Perjamuan CInta

love

Saat kau hadir dalam peraduan cinta…

Kau bersandar dipudakku dengan penuh kasih..

Jemari mu dengan sigap menuangkan cawan air mampu menghilangkan dahaga cinta…

Sebuah dahaga yang mungkin telah kering selama berabad-abad…

Kita saling berbicara dan bercanda seharian,seolah tak pernah berbicara dengan makhluk lainnya…

Lalu kau melangkah menuju belakang sangkar abadi…menyalakan tungku cinta yang seolah nyala apinya tak akan pernah padam….

Kau iris dedaunan ,mengolahnya dalam periuk cinta…serta menyajikannya dalam wadah ketulusan …

Saat itu aku membelai rambutmu ,sambil berkata :

Engkau wanita terindah yang pernah aku lihat…

Keanggunan mu laksana angsa yang sedang berenang di kolam air nan jernih…

Tak jemu aku memandangmu, karena saat itu aku seperti melihat ibu bumi yang menaburkan bibit-bibit taman kehidupan…

Sebuah taman yang kelak ditumbuhi bunga-bunga cinta yang bermekaran di dasar hati..

Aku laksana petani mawar yang sedang rehat dalam perjamuan nan kudus…

Kau duduk disampingku sambil berujar: mari makan dan syukurilah apa yang kau ambil dari perut bumi…

Lalu ku berkata, terima kasih atas segalanya…

Ini adalah sesuatu yang ajaib bagi hidupku…sesuatu yang indah dan sebuah kehormatan jika aku bisa menikmati sajian cinta yang kau hidangkan untukku..

Lalu engkau berkata, apakah enak ?..

Bagiku apapun yang kau buat..selama dibuat dengan cinta, selama itu pula aku mensyukurinya…

Laksana tanah kering yang tertimpa hujan yang datang tiba2…. hingga tumbuh bunga2 diatasnya..seumpama itulah rasa bahagiaku…tak dapat terlukiskan dengan kata2…

Aku menangis haru dalam hati,dan dari percikan airmata ku itu, ingin ku ukir sajak2 indah untukmu,sebagai tanda kasih untukmu…

Hartono benny hidayat
Www.duniasastra.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

error: Content is protected !!