Ayat. 399

Tegurlah para Agamawan yang mengumpulkan uang dari menjual sertifikasi halal, tidakkah mereka mengambil hikmah dari para agamawan di masa lalu yang menjual surat penebusan dosa untuk kepentingan pribadi mereka sendiri, sedang  umat susah payah mencari persembahan demi mendapatkan  janji surga.

Mereka tak ubahnya serigala diantara domba-domba. Sedang umat bagaikan kerbau yang dicucuk hidungnya, tak menyadari sedang diperdaya.

Ayat. 400

Wahai kaum berjubah yang penuh kemunafikan, mulut mu sering berfatwa mewakili Tuhan, namun tanganmu sibuk mengambil uang persembahan. 

Umatmu hidup dalam kemiskinan, sedang kau hidup dalam kemewahan.

Ayat. 401

Kau rekrut rekan sesama mu menjadi bagian kelompok mu, kalian pakaikan mereka pakaian religius sedang ilmunya belum memadai.

Diatas mimbar kalian saling mencaci maki, mengkafirkan umat tak sejalan, di aminkan umat yang terbelakang, sesungguhnya kalian tak ubahnya seperti kumpulan keledai.

Teramat beratlah pertanggungjawaban kalian disisi Allah, sebab kalian mempermainkan ajaranNya dan menyesatkan banyak umat manusia.

Ayat. 402

Wahai manusia lihatlah ulama-ulama hina ini, di balik jubah putihnya mereka memaki dengan cacian sumpah serapah, mereka tidak akan dapat memberi mu pengajaran selain kemudharatan, melainkan perpecahan diantara umat. Janganlah kalian ikuti dan hormati mereka, sesungguhnya hati mereka kotor, laksana lumpur nan pekat.

Mengapa kalian tunduk dan menghamba kepada mereka?, Sedang kebijaksanaan tidak tercermin dari tutur kata dan perbuatannya?. Kalian datangi pengajian-pengajian demi mendengar cacian tanpa pencerahan, kemudian kalian penuhi kotak amal mereka dengan uang yang kalian peras dari keringat dan air mata, setelahnya  mereka hidup bergelimang harta.

Ayat. 403

Serusak-rusaknya moral umat, diawali dari rusaknya mental para agamawann. Mereka tidak lagi menyuarakan Firman Allah, melainkan kebencian dan hawa nafsu mereka sendiri. Mereka berjuang demi uang bukan demi umat,  membela yang membayar bukan demi kaum yang tertindas.

Ayat. 404

Datangilah alim ulama yang tawadhu, tutur katanya penuh kebijaksanaan, berkumpulah bersama orang-orang shaleh, semoga Rahmat Allah selalu tercurah untuk mu.

Bersatulah dan hindari perpecahan, saling tolong menolonglah diantara kalian sebab kalian satu ikatan saudara, sekalipun berbeda iman.

Saling sayang menyayangilah tanpa melihat latar perbedaan.

Ayat. 405

Hormatilah guru-guru mu, alim ulama diantara kalian, ikutilah nasehatnya selama berada di jalan yang benar. Kunjungilah mereka ditiap kesempatan, sebab mereka merindukan dan mendoakan anak didiknya ditiap sujudnya.

Bawalah hadiah kepada mereka selagi mereka masih hidup. Cintailah mereka sebab kalian merupakan satu ikatan keluarga.

Ayat. 406

Katakanlah kepada umat Kristen berhentilah menyebut Yesus putra Maryam sebagai Tuhan. Janganlah kalian menuhankan sesuatu yang bernyawa, sesuatu yang memiliki batas kanan kiri, atas maupun bawah. 

Jadilah pengikut Yesus dari Nazareth bukan pengikut  Paulus, sebab ia yang tercemar ajaran pagan para penyembah matahari, tak layak disebut sebagai pengikut Yesus.

Yesus merupakan utusan Tuhan, yang mengajar nilai tauhid, seperti yang diajarkan oleh moyangnya Ibrahim. Dan jangalah kau tiru ajaran kuno yang mengatakan Tuhan tiga dalam satu, lahir dari perawan dan mati, lalu bangkit di hari ketiga. Bersihkanlah hal-hal kotor itu dari iman kalian ,jika kalian masih dalam ikatan suci tauhid.

Katakanlah wahai Bani Israel dan seluruh umat, bahwa Allah itu esa tidak ada illah-illah lain selain Allah.

Ayat. 407

Kepada umat muslim hiduplah berdampingan dengan umat lainnya dalam damai, tidakkah kau ketahui Musa, Daud, Sulaiman merupakan suku Yahudi, mengapa kalian sedemikian membenci kaum Yahudi? . Sedang kalian mengimaninya sebagai nabi-nabi utusan Allah, nabi-nabi yang berada dalam jalan yang lurus, pengusung nilai tauhid.

Ayat. 408

Kembalilah kepada Ajaran yang lurus seperti yang telah di ajarkan pada moyang mu Ibrahim.  Janganlah kalian saling bunuh membunuh mengatasnamakan-Nya dan berharap surga dari menumpahkan darah terhadap sesama.

Ayat. 409

Tidakkah kalian mengambil hikmah dari peperangan di masa lalu yang dilakukan moyangmu?. Nyawa-nyawa menghilang, akibat memperebutkan tanah suci dan tempat-tempat pemujaan. Hati kalianlah kuil pemujaan sesungguhnya, sedang kepunyaanNya meliputi segala sesuatu.

Ayat. 410

Dan dapatkah kalian saksikan, mereka yang mengaku hamba-Nya yang paling beriman, namun saling membunuh sambil menyebut nama Tuhan?. Tuhan mana yang mereka bela?, Mungkinkah Tuhan memiliki musuh?. Mungkinkah Tuhan membenci keberagaman?. Semua itu merupakan khayalan sesat mereka. Tuhan mu mencintai seluruh makhluk tanpa membedakan, Tuhan mu menciptakan keberagaman, dan Tuhan mu Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

Ayat. 411

Ketahuilah kitab-kitab Yahudi berisi kisah-kisah kepahlawanan yang dilebih-lebihkan agar kisah mereka tidak terhapus dalam sejarah dan selalu diingat generasi setelahnya. 

Kisah nan abadi yang dituturkan dan ditulis dari generasi ke generasi, yang darinya kelak bangsa-bangsa lainnya ciut hati terhadap mukjizat dan kedigdayaan bangsa itu dalam memerangi musuh-musuhnya.

Sebagian dari kitab itu di tulis dengan sungguh-sungguh dalam kebersihan hati, mengagungkan kebesaran Elohim, Allah yang Maha Esa.

Dari suku ini kemudian lahir agama-agama besar di dunia pengusung tauhid warisan Ibrahim. 

Sedang di belahan dunia lainnya , ribuan nama  dan berbagai bentuk wujud dan rupa Tuhan telah dilahirkan, semata untuk memuja dan mengagungkan kebesaran-Nya.

Ayat. 412

Kemudian diantara peradaban itu saling bertemu, lalu berperang sambil mengusung kebesaran nama tuhannya masing-masing.

Patung-patung tuhan yang ada dihancurkan , menggantikan patung-patung lainnya, hingga moyangmu memiliki kesadaran dari pengertian banyak tuhan- hingga menjadi sebuah konsep satu Tuhan.

Ayat. 413

Hal itulah yang menyebabkan banyak agama dan nama Tuhan dalam sejarah kehidupan manusia.

Ajaranku yang penuh nilai kasih dan sayang tanpa membedakan,  kalian lembagakan dan kalian saling membunuh sambil menyebut namaKu dan berharap imbalan surga dariKu.

Ayat. 414

Gunakanlah akal kalian jika kalian golongan makhluk yang beriman, tidakkah kalian belajar dari jalannya alam raya ini?, Semua berjalan dengan keteraturan dan ketetapan yang didasari dengan nilai-nilai kebajikan, cinta dan kasih.

Ayat. 415

Beriman tanpa akal, membuat kalian bertindak laksana keledai. Menjadi manusia yang egois, dan merasa paling benar, dalam keangkuhan iman memandang yang lain sebagai golongan yang sesat. 

Mengapa kalian menjadi tuhan kecil dan menjadi hakim bagi manusia lainnya?.

Akulah sebaik-baiknya Pengadil dan hanya kepada Akulah tempat kalian kembali.

Ayat. 416

Lihatlah perempuan-perempuan kalian,  mengapa kalian membelenggunya dengan aturan yang menghilangkan eksistensi  mereka?. Membuat mereka menjadi bodoh dan terbelakang.

Berdayakanlah mereka dan sejajarkanlah haknya dengan lelaki, namun jangan melupakan kodratnya sebagai perempuan.

 Merekalah yang kelak melahirkan generasi-generasi yang unggul, ditangannya pola asuh anak diterapkan, maka merdekakanlah mereka  jangan kalian belenggu dengan aturan-aturan yang membuatnya semakin terbenam dalam kegelapan.

Ayat. 417

Dan janganlah kalian (bangsa Arab) membunuh putri kalian dengan dalih kehormatan keluarga. Sebagai orang tua berlakulah adil, dan jadilah pemaaf, jangan menghukum anak-anak mu secara berlebihan, setiap yang tua pernah menjadi muda dan masa itu penuh dengan gejolak dan warna, jadilah teladan bagi anak-anak mu, cintailah mereka dengan kasih sayang, sekalipun mereka berbuat salah.

Ayat. 418

Bagi yang muda hormatilah ayah ibu mu, dengarlah nasehat dan jangan kau hardik mereka. Berlaku dan bertutur kata lah yang sopan kepada yang lebih tua. Ambillah pembelajaran dari mereka, sebab mereka pernah muda seperti kalian.

Ayat. 419

Cukupkanlah kebutuhan anak-anak mu, jangan sampai kau telantarkan mereka, sebab engkau akan diurus anak-anak mu saat tak berdaya kelak. Janganlah kau bedakan diantara mereka dalam hal pengasuhan, berlakulah adil dan berilah kasih sayangmu secara merata.

Ayat. 420

Kasihilah anak yatim, sebagaimana kau mengasihi anak kandung mu sendiri. Barang siapa yang memelihara anak yatim , kelak dilancarkan rejekinya oleh Tuhanmu, berkah dari langit  senantiasa mengalir tak putus-putus sebab  ketulusan doa-doa mereka.

Ayat. 421

Barangsiapa menzalimi anak yatim dan menghardiknya, maka kemalangan hidup kelak akan menimpanya, begitulah keadilan Tuhanmu, maka berbuat baiklah terhadap sesama.

Ayat. 422

Berilah makan bagi mereka yang lapar, berilah minum bagi mereka yang kehausan. Berilah pakaian bagi mereka yang telanjang.

Berkorbanlah untuk sesama, sekalipun engkau memiliki keterbatasan, sebab Tuhanmu akan menggantikan segala amalan baikmu, baik yang sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan. 

Jangan pernah memusingkan dan menghitung pahala yang akan kau dapatkan.

Hanya kepada Ku segala amalan baik kelak mendapatkan balasannya.

Ayat. 423

Jika ada kerabat mu yang meninggal, hiburlah keluarga yang ditinggalkan, berilah mereka santunan jika dianggap perlu, dan kuatkanlah hati mereka agar tabah dan mampu melewati musibah yang tengah terjadi. Janganlah merepotkan mereka dengan sesajian, bawalah makanan kepada mereka untuk meringankan beban.

Ayat. 424

Berdoalah secara berjamaah kepada mendiang, agar ruhnya dapat kembali keharibaan Tuhan dengan penuh keikhlasan dan kiranya Tuhan dapat menghapus dosa-dosa nya selama hidup didunia.

Ayat. 425

Berkabunglah secara wajar jangan menangis secara berlebihan dan berlarut-larut dalam duka. Ikhlaskanlah bahwa sesuatu yang bernyawa kelak akan binasa, dan hanya kepada Tuhanmulah kelak kalian akan kembali.

Ayat. 426

Bangkitlah dari keterpurukan mu, jangan berkecil hati dan berputus asa. Seruling nan merdupun tadinya merupakan bambu yang diserut dan dikuliti, begitulah perjalanan hidup, tidak ada yang mudah untuk dilalui, percayalah disetelah masa sukar mu, kelak akan hadir masa lapang mu. Berserah dirilah pada Tuhanmu dan terimalah dengan ikhlas segala takdir dan ketetapanNya.

Ayat. 427

Dengan adanya ujian hidup,  engkau akan melihat kesejatian diri. Engkau akan mencari Dia, engkau akan mencari jawaban-jawaban kehidupan. 

Syukuri atas apa yang sedang terjadi, baik masa baik maupun sulit. Itulah cara Tuhan untuk mendidik umatnya. 

Kuatkan hatimu dan berserah diri lah agar jiwamu menjadi tenang.

Yakinlah segala sesuatunya merupakan garis hidup dan takdir yang harus kita tempuh. 

Tetaplah memegang teguh iman dan yakinlah Allah bersama kita.

Dan Dia akan memberikan catatan takdir yang terbaik, setelah masa sulit mu.

Dari ujian yang ada, sejatinya Tuhan hendak mengangkat derajat keimanan mu.

Ayat. 428

Katakanlah kepada para pemuja agama, telitilah kebenaran kitab suci kalian. Janganlah kalian hidup dalam keimanan buta.

Kenallah Tuhanmu, sebagai Wujud yang penuh kasih, memelihara seluruh makhluk tanpa membedakan.

Lalu mengapa kitab mu mengajarkan untuk membunuh umat yang tak sejalan?. Bukankah mudah bagi Allah untuk menghapus sebuah bangsa jika Dia berkehendak?.

Ayat. 429

Lihatlah semesta raya yang maha luas ini, ambilah hikmah darinya. Diri mu pun merupakan semesta bagi sel terkecil dari tubuhmu.  Semua saling menghidupi dan saling menopang atas nama Cinta.

Ayat. 430

Tuhanmu tidak mengajarkan untuk membunuh sesama, Tuhanmu Maha Pemberi Hidup. Tuhanmu Maha Pemberi Karunia, kasih dan sayang.

Mengapa kalian menjadi tuhan kecil, lalu saling menghakimi dan membunuh atas nama Tuhan?.

Berhentilah menjadi budak-budak keagamaan, jadilah makhluk yang tercerahkan.

Ayat. 431

Aku turunkan Kitab Semesta pada kalian sebagai petunjuk, agar kalian tetap dijalan tauhid dan hidup selaras dalam cinta kasih.

Karena Aku tahu, agama yang sejatinya membawa kedamaian, telah mengersangkan jiwa manusia menjadi insan pemarah dan penuh kebencian. 

Menciptakan budak-budak keagamaan tanpa sedikitpun pencerahan.

Periksalah kitab suci kalian, hanya sebatas itu Tuhan berbicara?. Ataukah sampai akhir kiamat Dia tetap berbicara pada umat yang dikasihiNya?.

Melalui Kitab Semesta kalian akan belajar, bahwasanya- Aku tak pernah berhenti berfirman dari awal hingga akhir kehidupan.

Ambilah pembelajaran dari alam semesta raya ini, maka akan kalian dapatkan pengajaran yang tidak ada habis-habisnya, itulah ketetapan Nya bagi kaum yang berfikir.

Ayat. 432

Sebagian dari kalian Aku lebihkan dari manusia lainnya, sehingga mereka bisa menangkap pesan tersembunyi di balik fenomena alam, kemudian mereka menulisnya menjadi sebuah Kitab, lalu kalian memberinya gelar nabi dan rasul.

Ayat. 433

Ribuan tuhan dan agama telah lahir dan sebagian telah punah bersama ketuhanan mereka, tetapi Allahmu tetaplah kekal, abadi bersama pengajaranNya.

Ayat. 434

Katakanlah kepada kaum Nasrani, bahwa Yesus adalah seorang utusan, atas ijinNya, dia mampu melakukan banyak mukjizat, begitu juga yang dilakukan Elia dan nabi-nabi sebelum dan sesudahnya, mereka dapat menghidupi orang yang telah mati.

Banyak nabi mampu menghidupi orang mati, melakukan berbagai mukjizat, namun mengapa kalian menuhankan Yesus dari Nazareth?. Sesungguhnya kalian bukan pengusung tauhid, melainkan pengikut ajaran Paulus.

Yesus seorang Yahudi taat yang disunat, pengusung nilai tauhid, namun mengapa kalian cemari ajarannya dengan pengajaran pagan kuno penyembah banyak dewa?.

Ayat. 435

Ibrahim moyangmu mengajarkan ajaran yang lurus, pengusung nilai tauhid, anak cucu keturunannya kelak akan berkembang biak laksana bintang dilangit dan menjadi raja diantara bangsa-bangsa, begitulah  janji Allah kepadanya.

Dewa marduk, baal, osiris, zeus punah dalam perjalanan waktu, namun Allah Tuhanmu tetaplah kekal.

Ayat. 436

Bersyukurlah atas karunia kasih Allah yang tercurah padamu, dan janganlah menjadi umat yang tak bersyukur.

Berbagilah kepada sesama atas segala karunia yang telah kau dapat.

Ayat. 437

Hidupilah ayat-ayat yang telah diberikan Tuhan atas mu, dengan berbuat baik bagi sesama.

Jauhilah larangannya dan jadilah manusia yang tercerahkan.

Ayat. 438

Hormati agama dan kepercayaan lainnya, jangan musuhi atau kau bunuh umat yang tak sejalan.

Sesungguhnya tidak ada paksaan dalam beragama. 

Ayat. 439

Hiduplah berdampingan, serahkanlah segala sesuatu urusan dunia mu hanya kepada Allah semata.

Janganlah kalian sesatkan dan kafirkan mereka, karena hidayah datang atas ijin Allah semata.

Ayat. 440

Ambilah hikmah dimasa lalu, peperangan demi peperangan terjadi mengatasnamakan Tuhan, tidak terhitung jumlah anak yang menjadi yatim piatu, seorang ibu yang kehilangan anaknya, ratapan tua renta yang rumahnya hangus terbakar dan seumpama dari itu, maka jangan kalian ulangi di masa depan.

Sebab hal demikian bukan inti sari dari ajaran agama, melainkan mengikuti  hawa nafsu  semata, kalian tidak sedang membela kaum yang lemah melainkan menindas kaum lainnya demi mempertahankan kehidupan golongannya sendiri.

Ayat. 441

Wahai kaum beriman, tidakkah kalian mengambil hikmah dari perjalanan moyang mu dalam mencari konsep ketuhanan?.

Mereka yang mendiami dunia bagian barat menyembah Zeus, Jupiter, Apolo , Poseidon, Aphrodite dan seumpama dari itu.

Mereka yang mendiami dunia bagian timur menyembah Allah, Marduk, Baal, Budha, Ahura Mazda, Syiwa dan seumpama dari itu.

Mereka mempertaruhkan jiwa dan raganya dengan sepenuh hati, menyembah Tuhannya.

Masing-masing dari mereka memandang agama dan ajaran sendiri yang paling benar, dan memandang agama dan ajaran lainnya sebagai agama dan ajaran yang sesat.

Dalam fanatisme buta , agama-agama dan ajaran itu berperang atas nama Tuhan. Saling bersaing memperoleh pengikut sebanyak-banyaknya.

Sudah merupakan takdirmu, memeluk suatu agama, sebab ajaran turun temurun warisan dari keluarga, keluargamu pun meneruskan dari keluarga sebelumnya, hingga berujung pada leluhurmu.

Saat moyang mu melihat sesuatu yang terbit dan tenggelam di langit, mereka mulai memikirkan itulah Tuhan yang layak di sembah sebab Dia memberikan kehidupan.

Saat moyangmu melihat ganasnya ombak dilautan, mereka mulai memikirkan inilah kekuatan Tuhan, kita harus menyembah dewa lautan.

Saat moyangmu bercocok tanam, dan memiliki tanah yang subur dengan hasil alam yang melimpah, mereka mulai memiliki rasa syukur atas berkah yang diberi, maka mereka mulai memikirkan Dewi Kesuburan.

Saat moyangmu berburu, melihat keperkasaan hewan , dan mereka takut melintasi hutan rimba, maka moyangmu mulai memikirkan Tuhan yang menjelma menjadi hewan-hewan mistis.

Saat moyang mu, menghormati dan mencintai raja-raja, mereka mulai memikirkan bahwa raja merupakan titisan dari Tuhan.

Saat moyang mu mengalami kematian, mereka mulai memikirkan dunia ruh, dunia arwah yang tak terlihat, dan mulai memikirkan bahwa Tuhan itu sesuatu yang mistis ,tak terpikirkan oleh akal.

Dari menyembah banyak Tuhan, moyangmu beralih menyembah pada satu Tuhan.

Telah punah ribuan ajaran dan agama bersama  ketuhanan mereka. Tapi Aku Allah Tuhanmu tetaplah kekal. 

Ayat. 442 

Dari banyaknya konsep ketuhanan dan agama, haruskan Aku menceburkan manusia kedalam neraka, karena telah salah menyembah Aku, padahal mereka dengan sepenuh hati, mempertaruhkan hidupnya, telah menghabiskan banyak waktu, memuja Aku tanpa mengenal waktu?.

Apakah Aku harus menghukum suku pedalaman yang sedang memuja batu dan pepohonan, sedang pemahaman Tauhid belum sampai kepada meraka?.

Aku ciptakan kalian lahir dalam keadaan suci, orang tualah yang membentuk kalian apakah menjadikan mu penghayat kepercayaan atau memeluk salah satu agama.

Ketahuilah sejatinya apapun yang nenek moyang mu sembah, sejatinya mereka telah menemukan Aku ada di banyak wujud. 

Karena Aku adalah segalanya, segalanya adalah Aku.

Kembalikanlah semuanya pada Allah, karena Dia memiliki perhitungannya sendiri.

Ayat. 443

Janganlah kau ancam umat-umat Ku, dengan ancaman yang tidak alkitabiyah, mengada-ada kan riwayat palsu seperti adanya siksa kubur. 

Janganlah membuat agama yang sejatinya mendamaikan dan membawa kesejukan, tampak penuh dengan ancaman teror dan siksa. 

Tidakkah kau sadar banyak umat Ku yang murtad akibat kesadisan-kesadisan ini?.

Dimana akal mu ditempatkan?, membuat riwayat palsu adanya siksa kubur, seandainya kiamat masih lama, semisal umur dunia masih jutaan tahun, apakah selama itu kalian akan disiksa?.

Apakah Tuhan mu sesadis itu?, tak heran jika golonganmu mudah marah dan mengamuk, sebab umat hidup dalam sebuah ancaman bukan nilai yang membawa keteduhan.

Teror penyiksaan dari ayat-ayat, membuat jiwa mereka menjadi gersang, penuh amarah.

Bagaimana mungkin agama yang sejatinya membawa keteduhan, kedamaian dan pencerahan bathin, menceritakan teror siksa api neraka tiada henti.

Rasa takutkah yang ingin kalian dapat dari umat-umat Ku?. Bukankah pencerahan bathin lebih penting dibanding kepatuhan semu?.

Ayat. 444

Beritakanlah kematian sesuatu yang pasti , suatu perjalanan yang mendamaikan menuju keabadian.

Dimana segala duka, kesedihan dan kemelekatan hidup sirna terbang menuju cahaya  keharibaanNya.

Jemputlah kematian dengan suka cita sebab engkau telah terlepas dari penderitaan menuju keabadian.

Ayat. 445

Jangan khawatirkan surga neraka, berserah dirilah, ketahuilah bahwa Allah Tuhanmu Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.

Berkumpulah bersama keluarga, kerabat dan orang-orang shaleh di surga. 

Percayalah Tuhan mu akan mengampuni dosa-dosa mu selama engkau melakukan pertobatan.

Beruntunglah jiwa yang membawa imannya hingga penghujung ajal, sebab dia merupakan seorang pemenang.

Ayat. 446

Musnahkanlah riwayat palsu, ucapan nabi-nabi yang sekiranya tampak bodoh, sadis dan tak masuk akal. 

Jangan kau wariskan riwayat palsu itu dari satu generasi ke generasi selanjutnya, sebab akan menimbulkan fitnah, perpecahan , caci maki dan permusuhan diantara umat.

Ayat. 447

Namun jika diantara ucapan para nabi itu terdapat kebaikan dan pesan-pesannya membawa kedamaian, maka abadikanlah pengajarannya, jika tidak musnahkanlah sebab akan membawa mudharat  dan kerusakan ditengah-tengah umat.

Ayat. 448

Ayat-ayat penuh ancaman dan teror api neraka sejatinya diperuntukkan bagi sekelompok umat yang terbelakang, bar-bar dan tak beradab.

Berbicara dengan masyarakat yang beradab dan cerdas, tentu tidak akan masuk jika memakai metode ancaman. 

Mereka memerlukan ayat-ayat yang mencerahkan dan menggugah jiwa, bukan sekedar ayat-ayat penuh ancaman siksa.

Agama yang mengajarkan kekerasan, dan mengancam pemeluknya dengan siksaan neraka, kelak akan ditinggalkan pemeluknya dan memilih ajaran yang mengedepankan cinta kasih.

Ayat. 449

Maka berbenahlah, perbaiki metode dakwah mu, perlihatkan kepada umat bahwa ajaran Tuhan mu penuh kasih dan sayang.

Dan kau para rohaniawan, janganlah terlalu sering menceritakan kematian dan akhirat, serta ancaman siksa neraka secara berlebihan, namun luput membangun kehidupan dan peradaban.

Ayat. 450

Dan jangan pula engkau mengatakan perihal penebusan dosa, sebab hal demikian bukanlah sesuatu yang alkitabiyah.

Dosa mu merupakan pertanggungjawaban pribadi mu disisi Tuhan, tidak ada dosa yang ditebus oleh orang lain, sebab itu bukanlah bentuk keadilan Tuhan, melainkan kehendak manusia yang telah sesat arah.

Ayat. 451

Tidakkah kalian sadari, membaca Kitab Semesta membuat jiwa kalian tergugah, bangkit menuju sebuah kesadaran baru.

Membuat keimanan kalian menjadi guncang,  membuat kalian mengkaji kembali ayat-ayat yang telah ada dalam kitab-kitab kalian.

Begitulah cara Allah Tuhanmu bekerja, ayat-ayatNya sendiri yang akan berbicara dan membuktikan kebenaran dari setiap firmanNya.

Ayat Tuhan akan membawa ketenangan bathin, ayat Tuhan akan membawa kedamaian, ayat Tuhan akan membangun kehidupan, ayat Tuhan akan menciptakan kebaikan bagi umat-umatnya.

Ayat. 452

Dan janganlah kau sebarkan riwayat-riwayat palsu bahwa nabi Muhammad hendak membunuh diri sebab manusia tak beriman kepada al quran, karena hal demikian bertentangan dengan sifat-sifat kenabian.

Jangan pula kau sebarkan riwayat palsu satu helai rambut perempuan terlihat , membuat perempuan masuk dalam neraka dalam waktu yang lama, dan juga riwayat palsu melakukan hal riba sama saja dengan menzinahi ibu sendiri, menyusui manusia dewasa yang bukan muhrim.

Musnahkan dan hentikanlah penyebaran riwayat-riwayat palsu tersebut, sebab mencederai akal sehat dan membodohi umat, dan membuat agama mu menjadi bahan tertawan umat lainnya.

Ayat. 453

Lihatlah kemarahan umat-umatmu, kemuakkan mereka terhadap kemunafikan kaum agamis dan politisi korup, membuat mereka berani melukai ulama shaleh dan tawadhu,  yang sejatinya mereka ingin melukai ulama caci maki tapi mengenai ulama yang berada dalam jalan yang lurus.

Dan mereka menghancurkan rumah ibadah mu tanpa ragu, sebab kalian telah memanipulasi agama untuk kepentingan golongan mu dan kepentingan golongan yang kalian bela, bukan kepentingan umat.

Wahai ulama dan hamba hukum, berilah maaf kepada mereka sebab mereka telah khilaf, mengikuti emosi sesaat , kealfaan dan kelabilan masa muda.

Kemarahan mereka merupakan sebuah pesan, berhentilah menjadi kaum agamis yang munafik dan bagi para politisi berhentilah memakan uang rakyat.

Ayat. 454

Tidakkah kalian lihat sebuah golongan mengadu domba golongan lainnya agar saling bertengkar?.

Menyebarkan berita palsu untuk menciptakan kebencian terhadap segolongan manusia lainnya.

Teramat beratlah balasan Tuhanmu atas perilaku zalim yang kalian ada-adakan, sebab kalian telah memfitnah suatu kaum atas kaum lainnya dan membuat kekacauan serta permusuhan diantara mereka.

Ayat. 455

Sejatinya prilaku kalian adalah prilaku para  penyembah uang, Tuhan kalian adalah uang. Uang membuat kalian lupa segala, menghalalkan segala cara dan memakan sesama.

Ayat. 456

Bertobatlah wahai para Agamawan, sesungguhnya murka Allah lebih besar terhadap kalian, sebab kalian merupakan teladan bagi umat.

Ayat. 457

Janganlah kalian fitnah golongan lain sebagai golongan yang tak mempercayai dan mengimani Tuhan, padahal mereka korban dari kepentingan kelompok mu dan kelompok yang kau bela.

Ayat. 458

Ingatlah fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, bukankah kalian mempercayai kebenaran tersebut?. Namun mengapa kalian melakukan hal keji itu, demi meraih kekuasaan dan uang?.

Ayat. 459

Mengapa kalian dustakan ayat-ayat kami?. Sesungguhnya kalian adalah golongan yang membuat kerusakan di dunia ini, namun kalian tak menyadarinya, karena hati kalian telah buta.

Ayat. 460

Kekuasaan yang melenakan, membuat kalian lupa akan tanggung jawab pencerahan ditengah-tengah para umat dan kekuasaan yang penuh dengan uang, membuat kalian para pemimpin tega berbuat zalim, melakukan kecurangan serta menjalankan kebijakan yang menyimpang.

Maka tunggulah hukuman dari Tuhanmu di hari penghakiman kelak.

Ayat. 461

Wahai Hakim-hakim, hukuman apa yang kalian akan putuskan bagi manusia yang jujur dipermukaan namun curang didasar hati?.

Hukuman apa yang akan kalian jatuhkan kepada mereka yang mempermainkan dalil-dalil hukum dan menghalalkan cara untuk meraih kemenangan?.

Ayat. 462

Sekelompok manusia menciptakan hukum dan tatanan hukum, berdasar selera manusia kemudian bak anak kecil merobohkannya laksana istana pasir.

Apalah arti hukum dan keadilan bagi mereka?, Selain kemunafikan dan keremangan hidup.

Ayat. 463

Wahai Hakim-hakim jemputlah rasa keadilan laksana kalian menjemput cahaya matahari.

Dari keputusan yang kalian hasilkan dari hati nurani nan bersih dengan rasa penuh keadilan, maka engkau akan mengetahui bahwa  batu diatas tanah tak lebih mulia dari mahkota diatas kepala.

Ayat. 464

Pertimbangkan segala keputusan mu laksana memandang pohon yang memiliki banyak akar, laksana ayunan kapak, potonglah akar-akar kesia-siaan yang tak memiliki harapan hidup, namun biarkanlah hidup akar yang masih memiliki harapan.

Ayat. 465

Wahai Hakim-hakim, dan para pengacara, hukuman apakah yang pantas dijatuhkan Allah kepada wakilnya didunia sebab ia menukar keadilan dengan segenggam emas dan berlian?.

Laknat Allah akan jatuh kepada mereka dan mereka akan mendapat hukuman setimpal atas apa yang mereka kerjakan selama didunia.

Ayat. 466

Dan janganlah kau ahli tafsir menyatakan bahwa Allah bersemayam di Arrasy lalu duduk diatas singgasana.

Ketahuilah Allah Tuhanmu maha besar, kebesaranNya meliputi segala sesuatu, wujudNya tak terpikirkan.

Mustahil bagi Allah memiliki tempat bernanung atau duduk disebuah singgasana.

Langit memang tempat yang istimewa, sebuah tempat yang memiliki derajat yang tinggi, namun ketahuilah bahwa Allah mu itu dekat, sedekat urat leher.

Ayat. 467

Dan lihatlah kaum ulama dan rohaniawan saling mencaci maki dan saling mengolok-olok akibat berbeda pandangan, sesungguhnya mereka dalam kesesatan yang nyata, jauh dari nilai pencerahan bathin.

Hati mereka beriman, namun sesungguhnya mereka sedang mempermainkan ayat-ayat kami.

Dimana Marwah mereka (rohaniawan), apakah hilang akibat tingkah laku perbuatannya sendiri?.

Ayat. 468

Berikanlah maaf terhadap ulama yang merupakan dari golonganmu sendiri, atas semua olok-olok yang terjadi diantara kalian, sebab dia memiliki anak dan keluarga yang harus dihidupi, jangan kau masukkan dia kedalam penjara nan gelap dan membuat keluarganya menjadi telantar.

Siapapun pernah salah, khilaf dan berdosa, sekalipun dia seorang kaum Agamawan, maka berilah pengampunan.

Ayat. 469

Dan janganlah kalian menjadi bangsa yang pendendam, saling bunuh membunuh atas manusia lainnya mengatasnamakan agama.

Ayat. 470

Berkasih sayanglah, saling mengasihi diantara sesama mu, dan saling tolong menolong tanpa memandang keimanan.

Ayat. 471

Lihatlah dan belajarlah bagaimana Tuhanmu menghidupi dan mencukupi makhluknya tanpa membedakan, baik beriman, belum ataupun tak beriman kepadaNya.

Ayat. 472

Namun manusia kebanyakan lupa dan tidak mensyukuri atas karunia Allah yang diberikan kepadanya.

Ayat. 473

Harta benda yang kalian kumpulan sejatinya tidak akan membuatmu bertambah puas, melainkan akan selalu akan berasa kurang dan kurang, begitulah jika engkau tidak pernah memiliki rasa syukur.

Ayat. 474

Berbagilah kepada sesama atas rejeki yang kau dapat, sebagai rasa syukurmu atas segala Rahmat dan karunia pemberianNya yang tanpa batas.

Ayat. 475

Lihatlah cacing yang terdapat dalam rongga yang gelap atau seumpama makhluk yang berdiam di kedalaman samudra nan pekat, mereka memiliki rizkynya sendiri.

Begitulah perumpamaan jaminan rejeki dari Tuhanmu yang diberikan kepada makhluk-makhlukNya. 

Dialah Allah Tuhanmu, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ayat. 476

Lalu mengapa engkau merasa sedih akibat kemalangan-kemalangan yang hadir dalam hidupmu?, Berikhtiar lah lalu berdoa berharap berkah dari Sang Pemberi Hidup.

Ayat. 477

Percayalah Tuhan bersama kalian, jika kalian mengingatNya, menjalankan dan menjauhi segala laranganNya.

Ayat. 478

Jadilah saksi atas keberadaan Tuhan,bukan karena kesaksian umat dan cerita kaum agamawan dimasa lalu.

Ayat. 479

Carilah Allah Tuhanmu, yang bersemayam dalam relung jiwamu. 

Bersaksilah bahwa Dia meliputi segala sesuatu , Wujud yang berbeda dari ciptaanNya, tidak berawal dan tidak berakhir.

Ayat. 480

Lantas mengapa diantara kalian masih menyembah Aku dengan simbol manusia, hewan dan berbagai benda ciptaanKu, setelah pengetahuan tauhid sampai kepadamu?.

Ayat. 481

Tidakkah kalian mengambil hikmah, dari Musa dan utusan-utusan lain yang hadir di tengah kalian, selain memberi peringatan dan jalan yang lurus, sebuah ajaran umat-umat terdahulu sebelum kamu?.

Mengapa kalian berpaling setelah pemahaman tauhid sampai kepada kalian?.

Bukankah Aku Allah Tuhanmu, tidak ada illah-illah lain selain Allah.

Ayat. 482

Mengapa kalian dustakan ayat-ayat Ku,  bukankah ayat-ayat Tuhan , sesuatu yang pasti, tidak dapat dipalsukan?.

Lantas mengapa engkau masih berpaling dari jalan kebenaran?.

Ayat. 483

Merugilah manusia yang telah diberi cahaya terang namun menghindari jalan terang, tetapi lebih memilih jalan yang gelap.

Itulah perumpamaan hati, janganlah kalian membohongi nurani, sebab kebenaran dari Allah Tuhanmu adalah mutlak, firmanNya akan menyapa jiwa-jiwa yang mati, hingga kembali hidup dan menjadi terang bagi manusia lainnya.

Ayat. 484

Firman Allah akan menjadi penyejuk bathin mu, laksana tetumbuhan yang terkena hujan dari masa kemarau yang panjang.

Jiwa yang kering kerontang akan kembali pulih dan penuh kesejukan.

Demikianlah janji Tuhan, bagi mereka yang beriman.

Ayat. 485

Ikutilah jalan yang lurus seperti yang telah diajarkan moyangmu Ibrahim, sembahlah Allah Tuhanmu, bukan Tuhan ciptaanmu.

Ayat. 486

Ambilah hikmah dari rohaniawan kepausan di masa lalu, mereka membangun istana megah yang diambil dari surat penebusan dosa, mereka menyidang jenazah, hidup dengan para gundik-gundik dan berbagai prilaku gelap lainnya.

Kritislah dengan para alim ulama dan rohaniawan di tengah-tengah kalian, tegurlah jika mereka menyimpang, sebab mereka manusia biasa seperti kalian.

Janganlah kalian mengkultuskan mereka dan menyanjung puji mereka, sebab segala sanjung puji hanya milik Allah semata.

Ayat. 487

Jadilah umat yang kritis dan tercerahkan,  janganlah seperti domba yang digiring menuju rumah jagal, di peras tanpa sisa oleh para rohaniawan, hingga menyisakan kegetiran dan kemalangan hidup.

Ayat. 488

Jadikanlah Tuhanmu satu-satunya gembala dan kenallah Tuhan itu sebagai wujud yang esa, dan janganlah kalian angkat Yesus putra Maryam sebagai Tuhan, sebab Allah mu itu esa, janganlah kau sembah illah-illah lain selain Allah.

Ayat. 489

Yesus dan Maryam sebagai manusia yang fana kelak akan tiada, namun Tuhan mu kekal hidup bersama firman.

Ayat. 490

Lantas mengapa kalian masih mendustakan keesaan Allah?, Jadilah pengikut nabi-nabi pengusung tauhid lainnya ,jangan kalian ikuti ajaran Paulus dan menyebut Tuhan tiga dalam satu, dan berbagai bilangan lainnya, sesungguhnya Allah itu esa, tidak beranak dan diperanakkan, tidak berawal dan berakhir, ketahuilah kebesaranNya meliputi segala sesuatu.

Allah Raja Semesta, berkuasa atas raja-raja dan segenap makhluk-makhluk ciptaanNya.

Ayat. 491

Wahai manusia dan seluruh mahluk yang ada di bumi dan dilangit, sembahlah hanya kepada Allah semata, jangan kau dustai keilahianNya, dengan menyerupakan wujudNya dengan berbagai rupa makhluk ciptaanNya.

Ayat. 492

Kenallah Tuhanmu, Allah yang Maha Suci, Allah Yang Maha Besar, Tuhan yang juga bersemayam dalam dirimu, maka bangunlah kuil pemujaan di hati kalian, dan menyatulah dalam cahaya KeterpisahanNya.

Ayat. 493

Janganlah kalian cemari ajaran tauhid moyangmu Ibrahim dengan ajaran sesat warisan agama pagan dimasa lalu.

Ayat. 494

Jadilah kekasih Allah, jangan menjadi budak-budak keagamaan ,jadilah makhluk yang tercerahkan.

Ayat. 495

Matilah dengan memegang teguh nilai tauhid, jangan kau sekutukan Dia dengan tuhan lainnya. 

Ketika ia mengucapkan, Eli Eli Lama sabaktani,  Allah Allah mengapa Engkau meninggalkan aku, sesungguhnya itu adalah permohonan seorang hamba kepada Pencipta-Nya.

Ayat. 496

Dan janganlah kalian mendebat perihal kematiannya di tiang salib atau diangkat ke surga, sesungguhnya yang bernyawa kelak akan mati, dan manusia akan mengalami kematian dalam hidup sebelum menghadapi kematian dalam arti yang sesungguhnya.

Ayat. 497

Beritakanlah dan sampaikanlah firman Tuhan dengan utuh dan tanpa rasa takut.

Belajarlah dari Musa yang menentang tuhan-tuhan Firaun, dan ia dianggap menista agama yang ada dizamannya.

Belajarlah dari Yesus dari Nazareth yang memporak-porandakan kotak-kotak persembahan di rumah Tuhan dan ia dihakimi karena menghujat para rabi dan nilai ketuhanan.

Belajarlah dari Muhammad yang menentang keilahian Isa Al-Masih dan menghancurkan berhala-berhala yang ada dizamannya.

Mereka dipuja sekaligus dihukum dan dianiaya , mereka didengar sekaligus ditertawakan dan dihina, mereka dianggap nabi sekaligus dianggap gila, itulah ujian didalam mewartakan ajaranNya.

Allah meneguhkan hati dan keimanan mereka, dan mereka adalah utusan-utusan Nya yang memegang teguh nilai tauhid.

Ayat. 498

Berimanlah dengan benar jangan sebatas mulut, sebab keimanan yg sebatas mulut itu laksana keimanan pohon Ara, kering tanpa menghasilkan buah.

Ayat. 499

Dan kalian Bani Israel, jangan lagi kalian menyembah dewa baal, bersaksilah bahwa Allah itu esa. Janganlah lagi kalian membuat sapi emas, atau seumpama dari itu, dengan maksud menyekutukanNya.

Ayat. 500

Jauhilah segala daya dan upaya untuk menyekutukan dan memikirkan kebesaran Tuhanmu.

Sucikanlah dari hal yang demikian itu, sebab Allah Tuhanmu maha suci atas hal-hal nista yang kalian telah perbuat.

Bertakwalah, jalankan perintahNya dan jauhilah laranganNya.

Semoga kalian dalam kumpulan umat-umat Nya yang beruntung dan berada dalam surgaNya yang kekal.

Ayat. 501

Katakanlah bahwa Allah meliputi segala sesuatu, janganlah kalian menyangka bahwa Allah bersemayam dilangit, bernaung serta duduk di singgasana atau seumpama dari itu.

Benar apabila langit memiliki kedudukan tertinggi namun Allah Tuhanmu Maha Besar meliputi segala, tidak ada kubah-kubah langit yang mampu memayungi kebesaranNya.

Begitulah adanya Dia, keberadaanNya tiada banding.

Ayat. 502

Dan apabila datang sebuah peringatan kepadamu, maka dengar dan ikutilah, jangan kalian ikuti perbuatan moyangmu dimasa yang lalu yang telah berpaling dariNya

Ayat. 503

Begitulah ketentuan dari Tuhanmu semoga engkau salah satu dari umatnya yang selalu menjaga nilai tauhid dan mengasihi diantara sesama mu.

Ayat. 504

Janganlah berbuat kehancuran ditengah-tengah masyarakat mu, hiduplah secara tertib dan teratur.

Patuhi pemimpin mu dan bagi para wakil rakyat, suarakanlah aspirasi keinginan rakyatmu dengan bijak.

Janganlah kalian menjadi bara api yang membakar satu sama lainnya. Jadilah jawaban atas persoalan, jangan membuatnya kian keruh.

Ayat. 505

Rawatlah kedamaian, bekerjasamalah diantara sesama mu, saling kasih mengasihi tanpa memandang perbedaan.

Ayat. 506

Buatlah tempat peribadatan secara sederhana, jangan berlebihan, sebab memberi tempat berlindung bagi kaum miskin adalah lebih baik, daripada membangun kuil-kuil pemujaan.

Sebab hati kalianlah tempat pemujaan yang sesungguhnya.

Tuhanmu tidak memerlukan tempat pemujaan nan megah, hati yang selalu mengingat kepada Nya, adalah tempat Sang Wujud Sejati berada.

Ayat. 507

Wahai manusia buatlah hukum-hukum dengan nafas keilahian yang lebih beradab dan sesuai dengan etika di zaman mu.

Janganlah kalian jadikan sebuah pedoman hukum dan tata kelola masyarakat yang sekiranya telah  berlaku di zaman bar-bar, lalu kalian terapkan dizamanmu, sebab  tingkat peradaban dan kecerdasan manusia, serta tantangan hidup di tiap zaman tentulah berbeda.

Ayat. 508

Wahai kaum beriman, tidakkah kalian curiga terhadap ayat-ayat yang sekiranya diakui datang dari Tuhan, namun terikat lokasi, budaya, hewan , buah-buahan dan waktu dimana nabi itu di utus?.

Bukankah Tuhanmu memiliki pengetahuan yang ada di semesta ini, namun mengapa mengambil perumpamaan-perumpamaan yang sangat terbatas?.

Mungkinkah Tuhan Yang Maha  Segalanya, Pemilik Segala Pengetahuan, namun  memberikan sebuah  perumpamaan yang sangat normatif dan dangkal?.

Ayat. 509

Wahai kaum beriman,  tidakkah kalian menaruh curiga terhadap ayat-ayat yang seolah menggambarkan bahwa Allah Tuhanmu- memiliki sifat pengancam, pendendam, sinis dan pemarah?.

Bukankah hal demikian sifat manusia yang sedang geram terhadap masyarakat nya?.

Adakah diantara kitab-kitab suci itu yang menyapa manusia yang tinggal di kutub Utara dan selatan, bukankah mereka umatNya juga?.

Akal manusia terbatas namun tidak dengan Tuhanmu.

Ayat. 510

Berterima kasihlah pada agama, sebab agama merupakan langkah awal untuk memperkenalkan kebesaran Tuhan pada manusia.

Ayat. 511

Wahai kaum beriman, mengapa kalian selalu mengklaim penemuan para ilmuwan telah ada dalam ayat-ayat kitab suci diantara kalian ?.

Bukankah Tuhanmu memberikan akal, maka carilah ilmu, perbaiki kualitas peradaban mu.

Ayat Tuhanmu bukanlah ayat-ayat mati, ambilah hikmah dan pembelajaran darinya namun jangan kalian kecilkan anugerah akal yang Tuhan berikan pada kalian.

Ayat. 512

Akulah Allah Tuhan mu, Aku berfirman kepadamu wahai seluruh umat manusia melalui perantaraan nabi-nabi ,rasul dan tanda-tanda alam.

Mengapa jiwamu mati?, Hidupkanlah dan bersihkanlah jiwamu ,maka engkau akan menerima cahaya kebenaran.

Ayat. 513

Ruh Kudus telah bersuara dalam sanubari ku, namun aku bukanlah firman yang menjadi daging, aku tetaplah manusia yang memiliki nafsu hewani.

Allah tetaplah Allah, Wujud yang kekal, Dia berfirman sejak awal hingga akhir kehidupan, begitulah kebesaranNya.

Ayat. 514

Lantas mengapa kalian menyebut Yesus putera Maryam sebagai Allah?. Ajaran siapakah yang telah menyesatkan banyak domba hingga mereka terjatuh dalam jurang yang dalam?.

Ajaran para nabi, selalu mengajarkan bahwa Allah itu esa, janganlah kalian menyembah illah-illah lain selain allah, demikianlah perjanjian moyangmu kepada Allah Tuhanmu.

Ayat. 515

Wahai Hakim-hakim, para rabi, ulama, pastur dan para rohaniawan, mengapa kalian lembagakan ajaranKu, sehingga manusia menjadi terpecah-belah dan saling membenci satu sama lainnya sebab berbeda keyakinan?.

Bukankah beragam Wujud yang mereka sembah sesungguhnya tertuju hanya kepadaKu?.

Ayat. 516

Tidakkah kalian mengambil pelajaran dariKu, Aku mengasihi manusia tanpa memandang perbedaan, karena begitulah Aku, kasih kemuliaan-Ku tanpa batas, tercurah kepada manusia yang beriman, belum ataupun yang tak beriman.

Lantas mengapa kalian merantai kaki-kaki manusia dan memasungnya dengan aturan-aturan yang seolah datangnya dari Allah?.

Ayat. 517 

Tuhanmu memerdekakan manusia, Tuhanmu menerangkan jalanmu, Tuhanmu menginginkan kamu menjadi kekasihNya, bukan menjadi budak-budak Nya.

Lantas mengapa kalian mempersulit langkah kaki umat?, memperbudaknya dengan Dalil-dalil yang seolah datang dari Tuhan dan memerasnya tanpa sisa, menyisakan kegetiran dengan sedikit pencerahan.

Ayat. 518

Inikah yang dinamakan rumah Tuhan atau bait Allah?.  Kalian menyebutnya masjid, gereja , sinagoge, wihara dan kuil-kuil suci pemujaan, namun sejatinya kalian sedang memenuhi kotak-kotak amal yang kalian buat, sejatinya kalian tidak peka terhadap sekeliling kalian.

Kalian hitung-hitung uang disetiap akhir khotbah, menyimpannya rapat-rapat, dan membiarkan orang miskin dan lapar yang ada disekeliling kalian.

Ayat. 519

Rumah Tuhan terbuka bagi mereka yang miskin, lapar dan tak memiliki tempat untuk berteduh.

Lewat mereka yang tertindas, sejatinya Tuhan hendak berbicara.

Lewat rintihan tangis mereka sejatinya Tuhan hendak menolong mereka.

Maka tolong dan bantulah mereka, yang sedang tertimpa kemalangan hidup.

Tuhanmu tidak memerlukan tempat pemujaan yang megah, sebab hati kalian adalah tempat pemujaan yang sesungguhnya.

Ayat. 520

Tidaklah bermanfaat kuil pemujaan yang megah sementara sekeliling kalian penuh dengan masyarakat yang miskin dan tertindas.

Bangkitkanlah mereka dari keterpurukan , angkatlah mereka dari kesusahan, itulah pondasi keimanan yang sejati.

Ayat. 521

Suatu saat bangunan-bangunan megah itu akan roboh dimakan zaman, namun amal baikmu di dunia akan tercatat dan berbalas- dalam surgaNya yang kekal.

Ayat. 522

Wahai manusia berhentilah jadi budak-budak keagamaan, jadilah manusia yang tercerahkan.

Cintailah sesama manusia tanpa membedakan asal usul dan keimanan.

Ayat. 523

Ikutilah ajaran moyangmu Ibrahim, ajaran yang lurus, ajaran yang mengesakan Allah, dan janganlah kalian menyembah tuhan lainnya dan mensekutukanNya dengan makhluk ciptaanNya.

Sesungguhnya Dia berbeda dengan ciptaanNya.

Adalah benar Dia menciptakan manusia dengan citraNya, namun Dia berbeda dengan makhluk-makhlukNya.

Ayat. 524

Dia adalah segalanya , aku ada dalam Dia. Dan janganlah kalian menyambut kedatangan mesias dengan fitnah-fitnah Dajjal bermata satu.

Mesias datang dengan membawa damai dan kesejahteraan bagi dunia. 

Dia adalah raja, namun Allah mu adalah Raja diatas raja.

Ayat. 525

Mesias akan meluruskan sesuatu yang menyimpang, mendamaikan Yerusalem, menjadi terang bagi dunia. 

Manusia berduyun-duyun menghampirinya. Kemudian diantara kalian menyebutnya Dajjal, sebab menyakini mesias turun di Damaskus.

Katakanlah sudah merupakan kehendak Tuhanmu seorang mesias lahir dari suku bangsa dan berada dimana.

Imanilah ia ,selama membawa tanda-tanda mukjizat, tinggalkan sekiranya ia merupakan mesias palsu yang mengaku-ngaku utusan Allah.

Mesias asli akan menggetarkan relung-relung jiwa dan mengguncang keimanan.

Ayat. 526

Mesias itu bagian dari masyarakat mu, ia pun seorang yang tak luput dari dosa sepertimu, begitulah fitrahnya menjadi seorang manusia, sebab ia bukan malaikat yang tanpa cela.

Musuh yang dikasihi dan hendak diluruskannya bukanlah sosok, melainkan simbol bermata satu.

Kedatangannya menyelamatkan dan memberi keadilan bagi seluruh umat manusia.

Dia ditunggu oleh Yahudi, Kristen dan Islam.

Ayat. 527

Kemanapun ia pergi, orang berbondong-bondong mengikutinya, berharap kesembuhan dan mukjizat kepadanya.

Dunia tertuju kepadanya, sebagian dari kalian berteriak dan menangis, “Inilah akhir dunia, umat manusia akan dihakimi akan dosa-dosanya”.

Kemudian kalian tangkap dia, dan menyelediki keMesiasannya.

Ayat. 528

Katakanlah Sang Mesias tidak membutuhkan pengakuan, sebab ada ataupun tidak mesias ditengah-tengah kalian, kalian akan tetap mengingkarinya.

Mukjizat terbesar adalah terbukanya kesadaran, timbulnya pencerahan.

Ayat. 529

Diantara kalian menuntutnya memperlihatkan mukzijat yang telah diperlihatkan nabi-nabi terdahulu.

Bukankah nabi yang terdahulu tetap kalian bunuh, walau tanda-tanda mukjizat telah sampai kepada kalian.

Ayat. 530

Dunia gocang akan kehadirannya, manusia memberitakannya tanpa henti, mereka yang mengimaninya akan mengikuti kemana ia pergi.

Sebagian lagi, membawa orang-orang yang sakit berharap mukjizat kesembuhan.

Katakanlah kepada mereka, engkau datang untuk menyembuhkan jiwa yang mati, engkau datang untuk menegakkan tauhid yang telah melenceng.

Ayat. 531

Datanglah ke bait Allah yang telah dipersiapkan  Bani Israel kepadamu dan jadilah raja bagi dunia.

Ayat. 532

Tergenapilah nubuatan Allah Tuhanmu, dalam beberapa masa kehidupan di bumi penuh Dengan kedamaian.

Ayat. 533

Ketika ia sampai ke pintu gerbang Yerussalem, dilewatinya makam-makam itu.

Baginya kuburan bukanlah sesuatu yang najis, sebab ia yang mati tidaklah mati, jiwanya tetaplah kekal.

Ayat. 534

Maka ia berbicara pada umat yang mengimaninya, dan berkatalah ia, “Sesungguhnya aku datang tidak mengatasnamakan agama tertentu, aku datang untuk mendamaikan dunia”. “Jadilah satu umat Tuhan, sesungguhnya kalian semua adalah bersaudara”.

Ayat. 535

Menarilah bangsa itu dan bersuka cita, katanya; “Elohim hadir bersama kita, kemuliaannya selalu menyertai bangsa ini,  Mesias telah hadir bersama kita!”.

Maka datanglah para imam berpakaian efod,  menyambut sang Mesiah lalu merekapun memasuki bait Allah.

Ayat. 536

Datanglah berbondong-bondong berbagai bangsa untuk menemuinya. 

Penuhlah sekitaran bait Allah dengan berbagai ragam manusia.

Sebagian lagi menunggu ucapan-ucapannya, sebagian menanti mukjizat, sebagian lagi ada yang berteriak mencaci maki, katanya “Siapapun yang mengikuti Dajjal sesungguhnya dia telah keluar dari agama Allah!” .

Terjadilah kerusuhan diluar kota Yerusalem, mereka yang menolak menganggapnya Dajjal.

Tiba-tiba sesuatu menjadi gelap, maka meredalah kerusuhan itu. Manusia menjadi tunduk akan kuasaNya.

Ayat. 537

Bersyukurlah bangsa itu, mesias yang dijanjikan Allah telah datang. Dibukalah pundi-pundi emas mereka , yang lapar di beri makan, yang tak memiliki rumah diberinya rumah, hutang bangsa-bangsa dihapusnya.

Begitulah anugerah kedatangan dari sang mesias, atas ijin Allah merahmati manusia dibumi. Semua makhluk ikut berbahagia dan merayakan kedatangannya.

Ayat. 538

Lalu berkatalah mereka pada Messiah, apakah engkau turun kembali kedunia, sebagai anak Tuhan yang telah dijanjikan untuk menebus dosa manusia?. 

Maka berkatalah ia, “Terpujilah YHWH, Allah orang Israel, Allah segala bangsa, Allah yang Esa!. Shema Israel!,  janganlah kalian menyembah illah-illah lain selain Allah, Dia adalah Tuhan yang Maha Kasih dan Maha Penyayang, mengampuni dosa-dosa manusia yang dikehendakinya selagi dia mau bertobat, maka bertobatlah agar kalian memperoleh karunia”.

“Akulah Messiah, aku seorang utusan dan aku bukanlah tuhan”

Ayat. 539

Lalu berteriak lah mereka kepadanya, ” dia Anti Kristus, dia bukan Messiah yang kita nantikan!”.

Maka terjadilah kerusuhan dan kekacauan di berbagai kota di Yerusalem dan didunia, mereka menggelorakan semangat anti Yahudi.

Dan mereka berkata, “mereka yang telah mensalibkan Yesus di tiang salib, hari ini telah membuat pengakuan bahwa dia bukanlah Kristus Sang Juru Selamat yang di janjikan bagi kita!”.

Ayat. 540

Sebagian lagi mereka berkata, “Mereka semua adalah pengikut Dajjal, perangilah mereka sebagai bentuk jihad di jalan Allah, sesungguhnya mereka adalah orang-orang kafir !”.

Ayat. 541

Terjadilah perseteruan antar bangsa-bangsa, diantara mereka ada yang mengaku sebagai imam Mahdi dan mesias-mesias baru.

Dan memimpin untuk melakukan peperangan, maka terjadilah perang besar antar bangsa. Senjata pemusnah massal digunakan.

Berbulan-bulan matahari tak menampakkan sinarnya karena tertutup debu. Udara tercemar unsur-unsur yang beracun.

Sebagian besar umat manusia musnah dalam peperangan, sebagian kecil selamat hidup dalam gua persembunyian,  kelaparan dan hidup dalam kesusahan.

Sebagian kecil selamat dan berhasil menyelamatkan sisa-sisa peradaban manusia di luar bumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *