Nabi Alia

angel

(Bagian 1) Alkisah sebelum agama tercipta…lahirlah seorang pemuda,di sebuah lingkungan yang barbar.masyarakatnya gemar berjudi,bunuh2an,mabuk2an dan sex bebas….ia resah akan keadaan masyarakatnya,maka ia mengasingkan diri,memikirkan kira2 apa yg bisa mengarahkan pola hidup masyarakatnya agar hidup lebih teratur dan beradab.langkah pertama; ia memikirkan apa yg kira2 masyarakat bisa takutkan dan bisa tunduk pada aturan yg ada serta menciptakan tata kelola kehidupan baru yang lebih santun dan beradab.ia harus memikirkan sosok raja abadi,sesuatu yang tak mati,abadi,dan mencipta segala sesuatu di alam semesta.maka terciptalah konsep kesadaran akan keberadaan “Tuhan” …kala itu konsep sang pencipta belum memiliki nama,ia bisa berbentuk macam2 tergantung karakter budaya setempat.bangsa pelaut mungkin menganggap bulan adalah dewa,bangsa agraris mungkin menganggap matahari sebagai dewa/tuhan.dengan bahasa primitif sang pemuda mengajak sukunya untuk menutup alat kelamin mereka dengan daun atau kulit binatang.dia juga melarang sukunya untuk membunuh tanpa sebab,karena dewa akan marah dan membalas kejahatan yg mereka lakukan setelah mereka mati kelak….begitu juga dengan larangan mabuk2an dan sex bebas..sang pemuda menilai bahwa itu prilaku hewan yg tidak mungkin di lakukan oleh jenisnya (spesies manusia).sang pemuda di tertawakan masyarakatnya dan di anggap gila.ia adalah sosok pemuda yg memiliki pemikiran filosofis dan pandai merangkai kata yang merupakan bakat mutlak dasar kenabian.tanpa mengenal lelah ia mengabarkan nilai2 baru dan ajaran pada masyarakatnya yg ia dapat dr suara kalbu/bathin yg bergema dalam sanubarinya…

(Bagian 2).Pemuda itu bernama Alia,ia adalah sosok visioner,ia memiliki konsep2 peradaban atau ide2 ratusan atau bahkan ribuan tahun kedepan,melebihi pemikiran tetua sukunya.hal pertama ia membagi suku2nya menjadi beragam profesi,mulai dari dukun penyembuh, petani,pemburu dan pelaut….dialah yg memberikan norma etika dalam.kehidupan masyarakatnya seperti cara pakaian yg dikenakan para lelaki dan wanita,mengajarkan cara menyembah dan memberi penghormatan pada dewa, dan mengajarkan etika kehidupan2 lainnya..tanpa ia sadari sebenarnya inilah cikal bakal profesi kenabian,yg merupakan profesi tertinggi dan paling mulia di masanya…

(Bagian 3).Tetua suku memanggil sang pemuda…”apa yg kau wartakan anak muda,kegilaan masa muda apa yg sedang kau alami?.apakah kau sedang patah hati di tinggal sang kekasih?,oleh karena itu keluar mantra ajaib dari bibir mu?”…sang pemuda menjawab,entahlah bapak tetua,ada suara2 aneh yang menuntunku,ia mengajarkan aku akan berbagai hal..sesuatu yang tidak bisa aku jelaskan,laksana orang tuli jika diperdengarkan musik,maka ia akan mendustakan,dan meniadakan realitas suara,sebuah pengalaman yg tidak bisa dilukiskan tapi di rasakan “….”kau sebut apa itu anakku?”ujar kepala suku….”ini adalah suara bathin tetua,suara ghaib yg entah dr mana datangnya,sesuatu yang abstrak,aku harus memberinya nama agar ia mudah untuk diwartakan dan di sebarkan oleh pengikut2 ku…aku menyebutnya “agama”…dengannya aku memiliki identitas dan pembeda,tp hati kecilku berkata sebenarnya ia tak bernama (cikal bakal spiritualitas)…namun aku harus menamainya sebagai agama dan aku akan menciptakan profesi rabi/pendeta/ulama,sistem tata cara ibadah dan kitab2 wahyu dari Sang dewa…walau sebenarnya aku tidak suka agama,karena ia akan mengkotak2an jenis manusia darinya kelak sumber kedamaian dan konflik tercipta,manusia mengkafirkan manusia yg lain…

(Bagian 4).Di usia 30an,Alia mengabarkan bahwa ia nabi dan rasul yang di utus Tuhan/dewa..maka terjadilah pertentangan di masyarakatnya,sebagian ada yg menganggapnya penipu,orang yg gila dll.bahkan ada sekelompok anggota suku yg berusaha membunuhnya..Namun bukan Alia namanya jika dia tidak dapat membentengi dirinya dengan kekuatan militer,seorang nabi haruslah memiliki jiwa kepemimpinan/politik yg kuat…tanpa harus turun tangan,pembangkang2 tersebut dihancurkannya….sejak saat itu Alia resmi menjadi nabi dan rasul di sukunya,dan ia mulai menyiarkan agama barunya kepada suku dan masyarakat luar yg menjalin perdagangan dengan sukunya..

(Bagian 5) Setelah agama barunya menyebar luas,terjadilah konflik dengan peradaban lainnya…ada beberapa suku yg telah menciptakan sistem kepercayaannya sendiri seperti menyembah pohon,batu ataupun hewan (cikal bakal animisme dan dinamisme)..terjadilah peperangan atas nama agama/kepercayaan,ratusan manusia mati sia2 saling bunuh2an ,antar manusia saling membenci atas nama kebenaran yang tunggal….Nabi Alia menangis ; bukan keadaan ini yg ia cita2kan….ia meratapi wanita dan bayi tergeletak tak bernyawa,rumah2 yg terbakar,dan dampak dari perang suci ini mengakibatkan banyak pemuda mengalami cacat permanen akibat mempertahankan klaim kebenaran yg di yakininya.

(Bagian 6) Nabi Alia merevisi ajarannya, diam-diam ia mulai mengubah haluan ajarannya yang tadinya berkonsep kelokalan/kesukuan menjadi universal. Ia sedang memikirkan nilai-nilai ajaran universal yang bisa di terima suku ataupun jenis kepercayaan lainnya di dunia tanpa ada benturan yang berarti.Sejak saat itu ia mulai mewartakan wahyu/ajaran kepada masyarakatnya,sedikit demi sedikit ia mampu menjawab berbagai tantangan di zamannya.Ucapannya banyak di contoh dan dikutip masyarakat ,ada yang di tulis di dinding goa, di catat di kulit binatang dll.Tahun demi tahun berlalu,tanpa sadar ucapannya telah mencapai ribuan lembar,maka terciptalah kitab suci yang pertama…

 

(bagian 7) Khutbah pertama sang nabi..

AKU BUKANLAH PENYAIR, AKU HANYALAH SESEORANG YG SEDANG MENCARI BENTUK, WUJUD ASLINYA SENDIRI

Dikeheningan malam aku telah berjalan , menyusuri lorong-lorong kotorku dan ruhku juga telah memasuki rumah-rumah kalian . Detak-detak jantung kalian juga berdegup didadaku , dan nafas-nafasmu menghembus pula di hidungku.

Dan aku bukanlah seorang penyair aku hanya sekedar mengucapkan rangkaian kata tentang sesuatu yang sebenarnya kalian sendiri telah tahu didasar alam pikirmu.

Diantara kalian ada yang menyebutku angkuh , hanya mementingkan kegemaranku menyepi dan mengatakan kepadaku : ” Ia berbicara dengan tetumbuhan dan para satwa ,bukan dengan kita manusia . Seorang diri ia duduk dipuncak-puncak perbukitan memandang rendah pada kota dan kehidupan”. Sebagian yang lain diantara kalian berbicara kepadaku meski tanpa kata-kata : ” Ia orang yang aneh , orang ganjil , pencinta keluhuran yang tak teraih, untuk apa bermukim dipuncak-puncak gunung tempat elang bersarang, dan mengapa pula mencari sesuatu yang wujudnya belum pasti ?”…”Angin apa yang hendak kau tangkap dalam jala-mu . Burung ajaib manakah yang ingin kau jaring dilangit biru ?!…Kemarilah engkau bersatu dengan kami , turunlah bersama kita akan berbagi roti , dan lepaskan hausmu dengan anggur-anggurku !”

Memang aku telah mendaki “puncak-puncak perbukitan” dan sering pula aku mengembara dalam “kesunyian ” hutan.tapi aku juga akan tetap dapat mengamati kalian tanpa perlu “turun” dari puncak pegunungan.

Kesunyian jiwa telah menyebabkan mereka melontarkan kata-kata itu, namun apabila kesunyian itu mendalam lagi, maka mereka akan dapat mengerti, bahwa apa yang aku cari adalah rahasia terdalam jiwa manusia ,dan yang aku buru adalah sukma agung manusia yg menjelajah kesegala penjuru semesta.

Dan Kesunyian itulah yang menuntunku melangkah menuju “lorong penderitaan” sekaligus teman keagungan spiritual…..

Aku orang yang percaya sekaligus peragu, betapa seringnya jariku menekan lukaku sendiri sekedar untuk menghayati nilai kebenaran . Dan keyakinanku berkata manusia itu tak terkurung dalam raga dan jasad yang merangkak mencari kehangatan matahari, bukan pula penggali terowongan untuk mencari perlindungan, melainkan ruh yang merdeka-jiwa yang meliputi cakrawala dunia . Jika kata-kataku memasuki samar, kalian tak perlu gusar karena asal mula segala sesuatu adalah samar , meskipun akan jelas pada akhirnya.

Sebab apakah pengetahuan itu jika bukan bayangan dan pengetahuan yang terpendam bisu. Pikiran kalian dan jalinan kata-kataku, digetarkan oleh gelombang yang satu ,terekam dan terpatri diantara hari-hari dan masa silam yang telah berlalu , sejak bumi belum mengenal dirinya sendiri dan kegelapan belum terkurung oleh pekatnya malam .

Pahamilah kata-kata orang bijak dan laksanakan dalam kehidupanmu sendiri . Hidupkanlah kata-kata itu , tetapi jangan pernah memamerkan perbuatan -pebuatan itu dengan menceritakannya, karena dia yang mengucapkan apa yang tidak dia pahami , tidak lebih baik dari seekor keledai yg mengangkat buku-buku.

Jangan pernah menyesal karena kalian ‘buta’ dan jangan pernah merasa kecewa karena kalian ‘tuli’, sebab dipagi ini fajar pemahamanmu telah merekah untuk kalian didalam mencari rahasia kehidupan . Dan kalian akan mensyukuri segala gulita- sebagaimana kalian mensyukuri terang cahaya.

Dan segala yang “tak berbentuk” selalu berusaha mencari “bentuknya”, seperti berjuta-juta bintang yang menjelma menjadi matahari…

Dan kulihat…….Kehidupan itu bersifat dalam , tinggi dan jauh , hanya wawasan luas dan bebas yang dapat menyentuh kakinya , meski sebenarnya ia dekat !.

Banyak sudah orang bijak yang telah mendatangi kalian untuk mengajarkan hikmat dan pengetahuan . Dan aku datang untuk mengambil hikmat itu dan lihatlah kutemukan sesuatu yang tak ternilai didasar hati, laksana air pancuran yang melegakan jiwa.

Setiap kali aku datang ke air pancuran itu , dikala dahaga hendak membasahi kerongkongan , aku dapatkan air itu sendiri tengah kehausan -dia meminumku selagi aku meminumnya.

 

bersambung…..

 www.duniasastra.com oleh hartono benny hidayat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

error: Content is protected !!