satunya Tuhan yang layak di sembah. Tuhan yang esa, seperti yang diajarkan rasul dan nabi terdahulu.

Ayat. 195

Setiap zaman akan datang utusan-utusan baru, diantaranya merupakan nabi palsu, janganlah terkecoh dengan keindahan ayat-ayat yang bisa jadi sekedar karangannya, yang di susunnya dari hari ke hari hingga menjadi kitab yang tebal.

Rasul dan nabi yang asli, tidak akan menyebarkan ajarannya dengan kekerasan, tidak akan memaksakan dirinya agar diakui umatnya, ayat-ayat Tuhanlah yang akan bekerja untuknya dan membuktikan kebenaran atas ajaranNya.

Ayat. 196

Keputusan manusia berada di surga ataupun neraka merupakan ketetapan Tuhanmu, agama hanya sebuah jalan, namun keterkaitan dan penyatuan jiwamu dengan Sang Maha Wujud itulah yang membawa dirimu pada surga yang hakiki.

Janganlah kau harapkan surga dan kau takuti neraka, carilah Aku dan terangilah bathin mu dengan pancaran kasihKu, maka surga akan mengikuti dan neraka akan menjauhi mu.

Ayat. 197

Saling tolong menolonglah dalam kebaikan, jangan kau bersekongkol dalam kejahatan, taatilah perintah Ku, karena siksaanKu sangatlah keras, namun di balik itu, Aku pun Tuhan Yang Maha Pengasih Lagi Maha penyayang, jika engkau mau bertobat dan mengerjakan amal saleh.

Ayat. 198

Diantara kalian ada yang mengatakan bahwa kitabnya merupakan kitab yang paling sempurna dan paling lengkap, namun menjadi percuma jika kalian tidak memahami apa yang di ajarkan dan tak mengamalkannya dalam kehidupan.

Semua sekedar ayat mantra, tanpa makna, kosong- tanpa mampu menerangi jiwa.

Ayat. 199

Pelajarilah kitab semesta, sebuah kitab hikmah yang terbuka di alam semesta, yang dapat mengasah mata bathin umat manusia.

Kitab ini mengajarkan pencerahan bathin bukan sekedar ritual keagamaan semata.

Sampaikanlah dan sebarkanlah ayat dari kitab semesta ini, kepada manusia yang masih bangga akan agamanya, namun buta mata hatinya.

Ayat. 200

Hari ini telah kuturunkan kitab semesta kepada umat manusia, sebagai pembelajaran dan jalan terang bagi seluruh alam, tanpa membedakan agama dan kepercayaan.

Ayat. 201

Periksalah kembali pesan Ilahi, yang telah engkau tuliskan, jika engkau khilaf-menulisnya tidak dengan lengkap, maka suara-suara itu tetap bergema di sanubari mu, jika telah benar, maka suara-suara itu akan berhenti dengan sendirinya.

Dan janganlah kau menambah-nambahkan ayat-ayat berdasarkan akal pikiran mu.

Sesungguhnya ayat-ayat Nya sesuatu yang suci, jauh dari penambahan, hawa nafsu pemikiran manusia.

Sesungguhnya Aku, akan terus menyampaikan pesan ku pada umat manusia dan kepadamulah tugas ini di emban.

Semoga engkau selalu dalam lindungan dan petunjukNya.

Dan janganlah kau risaukan seberapa banyak manusia yang membaca pesan Ku ini, kembalikanlah segala sesuatu kepada Allah semata.

Sesungguhnya manusia makhluk yang lemah, hanya kepadaNya lah kalian berserah diri dan berharap petunjuk dan perlindungan.

Ayat. 201

Periksalah kembali pesan Ilahi, yang telah engkau tuliskan, jika engkau khilaf-menulisnya tidak dengan lengkap, maka suara-suara itu tetap bergema di sanubari mu, jika telah benar, maka suara-suara itu akan berhenti dengan sendirinya.

Dan janganlah kau menambah-nambahkan ayat-ayat berdasarkan akal pikiran mu.

Sesungguhnya ayat-ayat Nya sesuatu yang suci, jauh dari penambahan, hawa nafsu pemikiran manusia.

Sesungguhnya Aku, akan terus menyampaikan pesan ku pada umat manusia dan kepadamulah tugas ini di emban.

Semoga engkau selalu dalam lindungan dan petunjukNya.

Dan janganlah kau risaukan seberapa banyak manusia yang membaca pesan Ku ini, kembalikanlah segala sesuatu kepada Allah semata.

Sesungguhnya manusia makhluk yang lemah, hanya kepadaNya lah kalian berserah diri dan berharap petunjuk dan perlindungan.

Ayat. 202

Demikianlah ketetapan Tuhanmu perihal agama, semoga kalian hidup dalam damai, terhindar dari pertikaian yang mengakibatkan terjadinya kebencian diantara sesama umat manusia.

Ketahuilah agama bagai sisi mata uang yang berbeda, di satu sisi agama dapat membawa pada kedamaian, namun sisi lain bisa membawa sumber malapetaka.

Agama mengajarkan kebaikan dan cinta kasih, namun pernahkah terpikirkan olehmu, sudah berapa banyak manusia yang tewas atas nama agama?.

Sudah berapa banyak pertikaian dan perpecahan yang ditimbulkan akibat agama?.

Seorang suami dipisahkan dari istri dan anaknya, orang tua yang mengusir anaknya, pasangan yang berpisah, karena perbedaan agama.

Ayat. 203

Kitab semesta hadir untuk menekan ego klaim sepihak kebenaran agama-agama, kitab semesta hadir untuk mereka, yang merasa tak terwakili eksistensinya dalam otoritas keagamaan.

Kitab semesta adalah jalan tengah, sebuah jalan yang membebaskan umat dari dogma yang membelenggu, sebuah jalan penyatuan dari berbagai macam aliran agama dan kepercayaan.

Ayat. 204

Berterima kasihlah kepada agama, karena agama, merupakan landasan awal untuk mengenal eksistensi Tuhan, karena agama telah memiliki tuntunan yang kuat, perihal baik dan buruk, pedoman petunjuk bagi umat manusia.

Ayat. 205

Diantara kalian bertanya, apakah manusia dapat mengenal dan memperoleh keselamatan Tuhan walau tanpa agama?. Katakanlah tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, sebab kebenaran Tuhan ada di banyak jalan.

Ayat. 206

Kemudian kalian kembali bertanya, mengapa agama mengancam neraka jika kita tidak mengikuti jalannya?.

Jawablah kepada mereka, bahwa agama melakukan penaklukan dan pencarian Jamaat sebanyak-banyaknya, sebab tanpa jamaah yang banyak, agama akan terancam punah di masa depan.

Agama memberikan janji surga, agar pemeluknya tetap setia dan terikat dalam organisasi keagamaan tersebut dan memberi hukuman neraka jika keluar, agar pengikutnya tidak berkurang.

Telah punah ribuan agama di masa lalu, bersama tuhan-tuhan mereka, namun ajaran kebaikan dan cinta kasih akan tetap kekal.

Ayat. 207

Beragama itu baik, sebuah jalan menuju Tuhan, agama memiliki kitab panduan yang sudah teruji mampu melintasi masa, dan memberikan berbagai jawaban bagi persoalan umat manusia.

Namun sebab agama pula, kalian kerap bertikai satu sama lain, karena merasa ajarannya paling benar diantara agama yang ada.

Ayat. 208

Ajaran Ku yang universal, kalian lembagakan, kalian bertikai, kalian saling bunuh, dari sesuatu yang kalian buat sendiri.

Ayat. 209

Kitab Semesta adalah jalan sunyi mencari nilai ketuhanan, sebuah pencarian kedalam, tanpa harus mengkotakkan umat manusia.

Ayat. 210

Engkau pribadilah yang menjadi saksi atas kebenaran yang kau yakini, bukan berdasar kesaksian, pengalaman umat di masa lalu.

Carilah Dia, dan atas ijinNya, suatu saat kelak nanti, engkau akan menemukanNya.

Ayat. 211

Diantara para nabi ada yang mengklaim bahwa dirinyalah nabi penutup dan terakhir, namun ketahuilah perputaran waktu akan terus berjalan, akan ada masa munculnya nabi dan agama baru, begitulah perjalanan anak manusia yang selalu ingin mencari Tuhannya.

Ucapannya yang demikian itu adalah seumpama manusia yang ingin keagungan, kemasyhuran, berhenti dan berujung padanya.

Ayat. 212

Sesungguhnya kecerdasan spritual manusia , memungkinnya membuat kitab-kitab seumpama Wahyu dari langit, yang semuanya itu adalah Ilham.

Setiap bangsa berpotensi memiliki nabi-nabi dan kitabnya sendiri.

Sebagian memiliki pemahaman tauhid namun tidak memiliki kitab.

Sebagian lagi memiliki konsep banyak dewa-dewi dan memiliki kitab ataupun tak berkitab.

Sebagian lagi bertauhid dan memiliki kitab.

Melalui bapak mu, Ibrahim warisan tauhid masih terjaga dan berkembang luas , beserta kitab-kitabnya yang diturunkan melalui anak keturunannya.

Seiring perjalanan waktu, banyaknya agama dan konsep ketuhanan, membuat kalian saling bertikai dan saling membunuh.

Kalian ajak kelompok bangsa mu untuk menyerang kelompok bangsa lainnya, kalian saling membunuh dengan meneriakkan nama Tuhan, kemudian kalian merasa telah mewakili Tuhan dan merasa menjadi kekasihNya.

Sesungguhnya semua itu adalah khayalan sesat mereka, Tuhanmu mengajarkan cinta kasih tanpa melihat perbedaan.

KekuasaanNya yang penuh kasih dan tanpa batas, kalian cemari dengan pertumpahan darah dan air mata.

Ayat. 213

Tidakkah kau lihat betapa damainya para penghayat kepercayaan, yang menghubungkan jiwanya kepadaKu, mereka berada di sudut-sudut kesunyian merenungi kebesaran Ku.

Dalam keheningan , mereka hidup selaras dengan alam, mereka meresapi ajaranKu yang di ambil dari semesta alam.

Mereka dapat membaca kitab-kitab semesta dengan mata bathinnya.

Kemudian pengikut agama, menuduh mereka sebagai kaum syirik penyembah ruh nenek moyang dan benda-benda mati.

Janganlah kau hina mereka. Akulah sebaik-baiknya pengadil.

Sesungguhnya mereka sedang menyembah Aku yang ada di balik setiap materi.

Ayat. 214

Dan janganlah kau menambahi ayat-ayat ku dengan pemikiran mu, tulis lah apa yang bergema di sanubari mu.

Memohon ampun lah pada Allah mu, atas segala kekhilafan mu.

Ayat. 215

Dapatkah kau lihat para pemeluk agama sedang berdebat di antara mereka ,mencari agama yang paling terbaik.

Diantaranya saling memamerkan ayat, yang sesungguhnya tidak pernah Aku turunkan.

Ayat-ayat sisipan dan palsu itu terus di syiarkan dari generasi ke generasi, hingga mereka tercabut dari pemahaman tauhid.

Ayat. 216

Demi merangkul pengikut dewa matahari, raja dan para imam, rela mengorbankan ajaran Yesus yang murni, mereka tidak lagi mengajarkan tauhid melainkan mengajarkan konsep Tuhan- tiga dalam satu.

Mereka bawa ajaran pagan kuno, penyembah pohon ke dalam ajarannya, semakin tercemar lah ajarannya, yang bertauhid murni.

Kemudian kalian meniru konsep penebusan dosa yang tak pernah kami ajarkan, melainkan peniruan terhadap kebiasaan sesat ajaran pagan kuno.

Kalian adakan pesta pora untuk kelahiran Yesus putra Mariam, namun sesungguhnya kalian sedang merayakan kelahiran dewa matahari.

Kalian beribadah di hari Minggu bukan untuk Allah, melainkan untuk menghormati dewa matahari.

Kalian memakan makanan haram yang sejatinya telah turun larangan kepada kalian , namun kalian tetap melanggar ketentuan Tuhanmu yang telah disampaikan kepada Bani Israel.

Kalian juga tidak lagi bersunat, sebagai bentuk perjanjian tauhid bapakmu Ibrahim kepada Allah Tuhanmu.

Sesungguhnya raja dan para imam telah menipu dan menyesatkan banyak umat, lalu membunuh dan mengasingkan para imam yang menolak ide-ide mereka.

Terlepaslah ajaran mereka dari ikatan suci tauhid, mereka telah mencemari ajaran Yesus sejati.

Dan jejak-jejak kebohongan mereka terus di wariskan dari generasi ke generasi dan menjadi kebohongan yang disucikan dan di sakralkan.

Ayat. 217

Namun masih ada beberapa pengikut setia Yesus dari Nazareth, yang tetap mengusung nilai tauhid ,mereka mengasingkan diri dan menyepi melepaskan diri dari otoritas gereja.

Ayat. 218

Katakanlah kepada mereka, Yesus dan ibunya Maria merupakan manusia yang beriman, mereka tidak pernah mengingkari kesucian tauhid, sesungguhnya kalianlah yang mengada-adakan bahwa tuhan tiga dalam satu.

Ayat. 219

Katakan juga kepada penghayat kepercayaan, jika mereka telah memiliki pengetahuan bahwa Tuhan itu esa dan berbeda dengan ciptaanNya, diharamkan bagi mereka membuat berhala-berhala untuk pemujaan, terkecuali masyarakat primitif, kelonggaran Tuhan mu, mendahului kasih sayangnya dibanding kemurkaan.

Ayat. 220

Peganglah nilai tauhid, untuk engkau yang beragama dan yang tak beragama.

Janganlah kalian persekutukan diriNya dengan berhala-berhala ciptaan mu sendiri.

Sesungguhnya Dia Maha besar, kekuasaannya tak tertandingi, tak terjangkau akal pemikiran.

Ayat. 220

Peganglah nilai tauhid, untuk engkau yang beragama dan yang tak beragama.

Janganlah kalian persekutukan diriNya dengan berhala-berhala ciptaan mu sendiri.

Sesungguhnya Dia Maha besar, kekuasaannya tak tertandingi, tak terjangkau akal pemikiran.

Ayat. 221

Yahudi memuliakan hari sabat, Kristen memuliakan hari Minggu, Islam memuliakan hari Jumat, sesungguhnya semua hari baik di sisi Allah.

Karena Dia menciptakan bilangan hari,bulan dan tahun merupakan ketentuan yang mengikat ke seluruh semesta, perhitungan yang menggunakan rotasi planet-planet.

Ayat. 222

Akulah jalan terang, jangan kau ikuti jalan kegelapan.

Barangsiapa telah sampai pengetahuan kepada kalian , hendaklah kalian beriman dan beramal saleh.

Janganlah kalian berpaling dan menyekutukanNya dengan makhluk bernyawa.

Sesungguhnya yang bernyawa akan mati, namun Dia abadi.

Ayat. 223

Sesungguhnya pewarta Kitab semesta, atas ijinKu, telah melihat tanda-tanda kebesaran Ku dilangit, Kutampakkan kepadanya pemandangan yang ajaib, yang membuatnya takjub.

Hampir-hampir jantungnya berhenti berdetak, atas karunia kasih-Nya, ia mampu melihat keajaiban-keajaiban tersebut, baik secara mata lahiriah maupun mata bathin.

Beruntunglah manusia yang mendapatkan anugerah tersebut, yang semakin membuatnya dekat dengan Sang PenciptaNya.

Beruntunglah manusia yang mendapatkan anugerah tersebut, yang semakin membuatnya dekat dengan Sang PenciptaNya.

Ayat. 224

Dan janganlah kau mendahului takdir Allah, janganlah kau meramalkan sesuatu hal mendahului ketetapannya, mintalah petunjuk dan jalan kebenaran hanya kepadaNya.

Hanya orang berhati bersih dan beramal saleh, atas ijinNya - mampu melihat masa depan dan masa yang telah lalu.

Diantara para imam merasa tingkat derajat keimanannya lebih tinggi diantara imam lainnya, ia mengabarkan suatu penglihatan kepada calon pemimpin, kemudian gagalah calon itu, yang membuat sang imam menjadi malu di mata jamaahnya.

Janganlah berbuat seperti itu, kaum ulama hendaklah ada ditengah masyarakat, saling mengayomi, jangan dukung mendukung salah satu diantara yang lain, hingga menciptakan perpecahan diantara umat.

Belum tentu yang kau dukung merupakan pilihan dan takdir Allah.

Jauhilah kesucian agama dari permainan dunia.

Janganlah kau buat sesuatu yang suci, menjadi jatuh harkat martabatnya akibat beda pilihan, dan jangan kau bisikkan sesuatu yang keliru kepadanya bahwa ia merupakan pemimpin yang datang dari Tuhan, sejatinya memilih pemimpin merupakan kebutuhan mu untuk menjalankan suatu pemerintahan.

Dan janganlah kau para imam menipu umat dengan dalil-dalil ciptaan mu sendiri, tidak memilih seseorang melawan ketetentuan agama dan Tuhan, sesungguhnya mereka dalam kesesatan yang nyata.

Maka Aku permalukan mereka di antara para umat atas segala tindakan mereka, lalu Aku buat keimanan mereka terguncang kepada insan yang merasa kadar keimanannya lebih tinggi diantara yang lain, dan Ku hancurkan keegoan mereka, sebab mereka merasa telah mewakili kebenaran Tuhan diatas muka bumi.

Bertobatlah kalian, sesungguhnya tingkah polah kalian telah melampaui batas, atas dasar kesombongan iman, merasa ahli ibadah maka kalian memandang sebelah mata manusia lainnya dan merasa mewakili Tuhan di atas segalanya.

Ayat. 225

Janganlah menjadi Fir'aun-firaun kecil dan menjadi tuhan kecil terhadap manusia lainnya.

Dan janganlah kau obral kalimat semoga dapat hidayah, seolah dirimu memiliki derajat keimanan lebih tinggi dari yang kau tuding.

Sesungguhnya dirimu tak ubahnya keledai, merasa telah hijrah, merasa telah dalam jalan kebenaran, sesungguhnya jalan tobat adalah jalan yang penuh ujian dan penuh liku, bukan jalan yang sederhana dan mudah.

Hijrah yang hakiki adalah hijrah hati, jalan menuju arah yang lebih baik, bukan bergaya meniru penampilan dan menjadi budak bangsa lainnya.

Merdekakan jiwa kalian, berbanggalah dengan agama mu, namun jangan melupakan akar dari mana kalian berasal.

Ayat. 226

Dan janganlah kau sanjung puji alim ulama secara berlebihan, karena hal demikian bisa membuatnya besar kepala, membuatnya lupa akan tugas pencerahan pada umatnya.

Tegurlah alim ulama seandainya mereka melenceng, menumpuk harta , dan tampil secara berlebihan memamerkan harta benda, melupakan umatnya yang miskin, sesungguhnya mereka adalah teladan ,cermin dari agama.

Ayat. 227

Sebarkan dan kabarkanlah Kitab Semesta pada yang lain, kemudian diantara kalian berkata kepada yang lain, siapakan yang menciptakan tulisan ini,karya siapakah?. Katakanlah kitab semesta bukan karya seorang penyair melainkan suara-suara Ilahi yang disampaikan kepada seluruh umat manusia tanpa memandang agama dan kepercayaan.

Ayat. 228

Sebagian dari kalian berkata, "ini merupakan tipu daya setan, pintu kenabian dan Wahyu telah di tutup". Janganlah mendebat mereka, biarlah bathin mereka yang berbicara, biarlah kerasnya hati mereka hancur luluh lantak oleh kebesaran ayat-ayat Kami.

Ayat. 229

Kemudian sebagian dari kalian berkata, "ia telah menistakan ajaran agama-agama kami". Katakanlah siapa yang lebih menista ajaran agama selain diri kalian sendiri , pertumpahan darah, peperangan adalah penistaan yang sesungguhnya.

Ayat. 230

Sesungguhnya hati mereka telah dibutakan oleh hawa nafsunya sendiri. Hatinya telah tertutup dari petunjuk-petunjuk kebenaran.

Hindarilah mereka, jangan kau tanggapi yang demikian itu,karena amalan mu menjadi sia-sia belaka jika menghadapi mereka.

Berdoalah semoga mereka dalam kelompok manusia yang memperoleh petunjuk dan kasih sayang Tuhannya.

Ayat. 231

Dan ingatlah selalu ajaran nabi dan rasul terdahulu.

Bertauhidlah, jangan kau sembah berhala-berhala sesudah datang pengetahuan kepadamu.

Bersunatlah, karena hal demikian merupakan perjanjian moyang mu kepada Sang Khalik.

Makanlah makanan yang halal.

Janganlah kau saling bertengkar antar sesama mu, ingatlah bangsa Israel selalu menuntut lebih kepada Musa, yang tidak percaya akan tanah perjanjian-dimana mereka akan di bawa.

Lalu turunlah dari langit makanan Manna ke tengah kemah-kemah mereka, hingga mereka terbebas dari rasa lapar.

Kemudian diantara mereka menuntut Musa memberikan mereka daging, lalu berdoalah Musa, kemudian turunlah dari langit burung puyuh dan makanlah mereka daging selama sebulan penuh hingga mereka bosan.

Kemudian tersungut-sungutlah bangsa itu, dan mencaci maki Musa, katanya; " Biarlah kami di tanah Mesir, seandainya kami di perbudakpun, setidaknya kami masih bisa hidup, menabur benih,minum anggur dan  makan roti. Mengapa kau membawa kami ketengah gurun pasir ini,dimana air dan tumbuhan tak pernah ada, selain kematian...... berilah kami dan ternak kami air".

Lalu berdoalah Musa, kemudian atas perintahNya, diangkatnya tongkat kemudian di depan Bani Israel , dipukulnya bukit itu dengan tongkatnya sebanyak dua kali, keluarlah air dari celah bebatuan sehingga bangsa itu bisa minum bersama ternak mereka.

Ayat. 232

Janganlah kalian ragu atas Kekuasaan Allah Tuhanmu, tak ada yang tak mungkin bagiNya, ketika Dia berkata jadilah, maka jadilah.

Belajarlah dari bangsa Israel, janganlah jadi bangsa yang saling bantah membantah saat kebenaran dan mukjizat, telah tampak di depan kalian.

Sesungguhnya di tiap nabi yang kami turunkan kepadamu, selalu kalian tolak bahkan kalian bunuh, sebelum dia menyelesaikan risalahNya.

Belajarlah dari peristiwa di masa lalu dan janganlah lagi kalian berbuat zalim kepada utusan-utusan Ku.

Ayat. 233

Saat Musa membawa umat Israel menuju tanah perjanjian, rombongan mereka seringkali harus melewati tanah yang dikuasai bangsa asing, berperanglah mereka, atas kuasaNya, menanglah bangsa itu, melawan bangsa yang lebih besar darinya.

Tabut perjanjian yang yang penuh kemuliaan, selalu di tandunya oleh bangsa itu kemana mereka pergi, hingga mereka meraih kejayaan dan kemenangan. Terpenuhilah segala nubuatan yang terjadi atas bangsa mereka.

Ayat. 234

Dan janganlah akibat kekhawatiran mu, untuk menghindari tuduhan penistaan agama, engkau menyebut Kitab Semesta sebuah novel, karya seorang penyair.

Katakanlah Kitab Semesta adalah pesan dari Ilahi, yang bergema di sanubari, suara-suara yang akan berhenti dengan sendirinya jika telah di tulis dan disampaikan dengan benar.

Bertobatlah pada Allah, Tuhanmu, jangan sesekali lagi mengucapkan Kitab Semesta hasil pemikiran manusia.

Engkau telah bersaksi Akulah Allah, yang menyampaikan pesan ini,bukan Illah-ilah yang lain.

Telah kutunjukan Kuasa Ku, penglihatan dilangit dan penglihatan dalam kalbu, lalu kau mengimaninya, bahwa inilah Aku, bukan illah-ilah yang lain.

Ayat. 235

Katakan kepada pengikut-pengikut mu bahwa engkau membawa misi menyatukan agama tauhid warisan Ibrahim dan merangkul penghayat kepercayaan, bukan untuk membangun agama baru.

Tuhanmu tidak menginginkan adanya kekerasan baru yang kelak membunuh manusia lainnya, sambil mengatasnamakan Aku dan ajaran-Ku.

Ayat. 236

Sesungguhnya kelak Kitab Semesta akan tersiar ke segala penjuru dunia. Diantaranya diam-diam mewartakan ajaran mu kepada manusia lainnya.

Sebagian lagi menyimak ajaran dan risalah mu, kemudian menjadi perbincangan di tengah komunitas mereka.

Sebagian lagi sedang mencari kesalahan mu, hingga mereka dapat memperkarakan mu di kemudian hari. Berserah dirilah kepada Allah semata, karena Dia sebaik-baiknya Pelindung, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ayat. 237

Katakanlah kepada umat Kristen, firman Allah telah berbicara melalui sanubari ku, apakah layak diriku yang fana ini kalian sebut Tuhan?.

Tidak ada firman yang menjadi manusia, melainkan Dia berbicara dengan makhluk, yang telah ditunjuk sebagai utusan-Nya.

Lalu mengapa kalian sebut Yesus putera Maryam sebagai tuhan?.

Bukankah firman yang berkerja dalam diri Yesus, dengan firman yang bekerja dalam diriku adalah sama ?.

Perumpamaan apa yang terjadi pada nabi-nabi, mukjizat dan pewartaan Wahyu adalah sama, Dia berbicara dan berkuasa pada makhluknya, namun Dia zat yang berbeda dengan ciptaanNya.

Ayat. 238

Semua mahluk, hidup dalam Dia, semesta raya ada dalam Dia. Begitulah kebesaran Nya meliputi segala sesuatu.

Begitulah Dia, telah ada sebelum kata "ada' itu ada.

Kenallah Dia yang tidak berawal dan berakhir.

Allah menciptakan makhluk sebagai bentuk persaksian, sebab tanpa makhluk - tidak pernah ada tuhan, sekalipun Dia ada, perwujudan segala.

Ayat. 239

Hubungan makhluk dengan Rabb mu , merupakan hubungan keterkaitan cinta kasih, hubungan yang menjelaskan keberadaan keduanya. Sekalipun Dia dapat berdiri sendiri tanpa makhluk.

Ruh keilahian yang berkerja dalam dirimu lah, yang membedakan engkau dengan makhluk lainnya. Engkau tetaplah fana, namun Tuhanmu tetaplah kekal.

Ayat. 240

Diantara kalian bertanya apakah Yesus dan Isa Al-Masih sosok yang sama?. Mereka sosok yang sama, asal muasal bahasalah yang membuatnya seakan berbeda, namun merujuk pada sosok yang sama.

Ayat. 241

Begitu juga dengan YHWH, sesuatu yang suci tidak bisa di ucapkan dengan sembarangan, leluhur mu, memiliki bahasa yang berbeda, menyebutnya dengan sebutan El, il , Elohim, Ellah , Illah dan Allah.

Muslim mensifati-Ku dengan Asmaul Husna, kesemuanya adalah sebutan-sebutan baik dan penuh kemuliaan terhadap kebesaran-Ku.

Ayat. 242

Janganlah kalian saling bantah membantah perihal sebutan yang paling pantas kepada-Ku.

Aku adalah Aku. Kenalilah Aku, Allah, Tuhan mu yang esa. Tidak ada illah-ilah lain selain Allah.

Ayat. 243

Sampaikanlah kepada imam-imam gereja, janganlah kau permainkan ayat persepuluhan untuk memperkaya dirimu, mengkhianati ketulusan dan kebaikan umat, yang seharusnya persembahan itu merupakan hak orang miskin, hak orang sedang tertimpa penyakit, hak orang yang sedang tertimpa kemalangan hidup.

Kritis-lah pada imam-imam mu, Yesus dari Nazareth hidup dalam kesederhanaan, tidur beralaskan seadanya, ia begitu menyayangi orang miskin, hal teladan demikianlah yang membuatnya abadi.

Dia yang hatinya kudus, lahir disebuah kandang dari ibunda yang penuh kemuliaan.

Namun kini mengapa para imam malah hidup dalam kemewahan istana dan memahkotai kepalanya dengan emas dan permata, lalu berfatwa seolah mewakilinya ?.

Jika dahulu Yesus mengacak-acak bait suci, menentang pajak dan kesewenangan imam bait suci, kini bisa jadi ia akan mengacak-acak kotak-kotak amal persepuluhan, dan menghancurkan patung dirinya dan ibunya, lalu ia akan tegas menyatakan pada kalian bahwa Allah itu Esa.

Ayat. 244

Tunaikanlah zakat dan bersihkan sebagian hartamu dengan menyumbangkan sebagian harta mu kepada yang berhak.

Janganlah menjadi kikir dan menimbun-nimbun kekayaan, karena kekayaan tidak di bawa mati, melainkan amal baik mu.

Lebih baik mati dalam kemiskinan daripada mati diatas tumpukan emas dan menjadi kotoran diatasnya.

Lebih terhormat dan mulia, orang kaya yang mau membagi kekayaannya secara adil kepada sesama dan bermanfaat bagi manusia lainnya.

Ayat. 245

Ketika saudaramu terjerat hutang, bantulah ia, sebab siapa yang membantu manusia lainnya yang sedang dalam kesulitan, kelak ia akan di permudah segala urusannya oleh Tuhannya.

Ayat. 246

Bantulah sesamamu dengan ikhlas dan tulus semata karena Allah, jangan pamrih dan mengungkitnya di kemudian hari.

Ayat. 247

Kembalikanlah segala urusan amal baik mu kepada Allah semata, sebab Dia sebaik-baiknya pengadil, maha pemberi rahmat, kasih dan pengampunan.

Ayat. 248

Janganlah putus harapan, sebab Dia Maha Pengabul doa-doa umatnya yang di ucapkan dengan ketulusan hati dan penuh keikhlasan.

Ayat. 249

Tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah. Berbagi itu lebih baik daripada menerima. Siapa yang menabur kelak ia akan memanen.
Begitulah perumpamaan orang yang mau berbagi kasih.

Ayat. 250

Berbagi lah disaat sempit dan disaat lapangmu, tirulah bagimana Tuhanmu memberi rejeki tanpa membedakan, diberinya rejeki pada seluruh makhluknya, sekalipun makhluk tersebut tidak beriman padaNya.

Ayat. 251

Diantara kalian ada yang bertanya soal poligami, katakanlah leluhur mu, tetua suku raja dan kaum bangsawan, terbiasa memiliki istri dan selir yang banyak hingga ratusan bahkan ribuan. Tuhanmu memberikan batasan empat, anjuran bagi yang mampu bukan sebuah kewajiban, karena berbuat adil dan tidak menyakiti pasanganmu adalah sulit, mintalah keridhoan istri mu, maka Allah akan meridhoi diri mu dan keluarga yang kau bangun. Menikahlah karena Allah bukan sebab-sebab yang lain.

Ayat. 252

Ketika pengetahuan telah datang padamu bahwa Allah itu esa. Janganlah kau keluar dari ajaran nabi dan rasul terdahulu.

Diantara imam gereja ada yang berkata kepada jemaahnya dan meyakinkan, bahwa ia bisa melakukan penyembuhan dan berbagai mukjizat, yang sesungguhnya ia sedang mempermainkan dan menipu jamaatnya.

Jika ucapannya benar, bawalah imam itu ke rumah sakit, bukan bergaya di mimbar- memainkan berbagai tipu daya dengan para pembantunya.

Diantara mereka ada yang menghampiri orang miskin dan sakit- menyodorkan berkat sambil menukarnya dengan keimanan mereka, sesungguhnya mereka adalah golongan yang sesat.

Mereka berkata, sebab tuhan hutang ku lunas, sebab tuhan penyakit ku di angkat, sebab tuhan masalahku hilang, semua itu sekedar akal-akalanya semata, mereka memperdagangkan agama demi mendapatkan uang dari jemaatnya.

Katakanlah, mukjizat Ku bekerja kepada manusia yang berserah diri dan ikhlas hati, seseorang yang ketika berdoa dapat mengkaitkan hatinya pada Ku.

Mukjizat-mukjizat bekerja kepada jiwa yang bersih dan jujur bukan kepada para penipu. Mukjizat Ku gratis bagi mereka yang percaya. Mukjizat-mukjizat ku terjadi kepada orang yang menyatu dalam kuasa kebesaran-Ku.

Jika kau sakit, maka berobatlah sebagai bentuk ikhtiar mu, jika kau berhutang, maka bekerjalah untuk melunasi hutangmu, kemudian berserah dirilah, lalu berdoalah agar keinginan mu terkabul.

Ayat. 253

Janganlah kau buat pernyataan Tuhan tiga dalam satu, dan berbagai kalimat bersayap multi tafsir sebagai upaya pembenaran segala ucapan mu, yang sebenarnya sebuah penyesatan bagi umat.

Tuhan mu itu esa, berikanlah pemahaman yang mudah bagi umatmu, kepada seluruhnya baik yang pintar hingga terbodoh, jangan kau belokkan menjadi Yesus sebagai Tuhan, firman yang berubah jadi manusia, sebagai anak Allah, dan seumpama dari itu, yang semuanya dapat membingungkan dan menjauhkan manusia dari nilai tauhid.

Sepandai-pandainya para imam mempermainkan ayat dengan beribu tafsir dan pembenaran-pun, tentunya tidak cocok dengan sifat-sifat ketuhanan, mencederai akal sehat, mencederai nilai tauhid.

Tuhan berbicara kepada ribuan utusanNya, Tuhan juga berbicara melalui tanda-tanda alam, bukan berarti firman atau tuhan itu menjadi manusia atau manusia menjadi tuhan.

Maha suci Allah, wujud yang berbeda dengan makhluk ciptaanNya, tidak berawal dan tidak berakhir.

Ayat. 254

Dan janganlah kau menghina dan menuduh utusan-utusan Ku yang terdahulu dan sekarang, telah hilang akal dan hilang ingatan.

Mereka memiliki kelebihan namun mereka tetaplah manusia yang memiliki kekhilafan dan kesalahan yang mungkin tak di sengaja.

Mereka manusia biasa yang juga punya dosa di masa lalu, merupakan fitrahnya sebagai manusia, sebab ia bukanlah malaikat, lalu dia bertobat kemudian Tuhan menerima tobatnya.

Tirulah suri teladannya dan kembangkanlah, jangan kau tiru cara berpakaiannya atau seumpama dari itu, karena setiap peradaban memiliki tantangannya tersendiri.

Dan janganlah kau tulis dan kau kumpulkan ucapan para nabi-nabi, jika hal tersebut kelak akan membingungkan dan memecah belah umat, sebab telah banyak ucapan para nabi-nabi yang telah dipalsukan sehingga menimbulkan kerusakan di masa depan.

Hindarilah hal demikian, sesuatu yang ragu-ragu, menimbulkan perpecahan, musnahkan lah jangan kau wariskan kepada generasi sesudah mu, namun diperbolehkan oleh Tuhanmu, jika ucapan tersebut, telah jelas memiliki nilai kebenaran dan bermanfaat bagi kemanusiaan dan peradaban, abadikanlah pengajarannya.

Ayat. 255

Lalu kalian bertanya kepadanya, kriteria seperti apa dan alasan apa yang membuat Tuhan mengutus (nabi)nya pada suatu kaum dan dunia?.

Sebab anugerah dan kasih Tuhanlah , Dia mengutus para nabi-nabiNya, agar membawa manusia kearah yang lebih baik, arah jalan terang, arah yang di ridhoi oleh Allah, Tuhanmu.

Dia memilih para utusan yang di kehendakiNya, sebab Dia mengetahui kelebihan yang di miliki para nabi, yakni ketajaman mata bathin yang tidak semua manusia memiliki anugerah demikian.

Di turunkanlah nabi-nabiNya kepada umat manusia, maka imanilah jika dia mempunyai tanda kebenaran di sisi Tuhannya, namun jika dia berbohong, maka hindari sebab hal demikian akan menimbulkan kerusakan dan kesesatan.

Dan janganlah kau secara gegabah menuduhnya sebagai nabi palsu, lalu membunuhnya , sebab salah tuding tidak akan bisa mengembalikan nyawa. Belajarlah dari umat-umat terdahulu yang telah membunuh banyak utusan-Ku, dan jangan pernah kau ulangi di masa depan.

Nabi asli dan palsu bisa di bedakan, ayatnya sendiri yang akan menjelaskan siapa dirinya dan kebenaran dari ucapannya.

Janganlah kalian berdebat perihal kenabiannya, sebab dia tak meminta sebuah pengakuan, imanilah jalan kebenaran dan jalani dalam hidup mu, dan jadilah terang.

Dia tak menginginkan sanjung puji atau gelar kehormatan, dia tak menginginkan pengakuan sebab menerima kebenaranNya merupakan anugerah yang tak ternilai -sekalipun dia seorang pendosa, kemudian dia bertobat, maka Allah menerima tobatnya, dan ketika Allah berkehendak, maka terjadilah apa yang Dia kehendaki.

Ingatlah kisah Yesus takkala di datangi pelacur yang meminta perlindungannya, karena ia hendak di rajam dengan batu hingga mati, maka Yesus berkata kepada orang-orang itu, maju dan timpuklah perempuan ini jika ada yang lebih suci darinya dan tak memiliki dosa.

Demikianlah perumpamaan utusan-utusan Ku, dan ihwal kenabian, mereka tetaplah manusia biasa yang memiliki anugerah mukjizat dan pewartaan firman, sebab kasih dan ijin Tuhannya- hal diluar nalar bisa terjadi.

Ayat. 256

Katakanlah kepada Bani Israil, bahwa Yesus adalah seorang utusan, atas ijinNya orang buta dapat melihat, orang mati dapat bangkit, melipat gandakan berkat, itulah tanda-tanda kebesaran dan mukjizat Tuhan ,atas ijinNya semua itu dapat terjadi.

Begitu juga dengan Muhammad, seorang yatim piatu yang mencintai umatnya lebih dari apapun, seorang buta huruf yang mengajarkan, melanjutkan nilai tauhid ajaran moyang mu Ibrahim, Allah ridho padanya, dan dia menerima anugerah.

Dan jangan kalian bertikai satu sama lain, Yahudi ,Kristen,Islam dan para pengusung tauhid lainnya, agama kuno moyang mu sesungguhnya satu, satu umat Tuhan, dan hanya kepada Ku segala urusan kalian kembali, Akulah sebaik-baiknya pengadil, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ayat. 257

Telah Ku perlihatkan tanda-tanda kebesaran-Ku di langit, untuk mempersaksikan kedatangan mu, dan tanda-tanda demikian akan terus hadir hingga beberapa waktu kedepan, yang membuat manusia takjub dan saling bertanya-tanya, fenomena apa yang sedang terjadi?.

Ayat. 258

Maka bersoraklah bangsa itu, nubuatan Tuhannya telah tergenapi. Lalu engkau berkata pada Rabb mu, "Ya Tuhan, aku ini seorang pendosa, apakah pantas diriku yang hina ini memegang anugerah-Mu?". Tak ada yang mustahil bagi Tuhan, jika Tuhanmu berkehendak, maka jadilah.

Ayat. 259

Berikanlah kekuatan kepada ku, berilah tuntunan dan petunjuk agar aku tetap ada di jalan-Mu Tuhan. Berikanlah aku kemudahan mewartakan firman-Mu, lancarkanlah segala urusanku, karena Engkau sebaik-baiknya pemberi Petunjuk.

Ayat. 260

Damaikanlah segala bangsa-bangsa, janganlah mereka saling bertikai, sebab Tuhanmu tidak menginginkan adanya kehancuran, akibat pertikaian diantara sesamamu.

Peringatkanlah bangsa-bangsa itu, agar tidak menggunakan senjata pemusnah massal, sebab hal tersebut akan menimbulkan kerusakan yang maha dahsyat.

Ayat. 261

Peringatkan bangsa-bangsa itu, agar dapat mengistirahatkan bumi barang sejenak, jangan terus dimanfaatkan, jagalah kelestariannya, demi kelangsungan generasi anak cucu mu kelak.

Jagalah keseimbangan alam, sesungguhnya bumi ibarat wajah, janganlah kau cemari semua, biarkan dia bernafas, biarkan berbagai tumbuhan dan hewan hidup di atasnya.

Ayat. 262

Perlakukanlah alam dengan baik jangan kau eksploitasi tanpa henti, hingga merusak keseimbangannya demi ambisi keserakahan. Sesungguhnya datangnya wabah ini, membuat kalian lebih mawas diri, peduli dan lebih mencintai alam sekitar.

Ayat. 263

Dengan datangnya wabah, kalian bisa saksikan betapa rapuhnya ritual keagamaan, sementara tidak ada lagi caci maki dan pertikaian antar agama, mendadak manusia hidup dalam hening melihat kesejatian diri.

Manusia sejenak meredam keegoan dalam beragama dan menjadi mahluk spiritual.

Tempat-tempat ibadah dan kuil di tutup, manusia dipaksa melihat kedalam oleh Tuhannya, untuk sejenak melihat kesejatian diri tanpa memandang sekat-sekat perbedaan diantara mereka.

Ayat. 264

Katakanlah kepada ahli kitab dan para ahli tafsir, jangan kalian sisipi alkitab dengan kata bapa dan anak, atau seumpama dari itu, sebab itu pekerjaan iblis, Tuhanmu Maha suci dari hal demikian, kenallah Tuhanmu sebagai Tuhan Yang Esa, tidak beranak dan diperanakkan baik fisik dan spiritual.

Ayat. 265

Janganlah kalian wahai para ahli tafsir, akibat dukunganmu terhadap faham Tuhan itu tiga dalam satu, maka engkau sisipi istilah bapa dan anak kedalam Alkitab, kalian cemari, kalian taruh dan kalian selipkan yang demikian itu, kedalam ajaranNya yang Kudus.

Pemikiran dan penerjemahan tafsir yang mengacu pada paham yang mereka yakini, menggiring umat mempercayai pemahaman yang demikian itu, sehingga mereka kira ini ajaran yang murni sesuatu yang alkitabiyah, namun sesungguhnya pemelintiran ayat Tuhan oleh para ahli tafsir dan ahli kitab telah menyesatkan banyak umat.

Bersihkanlah Alkitab dari sebutan bapak, anak dan ihwal penebusan dosa. Sesungguhnya hal itu bukanlah ajaran Rasul dan para nabi, melainkan pemahaman yang ditiru dari para penyembah berhala di masa lalu.

Yang sesungguhnya, pemahaman itu terpaksa dimasukkan para imam pada masa awal, agar mereka tidak di kejar-kejar dan di bunuh dan dapat merangkul dan mengalihkan kepercayaan pagan mereka, kepada ajaran para nabi dan rasul.

Kini mereka telah menerima Alkitab dan mereka mengimaninya, maka bersihkanlah Alkitab dari penyebutan-penyebutan tercemar yang demikian itu, karena pemahaman tauhid telah sampai kepada mereka.

Ayat. 266

Sesungguhnya kebanyakan manusia itu takut akan kematian, begitu juga dengan 12 murid, mereka tidak mendampinginya disaat terjadi penghakiman, ketakutan akan kematian, membuat mereka menyangkal sebagai pengikutnya, mereka lebih memilih keselamatannya sendiri, dibanding berjuang bersamanya, sekalipun berbagai mukjizat telah tampak dihadapan mereka.

Dan janganlah keimanan kalian seperti itu, iman yang baik tentunya tidak akan takut akan kematian, iman yang baik akan membela, mengakui dan mempertahankan iman sekalipun nyawa menjadi taruhan, dan takkan lari menjauh, melainkan melindungi dan berkorban untuk keselamatannya dan juga keselamatan pengikut lainnya.

Bisakah kalian rasakan, betapa sakitnya dikhianati, ketika murid yang dikasihinya, yang diajarkannya, menyerahkannya kepada penguasa demi sekantong emas dan perak; murid yang menyangkal dan pergi menjauh saat-saat penghakiman dan penghukuman.

Itulah keimanan "Pohon Ara", keimanan yang sebatas mulut tidak sampai ke akar.

Ayat. 267

Dia melakukan mukjizat, atas ijinNya, ikan dan roti diperbanyaknya, mencukupi banyak orang yang percaya dan mengimani akan ajarannya.

Kini para imam memperluas kotak persembahan persepuluhan, memerasnya dari para umat, lalu hidup dalam kemewahan.

Itulah keimanan yang layu, kering dan mati. Buah iman tidak akan pernah tumbuh selamanya di hati mereka.

Ayat. 268

Bagaimana engkau bisa memberi pengajaran dan pelayanan yang baik, sementara kelakuan kalian bertolak belakang dari sang maha guru.

Dia memberi makan orang miskin, hidup dalam kebersahajaan, melakukan penyembuhan, kemudian menyerahkan hidupnya, telah tumbuh pucuk dedaunan di mahkota durinya dan terus bermekaran di hati para insan yang memegang teguh nilai tauhid dan ajaran cinta kasih.

Bersambung…

Tulisan ini akan terus di update hingga tanpa batas waktu..

Hartono Benny Hidayat
www.duniasastra.com

[/pl_text]
[/pl_col]
[/pl_row]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *