Aku adalah kupu-kupu , aku dan bunga adalah sepasang kekasih.
Angin kehidupan mempertemukan dan memisahkan kami.
Aku terbang dan aku datang dari atas singasana cintamu,
untuk menggabungkan sengat kasihku dengan putik indahmu,
serta keindahan warnanya yang menyatu dengan keindahan sayap-sayap cintaku.

Menjelang segarnya pagi aku menghampiri kekasihku,
dan ia mendekapku dalam kelopak indahnya.
Disenja hari kutorehkan dan kubacakan syair-syair kerinduanku ,
lalu ia tersenyum ,
dan melambaikan kelopak jiwanya padaku….

Kupu-kupu bersayap yang oleh cinta tidak diberi kekuatan,
tidak akan bisa terbang dari balik dedaunan untuk melihat keindahan dan keagungan cinta,

Dimana jiwaku dan jiwa kekasihku menyatu dalam setiap hembusan dan tarikan nafas keabadian…

Ketika angin menyandungkan bait-bait cinta ,
Ruh semesta yang mendengarnya akan tertunduk dalam bulir airmata bahagia…

Disaat angin bergolak, dan hati terluka…
Kupu-kupu terbang susuri taman-taman hati,
dilihatnya bunga-bunga merekahkan warni kemandulan jiwa…
putik indahnya takkan pernah mendengar…ketika alam menyandungkan bait-bait kehidupan…

Kekasihku,…..
aku ingin engkau mengenalku sebagai keindahan kupu-kupu yang pernah tertatih dalam kegelapan…
Aku ingin engkau mengingatku sebagai makhluk yang pernah terkurung sepi
dalam selubung kegetiran ….

Duhai, keindahan jiwa yang menghias taman hatiku,
Tak ada hari-hari yang lebih indah daripada hari-hari yang dihiasi oleh keindahan cinta…

Tak ada badai yang lebih menakutkan selain badai asmara..
tetaplah dalam genggaman erat –
kepakan syair keabadianku, dan…..
Jadilah pengikut setia atas Singgasana keajaiban cintaku…

www.duniasastra.com
Hartono Benny Hidayat
Diposting oleh Ben di 22.56

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *