Duhai kekasih…Tanpa dirimu disampingku, langit bagai tak berbintang , laut tak bertepi…semua seakan berjalan tanpa makna..karena engkaulah sumber inspirasiku-mata air kerinduanku..

Manakala jiwaku merintih dalam bayang kematian, dirimu hadir dan menampakkan wujudnya dari jiwaku…

Aku bersyukur kepada langit yang telah memberiku setetes air di gurun hampaku, Ia-lah yang memberiku mata air kesejukkan; memberiku ‘ibu” dari segala bunga, yang kesegarannya telah bersemi dan terangkai indah dikedalaman jiwaku

Duhai kekasih hati…seandainya jasadku telah bersatu dengan tanah…kan kugenggam sebentuk cinta ini , kan kusimpan dan kubingkai direlung hati nan abadi.

Tahukah kau kekasih,….

Sejak kita bertemu untuk pertama kali, bayangmu tak pernah lepas dari ingatanku..engkaulah ilham bagi semua syair yang kugubah…Engkaulah yang menghadirkan cinta dihatiku, cinta yang hadir tanpa ungkapan kata, yang muncul dari dasar hati -yang hanya dapat dikunjungi oleh kesucian jiwa….

Wahai kekasih…kehadiranmu laksana hujan berkah dari langit yang menghidupi pohon-pohon layu jiwaku dengan senandung airmata kebahagiaan, Engkaulah menara kekuatan bagi diriku untuk mengarungi derasnya ombak kehidupan

Saat hati ini telah terpikat , kuingin rasa ini terus ada, Ku mohon jagalah sebentuk cinta ini agar tetap bersemi dan berbunga ditaman hati

Jadilah bungaku dan tunjuklah aku sebagai kumbang bagi mahkota cintamu.

2002
www.duniasastra.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *